
Aubery memperlihatkan riwayat panggilan di hpnya. Obrolan dengan nomornya selama 55 detik . Shendi buru buru mengecek hpnya. Tapi tidak ada riwayat panggilan masuk dari Aubery . Shendi menyadari ada yang tidak beres.
Sigi mengangkat telfon Tiara dan tidak memanggilnya , malah sengaja menghapus riwayat panggilan .Sigi datang ke kamarnya malam malam dengan gaun sialan. Iapun teringat perkataan Romy tadi malam.
Flashback on
Sigi benar benar ngambek karena kalung pemberiannya hilang. Ia tidak mau membuka pintu walaupun Shendi mengetuk dan memanggil namanya beberapa kali. Akhirnya Shendi kembali ke kamar utama.
"Halo mas... anda masih mendengarku??"suara Romy memanggil.
"Emh... , maaf . Kamu harus dengar semuanya tadi" Shendi setelah memasang kembali bluetooth earphone. Diseberang sana Romy malah diam .
"Rom... lanjutkan." Shendi.
"Mas... , kalau boleh tahu. Apa yang dipakai Sigi tadi?" Romy iseng bertanya.
"Gaun tidur punya Tiara . Entah apa yang dipikirkan Sigi. tiba tiba memakai gaun itu. Heh... Dia kelihatan lucu ." Shendi menggeleng , ada ada saja.
"Hh... " Romy menghela nafas panjang. Bosnya ini memang perlu ditatar . Shendi tidak peka dalam hal beginian.
"Tengah malam seorang gadis masuk ke kamar laki laki dengan gaun tidur. Respon anda malah menertawainya. Ditambah lagi anda menghilangkan kalung spesial pemberiannya. Pantas kalau Sigi marah."
"Sigi mendadak pulang dan langsung menuju bukit Y. Jangan bilang mas Shen juga tidak menyadarinya? Mas, Anda benar benar kurang peka..." pungkas Romy.
"Hei Rom... apa maksudmu!? , bikin bad mood aja. Lanjutkan besok saja laporannya!!" Shendi mendadak ngambek. Masalah Sigi barusan sudah bikin kesal ditambah Romy yang seolah mengejek . Mentang mentang mereka lebih berpengalaman bisa menikmati masa muda yang ceria bersama teman atau pacar. Sedangkan dirinya yang terlambat dewasa . Usia 17 tahun harus menanggung hidup adik adiknya.
"Mas, masih ada yang ingin aku laporkan!" Romy berusaha mencegah Shendi menutup panggilan. Sayangnya Shendi sudah ngambek duluan .
"Nggak!! gajian semuanya mundur minggu depan !!" Shendi menutup telfon.
"Romy , kamu sudah membuatku sensitif malam ini." Shendi beranjak menuju ranjang. Gaun tidur itu mengingatkannya kembali tentang momen momen mendebarkan bersama Aubery.
Flashback off
Shendi sementara mengesampingkan dugaannya.
"Kamu seperti ini , tidak membalas telfon dan pesanku sungguh membuatku kawatir." Menatap dalam dalam wajah Aubery.
"Mengenai masalah gaun dan siapa yang mengangkat telfon darimu , bisakah kamu tidak menganggapnya serius?? Sigi tumbuh besar bersamaku. Kami biasa bertukar apapun..."
"Aku tahu ini bukan kantor A.T. Aku tidak boleh semena mena disini. Jangan kawatir..." Aubery menjawab datar.
"Tapi aku harus membuat perhitungan denganmu. Kamu mencampakan aku ditengah jalan..." menarik kerah kaos Shendi.
"Apa?" Shendi pura pura tak mengerti. Aubery menyinggung masalah malam dimana Aubery hilang kendali.
"Jangan pura pura, jelas jelas kamu mendengarnya." Aubery melengos melepaskan tangannya.
Dengan tersenyum Shendi menggenggam jemari lentik gadis itu . Menyelami wajah Aubery yang tetap cantik walaupun sedang merajuk . Tanpa sadar genggaman berubah menjadi remasan . Aubery meringis. Mereka pun saling bertatapan.
Aubery , kamu bukan gadis bodoh yang tidak paham prinsip ku. Mempertahankan prinsip ini juga sangat menyiksaku.
"Kamu tidak akan menyalahkanku hanya karena aku ingin lebih hati hati kan??" ucap Shendi lembut. Aubery membaca maksud Shendi dari tatapan matanya. Ada keseriusan disana.
"Aku tidak ingin mempermainkanmu. Saat itu terjadi. Aku ingin bertanggung jawab sebaik baiknya." imbuh Shendi.
