Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Melamar


__ADS_3

Sorot mata asisten itu menginterogasi dengan sejuta pertanyaan tanpa berbicara. Giginya mengerat sambil mempererat cengkeramannya.


Shendi menahan nafas . Siap jika Samy menghadiahinya dengan bogem mentah seperti waktu itu di teras rumah kayu.


"Aku pikir anda sangat mencintai nona. Bersedia melakukan apa saja untuk mendapatkan cinta nona. Ternyata aku salah... Anda tidak lebih seorang pecundang. aku salah mempercayakan nona pada anda." ucap Samy lirih namun tajam menusuk.


"Sam , sudah lepaskan !! suruh orang beresi semuanya... !" perintah Aubery sambil menatap setiap dekorasi ruangan yang disiapkan Anthony.


"Hari ini , tidak ada pesta apapun!!"


Aubery lalu melangkah menuju tangga.


Shendi melirik kearah Aubery. Sempat melihat air mata jatuh di pipi gadisnya. Tatapan Shendi mengiringi langkah kaki itu . dapat ia rasakan kekecewaan yang begitu dalam .


Sayang , bersabarlah...


kamu akan mengerti alasanku menolak pertunangan ini. Karena yang aku inginkan bukan sekedar bertunangan.


Kamu adalah kelemahanku. kelemahan diatas prinsipku. Kamu yang menguasai kesadaranku.


Aku seorang perindu nomer satu. Entah apa yang akan kulakukan padamu saat kita bertemu suatu hari .


Apakah aku mampu menahan diri sedang status kita masih bertunangan??


Bahkan aku sendiri tidak bisa menjamin.


Sulitnya mempertahankan prinsip dilarang menyentuh sebelum menikah. Sedangkan selama ini sudah cukup menderita dan hilang kesadaran jika berdekatan dengan Aubery.


Dua hari tidak bertemu saja sudah membuatnya gila. Apalagi kelak jika bertemu setelah terpisah jarak dan waktu yang cukup lama.


Shendi mengutuk dirinya sendiri. Kenapa dia menjadi posesif. Padahal dulu dia paling benci sinetron atau film yang pemerannya bucin dan lebai.


Tapi lihat dirinya sekarang . Melihat Aubery tersenyum pada sahabatnya saja sudah membuat hati Shendi rapuh seperti kerupuk.


Berlahan Samy melepas cengkeramannya. Raut wajah Shendi yang sedikitpun tidak gentar dengan ancamannya.


Apa rencanamu mas?


***


.


.


.


.


"Paman , anda sudah bersusah payah datang bersama keluarga besar . Apa tidak terlalu membuang buang waktu hanya untuk mengadakan pertunangan untuk kami?" ucap Shendi yang masih menjadi tanda tanya besar di kepala Anthony.


"Saya sangat berterima kasih atas niat baik anda. Tapi maaf , saya takut tidak cukup waktu untuk bertunangan."


"Kenapa tidak langsung menikah saja ??"


Deg !!


Akhirnya ucapan Shendi menghentikan langkah Aubery yang baru memijakkan kaki di anak tangga ke tiga.


Semua terhenyak . Kaget dengan apa yang barusan diucapkan Shendi. Setelah cukup tenang. Yakin ucapannya nanti akan jelas sampai ke telinga Aubery.


" Nona Tsang ... , mari kita menikah..."


Mendadak suasana hening setelah Shendi mengucap . Bisik bisik dari keluarga besar Hongkong yang penasaran Shendi ngomong apa.


Popo , E ma , A yi hanya bisa menatap satu satu wajah yang tampak tegang. Tanpa tahu apa arti ucapan Shendi. Kenapa sanggup membuat seluruh orang yang ada disitu membisu.

__ADS_1


"Me... ni... kah... ?" Anthony seakan memastikan apa yang dia dengar barusan.


Shendi mengangguk yakin . Entah apa yang membuat Shendi berani mengucapkan kalimat itu. Shendi berpaling menatap Aubery yang masih berdiri mematung membelakangi.


Kamu yang membuatku Gila.


Hanya kamu yang bisa dalam sekejap mampu membuatku menjadi gila karena cinta.


Hanya kamu yang mampu mengusik jiwa hingga bergetar seluruh raga ini.


Aubery pelan berbalik menghadap ke arah Shendi. Memastikan bahwa ucapan Shendi bukan hanya main main.Β Menikah itu bukan perkara mudah. Berikrar lalu semuanya selesai. Itu merupakan sebuah ikatan seumur hidup.


Dan lagi. Tanpa bertunangan terlebih dulu langsung menikah. Bukankah itu merusak urutan.


Shendiaga...


Aubery tafakur masih tak percaya dengan yang dialaminya sekarang.


Shendi melangkah mendekat. "Aku tahu kamu pasti akan terkejut atau mungkin belum siap . Tapi aku hanya butuh kesiapan hatimu menjalani rumah tangga bersamaku saat usia kita masih muda."


"Kesiapan hati untuk terus saling setia sampai akhir hayat..."


Sejenak Shendi menoleh ke arah Arif.


"Stt... paman...!" panggilnya lirih , Arif mendelik gak paham maunya Shendi.


"Ck , cincin?"


"Tidak mungkin paman tidak menyiapkan cincin untuk acara hari ini kan??!" lirih suara Shendi namun menekan. Arif gelagapan segera mencari sesuatu yang diminta Shendi. Meraba kantong jasnya.


"Ah , ini !" Arif menyerahkan sebuah kotak imut kepada Shendi. Semua keluarga Hongkong baru paham . Shendi akan melamar Aubery.


