
Sigi membawa Samy ketempat yang lebih lenggang. Mendudukkan Samy yang terus kesakitan sambil meremas dadanya.
"Atur nafas Tuan. Relaks jangan cemas..." Sigi menuntun Samy untuk mengambil nafas dalam lalu melepaskan pelan pelan. Samy mengikutinya.
"Maaf, apa anda bisa melepas kancing atas kemeja anda tuan ?"Sigi melihat setelan formal yang dipakai Samy terlalu rapat. Melepas kancing dan melonggarkan pakaian adalah supaya aliran darah kembali lancar dan pernafasan menjadi lega.
Samy mengangguk lalu melepas kancing dengan kasar.
"Biar saya bantu , kalau anda tidak keberatan!" Sigi kawatir Samy yang terburu buru jantungnya malah akan memompa lebih cepat.
"Terima kasih..." Samy sambil meringis berpura pura menahan dadanya yang sakit. Tanpa curiga Sigi melepas kancing kemeja Samy dan melonggarkan dasinya. Wangi greentea tercium dari tubuh Sigi. Samy memejamkan matanya. Wangi segar parfum itu seolah melambungkan angannya. Jantungnya kini benar benar berdetak kencang. Jiwa lelakinya bangkit.
Inikah yang namanya cinta pada pandangan pertama. Selama 17 tahun Samy hanya mencurahkan waktunya menjaga Aubery siang dan malam. Hingga tanpa terasa masa mudanya berlalu begitu saja.
Aubery telah mendapatkan Shendi yang akan melindunginya. Sekarang Samy tidak perlu kawatir lagi. Saatnya membuka hati untuk seorang gadis. Dan gadis didepannya ini yang pertama mengetuk pintu hatinya. Saat itu juga Samy bersumpah akan memperjuangkan cintanya.
Datang sekuriti menghampiri mereka. Ketika melihat sepertinya telah terjadi sesuatu. Kemudian menawarkan.
"Apa perlu dipanggilkan mobil ambulans!"
Sekuriti itu sedikit kaget, ternyata orang yang sedang bersandar lemas itu Samy. Asisten pribadi nona Tsang. Ia menangkap gerakan mata Samy menyuruhnya segera pergi . Kemudian sekuriti itu paham Samy hanya berpura pura sakit.
"Iya pak, kayaknya dia kena serangan jantung ringan!" Sigi sambil mengipasi Samy menggunakan tangannya.
"Eehh, tidak perlu nona... ! sepertinya sudah lebih baik." Samy mengurut dadanya dan mengambil nafas dalam dan mengeluarkannya pelan.
"Sekarang jauh lebih baik..."mencoba tersenyum.
"Tapi anda harus memeriksakan diri ke dokter. Jangan menganggap enteng meskipun hanya serangan jantung ringan" Sigi masih kawatir.
"Saya akan mendengarkan anda."
Mulai sekarang... lanjut Samy dalam hati.
"Kalau gitu saya lanjut mengurus orang orang yang merisak nona Tsang tadi." pamit sekuriti. Samy mengiyakan.
"Anda sangat terampil memberikan pertolongan pertama. Bolehkah saya menghubungi anda jika ada hal yang ingin saya tanyakan . Apa yang harus saya lakukan jika saya serangan jantung lagi."
Sigi mengibaskan tangannya merasa kemampuannya jauh dari kata terampil.
"Ahhh... Itu hanya pengetahuan dasar pertolongan pertama waktu latihan pramuka."
"Tapi anda luar biasa. Lihat anda berhasil menenangkan saya." Samy menunjukkan bahwa kini dirinya sangat sehat.
Sigi kembali tertawa hingga muncul lesung pipitnya. Melihat Samy baik baik saja perasaannya mulai lega .
"Baiklah hubungi saya kalau gitu. Kapanpun anda membutuhkan saya akan senang hati membantu." Menadahkan tangan, untuk mencatat nomer hpnya di ponsel Samy.
Sigi dan Samy terlibat percakapan ringan.
"Bagaimana kalau kita sambil minum teh. Saya harus berterima kasih karena pertolongan anda."
"Sepertinya aku harus menolak. Bagaimana kalau lain kali. Sekarang aku harus pamit mencari seseorang!" Sigi menyesal harus menolaknya.
"Kalau gitu saya akan menghubungi anda... "
"Baiklah , sampai jumpa!" Sigi mundur sambil melambaikan tangan. Samy tersenyum melepas kepergian Sigi.
" Hou ho 'oi... (sangat imut/lucu/cute...)." gumam Samy lirih.
Ponselnya berdering. Aubery menghubunginya. Samy buru buru mengangkat.
"Nona, anda baik baik saja ? apa wartawan masih mengejar anda ? anda sekarang dimana?" tanya Samy sekaligus.
***
.
.
.