"Kamu... tidak ada masalah kesehatan kan??" tanya Aubery. Seketika raut muka Shendi berubah. Apa maksud Aubery ?
"Astaga... !!!" Shendi melepas udara yang berkumpul di paru parunya . Tak percaya Aubery meragukan kwalitasnya. Sampai diusia 24 tahun dirinya sama sekali belum pernah pacaran. Shendi hanya tidak ingin menghabiskan 'kuota' masa mudanya dengan seks bebas. Ini namanya menjaga kwalitas. Dan Aubery malah meragukan 'kwalitas terjamin' ini. Shendi kembali mendengus kesal.
__ADS_1
Apa yang dibanggakan mereka pria pria hidung belang mata keranjang. Yang setiap hari berganti ganti pasangan. Dengan percaya diri mendekat ke wajah Aubery.
" Kamu akan tahu bagaimana kwalitasku setelah menjadi Istriku yang sesungguhnya."
Deg!
Ucapan Shendi membuat Aubery mendadak salah tingkah. Tiba tiba ngomongin kwalitas bikin gerah kaum hawa. Ditariknya tangannya dari genggaman Shendi.
"Tidak ada yang menanyakan kwalitasmu disini."jawab Aubery cepat.
"Aku akan membalasmu karena menenggelamkan aku di bathup , tunggu saja aku pasti menghukumu !!"
"Hamba siap menerima hukuman."dengan yakin.
"Hukumannya seumur hidup...
apa kamu bersedia !!??"
"Hamba bersedia !!"
***
.
.
.
.
Di apartemen Jimin dan Romy. Terdengar suara orang sedang mengetik dengan sangat cepat.
Jari Jimin lincah menari diatas perangkat keyboard. Cowok berkacamata yang ahli komputer itu sedang menggunakan keterampilannya. Dengan pengetahuan teknisnya yang luar biasa. Ia mencoba membobol sistem hp dan komputer seseorang menggunakan bug atau exploit.
Brak!!
Tiba tiba tangannya menggebrak meja. Romy yang sudah hafal kebiasaan Jimin jika berhasil menyusup ke sistem komputer orang. Senyum puas Jimin menatap layar komputer.
Romy mendekat dan ikutan menatap layar komputer. Mengikuti kemana Jimin menggerakkan kusor. Memeriksa semua data yang tersimpan. Kebetulan sekali Riki menyambungkan Aplikasi WhatsApp dengan komputer. Sehingga memudahkan pekerjaan Jimin.
Ternyata dugaan Shendi benar. Ada yang tidak beres dengan putra walikota ini. Ada banyak email transfer uang ke sejumlah rekening . Chat berisi transaksi yang diduga dengan agen bayaran.
"Hhhhh... " Jimin menyandarkan punggungnya pada kursi. Ia telah bekerja keras semalaman. Jimin telah melacak semua pemilik rekening dan nomor telfon. Yang paling mengejutkan. Siapa pemilik rekening dengan jumlah transaksi yang paling mencengangkan.
"Kerja bagus!!" Romy menepuk pundak Jimin. Ia percaya kemampuan rekan kerjanya.
"Ahh... sampai kapan mas Shendi sembunyi dari media sih. Sekarang makin rumit." Kadang ia merasa lelah dengan profesinya sebagai juru pelindung tuan muda.
"Apa bos sudah tahu gosib yang tersebar??" tanya Romy sambil memakai setelan jasnya. Jimin menggeleng.
"Kayaknya belum... Dia mana pernah peduli berita tentang pergosipan. Taunya namanya bersih dari gosip."
"Tapi kali ini menyangkut reputasi Aubery Tsang. Dan dia ikut terseret kedalamnya. Hanya orang bodoh yang menyebar gosip konyol ini ." Romy menggeleng pelan. Sambil mematut dirinya di cermin.
Gosip miring tentang Aubery kini kembali menyeret nama bosnya. Sisi buruk Aubery Tsang terungkap. Judul salah satu berita itu. Dengan foto Aubery yang berada di room sebuah clup . Dikatakan bahwa Aubery gemar bermabuk mabukan. Aubery lekat dengan dunia malam.Judul lain tercantum Aubery Tsang mengencani pria lebih dari satu. Beberapa nama disebutkan diantaranya ada nama Riki putra walikota dan Shendiaga Wiradana.
Foto Aubery diparkiran The Win tampak intim dengan seorang pria. Image Aubery semakin buruk.Komentar komentar pedas kebanyakan menghujat Aubery. Menyesal telah mengidolakan Aubery yang ternyata mempunyai kepribadian yang sangat buruk. Situs Auloveyou 4ever diserang komentar yang menyudutkan. Bahkan para orang tua ikut Kawatir Aubery akan memberi pengaruh buruk untuk generasi muda.
