
"Tuan , nona menolak untuk kembali. Bahkan sekarang sedang mengunci diri dikamar . Saya tidak tahu bagaimana membujuknya. Saya sudah seperti orang lain baginya" Samy menjelaskan.
"Kalau begitu pulanglah terlebih dulu, nanti kita pikirkan lagi setelah kamu sampai disini. Jawab Anthony ditelpon.
Samy hanya diam, ia ragu untuk mengutarakan solusi yang ditawarkan oleh Shendi.
"Sam! " Panggilan Anthony mengejutkan Samy.
"apa kau punya ide?" Anthony sepertinya menangkap kode dibalik diamnya Samy.
"Tuan, bagaimana jika sementara saya tetap mendampingi nona disini. sambil pelan pelan mengembalikan ingatan nona" Pelan Samy mengutarakan idenya.
"lagi pula jalanan disini sangat susah . sangat beresiko apalagi dimalam hari" Sambungnya.
"begitu?"
Keduanya diam untuk beberapa sesaat.
"Baiklah, aku suruh orang untuk mengatasi tugasmu disini. tapi bisakah kau memberi info apapun kepadaku? "
" Saya akan berusaha Tuan"
"apa kau sudah menyelidiki siapa pemuda itu??"
"besok akan saya selidiki Tuan"
Samy menutup panggilan. Ia memutuskan untuk bermalam disini. Shendi menyiapkan kamar utama untuknya. Sementara Shendi tidur bersama Ramanda.
Satu setel piyama lengkap dengan sikat gigi baru, juga sudah disiapkan diatas kasur. Samy mengamati kamar itu. kamar yang lumayan luas dengan satu lemari kayu yang lebarnya lebih dua meter. Samy membuka salah satu pintu lemari yang tidak dikunci , memeriksa beberapa baju yang tergantung disana.
Seleranya tidak terlalu buruk ...
Menutupnya kembali. Samy berpindah ke meja kerja disamping jendela dengan komputer diatasnya, Ia mencoba membuka namun sayang harus menggunakan password. lalu pada loker loker dibawah meja. Dan sekali lagi Samy harus kecewa, semuanya terkunci.
Kenapa Shendi sangat misterius. Pemuda ini tidak seperti orang kampung biasa. Dekorasi dan barang barang rumah ini juga tidak sembarangan. Meskipun tidak banyak perabot namun rata rata semuanya memiliki nilai tinggi.
Contohnya kursi kayu diruang depan dan meja makan itu. Modelnya jelas sangat kuno dan itu tidak ada yang jual bahkan ditoko furniture manapun.
Lalu piano itu, Samy sempat melihat mereknya. Piano bermerek Steinway & Sons itu jika dalam kondisi baru bisa mencapai harga sekitar 800 juta. Jika bekas maka harganya masih bisa mencapai 200 juta.
Samy merebahkan tubuhnya. Pandangannya tertuju ke langit langit kamar. Merenung tentang semua kejadian hari ini. Dan semua yang diceritakan Shendi kepadanya.
Ternyata udara di bukit Y cukup dingin . Dan suasananya sangat sepi tanpa hiruk pikuk perkotaan. Suara hewan malam diluar sana cukup manjur untuk membius Samy segera pergi ke alam mimpi. Ini seperti obat setelah lebih dua minggu Samy mengalami insomnia.
***
__ADS_1
.
.
.
.
Pelan Shendi merangkak diatas ranjang Aubery , lalu berbaring menghadap Aubery yang lelap tertidur. Bersandar pada lengan kanannya , ia menatap lekat wajah Aubery yang polos. Matanya sedikit bengkak sepertinya dia habis menangis.
Shendi Tersenyum karena ketidak waspadaan gadis ini.
Sampai detik ini Aubery belum menyadari kehadirannya. Bahkan juga tidak mengunci pintu dan mematikan lampu .
Jika Samy tahu aku menyelinap kekamar nona besarnya, kira kira apa yang akan dilakukannya padaku...