Didepan keluarga besar Aubery , dan orang terdekat kedua belah pihak. Shendi membuka kotak kecil itu . Nampaklah cincin berlian 24k yang berkilau indah .


"Aubery... maukah kamu menikah denganku??"


Menyerahkan cincin itu dihadapan Aubery.


"Hou kam tung a (sangat menyentuh )?" celetuk keluarga dari Hongkong. Popo tak dapat menutupi kebahagiaannya. Berkali kali menepuk lengan Anthony.


Shendi masih menunggu jawaban Aubery. Tanpa peduli ruang tengah yang mendadak gaduh.


Aubery menoleh ke arah Anthony meminta pertimbangan.


"It... itu... keputusan a... ada di tanganmu sayang..."


Anthony gugup. Pastilah gugup , mendadak putrinya dilamar orang. Ini pengalaman yang paling mendebarkan. Yang tidak akan pernah dia lupakan.


Aubery lalu berpindah menatap Samy. Asistennya itu hanya diam sambil menyeka air matanya. Mewek tuh Samy.


Kemudian berpindah lagi menatap Popo, E ma dan A yi. Tiga wanita itu mengangguk pasti dengan mata berkaca kaca. "Hou... hou... hou..."


Terakhir ,ditatapnya Shendi yang masih gelisah menunggu jawabannya. Air yang dari tadi menggenang di pelupuk matanya sudah tak mampu dia tahan. Akhirnya jebol juga pertahanan Aubery. Tangisnya pun pecah sekaligus tawa bahagianya.


Disaat seperti ini masih saja mengerjainya.


Tak peduli keberadaan Shendi yang berjarak tiga anak tangga darinya. Aubery menjatuhkan dirinya begitu saja kedalam pelukan Shendi.


"Oouugh...!"


Shendi menangkap tubuh kekasihnya . Sempat terkejut dengan reaksi Aubery. Tapi Shendi sudah mempersiapkan diri. Walaupun harus sedikit menahan sakit di kaki karena kecelakaan kemarin.


Suasana mengharu biru. Suara tepuk tangan , siulan dan teriakan menggema sampai ke sudut sudut rumah besar. Seluruh pelayan yang juga menyaksikan. Ikutan bersorak bahagia nona mereka telah dilamar.


Aubery erat memeluk tubuh Shendi . Sedalam mungkin ingin menyembunyikan wajahnya agar siapa saja tidak dapat melihat bahwa ia sedang tersipu malu.

__ADS_1


.


.


.


.


***


Hari itu juga. Mulai dipersiapkan segala sesuatu untuk acara pernikahan Aubery dan Shendi. Kapan , dimana , undangan , catering .


Tidak lupa gaun pernikahan oriental yang langsung didatangkan dari Hongkong.


Waktu satu minggu dimulai dari sekarang. Akan menjadi waktu paling sibuk untuk keluarga Aubery dan Shendi. Meskipun rencana pernikahan yang sederhana. Tetap akan menjadi pernikahan besar karena ini juga pernikahan dua perusahaan.


Pesta kecil kecilan tetap diadakan dirumah besar malam itu. Shendi diperkenalkan dengan seluruh keluarga besar Aubery. Paman Aubery sepupu Aubery.


Shendi juga diperkenalkan dengan pengusaha pengusaha rekan bisnis Anthony. Shendi mulai belajar bagaimana caranya berbaur dengan mereka. Tidak sulit bagi Shendi karena dulu sering diajak Ayahnya bertemu rekan bisnis meskipun dulu terpaksa.


Dilantai 3 kamat nona besar. Sigi membantu menata rambut Aubery. Sedangkan Aura sibuk merias wajah idolannya.


"Sigi, terima kasih." ucap Aubery memecah kecanggungan. Ya, Sigi adalah gadis yang juga menyukai Shendi calon suaminya. Entah suka beneran atau hanya mengagumi. Yang jelas Sigi pernah terang terangan membuatnya cemburu.


"Untuk hal sekecil ini kenapa berterima kasih" jawab Sigi ketus. Aubery tersenyum.


"Maksudku, terima kasih atas cintamu pada Shendi. Dan terima kasih sudah melepaskannya. Dan kamu kembali bersama kami dengan ketenangan."


"Siapa yang bilang aku sudah melepaskan ??" Sigi masih fokus menyanggul rambut Aubery keatas. Menatanya dengan gaya berantakan namun seksi.


Aubery bertanya tanya. "maksud kamu..."


"Aku punya alasan sendiri membiarkan kamu bersama Shendi. Dan alasan itu hanya aku yang tau."


"Kalau gitu aku tidak akan bertanya." kembali dengan gaya datar.


"Nona Tsang..."


"Panggil 'Au' atau 'Be' saja."


"Be... , bagaimana seandainya aku bilang. Aku masih mencintai Shendi??"


Aura yang ikut mendengar ucapan Sigi berhenti sejenak. Ditatapnya nona yang merespon biasa saja.


"Apa kau akan marah padaku??" lanjut Sigi.


"Tidak!!" jawab Aubery sambil menggeleng pelan.


"Tapi aku akan marah jika dia membalas cintamu. Sedangkan dia juga bilang mencintaiku."


Aura tersenyum puas dengan jawaban Aubery. Nona sangat keren. Dengan jawaban yang singkat itu mampu membungkam mulut Sigi seketika.


.Bersambung 🏹


.


.


😭 Aku yang nulis , aku yang nangis... 😭😭


πŸ‘ Mana nih semangatnya buat otor πŸ˜‰


πŸ€—Sampai jumpa next episode.


🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊🎈🎊

__ADS_1


__ADS_2