Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Gaun Malam #2


__ADS_3

Ibu, apa kamu tahu seberapa besar bahagianya aku ketika kamu hadir di kehidupan kami...


jangan pernah pergi,


aku tidak ingin kehilangan Ibu lagi...


Yashinta.


flashback on


Tiara mengamati sebuah gaun tidur yang dipegangnya. Ia menemukannya didalam paper bag diantara pakaian dalam.


"bukankah ini gaun yang dipasang di patung manekin itu?? Tiara heran , ia memang menyukainya tapi merasa tidak pernah membelinya.


"Apa aku diam diam punya kekuatan memindai??" Gumam Tiara.


Mencoba kembali mengingat kemarin ketika asik mengagumi gaun ini. Yas menariknya keluar toko dan Ia lupa tentang gaun ini setelah memasuki toko lain.


"Ah, Yas". Tiara baru paham apa yang baru saja diucapkan Yas.


"jadi ini hadiahnya?? aaa.... putriku so sweet" Tiara memeluk gaun itu sambil sesekali menciuminya.


Tiara melepas pakaiannya lalu mencoba gaun itu. Gaun malam warna tosca yang sedikit kepanjangan.


Tiara mengamati dirinya dicermin. Ia mengagumi dirinya sendiri , dengan balutan gaun itu Ia terlihat lebih anggun dan ehem ( menggairahkan... ). Seperti ada kekuatan magic yang tertanam dalam tiap helai benang sutera itu. Tiara terus mematut dirinya dicermin . Berputar ke kiri lalu kembali kekanan.


Karena terlalu percaya diri dan kurang hati hati . Ujung gaun yang kepanjangan itu terinjak oleh kakinya. Langkahnya menjadi tertahan hingga membuatnya jatuh berdebum. Tangannya menyenggol meja yang ada disampingnya. Gelas berisi susu yang ada diatas mejapun jatuh terguling menumpahkan isinya.


"Ooowh shit."


Tiara mengumpat pelan karena kecerobohannya. gaunnya jadi basah terkena tumpahan susu .


Dengan tergesa gesa Tiara segera pergi ke kamar mandi untuk membilas bagian gaunnya yang terkena susu.


Tiara membilas gaun itu. pada bagian yang terkena susu tanpa harus melepas . Setelah bersih tanpa aroma susu , Tiara bermaksud mengeringkan dengan hair dryer .


Tapi ditempat biasa menyimpan hair dryer, Tiara tidak menemukan apa yang dicarinya.


"Huh, pasti Aga membawa kekamar, kebiasaan kalau mandi malam malam, apa tidak takut kena penyakit reumatik?" Tiara berjalan menuju kamar Shendi sambil mengomel .


Sampai didepan pintu kamar sayup sayup Tiara mendengar Shendi sedang mengobrol ditelfon.


Dia lagi telfon dengan siapa?? Merasa curiga apa yang dibahas malam malam begini.


Pelan pelan Tiara membuka pintu kamar. Mencuri dengar apa yang sedang dibicarakan. Ketika pintu sudah sedikit terbuka. Ia mendapati Shendi sedang berdiri dijendela dengan posisi membelakanginya.


Rambutnya masih basah dan hanya mengenakan celana kolor panjang . Tiara terpesona dengan punggung Shendi yang bersih. Walaupun ini bukan pertama kali melihat Shendi bertelanjang dada. Tanpa sadar kakinya melangkah pelan , mengangkat sedikit gaunnya agar tidak terulang kejadian serupa menginjak ujung gaun.


Jarak mereka semakin dekat. Shendi fokus mendengarkan suara ditelfon hingga tidak menyadari kehadiran Tiara, juga tidak terdengar sedikitpun suara langkah kaki.


"Aku belum siap paman...." Shendi menjawab lawan bicaranya di telfon.


paman... ? Tiara bertanya dalam hati.


Pandangan Tiara tidak lepas menatap punggung Shendi .Entah kenapa perasaannya ingin sekali memeluk dan bermanja dipunggung itu. Jantungnya berdegup tak menentu, Tiara ingin segera meredamnya dalam punggung Shendi.


Pelan tangannya merambat memeluk Shendi dari belakang.

__ADS_1


"Sayang ngobrol dengan siapa malam malam" Gumam Tiara lirih, pipinya menempel pada kulit punggung Shendi. Seperti kucing yang bermanja pada pemiliknya. Tiara terus mengusap dan menghirup aroma khas Shendi yang bercampur Sabun mandi.


Flashback off


"Sayang aku lagi dapat..." Suara lirih Tiara menyadarkan Shendi.


Mata Shendi membelalak, menyadari tubuhnya setengah menindih tubuh Tiara. Bibirnya menempel disekitar tatoo A.T. Matanya mengerjap beberapa kali ketika didepan matanya terlihat leher jenjang Tiara dengan beberapa tanda merah disana.


apa yang sudah aku lakukan...


Tiara menatapnya sendu dan Nafasnya terdengar berat. Tangan Tiara menahan tangan kiri Shendi.


Shendi tidak tahu sejak kapan tangan kirinya berada dipaha Tiara. Bahkan gaun sial ini telah tersingkap hingga terlihat dengan jelas paha mulus Tiara.


Apa yang kulakukan ... apa yang kulakukan...


Shendi segera bangkit dari ranjang dan Berdiri membelakangi Tiara.


"maaf Tiara, Maafkan aku... " Mengusap wajahnya dengan kasar.


Shendi , apa bedanya dirimu dengan bajingan diluar sana,


memanfaatkan gadis amnesia sebagai pelampiasanmu.


_ Shendi memejamkan matanya, menyadari kelemahannya. Kenapa dia bisa kehilangan kesadaran . Shendi menampar dirinya sendiri.


