Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Blue Angel


__ADS_3

Kantor WD Jewellry.


Arif melotot ke arah Rima sekretarisnya. Arif sudah merasa ada yang tidak beres ketika Sabtu kemarin Rima melapor bahwa CE datang ke kantor.


Awalnya Arif curiga Shendi akan berbuat ulah. Tapi setelah mendengar laporan Rima, dirinya mengesampingkan rasa curiganya. Bahwa Shendi hanya menunggu sampai tiba waktunya menghadiri sebuah acara makan malam di The Win.


Dugaan awalnya ternyata benar. Blue Angel lenyap dari ruang galeri. Ruang khusus itu hanya beberapa orang yang bisa masuk. Ruangan yang berisi produk produk lama yang pernah dipasarkan selama kurang lebih 30 tahun. Ada juga produk yang limited edition seperti blue angel. Katakanlah ruangan itu adalah museum WD Jewellry.


Itu adalah cincin couple satu satunya di dunia. Purwa Wiradana , ayah Shendi ,membuatnya 20 tahun yang lalu. Tiap inci diukir dengan tangan. Memasang satu per satu permata biru yang sebesar biji selasih hanya menggunakan pinset.


Blue Angel ibarat pusaka yang disimpan diruang galeri bersama perhiasan langka lainnya. Hari ini blue angel tidak ada di kotak kaca tempat biasa disimpan. Rekaman Cctv menangkap dengan jelas Shendi memasuki ruang galeri dengan santainya.


"CE masih berada diruang CEO ketika saya pulang kerja. Jadi saya tidak tahu apa yang dilakukan CE setelah kami meninggalkan kantor" Rima merasa bersalah. Ya, hari sabtu para pegawai pulang kerja lebih awal. Termasuk dirinya.


"Ya Tuhan, apa yang dipikirkan mas Shendi!!" Arif memegangi keningnya.


"Itu adalah cincin yang tak ternilai harganya." Arif syok. Ia tak tahu harus bagaimana menghadapi Shendi dengan ulahnya kali ini.


Arif kembali ke ruangannya. Menghubungi Shendi untuk datang ke kantor WD setelah dari Megabox.


***


Jam 14:10 Shendi tiba di gedung WD . Ia tahu hari ini pasti akan dihubungi Arif agar datang ke kantor WD. Apalagi kalau bukan karena blue angel yang diambilnya dari ruang galeri sabtu kemarin.


Para pegawai dan resepsionis menyapa dengan hormat kepada Shendi yang masih memakai seragam biru cleaning service. Beberapa baru kembali dari makan siang diluar kantor. Berlari terburu buru memasuki gerbang karena sudah lewat jam makan siang. Tentu saja mereka takut ditegur CE karena terlambat kembali ke kantor.


Shendi mengambil nafas panjang sebelum mengetuk ruangan Arif. Rima hanya bisa bersiap mendengar perdebatan dua orang beda generasi itu sebentar lagi.


Shendi melangkah masuk setelah dua kali mengetuk pintu. Namun baru selangkah , tiba tiba tumpukan kertas mendarat ke arahnya. Lembaran lembaran kertas pun beterbangan di atas kepalanya. Lalu berjatuhan ke lantai satu demi satu.


Mengagetkan saja, baru masuk udah disambut kayak gini .


Shendi menenangkan dirinya. Wajah Arif dingin dan sorot matanya penuh kemarahan. Diambilnya satu persatu kertas yang berserakan dilantai itu.


"Aku sudah menduka mas Shendi datang ke kantor pasti ada sesuatu. Kalau tidak, ada hujan batu pun anda tidak mungkin mau datang!" Arif ketus menatap Shendi yang meletakkan tumpukan kertas ke meja.


Siapa yang mau keluar rumah disaat ada hujan batu.


Shendi nyengir.


"Untuk apa anda mengambil blue angel dari kotaknya. Dimana anda menyimpannya sekarang??"


Shendi menunjukkan tangannya. Arif terkesiap ketika melihat cincin blue angel tersemat di jari manis Shendi. Arif langsung meraih tangan Shendi dan mengamati cincin itu.