"Sepertinya seseorang ingin menghancurkan Aubery dengan opini " gumam Romy lirih.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kamu telusuri akun akun yang gencar menggiring masyarakat menghujat Aubery??"
"Pusing pusing pusing... " Jimin melepas kacamata dan menekan kedua matanya. Barusaja selesai pekerjaan satu sudah diberi tugas lagi . Ia ingin mengistirahatkan otak dan matanya sejenak. Disamping ia harus melindungi privasi Shendi. Kali ini kembali harus kerja keras mengatasi berita yang tiba tiba muncul menyerang Aubery dan Shendi .Ia masih mendapat tugas menyelidiki Riki.
"Ya sudah ... lupakan!" Romy menggeleng melihat Jimin yang hampir stres karena kelelahan begadang semalaman.
"Kita tunggu saja deh... Mas Shendi mau cara bagaimana mengatasinya. Aku dilarang menghubunginya sebelum dia menghubungiku."Jimin menguap lebar. Kali ini Jimin benar benar tidak bisa menahan kantuknya. Bayangkan berada didepan komputer selama hampir 20 jam.
"Kita punya bukti tapi kita tidak bisa menggunakan bukti itu. Kita harus memikirkan cari bagaimana menangkap basah Riki dan menjebloskan dia kedalam penjara." Romy sedang berfikir. Masalah ini harus disikapi dengan hati hati. Karena sudah menuju pada tindak kriminal. Jika dia melaporkan Riki dengan bukti ditangan mereka. Yang ada mereka juga akan ikut dipenjara karena peretasan adalah suatu pelanggaran hukum di Negara kita.
"Kamu istirahatlah dulu , ga usah ke kantor. Tapi nanti lanjut selidiki setiap akun yang gencar berkomentar pedas!!" ucap Romy sambil memakai sepatu dan meraih tas kerjanya. Siap berangkat kerja.
"Emh..." Jimin menurut , dengan gontai ia bangkit dan menjatuhkan tubuhnya ke sofa. Hanya dalam hitungan detik terdengar Jimin sudah mendengkur. Romy kembali menggeleng melihat tingkah Jimin.
Hp di sakunya berbunyi. Sejenak ia melihat siapa yang menghubungi. Romy segera mengangkatnya sambil pelan menutup pintu apartemen.
"Dimana Rom?"
"Aku baru keluar apartemen mas. Ada apa?" jawab Romy.
"Semalam apa maksudmu dengan mengatakan aku kurang peka??" Shendi terdengar hati hati bertanya. Romy membuang nafas panjang sambil memasuki lift.
"Anda ini benar benar... Tengah malam seorang gadis masuk ke kamar laki laki dengan gaun tidur yang seksi. Apalagi kalau bukan dia ingin menggoda mas Shendi!!" Romy kehilangan kesabaran. Pasti Shendi masih tidak faham.
"Sigi menggodaku ??" suara Shendi berbisik.
"Juga menyukaimu... " Romy menambahkan.
"Tidak mungkin... "
"Mas, cobalah anda memandang dari sisi yang berbeda. Jika yang masuk ke kamarmu bukan Sigi yang tumbuh besar bersamamu. Aubery Tsang misalnya... Bagaimana respon mas Shen??"
"Itu, se... sebenarnya pernah terjadi." Shendi setengah gugup.
"Nah!! lalu bagaimana respon anda waktu itu apakah sama dengan respon anda tadi malam?!" Romy berhenti diparkiran. Menunggu Shendi menjawab pertanyaannya.
"Berbeda, Aubery sangat pantas dengan gaun itu..."ucapnya Shendi pelan.
"Mas , kamu menganggap Sigi adalah saudaramu . Tapi bagaimana dengan Sigi?... Dia terbiasa dengan perhatian dan kasih sayangmu. Ketika gosip menyebar tentang kedekatanmu dengan Aubery. Sigi takut akan kehilanganmu. Makanya dia langsung pulang diluar jadwalnya."
"Tidak mungkin dia menyukaiku... kami tumbuh besar bersama. Dia sudah aku anggap adikku sendiri." Shendi menggumam.
.
.
.
.
.Bersambung🌸🌸🌸🌸🌸
.
.
🙏 Emosinya ditahan dulu 🤒
🙏Terima kasih untuk Like, rate, vote, favorite dan koment. Sangat berarti untuk Author.
__ADS_1
😍Sayang semua😘