
Shendi pelan melangkahkan kakinya kembali menaiki anak tangga , dan mulai mencari room dimana Aubery dan teman temannya berada.
Seorang pelayan tiba tiba menghampirinya dan mengamati wajahnya lebih dekat. Shendi gelisah. Jangan jangan kali ini dirinya juga diusir seperti waktu acara reuni itu?
"Ah , anda tamunya putra walikota waktu itu... " pelayan itu menyapa. Shendi bernafas lega.
Pelayan itu ingat betul sosok didepannya ini.karena dirinyalah yang bertugas melayani tamu di room waktu itu. Dan membantu Shendi menyelesaikan pembayaran tagihan. Serta menyampaikan pesan kepada putra walikota dan lainnya saat Shendi harus pergi karena suatu urusan.
Dia pemuda dengan tampang biasa yang sudah ditertawakan oleh putra walikota dan lainnya. Tapi akhirnya dia malah berhasil menutup mulut semuanya dengan melunasi tagihan yang mencapai puluhan juta.
"Apa kali ini, anda juga tamunya putra walikota?" tanya pelayan itu. Shendi berpikir sejenak. Akhirnya dia menemukan jalan tanpa perlu repot repot mencari room. Mengangguk saja, pelayan itu pasti bersedia mengantarnya.
Shendi mengangguk mantab.
"Mari saya antar" pelayan itu mempersilahkan Shendi untuk mengikutinya. Dalam hati pelayan itu tidak menyangka Shendi masih berteman dengan putra walikota . Padahal sudah dipermalukan seperti itu.
Pelayan itu berhenti di lantai 3. Lalu menunjukkan room dimana Aubery bersama teman temannya berada.
"Terima kasih ... " ucapnya pada pelayan itu. Suara gelak tawa dan menyanyi terdengar dari room itu. Dari kaca kecil yang terdapat dipintu , Shendi melihat Aubery dan teman temannya asik menikmati pertemuan itu. Senyum Aubery yang bahagia disamping seseorang yang bukan Riki. Membuatnya tidak bisa menahan cemburu.
"Tunggu !" serunya.
Pelayan itu menghentikan langkah dan berbalik menghadap Shendi.
"Bisakah kamu membantuku??"
Pelayan itu mengangguk setengah ragu ragu. Shendi mendekat membisikkan sesuatu.
"Ohh... itu hal yang sangat mudah Tuan!"
***
"Kan sudah aku bilang!! jangan minum terlalu banyak!!" Akhirnya Shendi meluapkan emosinya ketika sudah sampai di pelataran parkir.
"Bagaimana kamu bisa tidak waspada dengan keselamatanmu sendiri. Meskipun mereka teman temanmu, tidak seharusnya kamu mau saja dicekokin minuman sampai gak sadar kaya gini !!"
Didorongnya tubuh Aubery yang berusaha bersandar padanya , hingga gadis itu mundur beberapa langkah. Walaupun akhirnya Shendi harus kawatir karena Aubery benar benar tak mampu berdiri dengan tegak.
Bagaimana jika tadi dia tidak mengikuti Aubery masuk ke dalam. Entah apa yang sudah Riki lakukan pada Aubery. Di koridor tadi Bajin*an Riki sudah hampir mencium paksa kekasihnya.
Shendi menatap kesal pada Aubery yang balik menatapnya tajam. Ketika satu menit kemudian muncul senyum lebar di kedua sudut bibir gadis itu.
"Heh... " Shendi mendengus.
Aku sedang marah dan kawatir.
Tapi sekarang kamu tersenyum lebar seperti itu...
"Loukung!!" seru Aubery.
Shendi kaget saat Aubery menjatuhkan tubuhnya ke dalam pelukannya. Akhirnya Shendi terpaksa menangkap tubuh Aubery.
"Kamu salah orang?...Aku bukan loukung...?" Shendi masih dengan nada kesal. Lagi lagi menggunakan istilah yang tidak Shendi tahu.
Siapa Loukung?? cowok tadi kah ?? Jiahaha!!
Berusaha melepas dekapan Aubery dengan kasar.
"Emmmhh..." Aubery menggeleng cepat.
"Aku tidak mungkin salah mengenali suamiku. Suaramu , aromamu..." Aubery mendusel seperti kucing yang manja dengan pemiliknya. Shendi menggigit bibirnya . Perasaannya kembali stabil setelah mendengar Aubery meracau.
"Kamu akan menggigit bibirmu sendiri saat kamu sedang senang. Bibirmu mengerucut dan tanganmu mengepal jika sedang kesal. Saat berbicara bohong tatapanmu ke bawah."
Shendi segera sadar langsung berhenti menggigit bibirnya.
