Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Serangan Sigi #1


__ADS_3

Cinta bisa datang dari arah mana saja.


Bahkan mereka yang awalnya saling membenci bisa saling cinta karena hal hal yang tidak terduga.


Shendi & Aubery


***


Setelah acara BBQ selesai. Shendi masih harus menyelesaikan pekerjaannya didepan komputer dengan Bluethooth earphone di telinganya. Ia menyimak laporan Romy mengenai kemajuan M&M beberapa hari ini.


Air menetes dari rambutnya karena ia baru selesai mandi keramas. Kebiasaan Shendi yang sulit dihilangkan. Mandi malam hari. Kalau tidak , dipastikan bakal tidak bisa tidur. Apalagi dalam keadaan tubuhnya dengan aroma asap.


Suara pintu dibuka dan seseorang masuk ke kamarnya. Shendi tidak terlalu memperhatikan. Paling Lingga . Atau kalau bukan Lingga ya pasti Sigi. Shendi tak keberatan karena sudah terbiasa Sigi menemaninya.


"Kamu masih kerja malam malam. Padahal sudah ada asisten disini... " ternyata adalah suara Sigi. Shendi masih tidak menoleh sedikitpun , ia hanya menjawab hemm.


"Karena waktuku terbuang dengan acara BBQmu tadi" masih tidak memperhatikan. Shendi fokus pada komputer dan laporan Romy ditelfon.


Sigi duduk ditepi ranjang. Ia sedang mengumpulkan keberaniannya untuk mengutarakan isi hatinya. Sigi tidak ingin membuang waktu lagi. Kalau tidak, posisinya benar benar direbut gadis lain.


"Ngapain... ? mau cerita kenapa kamu mendadak pulang??" tanya Shendi. Shendi masih tidak yakin Sigi pulang dengan alasannya tadi siang. Dengan kemampuan Sigi , Sigi bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan di Sidney yang gajinya bisa lima kali lipat dari pada di tanah Air.


"Emmm... " Sigi berfikir sejenak. Shendi akhirnya menoleh karena Sigi tak kunjung bicara. Namun, karena penampilan Sigi yang tidak biasa membuat Shendi hampir meloncat dari kursinya.


Sigi cemberut dengan reaksi Shendi yang diluar perkiraan dan harapannya. Shendi malah terlihat menahan tawanya.


"Ngapain kamu pake gaun Tiara , itu tidak cocok dengan style kamu... "


Jika karena dirinya ingin mempertahankan Shendi. Sigi juga tidak ingin memakai gaun tidur yang menyapu lantai. Kenapa wanita menyusahkan diri dengan gaun seperti ini. Bukankah lebih nyaman tidur dengan baby doll.


"Sudah sudah, cepat ganti pakaian... Bukannya aku sudah melarang jangan menyentuh apapun dikamar itu ??" Sebenarnya ingin marah karena Sigi tidak mendengarnya. Tapi karena penampilan Sigi yang beda justru membuat Shendi tidak bisa untuk tidak tertawa . Dan Sigi makin kecewa.


Sigi mendekat dengan tatapan yang mencurigakan membuat Shendi merasa was_was.


"Kamu mau ngapain..." menggeser kursi putarnya.


Sigi menarik nafas panjang. Kemudian berkata.


"Pernah tidak kamu berfikir. Kita bersama cukup lama , saling berbagi apapun itu . Bertengkar karena hal sepele. Tapi akhirnya kita saling mencari dan akhirnya kembali akur."


"Kenapa ... " Sigi berhenti sejenak.


" kita tidak mencoba merubah hubungan..." mengamati perubahan wajah Shendi.


"Hah??!" Shendi mengernyit mencoba mengartikan maksud ucapan Sigi.


"Hubungan seperti apa yang kamu inginkan?"


Shendi risih dengan gaun berpotongan dada rendah itu. Pandangan Shendi jatuh pada kalung dengan liontin yang menggantung di leher Sigi.


"Eh... kamu masih menyimpan kalung ini??" sebuah pertanyaan menghentikan Sigi yang ingin melanjutkan ucapannya.


"Apa punyamu juga masih??" tanya Sigi kemudian. Shendi tertawa.


"Itu sudah lama banget. Aku lupa dimana menyimpannya... "


Sigi tampak tidak senang. Liontin itu khusus dia pesan untuk hadiah kemenangan. Raut wajah Sigi yang sedih membuat Shendi merasa bersalah.


"Sudah, aku minta maaf. Kamu sedih karena aku tidak baik baik menjaganya. Kamu tahu bagaimana repotnya pindahan kan??"


"Bagaimana kamu bisa tidak menghargai hadiahku ... , aku khusus memesannya dari desainer WD waktu itu. Kamu tahu berapa minggu aku mengumpulkan uang saku untuk memesannya??" mata Sigi berkaca kaca. Lalu beranjak pergi meninggalkan Shendi yang tak menyangka dengan reaksi Sigi.