"Dimana pasangannya ??"


"Aku sudah memberikan pada Tiara... "


"What!!!" Arif terbelalak.


"Anda tahu apa yang tersemat dijari anda ini mas??" Arif mengangkat tangan Shendi ke atas. Shendi dan Arif saling menatap tajam.


"Blue Angel kan?? pusaka WD yang Ayah buat 20 tahun lalu... " Shendi tenang menjawab. Arif kemudian menghempaskan tangan Shendi kesal. Ini gaya Shendi jika sedang melawan.


"Bagus kalau anda tahu. Kenapa masih berani mengambil dari ruang galeri??" Arif mendelik.

__ADS_1


"Aku merasa sangat sayang karya Ayah yang indah hanya berakhir di kotak kaca di ruang museum yang dingin. Hanya beberapa orang yang bisa melihat keindahannya" Shendi seolah tanpa dosa memandang kagum cincin di jari manisnya.


"Ok..." Arif menyadari Shendi sedang menganggap remeh masalah ini.


"Tapi anda memberikan pusaka WD pada orang lain" pungkas Arif yang merasa lelah menghadapi Shendi.


Shendi mengeluarkan sesuatu dari tas genggamnya. Satu lembar kertas usang diletakkan Shendi dihadapan Arif.


"Ini... !" Arif menarik kertas itu.


"Paman masih ingat tulisan siapa ini kan?" tanya Shendi.


"Itu adalah surat wasiat yang Ayah tulis saat usiaku 5 tahun, dan ini... " Shendi kembali mengeluarkan satu lembar kertas.


"Ini adalah sertifikat Blue Angel"


Arif belum selesai meneliti surat wasiat sahabatnya dan kini ada lagi kejutan yang dibawa Shendi. Blue Angel memang bersertifikat. Namun sertifikat itu sudah lama hilang entah dimana.


"Kenapa ada surat seperti ini. Dan dimana anda menemukan sertifikat ini??" Arif masih penasaran dengan 2 surat yang dibawa Shendi.


"Kurasa, Ayah lupa jika ia menyimpan sertifikat ini dirumah nenek. Dan surat wasiat itu, aku mendapatkan di brangkas Ayah saat akan mengemasi barang berharga vila Heaven Resort."


"Awalnya aku hanya penasaran apa itu Blue Angel. Kenapa Ayah perlu membuatkan wasiat atas namaku. Jadi aku menyimpannya. Ketika pindah ke bukit Y , nenek memberiku sertifikat kepemilikan Blue Angel juga atas namaku. Dari itu aku faham. Ternyata blue angel adalah sepasang cincin permata 24 karat."


Arif membaca surat wasiat yang ditulis sahabatnya. Kurang lebih isi wasiat itu adalah Blue Angel dibuat untuk putranya yang saat itu masih berusia 5 tahun. Jika kelak putranya sudah dewasa dan menemukan seseorang yang dicintainya. Maka Blue Angel boleh digunakan sebagai pengikat.


Sertifikat itu tertulis sangat jelas siapa pemilik sah Blue Angel. Cincin couple itu adalah harta pribadi , bukan harta perusahaan. Arif meletakkan kembali surat itu. 20 tahun sudah Blue Angel mendiami ruang galeri di gedung WD. Dan sekarang sudah diminta pemilik aslinya.


"Jadi Paman... jangan selalu marah marah gak jelas. Jaga kesehatanmu. Paman harus selalu sehat hingga bisa mengelilingi dunia sepuluh kali pun" Shendi memutari meja. Menghampiri dan merangkul Arif yang merasa tidak enak karena habis marah marah.


Shendi cemberut mendengar kata kata Arif.


"Paman harus tetap sehat."


Shendi kembali merangkul. Kali ini Arif hanya bisa pasrah. Saat kecil Shendi lebih senang bermanja dengannya dari pada Ayahnya sendiri.


"Mas Shendi yakin ?? , Aubery adalah gadis yang pantas mengenakan cincin itu..."


"Apa Paman tidak melihat keseriusanku ??"


