Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Aku Cemburu


__ADS_3

Shendi berhasil masuk ke tempat pesta Fiona tanpa kesulitan yang berarti. Penjaga mempersilahkan masuk tanpa banyak bertanya , padahal ini private party. Shendi baru sadar dirinya mempunyai pesona yang bisa dimanfaatkan.


Shendi berjalan memasuki ruangan yang temaram. Musik yang hingar bingar dan beberapa muda mudi berjoget di lantai dansa. Ada juga yang berenang dengan memakai pakaian renang.


Seperti ini rupanya pestanya kaum sosialita...


Shendi memang belum pernah ke pesta beginian. Kalau ke club pernah dulu banget waktu SMA sama teman teman geng. Tapi sering diusir sama security karena ketahuan masih dibawah umur. Kalau ke club house The Win sering pas masih kecil diajak ayahnya ketemu rekan bisnis.


Diambilnya segelas cocktail lalu mengedarkan pandangan mencari sosok kekasihnya. Ketemu , Aubery sedang ngobrol dengan teman temannya. Shendi pun mencari tempat yang aman dan bisa leluasa mengawasi Aubery . Benar dugaan Shendi. Ada alkohol dan ada Satria . Aubery tertawa disamping pria itu. Beberapa kali senyum Aubery mengembang. Shendi kesal ,diapun meneguk cocktailnya hingga tinggal setengah.


Shendi seharusnya bersyukur telah berhasil membuat Aubery berubah meskipun tidak 100%. Tapi lumayanlah dibandingkan sebelum menjadi 'Tiara'nya , saat sedih atau bahagia ekspresi wajah gadis itu sama , datar . Kecuali kalau udah marah.


Apa yang dia tertawakan... bisa bisanya tersenyum begitu manis pada pria lain...


Perasaan apa yang dirasakan Shendi saat itu. Walaupun ini terdengar kekanakan. Hatinya tidak rela melihat Aubery tertawa senang di samping pria yang bukan dia. Jika sekarang kakinya melangkah menghampiri mereka. Akankah merusak suasana pesta.


Takut Aubery dan teman temannya menganggap dirinya berlebihan. Bahkan mendapatkan konotasi negatif menilainya terlalu posesif. tidak bisa mengendalikan cemburu. Cemburu ? Aku cemburu ??


Shendi menatap nanar Aubery tanpa waktu berlalu sedetikpun. Shendi tersenyum masam, bahkan dirinya menghitung berapa kali Aubery sudah menoleh ke arah Satria dengan dibumbui senyuman . Gadis itu menuang minuman ke dalam gelas untuk yang ke 3 kalinya.


Apa gadis bodoh itu lupa dengan kejadian tempo hari. Sekarang dengan tenang minum disamping pria lain. Lost control lagi gimana...


Shendi gondok, sebel, gerundel.


"Ch..." begitu saja keluar dari mulutnya.


Hatinya terus melarang agar jangan menghampiri. Pikirkan baik baik apa kata mereka nanti Shen... Tapi sepertinya anggota tubuh berkata lain. Ayolah Shen hampiri mereka, milikmu adalah milikmu. kamu bisa berpura pura ini hanya kebetulan ... Shendi lalu bangkit, kakinya tanpa sadar mengayun pasti menuju meja mereka.


Merebut gelas yang hampir menyentuh bibir merah delima milik kekasihnya. Meneguk habis minuman itu tanpa peduli wajah wajah yang mendadak pucat.


***


"Jangan minum banyak banyak. Apa kamu sudah lupa apa yang kamu lakukan padaku gara gara ga bisa mengontrol minummu??"


Wajah Aubery memerah, reflek tangannya menutup mulut Shendi. Dibalasnya tatapan sarkas itu dengan senyum malu.


"Mulutmu tidak bisa menjaga privasi kah !!?"


Shendi meraih tangan halus itu dan meremasnya kuat. Aubery buru buru menarik tangannya. Kebiasaan banget meremas tangannya sampai sakit , ditambah tatapan yang seolah ingin memakannya.


"Ngapain malu sih Be, semua juga sudah tahu kalian pacaran. Bahkan satpam di Megabox juga sudah tahu kalian pacaran. Jangan di tutup tutupi lagi" celetuk Elaine.


" Eh , coba ceritakan dong bagaimana awal kalian bertemu??" penyakit kepo Elaine kambuh.


