Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Bukan Buaya


__ADS_3

Andaikan Jeep itu tidak kedap suara. Pengendara lain pasti sudah menganggapnya gila. Shendi tertawa terbahak bahak karena berhasil mengerjai asisten Samy. Biarkan saja dia terus dengan salah paham . Shendi terus memacu siganteng menuju rumah dipuncak bukit Y.


Di balkon lantai 3 kamar Aubery. Samy ingin menelan hpnya bulat bulat. Tuan muda Wiradana ini benar benar menjengkelkan. Bagaimana nona bisa tergila gila padanya. Untung ganteng , kalau tidak dia tidak akan pernah setuju nona berpacaran dengannya, Samy mendengus kesal lalu masuk kembali ke kamar.


"Kasihan sekali kamu nona... " ditatapnya Aubery yang mulai bersin bersin. Setelah menghubungi dokter keluarga , Samy berniat menghubungi Anthony.


" Ya. Aku harus melapor pada Tuan Besar. Riki kali ini sangat keterlaluan. Bagaimana bisa memberi obat perangsang pada nona. Apa rencananya !! Nona sudah menolak berpuluh puluh kali"


"Menolak berpuluh puluh kali??" Samy menggumam. Mungkinkah Riki dendam karena nona selalu menolak dengan berbagai cara.


Ditempat lain. Riki ngamuk dikediamannya , melihat Luka lebam di sebagian wajah dan tubuhnya. Apalagi dia tidak tahu siapa pelakunya. Mustahil cctv sekelas The Win bisa mati secara kebetulan.


Semalam ia ngotot ingin melihat cctv bagian koridor lantai 3 dan area parkir. Siapa yang telah berani menghajarnya di ruang gelap. Tapi sayangnya petugas mengatakan sedang ada perbaikan oleh petugas teknisi. Jadi terpaksa tidak ada cctv malam itu.


"Aku suruh Ayah menutup The Win saja!! buat apa club house mewah tapi pengamanan lemah!!" Riki lalu bergegas ingin menemui ayahnya. Mungkin belum berangkat ke gedung walikota .


Tangannya belum menyentuh engsel pintu, namu tiba tiba pintu itu sudah terbuka. Masuklah bapak walikota dengan wajah yang penuh amarah.


"Kenapa dengan wajahmu??" tanya ayah Riki dengan nada tinggi. Riki meraba wajahnya.


"Ini Yah, semalam ada seseorang yang memukuliku di The Win. Aku tidak tahu siapa itu. Tiba tiba menarikku ke room gelap dan memukulku secara membabi buta." Riki dengan penuh dramanya. Ayahnya menahan marah.


"Ayah harus segera menutup The Win. Bagaimana Club house itu tidak ada cctv." imbuh Riki.


"Tutup katamu??"


Tiba tiba Ayah Riki mendekat dan bersiap dengan tinjunya. Tanpa perlu pertimbangan segera menghadiahkan tinju itu untuk putranya.


"Kamu pikir ayahmu punya nyawa berapa mampu menutup The Win?" tinju ke dua mendarat. Riki terkejut bukan main , ayahnya tiba tiba mengamuk seperti ini.


"Dan sudah berapa kali ayah bilang menyerah lah , kenapa masih mengejar Aubery Tsang dan berani menyentuhnya?" Walikota sangat murka, apa selama ini terlalu memanjakan putranya hingga sampai seperti ini.


Menyinggung Anthony sama saja mengundurkan diri dari jabatannya sebagai walikota. Tanpa dukungan Anthony mana mungkin ia bisa menduduki jabatan ini.


"Apa yang sudah kamu lakukan pada Aubery tadi malam??" tanya pak walikota geram.


"Ayah... aku... " Riki gugup. Secepat ini Ayahnya mengetahui. Ayahnya sudah kehilangan kesabaran. Ia kembali menghajar putranya dengan tangan kosong. Riki meringis kesakitan karena pukulan ayahnya beberapa kali mengenai bekas luka semalam.


