
"Halo, asisten Samy"
Suara dari seberang sana.
"Halo saya disini, ada apa nona Aura" Samy yang sudah melihat terlebih dahulu siapa yang menelfon sebelum mengangkat.
"Apa kau yakin bahwa Aubery berada di Hongkong??"
"Kenapa nona bertanya begitu??" tanya Samy.
"Lalu siapa yang baru saja saya temui?? Asisten Samy, Aku sudah sangat hafal wajah idolaku ketika tanpa make up. Jangan lagi membohongiku , semua rencanamu aku sudah mengerti . Kau menyembunyikan sesuatu , kau menyuruhku untuk memanipulasi kabar berita seolah Aubery berada di Hongkong" suara disana terdengar tergesa gesa, seperti sedang berlari.
"Nona Aura , sekarang anda dimana" Samy menggenggam erat Hpnya. Iapun berjalan cepat menuju parkiran. Kebetulan Samy baru keluar dari Megabox Mall.
"Aku dikampus, kampus Sejahtera. Aku sedang mencarinya sekarang."
"Nona tolong, terus cari yang kamu bilang dia adalah nona Aubery, Setengah jam orang orangku sampai kesana!"
Samy Menutup Hp dan segera mempercepat larinya menuju mobil. Kemudian melaju kendaraan itu menuju Universitas Sejahtera yang berada di kota B. Diperjalanan ia menghubungi orang orang suruhannya yang tersebar di sekitar bukit SS , untuk segera menuju lokasi.
"Halo ... halo... Asisten Sam!"
Aura membuang nafas kesal. Disimpannya Hpnya dalam tas. Pandangannya memutar keliling halaman kampus. "Kenapa cepat sekali menghilang." nafasnya terengah engah. Namun ia terus melangkahkan kakinya menuju kantin. Barangkali dua insan itu berada disana.
Jadi benar dugaan mbak Metha. Terjadi sesuatu dengan Aubery. Kalau tidak bagaimana mungkin respon Asisten Samy begitu panik setelah mendengar ucapanku.
Aura bertanya ke beberapa mahasiswa barangkali melihat sosok yang dicarinya. Namun jawaban mereka rata rata sama.
"Beberapa jam yang lalu sempat lihat sih dan terakhir mereka masuk lapangan basket . Yang cowok tinggi pake kaos putih kemeja kotak kotak, trus yang cewek cantik putih, kamu kenal mereka?" mereka justru balik bertanya.
Aura kecewa , ternyata sudah dari tadi mereka disini. Dan dia baru menyadari ketika seorang gadis berlari ke tengah lapangan Basket. Memeluk bahkan meloncat dalam gendongan seorang cowok. Tadi memang cukup menyita perhatian semua yang ada dilapangan . Ia dan teman temannya bahkan sempat bergosip siapa cowok yang jago main basket itu. Seperti belum pernah melihat.
Aura berhenti untuk mengatur nafasnya, duduk disebuah bangku kosong. Sudah hampir setengah jam dia memutari kampus , namun sosok yang dicarinya belum juga ketemu.
Kalau benar tadi Aubery , ngapain dia disini. Lalu siapa cowok itu. Apa ini skandal yang sengaja dibuat Aubery. Tapi itu bukan kebiasaan Aubery. Tapi respon Asisten Samy tadi, aahhhh...
Aura mengacak rambutnya sendiri.
Tapi aku yakin dia Aubery...
***
Keluar dari lapangan basket, Shendi dan Tiara langsung keluar dari area kampus. Kurang lebih tiga jam mereka mengadakan acara Campus Trafeling. Baru pertama nih orang ngajak jalan jalannya di kampus. Tapi bahagianya Tiara sudah kaya liburan ke Paris. Shendi mencium dahi Tiara. Bahagia juga dirasakannya ketika melihat Tiara senang.
"Sayang dulu biasanya kita dimana kalau makan bareng diluar" tanya Tiara.
Shendi berfikir sejenak.
"Hhmmmm... , di food street!" hanya itu yang terlintas dipikiran Shendi. Sebuah jalan yang khusus untuk para pedagang berbagai macam jajanan. Suasana dijalan itu juga lumayan nyaman dan sejuk. Dikiri kanan banyak pohon besar , dan hanya pejalan kaki yang boleh masuk kawasan Food Street. Letaknya tidak jauh dari posisi mereka sekarang.
"Kalau gitu kita kesana!" Tiara menarik tangan Shendi menuju simanis diparkir. Shendi menurut.
Kurang satu jam lagi sikembar waktunya pulang sekolah. mereka memutuskan menghabiskan waktu yang tersisa untuk jajan di food street yang berada di pinggir kota B . Jaraknya tidak begitu jauh dari sekolahan sikembar. Jadi nanti tidak perlu buru buru.
"Sayang biasanya kita kalau jalan berdua , bergandengan atau berangkulan??"
Shendi memandang Tiara.
__ADS_1
"kok tanya aneh aneh"
"jawab aja!"
"Dua duanya"
"Baiklah" Tiara menarik tangan Shendi dan melingkarkan dibahunya. Seperti ketika berada dikampus tadi. Shendi tersenyum sambil menggigit bibir bawahnya. Kebiasaannya kalau suasana hati lagi senang.
"Ch... tadi dikampus bahkan kamu ga mau lepas, apa sekarang harus berangkulan gini lagi."
"Salah siapa, aroma maskulinmu ini terlalu kuat jadi bikin semua cewek menoleh ke kamu" ucap Tiara.