" Kamu mandi 3 kali sehari, mencukur kumis setiap pagi , melatih pernafasan disiang hari... olahraga tinju di sore hari. Kamu menyukai kopi hitam sedikit gula. Kamu menyukai kebab Turki , bakwan , telur goreng, tahu goreng... "
__ADS_1
Aubery terus meracau dalam satu tarikan nafas.
" Ch... " Shendi tidak menyangka apa yang didengarnya. Aubery akan mengatakan hal terkecil kebiasaannya setiap hari. Dan...
"Apa kamu mengawasiku sampai tahu saat aku senang, marah, dan berbohong??"
"Aku merindukanmu... " jawab Aubery gak nyambung. Aubery mendongak menatap sendu wajah Shendi. Lalu menarik kerah jaket Shendi hingga. Bibir mereka kembali menyatu.
Shendi merasa aneh karena Aubery menciumnya dengan penuh nafsu. Bahkan Shendi dapat merasakan desahan nafas Aubery yang memburu . Atau ini hanya karena pengaruh alkohol?
"Awwh... !" Shendi harus menyudahi ciuman itu karena tiba tiba Aubery menggigit keras bibir nya. Perih menjalar di bibir bawahnya. Dengan ujung jari , diusapnya pelan dan ternyata ada darah disana.
"Wahh... kamu sudah berubah menjadi anjing kecil yang suka menggigit !!" Dipegangnya kedua lengan Aubery dan menatap dalam dalam wajah gadis dihadapannya.
Shendi mulai menyadari Aubery tidak sedang mabuk alkohol biasa. Anggur apa yang kamu minum Tiara ??. Hingga membuat pandanganmu menjadi liar dan lebih agresif...
Aubery kembali memeluk erat tubuhnya dengan nafas memburu. Ada yang tidak beres , Shendi segera menarik tangan Aubery menuju tempat dimana ia memarkirkan mobilnya.
Memaksa Aubery segera masuk ke mobil. Aubery terus meracau dan menarik bajunya.
"Aku merindukanmu... "
"Aku akan mengantarmu pulang... " ucap Shendi setelah ia duduk dibelakang kemudi dan menutup pintu mobil. Shendi bermaksud ingin menghubungi Samy dengan hp android yang dia simpan di tas genggam.
Entahlah, beberapa hari ini hp N70 sering banget lowbat.
"Aku benar benar harus mengucapkan selamat tinggal dengan hp itu..." gumam Shendi sedikit menyesal.
Ketika menoleh ke kiri, wajah Shendi berubah. Pintu mobil sebelah kiri terbuka. Aubery tidak ada disampingnya. Shendi panik dan buru buru keluar lagi dari mobil.
"Tiara... !!" Shendi geram. Ia mendapati Aubery berjalan zig-zag menuju arah yang berlawanan.
"Bawa aku terbang... " celoteh Aubery dengan merentangkan kedua tangannya.
Shendi kehilangan kesabaran menghadapi Aubery yang hilang kendali. Tidak ada cara lain selain mengangkat tubuh Aubery ke mobil dan mengunci pintu segera setelah harus berlari ke pintu sebelah kanan.
Ini adalah tantangan terbesar Shendi. Mengemudi dengan godaan seorang wanita disampingnya. Terlebih wanita itu adalah kekasihnya. Aubery.
Aubery terus menerus menariknya. Berusaha menciumnya. Dan bahkan menggerayangi dadanya.
"Wo yao ni... " desahan Aubery berkali kali terdengar ditelinga Shendi. Shendi tahu apa itu artinya. Ya, dia sedang mempelajari bahasa mandarin tradisional akhir akhir ini.
Aubery menginginkannya.
Ingin apa? Itukah !! Tidak mungkin!!
Shendi mendadak gugup. Menginjak gas dan menambah kecepatan laju Jeepnya. berharap segera sampai di jalan Robinson. Tempat tinggal Aubery.
***
01:00 dini hari.
Beberapa penjaga berlarian ketika sebuah Jeep putih terus membunyikan klakson di pintu gerbang. Suara bising membangunkan Samy yang sudah terlelap di ruang depan karena kelelahan menunggu nona pulang.
"Tolong cepat buka pintu !! " seru Shendi setelah membuka kaca jendela. Meskipun Shendi buru buru menutup kembali. Penjaga itu masih sempat melihat nona besar ada didalam.
Apa yang sedang nona lakukan didalam mobil dengan laki laki itu ??
Nona tampak sangat kacau, apalagi laki laki itu.
Tanpa ba bi bu. Mereka memberi jalan untuk mobil Jeep memasuki halaman rumah besar. Shendi menghentikan mobil tepat didepan pintu depan . Bersamaan Samy dan dua pelayan wanita yang lari tergopoh-gopoh dari dalam rumah.
