Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Drama Baru


__ADS_3

Dengan langkah cepat Aubery kembali ke lantai 30 menggunakan lift. Air matanya sesekali menetes membasahi pipinya. Namun segera dihapusnya dengan kasar.


Ia tak menyangka hidupnya akan di permainkan seorang laki laki bernama Shendi. Hanya karena dia pernah menghinanya dan menolak meminta maaf pada waktu itu .


Hatinya hancur seperti dicabik cabik. Terlalu tidak adil balasan yang dia terima.


Berita di media itu seperti sebuah drama baru tentang kisah cinta yang impossible . Memeluk laki laki seperti tak punya rasa malu diranjang rumah sakit. Dan ribuan mata bebas melihat gambar itu.


Kisah penyelamatan dirinya masih menjadi tanda tanya besar dikepala Aubery. Sedekat apa dirinya kini dengan pemuda brengsek yang bernama Shendi.


Samy dan Anthony hanya bisa diam jika Aubery sudah emosi begini. Dihibur yang bagaimanapun akan sia sia. Yang ada Aubery akan menjadi jadi.


Setibanya Aubery dikamar 3012, ia langsung mengunci dari dalam dan mulai mengamuk . Segala benda terbang ke segala arah. Ia melampiaskan kekesalannya setiap membayangkan apa yang terjadi selama dua minggu ini bersama Shendi. Meski dia tidak ingat kejadian dalam kurun waktu 2 minggu itu.


Tinggal serumah dalam dua minggu. ngapain aja!!!


Nafas Aubery memburu , menerka dan mengira. Membayangkan saja membuat emosi kembali menjadi.


Samy dan Anthony hanya berdiri diluar kamar sambil mendengarkan suara barang barang terjatuh terhempas ke lantai. Khawatir ? tentu saja, tapi tak ada yang bisa mereka perbuat. Hanya menunggu sampai emosi nona besar mereda . Setelah 20 menit tenang tanpa suara . Akhirnya Aubery membuka kamar dengan sudah berganti pakaian .


"Non,anda mau kemana ??" tanya Samy melihat Aubery yang berjalan dengan pasti menuju lift. Kaos warna hitam bergambar Queen dipadukan dengan rok silver setinggi betis yang ia siapkan sangat cocok ditubuh Aubery. Dibalut jaket Nike menambah kesan Sporty nona mudanya.


"Pulang!" jawab Aubery tanpa menoleh kearah Samy. Ia sematkan kacamata mirror untuk menutupi matanya yang sembab.


Samy bermaksud menyusul Aubery namun dicegah Anthony.


"Antar nona ke mobil!" perintah Anthony pada dua asistennya.


"Beresi barang barang Au , dan ... bersihkan wajahmu !" bisik Anthony pada Samy.


Samy mengangguk. Namun merasa heran dengan perintah ke dua. Bersihkan wajahmu .


Anthony bergegas menyusul Aubery turun.


Hari sudah semakin larut. Dilantai dasar rumah sakit. Masih ada beberapa wartawan yang masih standby disana. Melihat Aubery keluar dengan dua asisten. Mereka langsung menghambur ke arah Aubery. Memberondong dengan banyak pertanyaan. Walau mereka tahu Aubery tidak akan buka mulut.


Kilatan lampu camera tak menyurutkan langkah Aubery. Ia tetap melangkah dengan pasti menuju mobil Mercedez yang terparkir di halaman rumah sakit.


Aura gadis kaya raya begitu terpancar dari dirinya. Aubery langsung masuk ketika asisten satu membuka pintu mobil untuknya.


"Jalan !" perintahnya langsung ketika dua asisten sudah duduk didepan.


Para wartawan tidak pupus semangat. Mereka terus mengetuk pintu dan mengikuti mobil yang mulai berjalan. Dan masih melontarkan pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh Aubery. Seperti,


Benarkah Anda tinggal serumah dengan Shendi?


"Sejauh apa hubungan Anda dengan Shendi?"


"Apakah benar Shendi adalah calon suami Anda?"


"Kapan Anda akan menikah ?"


