Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Gembel tapi Chief Executive


__ADS_3

Shendi menyimpan kembali hp N70 di saku celananya.


ch ... , Salah sendiri mengerjaiku.


Kenapa aku harus ganti pakaian formal.


Bukankah dengan begini aku bisa lebih mengenal orang orang yang bekerja untukku.


Merapikan kembali dokumen dokumen yang tadi sempat dia periksa lagi. Lalu bergegas meninggalkan coffee shop menuju pabrik utama WD jewellry yang berada di kota A.


Rapat biasanya dimulai jam sebelas. Dan ini sudah jam sebelas kurang seperempat. Sedangkan perjalanan kesana butuh sekitar empat puluh menit jika tidak kena macet.


WD jewellry memproduksi sendiri perhiasan handmade tanpa campur tangan pihak kedua. Pabrik cabang didirikan di empat titik. Dan pusatnya ada dikota A. Dimana semua dikendalikan dari sini.


Shendi sudah tiba dilantai dasar gedung WD . Jam tangannya menunjuk tepat diangka 11:15 , lebih cepat dari perkiraannya.


Ia menghentikan simanis tepat didepan dipintu masuk , lalu keluar dari mobil. Sebentar mengamati Bangunan Tiga lantai itu. Gedung ini masih megah dan terawat seperti dulu. Beberapa karyawan dan cleaning service nampak sibuk berbenah dan bersih bersih.


"cepat cepat, CE akan segera tiba dan kalian masih pelan pelan bekerjanya" Suara lantang seorang wanita setengah baya memerintah kepada beberapa cleaning service untuk segera menyelesaikan pekerjaan.


Shendi tak menghiraukan kepanikan mereka. Melangkah memasuki pintu.


Waktu kecil dia sering bermain sendirian digedung ini. keluar masuk setiap ruangan tanpa ada yang melarang. Kecuali ruang lab. Dimana ruangan itu tempat para karyawan khusus membuat berbagai perhiasan . Tidak boleh sembarangan keluar masuk ke ruang Lab. Untuk melewati pintu itu mereka harus melewati alat sensor terlebih dulu.


Priiitttttt.....


Suara peluit yang panjang mengagetkan Shendi , Ia menghentikan langkahnya yang baru beberapa. Seorang satpam dengan wajah tidak ramah menghampirinya.


"Hei gembel , jangan parkir disini. Segera singkirkan mobil rongsokanmu ini karena pemilik perusahaan ini mau datang"


Beberapa orang melewati mereka sambil memandang aneh kearah Shendi dan simanis. Kenapa ada mobil pick up berkarat diparkir disini. Bahkan ada kotoran di bak belakang mobil pick up itu.


Beberapa karyawati berseragam WD yang keluar dari gedung pun sempat ada yang berbisik dengan sesama rekannya.


"Ganteng sih, aku mau kalau yang dibawanya , minimal Pajero lah " Bisik salah satu yang di balas cekikikan teman sebelahnya. Shendi sempat mendengar suara lirih mereka, ia hanya tersenyum tipis tanpa menoleh kearah karyawan.


Shendi membaca nama yang terpasang di seragam putih khusus satpam itu.


Bahri ,


Baru masuk sudah disambut hal beginian. Shendi dengan malas mengeluarkan Dokumen itu lalu memperlihatkan kepada si satpam.


"Aku hanya sebentar, setelah menyerahkan dokumen ini ke Rima, sekretaris Direktur. aku akan langsung pergi"


"ooohh kamu kurir ya ... ,ngomong kek dari tadi"


Sungguh nada suara satpam ini sangat tidak enak didengar telinga Shendi.


"Serahkan saja padaku, aku akan berikan ke mbk Rima" Bahri hendak merebut dokumen dari tangan Shendi. Namun Shendi terlebih dulu menghindar.


"ini dokumen penting, aku harus menyerahkan langsung kepada Rima" .


Bahri mulai terpancing emosi dengan sikap Shendi. "Kamu jadi kurir belagu banget, Tinggal serahkan dokumen itu padaku dan segera singkirkan rongsokanmu itu dari sini"


"Lagipula kamu itu lo ngebet pengen ketemu sekretaris direktur , kan ??" Tuduh Bahri tanpa alasan. Shendi hanya tertawa kecil menanggapinya.


"Tampang gembelmu gini gak bakalan menarik perhatian mbk Rima". Bahri memperhatikan Shendi dari atas sampai bawah.


Shendi hanya memakai kaos oblong dan jaket jeans kesayangannya . Celana jeans hitam robek robek dibagian tertentu. Sangat memprihatinkan bagi mereka , berbusana casual seperti ini berada dilingkungan perkantoran. Dan memar disudut bibir bekas tonjokan Samy semalam. Membuat orang berpikir bahwa pemuda ini pasti habis berantem dijalanan.

__ADS_1


Datang lagi teman Bahri yang bernama Burhan. Burhan lari tergopoh gopoh menghampiri Shendi dan Bahri.


"Bah, kamu ngapain malah ribut disini !. Pesan dari dalam kemungkinan CE udah sampai . cepat bersiap siap". ujar Burhan.


"Kau dengar ? CE kami sudah hampir tiba. Cepat menyingkir !". Bahri geram menatap Shendi.


Beberapa karyawan memperhatikan Shendi dengan tatapan aneh. Shendi tetap cuek dengan tatapan itu.


"kalau kamu tidak menghalangiku, mungkin sekarang aku sudah selesai dan meninggalkan kantor ini!" Balas Shendi tak mau kalah.