"Biar saya jelaskan, dari awal kami tidak pernah berniat menutupi. Kami juga tidak ingin mengekspos ke media. Kami bertemu seperti pasangan normal lainnya. Dan kami ingin hubungan ini sederhana ..." Au dengan tegas.


Shendi setuju dengan penjelasan Aubery.


"Memang kita pacarannya sembunyi sembunyi?"


Aubery menggeleng.


"Kalau gitu kemari!!" dengan nada memerintah. Bibirnya mengerucut, mustahil Aubery tidak paham apa maksudnya. Mustahil Aubery akan menolak.


Didepan seluruh pengunjung mall saja kamu berani. Masa didepan teman tem...


Chup!!


Aubery ternyata merespon dengan sangat cepat. Tanpa canggung gadis itu langsung nemplok dan mengecup bibir Shendi . Wah... Kemana senyum malu malunya tadi. Tak peduli meskipun didepan sahabat sahabatnya. Senyum tersungging di bibir keduanya. Shendi berhasil menegaskan Aubery adalah miliknya. Didepan Satria.

__ADS_1


Satria segera membuang wajah ke arah lain. Elaine dan Fiona sesaat terpana. Elaine yang ember tiba tiba berteriak memegangi lehernya.


"Aaaacccchh... tali tambang mana tali tambang !!"


Fiona segera menutupi matanya "Kalian menodai mataku yang masih suci ini..."


"Kalian tidak berperasaan bermesraan didepan kami para hantu jomblo kesepian!!" protes Elaine.


Satria meneguk habis isi dalam gelasnya. Menuangnya lagi, dan meneguknya lagi. Menuangnya lagi dan kali ini juga mengisi gelas Aubery.


"Selamat Be, nah... untuk kebahagiaanmu aku bersulang untukmu" menyerahkan gelas pada Aubery.


Shendi mendahului "Aku saja, nona ini sangat menyeramkan kalau mabuk" Segera meneguk tanpa membalas cheers. Aubery cemberut karena gelasnya direbut. Satria nampak kecewa.


"Kalau gitu kami juga bersulang untuk pasangan fenomenal kita." Fiona. Dengan di dukung Elaine yang menuang Brandi ke gelas Aubery.


"Cheers..."


Lagi lagi Shendi bermaksud merebut gelas Aubery. Tapi kali ini Aubery tidak mau kecolongan. Ia tidak ingin melewatkan ucapan tulus dari sahabat sahabatnya. Tarik menarik terjadi. Dan Shendi keluar sebagai pemenangnya. Yeey...


Shendi meneguk dalam sekali teguk. Ia meringis, merasakan minuman beralkohol itu bereaksi dalam tenggorokannya. Aubery menatap curiga , Shendi tidak seperti biasanya.


***


.


.


.


.


Suara ketukan pintu kamar membangunkan Shendi . Samar ia mendengar suara langkah kaki menuju pintu.


Oouugh... sakit sekali kepalaku...


Shendi mencoba membuka mata melihat sekitar. Sadar ternyata ia tidak berada di kamarnya. Tapi ia berada di sebuah kamar hotel yang mewah . Tubuhnya nyaman dibalik selimut yang lembut. Hotel ? matanya membulat. Eh tunggu, kayaknya kulitnya bergesekan langsung dengan selimut lembut ini. Dengan kilat Shendi mengintip tubuhnya dibalik selimut.


Dimana bajuku !!!


Apa yang terjadi semalam. Kenapa ia telanjang dikamar hotel. Pintu di buka , Shendi pura pura tidur lagi.


"Nona selamat pagi, ini baju yang anda minta..." suara itu terdengar asing.


"Hmm... Terima kasih. Kamu boleh kembali ke toko."


deg !! itu suara Aubery.


Shendi makin rapat menyembunyikan mukanya dalam selimut. Kenapa Aubery ada di sini. Ngapain semalam sampai aku telanjang. Jangan jangan...


Ahhh, sial . Shendi mengutuk dirinya sendiri. Ia pasti telah mengkhianati prinsipnya. Prinsip yang selalu dia pegang untuk tidak merusak kehormatan seorang gadis. Dan Shendi merasa sia sia. Karena ia tidak ingat apa apa gara gara mabuk.


