Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Misi Rahasia #1


__ADS_3

Tiga puluh lima menit akhirnya orang orang suruhan Samy datang. Dua mobil jeep memasuki halaman parkir kampus Sejahtera. Delapan orang keluar dari mobil. Berpakaian biasa namun tetap terlihat berbeda dengan orang pada umumnya. Mereka memang bukan preman biasa yang di bayar murah.


Mereka segera menyebar ke area kampus, mencari setiap sudut tak satupun celah terlewat.


Namun sepertinya sia sia. Setelah lewat dua puluh menit bahkan sampai Samy tiba. Mereka belum mendapatkan hasil.


Samy menghampiri Aura yang berdiri menunggunya tak jauh dari gerbang kampus.


"Nona , Anda yakin itu nona Aubery??" tanya Samy.


"Aku sangat yakin !" jawab Aura yakin.


"Tapi bisakah kamu ceritakan apa yang terjadi dengan Aubery?? kenapa kau menyuruhku memposting foto foto seolah Aubery berada di Hongkong?" berhenti sejenak.


"Itu foto foto dia dirumahnya sendiri kan??"


Samy mengambil nafas dalam. Sepertinya dia sudah tidak bisa menyembunyikan sesuatu pada Aura. Setelah mendapat telfonnya ia segera menuju kota B. Yang jarak tempuhnya sekitar satu jam setengah dengan kecepatan sedang. Namun Samy hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam.


"Sudah satu minggu Nona Aubery menghilang," Pelan Samy berkata.


" Mana mungkin seorang Aubery menghilang," gumam Aura


"Jadi tadi aku begitu dekat tapi aku tidak menyadari. Apalagi kehilangan jejak dalam waktu singkat" Aura memukul kepalanya sendiri.


"Nona Aura , bisa anda ceritakan kejadian tadi??" Samy penasaran.


Aura kemudian menceritakan apa yang terjadi tadi di lapangan basket. Lalu cerita dari teman teman mahasiswa yang menyaksikan kemesraan antara dua insan.


Samy tak percaya dengan apa yang diceritakan Aura. Mungkin benar dengan ciri ciri si wanita. namun tidak dengan apa yang dilakukan oleh dua insan itu dalam cerita Aura.


Bermesraan. Bercanda ria. Bahkan ada adegan loncat kedalam gendongan.


Ch...


"Nona Aura apa anda sedang bercanda?? itu mustahil dilakukan oleh seorang Aubery Tsang!!"


Samy merasa dikerjai oleh gadis kecil ini.


"Aku sangat yakin bahwa itu adalah Aubery. Meskipun tidak masuk akal memang, sepanjang aku tahu Aubery cold dan cuek."


Samy tak habis pikir bisa bisanya gadis kecil ini mengerjainya. Enam belas tahun ia mengenal Aubery. Ia yakin 100% bahwa sampai diusia 22 tahun ini nonanya belum pernah berpacaran. Nonanya bahkan sangat membenci Riki yang terang terangan menyukainya.


"Nona Aura, apa anda jurusan seni teater?? , atau anda hobi nonton drama korea??" Tanya Samy.


"Apa?"


"Anda pintar sekali mengarang sebuah cerita. Anda mengatakan sangat mengenal Idolamu. Tapi yang anda ceritakan tadi terlalu dramatis."


Aura ingin menyangkal kata kata Samy. Namun orang orang suruhan datang Menghampiri mereka.


"Tidak ada boss, " salah satu dari mereka melapor.


Samy memandang Aura kesal. Lalu pergi meninggalkan Aura yang tidak terima dengan tuduhan Samy.


"Hey Sam, aku tidak mengarang cerita, apa yang aku ceritakan adalah benar." seru Aura. Namun Samy tidak mempedulikan.


***


Samy berdiri ditepi Danau Bulan dipuncak bukit SS. Memandang ketengah Danau . Ternyata disinilah tempat dimana nonanya biasa menghilangkan penat. Sungguh Aubery tidak bisa ditebak.


Sebelum kembali ke Kota A. Samy berfikir untuk mampir ke bukit SS. Ia penasaran dengan tempat favorit Aubery. Ternyata memang tidak mengecewakan.


Danau kecil ini masih cukup alami. Udaranya masih segar walaupun hari sudah siang . Aroma air danau yang tercium membuat perasaan menjadi lebih tenang. Membuat orang betah untuk berlama lama berada disini.


"Nna , dimana kamu... ."Gumam Samy.


Diwaktu yang sama, Simanis juga sudah sampai dipuncak bukit Y. Shendi, Tiara dan sikembar turun dari mobil.

__ADS_1


"Tiara," Shendi memanggil Tiara yang baru membuka kunci pintu.


Tiara menoleh kearah Shendi. Sikembar berlari masuk kedalam rumah.


"Emh?"


"Aku mau pergi lagi."


"Kemana?" Tiara penasaran.


"Kita baru saja tiba dan kamu mau pergi lagi?"


Shendi berfikir sejenak kira kira jawaban apa yang pas agar Tiara tidak curiga. Menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Aku mau kumpul sama teman teman. Udah lama ga ketemu mereka," ketemu juga Jawaban yang menurut Shendi pas.


Tiara cemberut, Shendi masuk kedalam rumah melewati Tiara tanpa mempedulikan wajah cemberut itu. Ia bermaksud mandi dan mengganti baju. Tiara terus mengikuti langkah Shendi dari belakang.


" Ikut !" Kata Tiara. Shendi membuka lemari dan mengambil baju ganti.