__ADS_1


Shendi menyusul Sigi yang berlari keatas. Namun Sigi buru buru menutup pintu. Shendi mengetuk pintu dan memohon maaf , tapi Sigi tak menghiraukan.


***


06:16


"SELAMAT PAGI !!"


Sapa sikembar dengan seorang gadis cantik bersamanya. Yas dan Ramanda sudah rapi dengan seragam sekolah. Bahkan mereka hampir menyelesaikan sarapan.


Shendi dan Lingga mematung dipintu , mengerjap memastikan siapa yang bersama sikembar.


Tiara!?! kapan kamu datang ??, Semalam tidak jawab telfon dan pesanku. Tiba tiba muncul didapurku._ Shendi masih belum percaya gadis yang bersama adik adiknya adalah Aubery.


Apa dia Aubery Tsang ?? Atau jin yang muncul di tempat yang salah ?? _ Lingga hampir tersungkur karena Sigi yang datang dari belakang.


"Bisa pelan tidak??"mengumpat dalam hati. Hampir saja muka Lingga menyentuh lantai.


"Apa Paris Hilton ada didapur sampai kalian bengong begitu ??" ucap Sigi , namun wajah Sigi langsung berubah setelah tahu apa yang membuat mereka bengong.


Aubery Tsang ?! Gerakannya cepat juga...


"Sayang cepat habiskan sarapan kalian. Lalu tunggu didepan ya?" ucap Aubery lembut sambil menyiapkan bekal Snack untuk sikembar. Nona besar dengan terampil mengurus sikembar.


Lingga mendekat. Menatap meja makan yang sudah tersaji menu sarapan yang sempurna. Apa ini mimpi , seorang Aubery Tsang menyelesaikan tugasnya pagi ini. Mengurus anak anak dan menyiapkan sarapan dan bekal sekolah.


"Masih tidak cepetan mandi? mau mereka terlambat??" dengan sikap datar Aubery menyadarkan Lingga. Waktunya sudah mepet dan cowok kekar ini masih lanjut bengong.


Lingga tersadar lalu salah tingkah memasuki kamar mandi. Sikap seorang nona sejati , ia bisa lembut dengan anak kecil. Tapi langsung berubah saat bicara dengan dirinya. huh...


"10 menit lagi aku datang anak anak!! tunggu ya!"


Sikembar sudah menghabiskan sarapannya lalu segera ke depan menunggu Lingga bersiap. Aubery melangkah menghampiri Shendi dan Sigi yang masih dipintu. Sekilas pandangannya tertuju pada Sigi .


" Jam 4. Kamu tidur lelap sekali sampai tidak tahu aku datang. Sepertinya kamu semalam mimpi indah ya ... ? Kamu terus mengigau memanggilku Tiara?" Aubery dengan tatapan menggoda. Wajah Shendi langsung bersemu merah karena ketahuan.


"Ch... Sok tahu!" Shendi menghindar dari tatapan Aubery. Tapi sikap Shendi justru terbaca oleh Sigi.


"..." mata Sigi menyipit.


"Tunggu !! apa kamu masuk kamarku ?!" Shendi gugup menatap Aubery. Gelisah dengan apa yang keluar dari mulutnya saat mengigau.


"Kenapa gugup sayang... ini bukan pertama kali aku masuk ke kamarmu..." dengan jarinya membelai bibir Shendi yang terdapat luka gigitan. Senyum Aubery penuh arti.


Sigi memalingkan wajahnya melihat Aubery bebas menyentuh Shendi. Tawa kosong muncul mengingat Shendi menggeser kursi saat dirinya mendekat.


"Sepertinya kemarin aku mengigit ditempat yang salah... Seharusnya sebelah sini biar orang tahu kamu sudah ada yang punya." Aubery dengan tenang mencubit bibir Shendi tanpa mempedulikan Sigi yang masih ada disitu.


"Apa yang kamu katakan... " merasa tidak enak karena Sigi pasti juga mendengar jelas urusan pribadinya. Sigi tahu Aubery sengaja menunjukkan kemesraan dihadapannya dan menganggap seolah dia tidak ada. Nona besar ini santai namun tegas memberi tahu bahwa Shendi adalah miliknya.


Shendi menepis halus tangan Aubery. Sempat melirik raut muka Sigi yang terlihat kesal.


Sigi masih marah gara gara kalung...


"Oh ya, ini Sigi anaknya paman Arif." Shendi memperkenalkan. Aubery menoleh kearah Sigi. Kini ia memperhatikan Sigi lebih seksama. Shendi gelisah , tahu arah tatapan Aubery pada gaun yang dikenakan Sigi.


Kenapa Sigi masih memakai gaun itu. Padahal semalam sudah aku suruh lepas .