"Sudah jangan mengurusi kurir itu, biarkan dia menyelesaikan tugasnya". Burhan menarik lengan baju Bahri. Namun ditangkis oleh Bahri.


"Kalau bukan CE mau datang , aku pasti ladeni kamu. dasar gembel !"


Shendi tertawa pendek menerima sambutan dua satpam WD. Sangat menyentuh hingga Shendi lupa sudah telat hampir setengah jam.


Datang seorang wanita paruh baya yang tadi memerintah para cleaning service .


"anak muda kamu sudah membuat keributan disini, kenapa kamu tidak membiarkan satpam kami mengantar kepada mbak Rima?"


"aku bilang tidak bisa" Shendi kukuh pada pendiriannya. Wanita itu mulai pasang wajah galak.


"Anda jangan merepotkan kami" Mendelik kearah Shendi.


"Bahri !, Burhan ! , Wanda ! , Kalian ini ribut apa ?, Bukannya menunggu CE Shendi digerbang malah ribut disini?" Tiba tiba suara dari belakang mengagetkan mereka.


Bahri , Burhan dan Wanda segera menoleh kearah sumber suara lalu segera merubah sikap.


"Maaf Bu, ada kendala sedikit. Pemuda ini tidak mau menyingkirkan pick upnya dari halaman depan". Lapor Wanda.


Shendi menoleh kearah wanita itu , Ia langsung mengenalinya walaupun ini pertama kali bertemu. Bu Maya, Manager personal yang sudah bekerja sekitar empat tahun di WD.


"Dia ngotot mau menyerahkan dokumen itu ke mbak Rima sendiri !" Bahri menambahkan.


"Ya kalau begitu antar saja mas ini ke mbak Rima! Kamu mana tahu dokumen itu penting atau enggak!" Bu Maya melotot ke arah Bahri . "Malah ribut disini , bukankah itu malah membuang waktu masing masing??"


Bahri terdiam tertunduk , begitu pula Burhan dan Wanda .


***


.


.


.


.


Rima duduk dengan gelisah dikursinya. Begitu juga yang lainnya. Semua kursi sudah terisi. Sisa satu kursi diujung yang biasa ditempati Arif.


Setengah jam lalu. Arif mengabari bahwa CE WD Jewellry . Shendiaga Wiradana yang memimpin langsung rapat hari ini dan dia akan tiba dalam waktu kurang lebih empat puluh menit.


Kantor mendadak heboh. Ini pertama dalam sejarah selama tujuh tahun putra sulung Purwa Wiradana datang ke kantor. Tanpa pemberitahuan terlebih dulu.


Semua kalang kabut dari yang berpangkat manager sampai cleaning servise. Dalam setengah jam , kantor harus dalam keadaan baik baik saja . Jangan sampai CE mendapat kesan yang buruk untuk kunjungan pertama setelah menggantikan posisi Ayahnya sebagai CE.


"Pak!" Rima memanggil office boy yang sedang menyiapkan minuman. " Hubungi satpam depan untuk bersiap siap ya. mungkin CE sudah hampir tiba". Perintahnya.


Office boy itu mengangguk mengerti kemudian menghubungi ruang satpam dibawah lewat telpon dipojok ruang rapat.

__ADS_1


Sepuluh menit berlalu, mereka semakin gelisah karena yang dibawah belum juga memberi kabar kalau CE sudah tiba. Rima menoleh kearah Bu maya yang duduk dibelakangnya.


"Coba anda cek kebawah , Barangkali CE sudah tiba dan mereka ketiduran" Perintah Rima yang dijawab dengan anggukan bu Maya. Rima paham betul kebiasaan satpam didepan. Sering ketiduran dijam kerja.


Sepuluh menit kembali berlalu. Rima sudah tidak sabar .Bukankah seharusnya sudah tiba dari tadi.


Ia lalu bangkit dari kursinya dan bergegas ke lantai dasar.


Keributan yang terjadi diluar menarik perhatian Rima. Disaat seperti ini kenapa malah ribut ribut dipintu masuk. Ia menghampiri Bu Maya dan beberapa orang pegawai WD.


"Malah ribut disini , bukankah itu malah membuang waktu masing masing?" Bentak Bu Maya pada dua satpam WD.


"Ada apa bu Maya?"


Bu Maya menoleh begitu juga yang lain. Termasuk Shendi . Ia tahu siapa Rima. Gadis 23 tahun yang baru bekerja dua tahun sebagai sekretaris Arif. Dia gadis yang pintar dan tangkas. Ternyata cukup cantik dengan postur tubuhnya yang sintal. Kulitnya berwarna eksotis wanita Asia.


Arif selalu menyemangati Shendi untuk datang ke kantor. Katanya,


Sekretarisku sangat menarik. datang dan berkenalanlah dengannya. Mungkin mas Shendi akan bersemangat untuk datang kembali ke kantor...


Shendi tertawa dalam hati.


Cantik sih, tapi tidak secantik Tiara.


"Mbak Rima, kebetulan ada yang mencari anda" Jawab bu Maya sambil mempersilahkan Shendi.


Rima memperhatikan Shendi. "Anda siapa ya?" tanyanya kemudian. Rima memang belum pernah bertemu dengan Shendi satu kalipun. Wajar jika dia tidak mengenali CE nya.


"ups ... ! lupa memperkenalkan diri" Shendi mengulurkan tangannya.


"Saya Shendi, Shendiaga "


.


.


.


.


.🎉🎉Bersambung🎉🎉


.


.


.


.


👍Penasaran gimana kelanjutannya nggak??😀


👍penasaran dooonk😲


.


.


.

__ADS_1


👍Terima kasih dan sayang semuanya❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2