Semalaman Shendi tidak bisa memejamkan matanya. Selain ranjang Ramanda yang tidak muat ditambah besar tubuhnya. Pikirannya juga kalut bagaimana keadaan Aubery dikamar sebelah.
Sampai jam empat dini hari Shendi masih terjaga. Ia sama sekali belum tertidur. Sedangkan jam lima ia harus bangun . siang ini ia punya janji dengan kurir langganan ditempat biasa.
Ada beberapa dokumen yang sudah selesai dipelajari dan ditandatangani olehnya.
Jarinya meraih rambut Aubery yang sebagian menutupi wajah , lalu menyelipkan diselah selah telinga.
Pelan Aubery membuka mata. Ia mengamati wajah Shendi yang hanya berjarak satu jengkal didepannya. Tatapan mereka bertemu, dan untuk sesaat mereka saling membisu.
Jarak yang dekat ini, kini terasa semakin jauh.
Seberapa gigihnya aku melompat tetap tidak akan bisa menggapaimu.
Kesalahanku terlalu besar hingga sulit untuk dimaafkan ...
" Tiara, maaf aku sudah membohongimu. maaf aku sudah egois tetap menahanmu ditempat terpencil seperti ini. Seharusnya aku membawamu kedokter sejak awal". Shendi membuka percakapan.
"aku pikir semua akan impas dengan memberimu pelajaran karena sudah menghinaku beberapa waktu yang lalu, tanpa berpikir bagaimana dampak setelahnya".
"aku benar benar minta maaf ".
Aubery hanya diam mendengar penuturan Shendi.
"Tapi kumohon , jangan membenci Yas dan Ramanda. Mereka tidak tahu apa apa. mereka hanya tahu menyayangimu dengan tulus"
Aubery masih diam saja , menatap kedua mata Shendi bergantian. Shendi semakin merasa bersalah.
Sambil menarik nafas panjang Aubery mengubah posisi tidurnya. Kini ia menatap langit langit kamar.
__ADS_1
"Aku tidak pernah menyalahkan siapapun... hilang ingatan adalah sebuah perjalanan untukku agar bertemu dengan kalian... "
"Dengan hilang ingatan membuat aku lebih menjadi diriku sendiri...
Aku melalui hari hari indah selama disini. bersama kalian , merasakan hangatnya sebuah keluarga ".
"Aku sangat bahagia selama menjadi Tiara, bahkan aku ingin menjadi Tiara selamanya ".
"Mungkin tidak ?".
Menoleh kearah Shendi.
Shendi memikirkan kata kata Aubery . Awalnya Shendi membayangkan Tiara akan menghajarnya dengan sapu atau menendangnya dari atas ranjang , tapi ... Shendi mencoba mencari jawaban dimata Aubery. Apakah Aubery sungguh sungguh atau ini masih efek dari amnesianya.
Aubery kembali merubah posisi semula menghadap Shendi.
" Apa aku dulu sangat menjengkelkan ?" Tanya Aubery.
Shendi berpikir sejenak.
"Kamu yang dulu ... Sombong dan angkuh. Sangat menjengkelkan ".
"Terutama kata katamu. Kamu tidak pernah berfikir dua kali ketika mengatakan sesuatu. Tidak peduli apakah nanti akan melukai hati atau tidak ".
" Karena kamu kaya dan sukses diusia muda. kamu memiliki segalanya ".
"Tapi Aubery yang sekarang, sangat berbeda. Dihadapanku ini adalah mutiara yang sangat indah. Mutiara hati bagi anak anak" Shendi mulai menggombal.
"Kamu gadis ceria, sangat menyukai anak kecil. jauh dari kata sombong dan angkuh. Bahkan kamu tidak gengsi membawa simanis keliling kota"
***
Bersambung😉
.
.
.
.
😘 terima kasih dan sayang semua.🙏❤️❤️❤️🙏
😭Lagi badmood maaf kalau episode kali ini lebih pendek. 😲😲😲😲🙀
__ADS_1