Arif terdiam. Shendi memang bandel dari dulu. Tapi bandelnya sebatas sifat keras kepala dan hobi keluyuran. Dia tidak pernah mau berurusan dengan gadis , tapi sebaliknya para gadislah yang mencari masalah dengannya. Dan ini pertama kalinya Shendi pamit memperjuangkan cintanya.


Orang yang baru pertama jatuh cinta memang naif .


Semoga mas Shendi tidak menyesal. Dan semoga Aubery adalah jodoh yang Tuhan siapkan untuknya.


Arif menarik nafas panjang.


"Jangan terlalu dibutakan oleh cinta. Ingat Yang pertama kita cintai adalah 'Dia' . " Arif menunjuk ke atas.


"Aku hanya ingin mas Shendi tahu batasan. Jangan selalu berbuat sesuka hati. Sampai saat ini Mas Shendi masih sering Berbuat dulu baru berfikir kemudian, itu merepotkan kita semua."


"Mengerti... " Shendi berusaha mencium pipi Arif.


"Anda sudah dewasa mas, ini menjijikkan!!" Arif menghalangi pipinya dengan tangannya. Shendi kemudian tertawa lebar melihat Arif yang jengah dengan tingkahnya. Ia berhasil mengerjai orang tua itu.

__ADS_1


***


Hari ini, Shendi sekalian menyelesaikan pekerjaannya di kantor. Ia sudah menghubungi Lingga untuk menjemput Yash dan Ramanda.


"Mas!!" Arif tiba tiba masuk ke ruangan Shendi dengan terburu buru. Ia langsung meraih remote dan menyalakan tv yang ada diruangan Shendi.


Shendi belum faham apa yang terjadi. Ia hanya mengikuti Arif yang bingung sendiri. "Beberapa fans Aubery telah melakukan sabotase pada gerai M&M di daerah D dan E. Mereka melempari kaca toko dan ada yang nekat mengobrak abrik dagangan yang di etalase"


"Kenapa jadi seperti ini!!" Shendi menatap layar TV. Ia bingung kenapa kecelakaan Aubery kini disangkutkan dengannya. Berita diluar memang sulit dikendalikan. Rapat Sabtu kemarin sudah diputuskan akan dikeluarkan berita resmi bahwa M&M sudah milik WD. Tapi tetap saja M&M menjadi sasaran kemarahan warga.


"Karena anda membeli M&M diam diam dan tidak pernah mengekspos tentang pemindahan saham. Mereka mengira M&M masih milik keluarga Sebastian. Saya kawatir akan merambat pada gerai yang lain" Arif kemudian mematikan tv.


"M&M terancam diboikot jika anda tidak segera mengambil tindakan. Saya tidak sedang menakut nakuti anda mas, publik sudah mulai memperlihatkan kemarahannya !" Arif serius menatap Shendi.


Drtt... drtt...


Hp jadul dimeja bergetar. Terlihat nama Jimin di layar. Shendi langsung mengangkatnya.


"Halo Jim, gimana keadaan disana??" diam sesaat.


"Sabotase juga terjadi dikantor pusat??"


Raut muka Shendi tambah pucat. Ia lemah menaruh hpnya ke meja.


"Puluhan orang berada didepan gedung pusat M&M memaksa Oscar segera menyerahkan diri. Melempari batu dan mencoret coret pagar" Shendi menjawab tatapan penasaran Arif.


"Kita adakan konferensi pers saja. Katakan dengan jelas bahwa M&M sudah menjadi milik WD. Tidak lagi ada sangkut pautnya dengan keluarga Sebastian." Arif menggebrak meja.


Shendi terbelalak.


"Konferensi pers??" Membayangkan dirinya berbicara didepan para kuli tinta yang mengacungkan mic saja langsung membuat Shendi menciut. Apalagi dampak setelah itu. Wajahnya akan terekspos kemana mana.


ahh... tidak tidak...


Shendi memutar kursi membelakangi Arif.


.


.


.


.


.Bersambung👥👥👥


.


.


🙏 Terima kasih yang udah mampir😉


👍 jangan lupa Like👍


❤️ Sayang semuanya❤️

__ADS_1


__ADS_2