Pelan Shendi mengintip dari celah selimut. Aubery berjalan memasuki kamar mandi. Rambutnya basah dan dia hanya mengenakan piyama mandi. Rasanya kayak punya istri sungguhan . Pagi pagi lihat istri dengan rambut basah.


Bahagianya...


Stop berhayal Shendi, sebentar lagi kamu akan dicincang oleh Samy. Asisten itu sulit dimengerti. Kadang dia seolah mendukung. Kadang marah takut nonanya diapa apain.


Bersamaan pintu kamar mandi ditutup. Shendi segera bangun . Diciuminya tubuhnya sendiri. Mencari aroma atau setidaknya jejak percintaan semalam. Hanya ada aroma... Berhenti sejenak untuk berpikir.

__ADS_1


Yang lost control kan kamu Shen, jejaknya pasti ada di...


Jadi ingat lagi tragedi gaun malam . Shendi menggeleng kencang , segera ia bangun dan melilitkan selimut super tebal hampir menutupi seluruh tubuhnya. Cuma muka doang yang gak ditutup.


Ditahannya rasa sakit kepalanya. Yang harus dia lakukan sekarang mencari dimana bajunya. Ia kesulitan berjalan . Selimut itu sangat tebal.


Ooggh... kena karma apa sih...


"Kamu sudah bangun ??"


Tiba tiba suara Aubery dari arah belakang mengagetkannya. Shendi mematung , rasanya ia seperti pencuri yang sudah terkepung. Pilihannya hanya dua, menyerah atau bunuh diri. Pelan menoleh ke arah Aubery. Gadis itu sudah berganti pakaian dengan koleksi A.T terbaru. Aubery tampak mempesona.


"Bajuku... " terdengar pasrah.


"Oh , sudah aku buang... " ekspresi flat sambil menyisir rambut dengan jari jarinya. Shendi memiringkan kepala. Buang? apa maksudnya buang. Apa ia harus seperti itu keluar dari hotel. Shendi memandangi dirinya sendiri.


"Gak rela gitu ?" Aubery menggeleng pelan. Berjalan ke almari disamping ranjang.


"Aku menyuruh petugas hotel untuk mengambil bajumu di mobil." mengambil tumpukan baju bersih itu lalu menyerahkannya pada Shendi.


Shendi menarik nafas lega. Lingga memang dapat diandalkan.


"Tentang semalam..." Aubery ragu ragu.


"Aku akan bertanggung jawab!!" cepat Shendi menyahut. Aubery kaget dengan reaksi Shendi yang tiba tiba. Lalu berjalan memangkas jarak antara mereka.


"Sayang , kamu ingat yang terjadi semalam?" penasaran.


Shendi sudah bertekad, apapun yang terjadi. Dia harus bertanggung jawab dengan perbuatannya. Toh dia mencintai Aubery. Dan sebaliknya.


Terakhir yang Shendi ingat. Beberapa pria menghampiri meja mereka. Mereka adalah teman Fiona namun cukup mengenal Aubery. Begitu juga sebaliknya.


Versi Shendi.


"Yo... ini kan pasangan viral hari ini. Kakak Shendiaga rupanya cukup toleransi dengan alkohol ya..." sapa salah satu dari mereka. yang lainnya takjub dengan kebolehan Shendi.


Siapa lagi ini. Satria aja belum beres datang yang lainnya


"Kakak Shendiaga , Aubery , aku menghormati kalian. Ayo satu gelas lagi."


"Aku saja, kamu seorang gadis ga pantas kalau dilihat ..." Shendi meraih gelas cepat. Aubery mulai gelisah dengan sikap Shendi. Ditekannya gelas itu kuat kuat hingga Shendi tidak bisa mengangkat. Tarik menarik terjadi lagi.


Shendi tidak kekurangan akal. Diraihnya botol brandi dan mengangkatnya tinggi biar Aubery gak bisa menggapai.


"Ayo, hari ini kita pertama kali bertemu. Aku menghormati kalian semua !!" serunya.


Semuanya bersorak gembira. Lalu meneguk minuman bersama sama. Hanya Aubery yang mulai khawatir dengan Shendi.


.


.


.


.


.Bersambung😭😭😭🤧


🙏Ga bosan otor ucapkan terima kasih masih setia disini. Kalian luar biasa🤗

__ADS_1


👋 sampai jumpa di episode berikutnya.


😘 Sayang semuanya.😘


__ADS_2