Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Shendiaga Wiradana #1


__ADS_3

"ep.." Shendi tidak mampu berkata kata. Dua adiknya sekarang malah berdiri dibelakang Tiara dan membelanya. Mereka terus terusan memanggil Ayah Ayah. Shendi semakin terpojok ,dirinya merasa kecil karena tak memiliki pendukung lagi .


"Ayah jangan marah pada ibu lagi"


"Kalian apa apaan sekarang , awas ya" Shendi geregetan tangannya hendak mencubit pipi Raman, namun Tiara menghalangi.


"Shendiaga, bahkan sekarang kau berani mengancam mereka !" Tiara geram. Ditaruhnya pajangan gajah. Lalu ganti meraih kemoceng yang tadi digunakan untuk bersih bersih.


Acara kejar kejaranpun terjadi. Shendi berlari menghindar setiap Tiara mengayunkan kemocengnya. Menuruni tangga , keruang depan bahkan sampai dapur Tiara terus mengejarnya.


"Tiara !! apa kamu mau membunuhku ??" Shendi berlindung di meja kursi makan.


"Kau tidak akan mati hanya karena kemoceng. tapi aku pastikan kau tidak akan bisa bangun jika aku berhasil menangkapmu" Tiara naik ke atas meja makan . Shendi dilema melihat kelakuan Tiara, diantara takut babak belur jika tertangkap dan takut Tiara jatuh dari meja.


"Apa sekarang kamu yang ingin tidak bisa bangun jika jatuh dari meja!!"


ucap Shendi sambil menadahkan tangan , siaga satu jika Tiara terjatuh sewaktu waktu.


Sedangkan Sikembar pergi keruang depan dan menyalakan TV. Suara tertawa terbahak bahak terdengar . Mereka menonton film kartun kesayangan mereka Tom and Jerry.


"Katakan aku siapa?!" Tiara berkacak pinggang diatas meja. Shendi mulai tak sabar dengan tingkah Tiara.


"Aubery sang ahli waris Tsang gro..." Kata katanya terputus ketika Tiara bersiap meloncat kearah Shendi.


"aahhhh.... hou hou hou , kamu Lady Gaga, Putri dari kerajaan Inggris yang nyasar ke bukit Y. hou pue hou!" Shendi sudah kehilangan kesabaran. Ia tidak peduli lagi pada Tiara, membuang muka sambil menyilangkan tangannya.


Jatuh, ya jatuh saja biar otakmu cepat kembali normal.


dasar keras kepala...


Tiara memandang kearah Shendi dengan raut muka galak. Namun satu menit kemudian raut mukanya berubah. Tiara terlihat menahan tawannya.


Sejak kapan Lady Diana berubah menjadi Lady Gaga, putri itu bahkan sudah habis peringatan hari selamatannya mana mungkin sekarang berdiri diatas meja.


Dan apa itu tadi, Shendi bilang Hou pue hau , sejak kapan Shendi belajar bahasa Pu****tong Hua. Akhirnya Tiara tak dapat menahan tawanya. Ia tertawa sambil memegangi perutnya. Shendi keki melihat Tiara yang tanpa dosa menertawakannya.


Tiara menjatuhkan tubuhnya pada Shendi. Dengan terpaksa Shendi menangkap tubuh Tiara.


Ingin segera menurunkan tubuh itu ke lantai namun pemilik tubuh sepertinya masih ingin berlama lama. Kakinya melingkar erat dipinggang Shendi.


"sayang apa kamu ingin tentara Inggris menyerang bukit Y ?? karena kamu seenaknya mengubah nama putri kerajaan mereka ?" Ucap Tiara sambil menempelkan dahinya pada dahi Shendi.


"Tiara, kau mau pinggangku patah ?? , apa kamu tak sadar kalau kamu sekarang sangat gendut !!" Shendi dengan wajah tidak senangnya.


plak!


Tamparan halus dipipi Shendi , Tiara menghapus bekas tamparan itu dengan satu kecupan di pipi.


Muach!

__ADS_1


***


" Lebih baik Mas Shen cepat cari jalan keluar , kabur kemana gitu".


"Bang, Ini sudah resiko yang harus aku hadapi. kalau aku melarikan diri itu namanya pengecut " . Ucap Shendi sambil memberesi peralatan mencucinya.


Sobari masih berdiri ditempatnya. Wajahnya masih terlihat kawatir. "Mas Shendi ini kapan sih tidak bikin kawatir orang tua. Saya kira mas Shen udah sembuh bandelnya, ternyata ada bom waktu yang mas sembunyikan. begitu meledak bikin satu dunia heboh ".


"sssstt....! Shendi menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya sendiri. Memberi isyarat Sobari agar jangan keras keras. Sobari melihat sekeliling. Tidak ada orang kok .


"Aku sudah menghubungi keluarganya bang. Bang Sobari tenang ya" Menepuk bahu Sobari. " Terima kasih udah menghawatirkanku" Imbuhnya.


Dua jam lalu ...


"Halo mas Shendi?? " Suara Arif ditelepon.


"Gimana paman ?"


"Aku sudah mendapatkan nomor asistennya , namanya Samy . Aku akan kirim kontaknya lewat whatsapp ".


Semalam Shendi menghubunginya. Shendi menyuruhnya mencarikan nomor telfon seseorang yang bisa dihubungi. Shendi bercerita bahwa dia memiliki informasi keberadaan ahli waris Tsang group.


Arif memaksa Shendi bercerita tentang semua yang terjadi. Kenapa dia bisa memiliki informasi tentang Aubery. Dan siapa wanita yang berbicara dibelakangnya waktu ditelepon tempo hari.