"Betulkan pakaianmu Tiara..." Shendi berusaha membetulkan pakaian Aubery yang berantakan sebelum keluar dari mobil.
"Hou yitt aa... Gerah" Aubery menepis tangan Shendi.
"Haiz... terserah deh!!"
__ADS_1
Samy heran, bukankah nona pergi bersama teman temannya . Kenapa sekarang diantar Shendi. Samy kebingungan saat melihat Shendi yang kacau membukakan pintu untuk nonanya. Dan menggendong tubuh nona ke hadapannya.
"nona!!" pekik Samy dan dua pelayan.
"Aku curiga dengan apa yang dia minum. Berapa kali dia berusaha melepas kaosnya didalam mobil tadi !! Dia terus menarikku dan menggerayangiku !! Kesucian ku ternoda !!" Shendi langsung mengomel ketika sudah sampai dihadapan Samy. Menurunkan tubuh Aubery dan menyandarkan tubuh Aubery pada asisten itu.
"Apa yang terjadi mas!!" Samy bingung dengan keadaan Aubery .
"Jika aku tidak membawanya pergi dari The Win. Maka bukan aku yang mengalami keadaan seperti ini..." Shendi menunjuk dirinya sendiri.
"Tapi Riki. Aku merebutnya dari tangan Riki"
"Nona... " dua pelayan itu tampak kawatir melihat Aubery yang tidak seperti biasannya.
Riki lagi, Riki lagi.
Samy tidak terlalu menghawatirkan Aubery karena ada Satria disana. Samy percaya Satria akan menjaga Aubery seperti biasanya. Samy tahu Satria juga menyayangi Aubery. Walaupun nonanya menganggap sayang itu seperti kepada saudara.
Aubery mengelus wajah Samy.
"Hemm... Loukung kenapa sekarang kamu memiliki kumis??"
Samy menghela nafas panjang. Mungkin benar Aubery telah diberi sesuatu oleh Riki. Obat perangsang... Kalau tidak mana mungkin Aubery akan bertingkah murahan seperti ini.
"Shiuche... ngo emhai lei loukung. Lei loukung hai koto..." Ucap Samy dengan menggunakan bahasa Hongkong yang juga dia kuasai. Memutar tubuh Aubery menghadap kepada Shendi lagi. Lalu mendorong pelan hingga Aubery kembali dalam sandaran Shendi.
"Haiwo...hou Leng cai... " Aubery tersenyum lebar dengan tatapan mesum kearah Shendi.
"Hei Sam... bukankah kamu seharusnya segera membantu Nona besarmu membersihkan diri?? Dia bau alkohol!!" Shendi jengkel lalu kembali mengoper Aubery kepada Samy.
"Tolong bantu saya membawa nona ke kamarnya dilantai tiga. Saya ingin menghubungi seseorang" Samy mengoper kembali Aubery.
Maaf Mas, Aku serahkan nona kepada anda. Hanya anda yang boleh mengatasi nona disaat seperti ini...
bukan saya.
"Hizzz..." Shendi tambah jengkel, ia kehabisan kesabaran . Entah sampai kapan permainan oper mengoper ini berhenti. Aubery bukan bola.
Dengan sisa tenaganya Shendi mengangkat tubuh Aubery masuk ke dalam. Mengikuti dua pelayan wanita menunjukkan jalan. Menaiki anak tangga satu persatu. Menahan Aubery yang tidak bisa diam dalam gendongannya. Dua pelayan itu cekikikan mendengar suara suara ganjil dari belakang.
"Berhenti menggigitku Tiara ..." suara Shendi dengan nafas yang senin kamis.
Sesampai dilantai tiga, Shendi segera membawa masuk ke kamar yang ditunjuk dua pelayan itu. Merebahkan tubuh Aubery ke ranjang.
"Aku serahkan pada kalian... " Shendi mengatur nafasnya. Hening...
Kenapa tiba tiba hening??
Shendi segera menoleh ketika pintu kamar terdengar baru saja tertutup. "Hei... hei...!" Shendi segera menuju pintu dan berusaha membuka. Tapi ternyata pintu itu dikunci dari luar. Apa maksudnya...
"Sam...!! Samy...!! Shendi berteriak.
Aubery : "Hou yitt aa"
(sangat panas)
Samy : " Shiuche, ngo emhai lei loukung. lei loukung hai koto"
(Nona, aku bukan suamimu. Suamimu disitu)
Aubery :" Haiwo, hou lengcai"
( Iya benar , sangat tampan )
🙏Terima kasih yang masih setia disini. tetap semangat. Add oil!!💪
👍 Jangan lupa Like Like Like !😘
__ADS_1
💝Sayang semuannya💝