Shendi menggandeng tangan Aubery pergi meninggalkan lantai 10. Diikuti tatapan mata para pengunjung mall dan jepretan para wartawan. Pasangan serasi itu tak ambil pusing. Aubery yang terkenal dingin pada wartawan dan Shendiaga yang selalu tertutup.
Aubery tidak bisa menahan lagi. Nona besar memelankan langkahnya hingga Shendi menoleh ke arahnya heran.
__ADS_1
"Ada apa??" Shendi gelisah , jangan jangan Aubery keberatan dengan klarifikasinya. Atau Aubery mau mengelak tentang status pertunangan yang mendadak.
"Kamu melupakan sesuatu..." jawab Aubery singkat. Shendi mengingat ingat. Sepertinya semua sudah diungkapkan tadi. Tak terkecuali dirinya yang menyamar menjadi cleaning service.
"Bukankah setelah pengumuman pertunangan , biasanya laki laki akan mencium si perempuan?" Shendi terhenyak mendengar ucapan Aubery. Antara lega dan tidak percaya. Mana mungkin ia mencium Aubery didepan umum.
"Aku tidak keberatan menciummu. Tapi Tiara apa kamu mau jadi tontonan orang... Mereka masih melihat kita??" Shendi setengah berbisik.
"Lalu apa kamu tidak keberatan jika mereka mengira... kita hanya setingan?"
Shendi kembali terhenyak, ia tidak pernah berpikir akan sampai kesitu. Shendi lupa , dunia yang selalu dia jauhi memang sangatlah kejam. Dan baru saja dia memijakkan kaki didunia itu. Mulai hari ini mungkin segala sesuatu tentang hubungannya dengan Aubery akan menjadi bahan untuk dibahas publik .
Terlanjur basah, ya sudah mandi sekalian...
(nggak pakai nada ya 🤣)
Mereka berbelok menuruni eskalator. Shendi turun satu tangga dibawah Aubery. Tinggi mereka kini hampir sejajar dan posisi mereka berhadapan. Aubery menunggu, apakah Shendi benar benar akan menciumnya.
Shendi mulai mendekatkan bibirnya ke pipi Aubery. Dan...
Cup!!
Satu kecupan di bibir. Karena Aubery sengaja bergeser tepat ketika bibir Shendi hampir menyentuh pipinya. Mata Aubery terpejam dan mata Shendi membulat karena salah sasaran.
Tiara!!!
Shendi yang aslinya seorang pemalu. Berciuman bibir di depan umum. Bagaimana perasaannya. Oh my God !! Entah hijau entah ungu wajah Shendi bersemu.
Pekikan histeris orang orang yang melihat kemesraan mereka. Wartawan yang masih dengan kamera on di lantai atas tidak mau melewatkan. Jepret dan jepret mengambil foto mereka yang menjadi pusat perhatian.
"Tiara, kau ini !!" Shendi berusaha menguasai diri . Dengan gemas mengusap rambut Aubery lalu lembut mencium kening gadis itu.
Shendi menggandeng tangan Aubery setelah turun dari eskalator. Yes !! Aubery tak dapat menutupi kebahagiaannya. Tersenyum malu mengikuti kemana Shendi akan membawanya pergi.
***
.
.
.
"Tuan muda Wiradana, tolong bebaskan kami. Kami tahu anda adalah orang baik..." pemuda itu mengiba . Di ikuti 14 orang lainnya. Tentu saja mereka tahu siapa Shendi . Hasil nguping dari para sekuriti yang bergosip sebelum Shendi datang ke ruang keamanan.
Mereka inikah pengunjung mall yang sudah Shendi hafal melakukan perundungan terhadap Aubery. Ia yakin jumlahnya lebih dari ini. Tapi ya sudah , 15 orang cukup untuk dijadikan saksi.
"Siapa bilang, aku ini orangnya pendendam lo..." Shendi tenang menjawab mereka.
"Kalian melempari calon istriku dengan sampah , kamu pikir aku akan begitu saja melepaskan kalian??"
"Tapi saya hanya disuruh Tuan... saya cuma cari uang untuk bertahan hidup."
"Oh... jadi kalau aku kasih uang, lalu aku suruh kalian makan kotoran. Apa kalian juga bersedia... ?!" Shendi sarkas menatap mereka.
"Maafkan kami tuan muda, maafkan kami... " mereka terus bersujud.
Shendi menghela nafas panjang. "Baiklah , asal kalian mau mengatakan siapa yang membayar kalian. Maka kalian bebas hari ini juga."
Mereka saling pandang. Bingung apa yang harus mereka katakan. Shendi mengangkat bahu. Menyerah karena mereka tidak bisa diajak kerja sama. "Lupakan !!"
"Pak, awasi mereka . Aku panggil polisi sekarang. Mereka akan mendapat hukuman setimpal telah melakukan fitnah dan perundungan terhadap tunanganku" ucap Shendi kepada sekuriti yang ada disitu.