Shendi terkekeh, "Aroma maskulin dari mana, yang ada aroma keringat" Tiara tak peduli ucapan Shendi. Entah itu aroma keringat atau aroma sabun. Tiara sudah terbiasa dengan aroma tubuh Shendi.
"Dan hati hati, kamu hanya milikku, tidak ada yang boleh mengambilmu dariku" ucap Tiara mempererat tangannya dipinggang Shendi.
Shendi kembali tertawa mendengar ucapan Tiara. "Benar yang kamu dikatakan , aku yang harus hati hati. kalau tidak aku akan menjadi korban cium paksa seperti tadi".
"Eehh, siapa yang mencium paksa, siapa yang dicium paksa??" Tiara mendelik.
"Tukang cemburu" Shendi menggoda.
Tiara geregetan .Dirinya memang mencium paksa. Tapi Shendi juga mencium paksa bahkan lebih ekstrim darinya.
Shendi dan Tiara berangkulan sepanjang jalan. Tertawa bersama dengan mesranya , seperti sepasang suami istri sungguhan. Mereka tidak mempedulikan sekitar yang lumayan ramai. Karena masih jam makan siang. Banyak pekerja kantor atau anak anak sekolah yang jajan dijalan ini. Sesekali Shendi gemas dengan tingkah Tiara yang kadang kadang absurd . Mencubit hidungnya atau mengusap kepalanya.
Sungguh bikin jiwa jomblo meronta.
"Tiara, makanmu banyak sekali" Shendi mengeluh. Kedua tangannya sudah menenteng banyak kantong berisi jajanan. Dari siumai , sate cumi , takoyaki , bakso bahkan batagor. Semua dicicipi Tiara.
"Sayang mau coba itu" Tiara menunjuk gerobak yang berjualan tahu gejrot. Shendi memutar bola matanya, " ini terakhir, please ... ," ucap Tiara sambil menyatukan kedua tangannya.
Shendi tidak bisa menolak rengekan Tiara. Akhirnya dikeluarkannya selembar uang kepada penjual, "Level lima pak" ucap Shendi lirih.
*H*ehehe...
Shendi tersenyum licik. Tiara memperhatikan sekitarnya , Ternyata kawasan ini cukup ramai dengan para pengunjung. pedagang bermacam macam jenis berjejer rapi disepanjang jalan. Ia masih penasaran dengan stand yang di sebelah sana. Namun ditahannya, karena muka Shendi yang sudah terlihat mau protes.
Setelah beberapa saat menunggu. Akhirnya sudah siap pesanan mereka. Tiara menerima kantong itu lalu segera mencicipi.
Namun baru mencoba sepotong , wajah tiara berubah merah. Lidahnya menjulur keluar. Shendi tak bisa menahan tawa.
"Pedas aaa... Kau sengaja kan..." wajah Tiara merah padam. Tiara berusaha mencubit Shendi namun Shendi berhasil menghindar.
Shendi tidak tega melihat Tiara kepedasan , akhirnya merelakan dirinya jadi sasaran cubitan Tiara.
"Sudah sudah... , mau dibelikan jus semangka tidak??" Shendi menunjuk stand jus buah segar. Tiara mengangguk sambil masih kepedasan.
"Tunggu disini, " Shendi bergegas menuju stand jus buah lalu memesan dua gelas jus semangka.
Tiara menunggu dipinggiran jalan yang agak longgar. Ia terus memaki Shendi yang sukses mengerjainya. Lalu tiba tiba beberapa siswi SMA menghampiri Tiara.
"Kakak, kamu mirip banget sama Aubery Tsang" kata salah satu siswi.
"Iya, coba kalau kakak dandan pasti udah kami kira kamu adalah Aubery." sambung satunya.
Tiara tidak paham arah pembicaraan mereka. Ia masih fokus dengan lidahnya yang terbakar.
__ADS_1
"Boleh nggak kita foto bareng kakak??"
Tiara mengangguk, apa ruginya menuruti anak anak SMA ini t toh hanya berfoto. Shendi melihat dari kejauhan , lalu buru buru membayar dan menyuruh penjual itu lebih cepat sedikit. Setelah pesanannya siap ia segera menghampiri Tiara.
Tiga siswi itu memandang kearah Shendi .
"Anda adalahhhhhhh... " tanya salah satu siswi.
"Dia istriku,"jawab Shendi cepat sambil merangkul Tiara.
"Ngomong ngomong ada apa ya??"
Ketiga siswi itu terkesima, ternyata mereka suami istri , benar benar pasangan yang serasi.
"Maaf kak. Tadi kami lihat istri kakak mirip banget sama idola kami. Saya kira iya , eh ternyata bukan, idola kami belum menikah."
Shendi memandang Tiara. Siapa kira kira sang idola yang wajahnya mirip Tiara. Tiara merebut gelas jus semangka , mengacuhkan tatapan Shendi dan ketiga siswi SMA itu.
Meneguk jus semangka itu sampai habis tak tersisa. Ketiga siswi itu pamit sambil terus berbisik. Entah apa yang dibicarakan.
"Sayang , mereka tadi bilang apa?" tanya Shendi penuh selidik.
"Ehmmm... , katanya aku mirip Au.... Au... ," Tiara berpikir sejenak.
"Au ah .... Gelap !" berlalu dari hadapan Shendi.
Shendi diam.
"Suamiku , waktunya menjemput anak anak," seru Tiara ketika melihat Shendi hanya diam tidak menyusulnya.
.
.
.
.
.
.
.Bersambung😘
.
.
.
.
.Terima kasih banyak. jangan lupa terus kasih dukungan.
.Tinggalkan like n komentar.
.Sampai jumpa di episode berikutnya.😍
__ADS_1