Arif sangat syok semalam. Putra sulung keluarga Wiradana kembali membuat ulah setelah lebih tujuh tahun anteng.


Entah apa yang sudah dilakukan Shendi terhadap anak gadis orang. Terlebih waktu ditelfon terdengar sudah panggil sayang sayang. Arif tak percaya walaupun Shendi mengatakan tidak melakukan apa apa.


Percaya padaku paman. hampir saja tapi aku bersumpah belum melakukan apa apa.


Waktu almarhum sahabatnya masih hidup. Purwa Wiradana sering dibuat pusing dengan tingkah putra sulungnya . Membuatnya sering kena serangan jantung ringan.


"Terima kasih paman"


"aku sudah menyiapkan pengacara keluarga jika terjadi apa apa. Ingat mas, mereka orang besar. Kamu harus bersiap siap dengan segala kemungkinan akibat keusilanmu " Arif mengakhiri kalimatnya.


Setelah beberapa saat masuk sebuah pesan di aplikasi whatsappnya. Shendi membuka dan langsung menghubungi nomer hp yang dikirimkan Arif.


Arif meletakkan hpnya dimeja kerjanya. Kepalanya pusing setelah semalam mendengar cerita dari mulut Shendi. Sesaat dia menggelengkan kepala .


Shendi, putra sulung dari sahabatnya itu sudah seperti putranya sendiri. Ia menyaksikan Shendi tumbuh sampai setinggi itu. Dengan segala keusilannya.


Waktu itu sekitar sembilan tahun lalu. Pernah sepasang suami istri datang dengan seorang putrinya kekantor Wiradana, meminta pertanggung jawaban bahwa putra Wiradana telah menghamili putri mereka.


Purwa syok mendengar tuduhan mereka. Ia segera menghubungi Shendi agar segera datang ke kantor. Namun ternyata putranya itu sedang tidak ada dirumah. Shendi sedang touring bersama geng vespanya disaat ia harus bersekolah.


Dua hari Shendi baru pulang. Ia sama sekali tidak merasa bersalah dan berani menantang tes DNA.


Ayah, siapa yang lebih kamu percaya, putramu atau orang lain? suruh tamu kita Lakukan tes DNA , tapi besok saja sekarang aku lelah...

__ADS_1


Hanya itu yang diucapkan Shendi. Arif tertawa mengingat waktu itu. Setelah memberikan senyum menyebalkan , bocah tengik itu dengan santai ngeloyor pergi dari hadapan para orang tua.


Sepasang suami istri itu ragu ragu setelah melihat putri mereka ketakutan. Usut punya usut gadis itu ternyata teman satu sekolahan yang tergila gila kepada Shendi. Jangankan membalas cinta, membalas sapaan gadis itu Shendi enggan.


Banyak cerita cerita lucu yang Arif dengar dari temannya yang juga seorang guru pengajar disekolah Shendi. Tingkah anak anak gadis disekolah yang tergila gila pada putra sulung Wiradana. Dari yang nekat mendatangi rumah sanpai ada yang mencoba bunuh diri.


"Entah apa yang dimiliki bocah tengik itu. Gak ganteng ganteng banget, tapi kenapa banyak anak gadis jadi gila karena cintanya ditolak" Gumam Arif.


Ia menatap layar komputer, disana ada foto seorang gadis sedang tersenyum tipis. Banyak informasi yang dia dapatkan tentang sepak terjang gadis itu. Senyum tersungging dibibir Arif.


"Standarmu ternyata memang tinggi mas, pantas mereka cuma kamu anggap nyamuk"


Seumur umur Arif belum pernah mendengar Shendi punya pacar. Terlebih setelah orang tuanya meninggal. Shendi yang sebelumnya sering keluyuran dengan anak anak vespa. Sifatnya berubah jadi pendiam dan jadi anak rumahan. Setiap hari hanya dirumah menemani adik kembarnya.


Enam bulan setelah orang tuanya meninggal. Shendi lulus SMA . Waktu itu Arif kaget bukan main mendengar permintaan Shendi.


Paman , aku mau membesarkan Yas dan Ramanda dirumah Nenek. Tolong pegang perusahaan Ayah. Aku titipkan padamu apa yang ditinggalkan Ayah untuk adik adikku.


Bermacam cara Arif lakukan agar Shendi tetap tinggal di Vila. Melanjutkan kuliah dan biar sikembar diurus oleh baby sister. Namun Shendi tetap kukuh pada pendiriannya.


Akhirnya Arif menjual semua aset yang dimiliki sahabatnya. Termasuk Vila tempat tinggal keluarga Wiradana , mobil dan dua Ruko di kota A. Semua atas permintaan Shendi. Hanya menyisakan PT. WD Jewellry yang didirikan Purwa sahabatnya.


Arif memegang sementara perusahaan itu dengan bagi hasil. Ia berjanji akan menyerahkan kembali ketika Shendi berusia 25 tahun. Arif menginfestasikan semua hasil dari penjualan aset Keluarga Wiradana keluar Negeri. kelak, Putra putri Wiradana sudah memiliki tunjangan hidup bahkan sampai tiga generasi.


.


.


.


.


.


.Bersambung🤗


.


.


.


.👍Sory kalau slow update. Soalnya author jg punya kesibukan. Menulis novel cuma ngisi waktu senggang aja.


. 👍Mau like Alhamdulillah. gak mau like yah gapapah😎😎


.👍Trims dah mau baca sampai episode ini .


👍 Lope yu kalian semua😍😍❤️😍😍

__ADS_1


__ADS_2