
"CE , Anda benar benar seperti malaikat!" seru keith , matanya sampai berkaca kaca.
Shendi melambaikan tangan sambil berlalu keluar ruangan. Ia harus buru buru , kalau tidak ia akan terlambat menjemput dikembar.
Shendi menghubungi Sobari untuk menemani sikembar jajan sambil menunggu dia sampai.
Para karyawan dan pegawai yang berpapasan dengan Shendi. Semua memberi salam sambil membungkuk sopan .
Shendi sebenarnya cukup risih dengan panggilan "CE" itu. Panggilan "Tuan Muda" saja dia risih, apalagi CE yang nyata nyata sebuah jabatan. Namun ia terlalu buru buru hingga akhirnya hanya membalas sapaan mereka dengan senyum kecil.
" CE, sampai jumpa!"
"CE, semoga panjang umur, sehat selalu !"
Telinga Shendi sampai geli mendengar sapaan itu.
Dulu tuan muda, sekarang CE , mereka terlalu memandang tinggi sebuah status.
Coba kalau aku tidak membuka jati diri. Apa mereka masih menunduk seperti itu padaku ?
Setibanya dihalaman depan. Dua satpam tadi ditambah dua recurity bagian dalam tampak berjaga disamping simanis. Mobil bak berkarat itu seperti seonggok berlian yang dijaga ketat. Keempatnya segera memperbaiki posisi ketika melihat Shendi keluar gedung.
"Mati kau!" gumam Shendi lirih, Ia ingin tertawa saat melihat raut muka Bahri. Bak tentara yang didatangi komandannya. siap grak dengan tatapan lurus kedepan.
Shendi berhenti dihadapan Bahri yang nampak kikuk ditatap sedemikan. Ia ketakutan mengingat kembali sikapnya tadi saat menyambut bosnya sangat keterlaluan. Salah tingkah Bahri membuka pintu mobil pick up itu.
"Apa kamu gak takut tanganmu tetanus kalau menyentuh rongsokan ini?" Tanya Shendi.
" Tidak CE !, maaf CE ! "
Shendi sampai menutup telinga karena kencangnya suara Bahri. Burhan sempat cekikiran namun berhenti karena lirikan Shendi.
"Mana CE kamu?"
Bahri ragu ragu menunjuk kearah Shendi. Shendi hanya tersenyum licik. "Tadi kamu bilang gembel!"
"Maaf CE!" Bahri terduduk dilantai. Memeluk erat lutut Shendi. "Jangan pecat saya. Anak istri saya butuh makan."
"Haahh ... ," Shendi menggelengkan kepala.
" Aku ini orangnya sangat pendendam. Tapi kamu beruntung hari ini aku lagi baik hati". Dalam hati Shendi tertawa puas melihat ekspresi Bahri yang ketakutan.
"Katanya pabrik yang di Sabang kekurangan tenaga keamanan deh ," Shendi seolah olah sedang berpikir keras. "Melihat kamu begitu hormat dengan CE mu , gimana kalau ... ."
Muka Bahri tambah pucat. CE tidak mengirimnya ke Sabang kan. Daerah paling ujung sana. Bagaimana jika dia rindu anak dan istrinya .
O**ooouuhhh... tidak...
"Jangan CE ! maaf CE ! "
Shendi membuang nafas kesal.
Ia masih ingin bermain main sebenarnya. Tapi sayang ia harus segera menjemput Adik adiknya. Shendi tidak ingin mereka menunggu terlalu lama.
" Kita lihat saja apakah kamu bisa merubah sikap. Jangan menghina orang hanya dengan melihat tampangnya."
"Siap CE ! , maaf CE !, saya tidak akan mengecewakan anda !"
"Sampai kapan kamu akan nemplok begini !" Shendi pura pura jijik. Bahri buru buru melepas pelukannya dan segera bersujud dibawah Shendi.
"Terima kasih ... terima kasih CE !"
"Hentikan! sudah bangun !, kamu menghalangi jalanku !" Bahri segera berdiri dan memberi jalan pada Shendi untuk masuk ke mobil pick up itu.
"Jangan senang dulu, aku ingin kamu bilang ,CE ku gembel sebanyak 100 kali, jangan berhenti sebelum genap 100 " ucap Shendi dari jendela mobil.
Bahri sangat terkejut, mulutnya sudah bersumpah untuk tidak menyebut kata gembel. Tapi sekarang malah dipaksa bilang seperti itu.
__ADS_1
"Mulai!" Bentak Shendi.
"CE,ku gembel !" Bahri tergagap.
"Satu"
"CE,ku gembel !"
"Dua"
Akhirnya tanpa bisa menolak, Bahri menuruti perintah CE nya, mengucapkan kalimat itu sampai jumlah yang diminta. Shendi menyalakan mobil rongsokan itu lalu pelan keluar halaman gedung WD.
"CE ku gembel"
"Dua belas!" serunya.
"Sampai jumpa CE ! semoga selamat sampai tujuan!" seru mereka berempat.
"Ch!" Shendi geleng geleng melihat mereka dari kaca spion. Hari ini menyenangkan dapat hiburan setelah kemarin pikirannya cukup tegang dengan kedatangan Samy.
Hobi kok gini gini amat ya. Amat aja hobinya gak gini.
Shendi melaju simanis kembali ke kota B. Menjemput sikembar lalu pulang ke bukit Y.
***
.
.
.
.
.
" Shendi kurang ajar, jadi dua minggu ini dia memaksa nona mengerjakan semua pekerjaan rumah ini ."