"Ga bisa Tiara. Temenku semua cowok , lagipula siapa yang jaga anak anak, hmmmm , menurutlah... " mengelus rambut Tiara. Lalu melangkah menuju ruang belakang.


"Bawa saja mereka sekalian!"


Shendi berhenti melangkah , memandang Tiara.


"Sayang ini bukan piknik. Aku hanya keluar bertemu teman saja. Habis itu pulang," Tiara makin cemberut saja.


" Kan hari ini udah nemenin kamu dari pagi. Sekarang beri waktu sedikit untukku sama teman teman. Yaa... ?"


Memandang Tiara dengan senyum lembut. Tiara luluh juga. Sepertinya memang tidak terlalu bagus jika kemana mana nempel ke suami terus.


"Pulang jam berapa?" Tanya Tiara masih pura pura cemberut.


"Sebelum jam sepuluh."


"Aku suruh Raja temani kalian sampai aku pulang!!"Teriak Shendi dari dalam kamar mandi.


Belum ada lima menit Shendi membuka pintu tapi hanya sedikit. Mengintip dibalik pintu itu.


"Apa!" Tiara membentak.


Shendi ragu ragu. Ia terlanjur melepas semua bajunya.


"Sayang Shamponya habis, bisa ambilin di rak bawah dapur."


"Pakai sabun mandi saja buat keramas!" jawab Tiara ketus. Kemudian berjalan ke ruang depan tanpa mempedulikan Shendi.


"Tiaraa... Tiara... !!"


***


Hampir tengah malam Shendi belum juga pulang. Tiara gelisah diruang depan, Berkali kali mengintip dari jendela kaca. barangkali Simanis masuk ke halaman depan. Namun ia kembali kecewa.


Sedangkan Raja terkantuk kantuk disofa depan tv . Setengah sadar merespon setiap Tiara bertanya padanya. Kenapa Shendi belum juga pulang.


"Kakak ipar , kamu tenanglah. Mas Shendi pasti pulang kok ," ucap Raja. Akhirnya dia tidak tahan menahan kantuk. Direbahkan tubuhnya , biarlah tidur disofa, ia memutuskan menginap saja malam ini.


"Ja , kira kira dimana biasanya dia kumpul sama teman temannya. Apa sebelumnya dia sering pergi sampai malam begini?"


"Ehmmmmm... ," respon Raja asal. Ini pertama kali Shendi menyuruhnya untuk datang kemari menemani sikembar. Shendi tidak pernah pergi sampai malam begini. Kantuknya sudah sangat berat untuk merespon Tiara.


Tiara memukul kaki Raja supaya duduk dengan baik. Raja hanya menarik kakinya, meringkuk dipojok sofa.


"Ja, apa Mas Shendimu punya selingkuhan?" tanya Tiara.


Raja mulai kesal. Tiara sama sekali tidak pengertian padanya. Ia mengantuk namun Tiara terus mengganggunya.

__ADS_1


"Kakak ipar apa yang kau pikirkan??" tanya Raja dengan nada kesal. Sepanjang dia tahu jangankan selingkuhan. Pacar saja belum pernah lihat. Ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan menjaga adik adiknya.


Ketika Shendi dan sikembar pindah kesini. Usianya masih 8 tahun. Dan Shendi sudah remaja sekitar 18 tahun. Saat itu Shendi terlihat seperti anak remaja gaul pada umumnya. Rambutnya sebagian dicat hijau , kedua telinganya memakai anting warna hitam silver . Tapi perilaku Shendi sangat sopan, tidak urakan bahkan terkesan pendiam.


Kalau mengenai bagaimana kehidupan Shendi sebelum pindah kesini Raja kurang tahu. Yang pasti Shendi tidak gengsi. Tampang yang seperti itu namun sangat rajin membantu nenek Surya yang usiannya memang sudah lanjut. Memotong kayu. Mencari rumput untuk kambing milik nenek Surya , yang waktu itu masih beberapa ekor.


Shendi juga terlihat sangat telaten menjaga adik kembarnya yang usianya pada saat itu masih satu tahun lebih. Menurut Raja , Shendi seorang kakak yang sangat keren menjaga adik adiknya. Jadi bisa dibilang Raja hampir tidak pernah melihat Shendi dekat dengan wanita.


Raja menatap Tiara yang masih menunggu jawabannya.


"Kakak ipar, jangan berpikir terlampau jauh, Mas Shen bukan orang seperti itu ."


"Benarkah??"


"Kalau melirik cewek cantik, pernah tidak??"


Raja bengong.


Kakak ipar apa kau ingin kutonjok kepalamu agar cepat sadar dari amnesiamu!? Laki laki mana yang gak pernah melirik cewek cantik !!


"Tidak pernah!" jawab Raja singkat. Tiara tersenyum senang.


"Jadi... , apa Mas Shendimu sangat mencintaiku??"


"kakak ipaarrr... !" Raja mengacak rambutnya sendiri karena jengkel.


"Kalau itu tanyakan sendiri padanya, mana aku tahu dia sangat mencintaimu apa tidak!!" Tiara heran melihat respon Raja.


"Biasa aja kali !" ucap Tiara.


"Hmmpp !" Raja menutup mukanya dengan bantal. Tidak ingin mendengar suara Tiara lagi.


Bagaimana caranya biar tahu seberapa besar cintanya padaku,


Kan gengsi... , kalau harus bertanya.


.


.


.


.


.


.


.


.Bersambung😘


.


.


.


.


👍Sampai jumpa di next episode.


👍Jangan lupa tinggalkan jejak like.


👍Boleh kasih usul di kolom komentar.


👍Terima kasih... , dan sayang kalian semua.😍

__ADS_1


__ADS_2