"Baik tuan muda..."
Shendi lalu mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya. 15 orang itu panik , tak menduga jika urusannya akan sampai ke pihak berwajib.
"Tuan muda !! kami benar benar tidak mengenalnya. Hari ini saya janjian bertemu disini untuk menerima uang. Setelah itu saya tinggal melakukan tugas darinya." ucap salah satu yang dibenarkan oleh rekannya.
"Tapi saya masih ingat wajahnya. Dia sangat tampan dan berpenampilan seperti seorang tuan muda." kali ini juga dibenarkan oleh yang lainnya.
Shendi tersenyum lalu dibukanya ponselnya dan mencari foto seseorang dari akun media sosial.
"Apa dia??" Shendi menunjukkan dari dekat foto itu pada mereka. Mereka tampak terkejut lalu mengangguk pasti.
"Benar tuan, dia orangnya..."
__ADS_1
Shendi tersenyum lega. Sudah dapat diduga siapa dibalik aksi perundungan terhadap Aubery. Hanya mengandalkan kekuatan uang dan kekayaannya. Siapa lagi kalau bukan Riki.
Tok! Tok!
Samy memasuki ruangan.
"Ah... Sam kebetulan kamu datang. Mereka akan menjadi saksi kebusukan Riki." ucap Shendi begitu melihat wajah Samy.
Samy memandang satu persatu wajah mereka. Kalau tidak salah mereka tadi yang melempari nona dengan sampah dan melontarkan hujatan.
"Jangan biarkan mereka lepas. Karena aku masih punya saksi , mereka yang melakukan sabotase terhadap M&M-ku" Shendi berdiri lalu duduk dikursi yang ada diruangan itu.
"Jika masih belum mengaku. Periksa rekaman CCTV , cari di lantai mana mereka janjian bertemu". Shendi dengan penuh ambisi menjebloskan Riki ke dalam penjara. Sudah cukup membuat sulit hidupnya dan Aubery.
"Tuan muda, anda sudah berjanji akan melepaskan kami... " mereka ketakutan. Shendi tak menghiraukan rengekan mereka.
Tak lama polisi datang. Samy menjelaskan kronologi tentang kejadian hari ini. Dan polisi menginterogasi 15 orang itu. Dengan ditambah saksi dari mereka yang dibayar untuk sabotase M&M .Polisi pasti tidak tinggal diam. Mereka akan segera memanggil Riki untuk diperiksa. Semuanya diperiksa , tak terkecuali.
***
"Mas, terima kasih telah menyelamatkan nona. Tadi anda keren sekali... " ucap Samy sambil keluar dari ruang keamanan.
"Keren??!, kamu tahu aku tadi gugup sekali. " Shendi melepas jaketnya merasa kegerahan. Samy tidak tahu bagaimana gugupnya dia .Mengumpulkan keberanian maju ke tengah tengah lautan manusia. Jika saja Aubery tidak ditindas didepan matanya. Mungkin dirinya masih mempertahankan predikat pecundang.
"Oh ya dimana Nonamu?"
"Bukannya tadi sama anda??" Samy bengong. Begitu juga Shendi.
"Tadi dia pamit keluar untuk menghubungimu..."
"Nona memang menghubungiku , menyuruhku untuk datang ke lantai 5 , ruang keamanan." Samy mulai panik , segera dihubunginya nomor Aubery. Sesaat kemudian menggeleng.
"Tidak aktif mas??!"
Shendi geram. Apalagi ini...
"Shendi !!" Sigi muncul dari arah depan.
"Aku mencari cari dimana ruang keamanan. Ternyata disini." nafasnya turun naik. Pandangannya kepada Shendi dan Samy yang tampak bingung.
Dia... ?
"Kenapa anda disini?" Sigi menunjuk Samy.
"Dan sepertinya kalian tidak baik baik saja??"
"Kalian kenal ya. Baguslah... Sam tolong antar Sigi pulang ya... ?!" Shendi memohon pada Samy. Lalu menoleh pada Sigi.
"Sig... maafkan aku. Aku harus mencari Tiara. Dia menghilang... " ucapnya pelan sambil memegang lengan Sigi. Sigi pasti marah karena dia tinggal terus.
"Ga papa... kejarlah sebelum dia jauh ...!" Sigi mencoba tersenyum. Shendi mengangguk dan berterima kasih , lalu berbalik meninggalkan Sigi dan Samy.
"Shen !!" Sigi berteriak. Lalu melempar kunci Jeep begitu Shendi menoleh.
***
.
.
.
.
.
.Bersambung🚙💨
.
.
👋Sampai jumpa di episode selanjutnya.
🙏Terima kasih atas Like , vote , favorite , komentar dan vote. Sangat berarti untuk Author.
__ADS_1
😍I love you❤️❤️❤️❤️