"Anda terlihat lebih gemuk, apakah Anda sedang hamil?"


"Apakah Shendi adalah ayah dari bayi itu??"


"Astaga... apa apaan mereka !!!" Aubery meremas tangannya sendiri . Pertanyaan mereka sudah semakin ngawur saja.


Gemuk?


Menikah ?


Hamil ?


Ini sudah kelewatan!!


***


.

__ADS_1


.


.


.


05:35


Shendi ... Aku membencimu.


sangat membencimu...


"Hah!" Shendi bangun dari mimpinya. Ucapan Aubery semalam terus terngiang di telinganya. Bahkan sampai terbawa mimpi. Kepalanya sampai pusing karena semalam hampir jam tiga belum bisa tidur.


"Tiara ... , apakah akan menjadi sebuah kenangan ?? Sekarang tinggal seorang nona besar yang arogan dan tidak akan memandang siapa diriku lagi" Shendi membuang nafas panjang.


"Jaka Tarub berakhir sudah kisahmu dengan bidadari yang turun dari langit ... , sekarang terima balasanmu ," gumam Shendi mengutuk dirinya sendiri. Shendi terlihat menyedihkan. Dirinya hampir mirip seseorang ditinggal nikah pacar. haha!


Shendi mendengar seseorang membuka pintu. Ternyata penjaga yang dia rampas sepatunya.


Astaga, sepatunya ku tinggal dipinggir jalan!!


"Mas, ternyata anda sudah bangun!" penjaga itu meletakkan dua paper bag diatas meja. Shendi mengangguk sambil merubah posisi tidurnya menjadi duduk bersandar.


"Apa itu?" tanyanya sambil menunjuk paper bag dengan dagunya.


"Oh... ini baju ganti dan sepatu untuk anda. Saya yang memilih kemarin. Semoga cocok dengan style anda."


Shendi memperhatikan penjaga itu. "Hei kenapa wajahmu??" tanya Shendi ketika menyadari ada beberapa luka lebam di wajah penjaga itu.


Penjaga itu gugup lalu berusaha menutupi lebamnya.


"Tidak apa apa Mas."


"ck" Shendi berdecak.


"Percuma kamu tutupi, aku sudah melihatnya." Shendi menduga ini pasti ulah Arif. Karena dianggap sebuah keteledoran membiarkan dirinya keluar kamar kemarin .


Penjaga itu hanya tersenyum pasrah kepergok oleh Shendi.


"Siapa namamu??" Tanya shendi santai.


"Lingga , mas."


"Aku ganti sepatumu dengan yang baru ya ... . Maaf aku meninggalkan sepatumu di jalan?"


"Tidak perlu mas. Perusahaan sudah menggantinya. Kemarin saat belanja untuk anda , saya sekalian membeli untuk saya sendiri. Tentu atas perintah pak Arif" ucap Lingga tetap dengan nada sopan.


Shendi mengangguk mengerti. Setelah memesankan sarapan untuk Shendi . Lingga kembali berjaga diluar . Lingga masih sungkan berlama lama diruangan Shendi. Bagaimanapun shendi adalah orang nomer satu di WD. Sedangkan dirinya hanyalah salah satu ajudan yang kadang kadang saja diperlukan.


Tinggal dirinya yang ditugaskan menjaga Shendi. Tidak ketat seperti hari pertama Shendi masuk rumah sakit. Sejak kemarin pihak rumah sakit melarang para wartawan naik . Karena mengganggu ketentraman dan pasien lain.


Ditempat lain. Dilantai 3 disebuah kamar yang sangat besar dan mewah. Tepatnya kamar Aubery. Aubery tidur dengan gelisah. Sepertinya dia juga sedang bermimpi. Sekelebat samar samar sebuah peristiwa di dapur kecil . Dua insan sedang bercengkrama.


Tiara ... hentikan ...


Ha ha ha ...


Tiara... Stop...


Seseorang terus menghindar dari percikan air yang sepertinya diciptakan olehnya.


Pelan ia membuka matanya. Sebuah panggilan dari suara seorang laki laki begitu sangat nyata di telinganya.