Dia bukan istrimu yang bebas kamu sentuh kapan saja.


Tiara ikut bangkit dari ranjang. Setelah merapikan pakaian dan rambutnya, ia berjalan melewati Shendi menuju meja komputer. Dimana hair dryer tergeletak disamping disebelah komputer.


Dengan santai Tiara mulai mengeringkan gaunnya tanpa mempedulikan Shendi yang salah tingkah.


Suara berisik dari hair dryer.


Shendi mengumpat dalam hati , kenapa Tiara bisa bersikap santai seolah tidak terjadi apa apa. Sedangkan dirinya, hanya untuk berbalik menghadap kembali pada Tiara ia tidak memiliki keberanian.


"a , aku kekamar mandi dulu " ucap Shendi gugup.


"emh"


Jawab Tiara sambil terus dengan aktifitasnya. Sikap Tiara yang masa bodoh membuat Shendi semakin serba salah.


*emh?


apa maksudnya emh*?...


Shendi berjalan cepat keluar kamar menuju kamar mandi . lalu menutup pintu dengan kasar. Tak lama terdengar suara Shower dinyalakan dengan kencang. Sepertinya Shendi mandi untuk yang kedua kalinya.


Sementara dikamar. Setelah terdengar suara pintu kamar ditutup. Tiara mematikan hair dryer. Mengelus dadanya.


"Jantungku kenapa sih...."


Tiara selalu berusaha menguasai dirinya. Menganggap kegiatan ini sudah biasa dilakukan oleh dirinya dan Shendi. Tetapi selalu gagal. Tiara tak dapat mengontrol detak jantungnya , terutama setiap berdekatan dengan suaminya.


***


Dua hari berlalu...

__ADS_1


Sejak kejadian malam itu sikap Shendi berubah terhadap Tiara. Ia berusaha membatasi diri untuk dekat dengan Tiara , menghindari jangan sampai mereka hanya berdua saja.


Malam itu Tiara memaksa untuk tidur dikamar utama menemani Shendi. Ia tidak peduli ketika Shendi keberatan ,dengan alasan apapun. Akhirnya malam itu Tiara dan Shendi tidur dalam satu ranjang. Tidak terjadi apa apa karena keduanya diam tanpa sepatah kata terucap.


Paginya ketika Tiara bangun. Ia mendapati Shendi kedinginan tidur diujung ranjang dengan mata bengkak kemerah merahan. Ada kantung disekitar mata Shendi. Seperti tidak tidur semalaman.


Tiara menyadari perubahan sikap Shendi dua hari ini. Apa yang salah dengan dirinya. Apa datang bulan adalah sebuah kesalahan. Hingga Shendi menghindarinya.


Memang salahmu Tiara, seharusnya kamu tidak datang kekamar Shendi dengan gaun yang menggoda , apalagi kamu sedang datang bulan.


Tiara seperti PHP pada Shendi . Ketika hasrat Shendi menggelora dengan semangat tinggi mencumbuinya tiba tiba harus terhempas ke bawah karena mendengar kalimatnya.


Lama lama Tiara merasa sebal dengan sikap Shendi yang mendiamkannya, sangat kekanak kanakan. Setiap ditanya sesuatu Shendi hanya menjawab emh dan emh .


"Emh! apa emh !! Itu kebiasaanku bukan kebiasaanmu!!" Tiara jengkel melihat kearah Sendi yang berada jauh jaraknya dengan dirinya . menggerutu sambil mengibaskan baju dengan kasar lalu menggantungnya dijemuran. Shendi tidak mendengar ,melihat kearahnya pun tidak , ia sibuk dengan tanaman sayurnya.


"Baiklah , tidak seharusnya aku datang bulan. aku yang salah telah datang bulan, wanita jangan lagi datang bulan!!" setengah berteriak sambil menendang ember kosong disampingnya. Shendi menoleh sebentar lalu kembali dengan kegiatannya.


"ch... " Tiara semakin jengkel, lalu masuk kedalam rumah.


Shendi yang berada dikebun sedang memetik sayur untuk konsumsi sendiri. Sesekali mencuri pandang kearah Tiara . Senyum senyum sendiri melihat Tiara beraktifitas sambil mengomel lirih kearahnya. Tawa kecil terlihat dibibir Shendi ketika Tiara menendang ember cucian. Tiara sedang kesal dengan sikap cueknya.


"Semalaman menyiksa mataku dengan pemandangan seperti itu. kau pantas menerimanya.... " Shendi teringat ketika malam itu. Sedetikpun matanya tidak bisa terpejam. Ia sudah berusaha keras memejamkan mata . Namun sia sia.


Bagaimana dengan Tiara, Shendi tidak menyangka bahwa Tiaralah yang tidurnya seperti baling baling bambu. berputar , berbalik , Terlentang , tengkurap ,menunggung , meringkuk dan apalah yang bisa anda sebutkan posisi tidur yang paling wuenak.


Dengan gaun malamnya yang menggoda membuat mata Shendi khilaf . Berkali kali Shendi menyelimuti Tiara. berkali kali pula Tiara selalu menendang selimut itu kembali. Dan berkali kali pula Shendi menjadi korban Tiara. Kaki Tiara dikepalanya. kadang diperutnnya. Belum lagi selimut satu satunya didekap Oleh Tiara seperti guling. Hingga Shendi kedinginan sepanjang malam .


***


.


.


.


.


.


.


.


. bersambung😍


.


.


.


.


.


.😘Jangan lupa tinggalkan like setelah membuka episode ini.

__ADS_1


.😘Sampai jumpa di ep berikutnya.


.😘 Sayang kalian semua❤️❤️❤️😍❤️❤️❤️


__ADS_2