"Menyapu, mengepel , memasak ... ," Samy mengomel sendiri.
Tadi pagi, untuk pertama kalinya dia sarapan buatan Aubery. Bubur oat , roti panggang dengan telur dan sosis goreng. Samy tak menyangka nonanya bisa membuat sarapan dengan sangat sempurna. Samy bahkan sampai menitikkan air mata ketika suapan pertama.
" Dia seperti bukan nona."
Samy teringat akan kata kata Aura seminggu yang lalu. Jadi sosok yang ditemui Aura memang benar Aubery dan Shendi. Semesra itukah mereka berdua. Sampai ada acara gendong gendongan segala.
"Aku harus minta maaf dengan non Aura."
Setelah sarapan selesai, Samy terus mencegah Aubery mengerjakan sesuatu. Mencuci piring bekas sarapan misalnya.
"Nona, biar saya yang mengerjakan."
Ketika Aubery hendak membersihkan kamar mandi.
" Nona, anda tidak pantas mengerjakan ini , biar saya selesaikan."
Aubery masih merasa asing dengan Samy. Jadi awalnya Aubery mengiyakan saja. Lama lama dia jengkel. Perselisihan kecilpun dimulai. Aubery menolak menyerahkan ember untuk mengepel. Sampai terjadi tarik menarik antara mereka.
"Nona , mana boleh Anda mengerjakan ini!"
Samy tidak mau kalah, Aubery akhirnya melepaskan tangannya, akhirnya Samy tersungkur kebelakang. Ember berisi air kotor pun menumpahi Samy.
Samy berusaha membuka memori Aubery lagi. Namun sepertinya tidak gampang. Ia menunjukkan foto koleksi hasil rancangan Aubery. Komentar Aubery malah membuat Samy syok.
Siapa yang merancang baju ini , sangat aneh dan seperti kain sisa.
"Nona, ini hasil rancangan Anda tahun ini. Penjualannya menembus angka dua juta hanya dalam dua hari !"
__ADS_1
Samy tak putus asa, ia lalu menunjukkan foto foto Aubery di internet .
"Nona, Anda perancang sekaligus yang mendirikan A.T , toko pakaian wanita paling terkemuka dinegeri ini."
Dan apa jawaban Aubery setelah melihat foto fotonya sendiri.
Samy, apa diriku yang dulu punya gangguan mental ? Tak satupun foto diriku yang tersenyum.
Ah, nona kenapa sampai berfikir memiliki gangguan mental. Anda punya banyak penggemar karena anda memiliki gaya cool seperti ini.
Aubery masih menolak diajak pulang. Saat disambungkan dengan Anthony , Aubery malah bilang .
Pa, aku sudah dewasa , jangan menghawatirkan aku lagi. Aku baik baik saja dan aku bahagia disini.
"Ngomong ngomong dimana Nona Aubery?" Samy sadar sudah melamun cukup lama. Buru buru Samy mencari dimana Aubery. Dilantai atas tidak ada , diruang belakang juga tidak ada.
"Kemana Nona!"
Samy melihat pintu belakang terbuka. Mungkinkah Aubery mengerjakan pekerjaan lainnya. Samy menuju halaman belakang.
Halaman belakang juga terdapat teras , bahkan lebih luas daripada teras depan. Ada mesin cuci yang masih tampak baru. Disebelahnya ada ember berisi pakaian yang baru saja keluar dari mesin cuci.
Lalu dimana Aubery. Samy celingukan mencari keberadaan Aubery. Pandangannya berhenti dikejauhan sana. Diantara pohon pohon akasia.
Aubery tidak sendiri. Samy melihat Aubery tengah bergumul dengan beberapa orang. Sepertinya ini tidak baik. Beberapa orang tengah berusaha melumpuhkan Aubery. Dan Aubery berusaha mempertahankan dirinya dengan jurus jurus karate yang dikuasainya.
Dengan cepat Samy meraih cangkul yang tergeletak didekatnya. Lalu berlari menuju medan pertempuran .
"Nona , aku datang !!" teriak Samy sambil berlari mendekat. Aubery hanya melihat Samy sekilas. Lalu kembali berusaha mempertahankan diri.
"Aku memanggilmu dari tadi apa kau tidur, mereka ingin membawaku Sam!" Aubery juga berteriak.
"Siapa mereka!"
Samy ikut menghalau dan menangkis serangan mereka. Ada lima orang dan semuanya bertubuh besar. Satu lawan lima. Entah mulai kapan mereka bertarung.
"Maaf Non, mereka bukan orang orang kita."
Aubery sudah tampak kelelahan. Begitu juga ke lima orang itu. Berhenti sesaat untuk mengumpulkan tenaga, Nafas mereka naik turun.
Mereka tidak menyangka, melumpuhkan target kali ini tidak mudah. Bos bilang targetnya hanya seorang publik figur biasa. Tapi ternyata targetnya juga seorang multi talent. Berkali kali mereka kena jurus milik Aubery.
.
.
.
.
.
.
Bersambung🤗
.
.
🙏 Maaf telat update dari jadwal biasa. Penulis lagi merevisi ulang novel ini. Jadinya baca ulang dari awal.
Nungguin yaa...
Awalnya emang "ASAL KALIAN FAHAM". Eh ternyata amburadul pakai banget !!🤕
🙏Terima kasih yang udah like boleh like lagi ( maksa nih ! ), yang belum kok pelit amet yak!?
__ADS_1
🙏 Sampai jumpa di part berikutnya dan Sayang semuanya😘❤️