Shendi menatap Sigi penuh tanya . Berdasarkan sifat Aubery. Shendi kawatir akan terjadi perang teluk dibukit Y. Aubery tidak suka miliknya diusik.


Jadi kamu yang bernama Sigi. Lancang mengangkat panggilan dihp Shendi. Pulang ke tanah air diluar jadwal biasanya ?. Kecuali kamu memiliki tujuan ...

__ADS_1


"Aku tidak percaya ini beneran Aubery Tsang. Ternyata anda lebih cantik dari yang di foto. Saya Sigi." dengan senyum ramah Sigi berinisiatif memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.


"Sigi juga cantik apalagi dengan gaun ini" mengabaikan tangan Sigi.


"Tapi kurang baik kalau gaun yang kamu pakai adalah milik orang lain."


Deg?


Sigi menyadari arah pembicaraan Aubery. Nona ini sedang menyindirnya. Dan Shendi mulai gelisah. Perang akan dimulai. Lingga keluar dari kamar mandi, lewat buru buru didepan mereka yang tegang.


"Tiara, ini hanya sepotong gaun. Aku yakin kamu masih mempunyai ratusan di lemari kamarmu." Shendi berusaha mencegah terjadinya perang teluk.


"Kamu benar. Biasanya aku akan langsung membuang barangku yang disentuh orang. Tapi gaun ini hadiah dari Yas. Mana boleh aku membuangnya." menatap sarkas Sigi.


Sigi membalas tatapan sarkas Aubery. Dirinya baik baik menyapa tapi lihat respon Aubery. Ini hanya sepotong gaun. Dan sialnya semalam ia lupa ganti karena ketiduran. Ternyata benar image Aubery selama ini. Dingin dan sombong . Mustahil seorang Shendi lebih menyukai tipe seperti dia. Aubery tidak lebih baik darinya.


Tangan Sigi mengepal. Gaya bicara Aubery yang lost tanpa memikirkan perasaan lawan bicaranya.


"Aku akan melepasnya sekarang!" berbalik bermaksud kembali ke kamar atas.


"Jangan lupa untuk mencucinya..." Aubery mengingatkan. Dan Sigi membalas dengan pandangan kesal.


Shendi menarik Aubery ke meja makan. Ini hanya sebuah gaun. Tidak perlu Aubery langsung menegur Sigi seperti tadi. Meskipun Shendi merasa Sigi mempunyai suatu tujuan mendadak pulang ke tanah air. Apalagi langsung menuju bukit Y.


"Kenapa tiba tiba kamu kesini?? Kamu bukannya ngambek. Gak mau balas pesan dan jawab telfonku!?"


"Aku menelfonmu tadi malam, tapi yang mengangkat seorang wanita... " Aubery memperlihatkan riwayat panggilan di hpnya. Obrolan dengan nomornya selama 55 detik . Shendi buru buru mengecek hpnya. Tapi tidak ada riwayat panggilan masuk dari Aubery . Shendi menyadari ada yang tidak beres.


Flashback on


Setelah terjaga dari tidurnya. Aubery memutuskan untuk segera menuju bukit Y. Dia tidak ingin membuang waktu sampai harus kehilangan Shendi. Tak peduli ini masih jam 3 dini hari. Karena ini dini hari maka jalanan tampak sepi. Aubery dengan bebas mengendarai mobilnya dengan kecepatan maksimal. Hingga dirinya tiba dibukit Y lebih cepat dari biasanya.


Kunci cadangan rumah kayu masih disimpan ditempat biasa. Aubery dapat masuk dengan leluasa karena penghuni rumah masih terlelap. Iseng ia mengintip Shendi dikamar utama. Akhirnya rasa kangen membuat Aubery tidak bisa untuk tidak mendekat menatap dari dekat wajah kekasihnya yang gemesin.


"Sayang... Tiara... " tiba tiba Shendi menyebut nama Tiara. Tapi kenapa matanya masih terpejam. Apa Shendi sedang bermimpi. Senyum Aubery muncul ketika bibir Shendi mengerucut.


"Lanjutkan sayang... emmmch... " Shendi kembali mengigau.


"Baiklah sayang... ternyata kamu masih mencintaiku. Kalau gitu aku tidak sungkan sungkan... " Aubery mendekat. Mengecup bibir Shendi dengan lembut. Masih ada waktu untuk melihat tingkah Shendi yang sepertinya sedang mimpi indah. Sekalian menunggu tiba waktunya menyiapkan anak anak ke sekolah.


Flashback off


***


.


.


.


.


.Bersambung πŸ‘₯


.


.


πŸ‘‹ Sampai jumpa di episode selanjutnya.


πŸ™Terima kasih semua dukungan Like, vote ,rate , hadiah dan favorite novel ini. Sangat berarti buat author.

__ADS_1


❀️❀️ sayang semuanya 😘😘


__ADS_2