Aubery lantas bangun tanpa mempedulikan lagi mimpinya. Ia ingin segera memulai aktifitas seperti biasanya. Mandi berdandan lalu berangkat kerja.


Setelah keluar dari kamar mandi. Samar Aubery mendengar suara anak kecil dari lantai bawah. Rumah yang begitu besar. Suara akan menggema ke seluruh sudut rumah. Ia jadi membayangkan kebiasaanya berteriak dulu. Tentu amat mengganggu pendengaran para pelayannya.


"Kenapa ada anak kecil dirumah ?? apa ada pelayan yang membawa anaknya kemari??"

__ADS_1


Karena penasaran ia lalu keluar kamar. Begitu membuka pintu kamar, didepan pintu Samy sudah berdiri menyambut bersama tiga pelayan yang siap melayaninya.


"Nona selamat pagi!" sapa Samy dan tiga pelayannya.


Aubery hanya tersenyum kecil membalas salam mereka , lalu berjalan lurus ke balkon diikuti Samy . Menengok ke lantai dasar , mencari sumber suara gaduh itu.


Dibawah sana terlihat dua anak laki laki dan perempuan tengah sarapan sambil sesekali bercanda dan tertawa riang. Ditemani dua pelayan mereka tampak lahap menyantap sarapannya . Aubery melipat tangannya didada memperhatikan dua bocah itu.


"Siapa mereka??" tanya Aubery. Aubery penasaran, jika mereka anak anak dari pelayan. Tidak mungkin berada di meja makan khusus untuknya dan Papanya.


"Mereka adik adik Shendi non," jawab Samy. Aubery langsung menoleh kearah Samy seolah memastikan pendengarannya. Samy hanya tersenyum membalas tatapan Aubery.


"Kenapa mereka ada disini??" Tanyanya kemudian dengan nada masih ketus. Walau tidak seketus sebelum amnesia.


"Anda sendiri yang memerintahkan saya untuk membawa mereka pulang kemari non," Samy menjawab dengan santai.


Aubery nampak salah tingkah mendengar jawaban asistennya. Ia berbalik melangkah kembali menuju kamarnya diikuti Samy dan 3 pelayan.


Samy memerintahkan masing masing pelayan mengerjakan tugasnya. Memilihkan baju , sepatu dan aksesoris untuk Aubery.


***


.


.


.


.


Drama pagi hari kembali dimulai.


"Apa jadwalku hari ini?"Tanya nona Aubery sambil duduk di depan meja riasnya.


"Anda masih dalam tahap pemulihan Non, jadi untuk dua hari kedepan tidak ada jadwal." Jawab Samy.


Seorang pelayan membawa dua gaun ditangannya. Lalu menunjukkan keduanya kehadapan Sang Nona. Aubery menunjuk salah satu. Namun sang pelayan justru ragu. Ia menatap Samy seolah bertanya. Samy menjawab keraguan pelayan itu dengan mengangguk.


Apa ini mimpi, dulu nona akan menghabiskan waktu hampir satu jam untuk memilih satu gaun. Tapi pagi ini, tidak lebih dari lima menit. Nona sudah menjatuhkan pilihannya pada gaun santai motif daun warna emas sepanjang mata kaki dengan tali dipundak. Dipadukan Blazer warna coklat senada.


Untuk aksesoris. Nona hanya menyematkan cincin berbentuk matahari dengan anting mutiara berlapis emas. Lalu sendal santai tipis Mark and Spencer koleksi nona.


Nona akan dirumah seharian ini. Jadi ia tidak meminta make up khusus seperti biasanya. Cukup memoleskan Sun screnn dan lip balm untuk memberikan kesan lembab pada bibirnya. Mengikat rambutnya ke atas menambah kesan fress nona pagi ini.


Dan ... , Nona melakukanya sendiri.


.


.


.


.


.


.


.Bersambung🌞🌞


.


.


.


πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


❀️❀️❀️❀️❀️❀️❀️❀️❀️❀️❀️

__ADS_1


πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2