"Ayah melarangmu keluar rumah sebelum kamu menyadari letak kesalahanmu !! Masa depanmu tergantung bagaimana sikapmu kedepannya."


Riki tersungkur. Apa dirinya kelewatan sampai ayahnya semarah itu.


Flashback on


"Jangan pergi... " desah Aubery.


Wajah mereka berhadapan. Shendi menelan ludah sambil menatap bibir Aubery yang basah.


Apa yang harus aku lakukan,...


pada dasarnya seksual manusia adalah realitas dan panggilan alamiah untuk berkembang biak.

__ADS_1


Shendi pria normal yang juga punya nafsu. Mendapat godaan yang terus menerus dan bertubi tubi. Iman Shendi mulai goyah. Melihat wajah Aubery yang sangat menginginkan seolah memohon jangan pergi membuatnya menyerah.


Seluas apapun kamar ini. Aubery tetap bisa menangkapnya. Berlahan menunduk dan mengecup lembut bibir Aubery.


"Aku gak akan pergi... " bisiknya kemudian.


Diusapnya lembut rambut Aubery berlahan jari jarinya menyusup diantara celah rambut yang berwarna merah bata.


Sesaat mereka saling bertatapan. Lalu kembali pandangan tertuju pada bibir yang merekah didepan mata . Keduanya saling mendekat hingga bibir mereka kembali menyatu. Hasrat tertahan membuat tangan itu tanpa sadar menekan . Maka habislah bibir mungil Aubery dalam hisapan. Kini Aubery tak lagi mendominasi. Karena Shendi sudah mengimbangi.


Tangan Aubery yang semula diantara wajah Shendi. Pelan turun menanggalkan jaket Coat yang dipakai Shendi. Jaket itupun tercampakkan dilantai. Aubery pun seolah tak mau kalah , disamping Shendi adalah pria pilihannya, juga karena pengaruh obat yang merasuk ke aliran darah yang mengalir keseluruh tubuh.


Tangan Shendi mulai turun mengusap pinggang Aubery. Selangkah demi selangkah kakinya melangkah maju . Tanpa melepas dalam menyesapi manisnya bibir Aubery. Shendi terus mengimbangi liarnya ciuman Aubery. Mereka larut dalam naluri masing masing.


Hingga tanpa sadar mereka berdua sudah sampai ditepi ranjang. Aubery menjatuhkan tubuhnya membawa serta Shendi. Sesaat mereka saling mengungkapkan keinginan lewat tatapan.


Tanpa komando , Aubery membantu Shendi melepas kaos . Sepatu mereka pun terbang ke tiap sudut kamar.


Sesaat Aubery mengagumi dada Shendi yang bersih dan bidang. Meskipun tidak kekar kekar banget , cukuplah membuat Aubery menelan ludah.


Wajah dan tatapan sendu Aubery membuat hormon androgen Shendi kian terpacu, ia menunduk dan mulai menjelajahi area leher Aubery. Mencium dan menyesapi wangi tubuh gadisnya.


Aubery mendesah, merintih saat Shendi meninggalkan stempel kepemilikan. Tangan yang keras karena terbiasa berolah raga dan bekerja keras, mulai menyusup di balik kaos putih Aubery. Setan terus memberi tiupan tiupan dan bisikan yang menyesatkan . Lanjutkan... Habiskan...


Jantung berpaju tak berirama lagi .Nafas mereka seperti berlomba. Seiring hawa panas dan pakaian mereka yang menjadi pengganggu. Didorongnya tubuh Shendi hingga tubuh laki laki jangkung itu terlentang diatas ranjang yang lembut.


Shendi menyaksikan Aubery diatas tubuhnya . Terlihat sangat seksi saat melepas kaos putih dan celana pendeknya , menyisakan bra top yang menutupi dada . Shendi menelan ludah menyaksikan tubuh Aubery. Dengan tato dua huruf inisial itu seolah menambah kesempurnaan seorang gadis bernama Aubery.


Bersamaan dengan kaos dan celana pendek jatuh menyentuh lantai. Dua insan itu kembali melanjutkan kegiatannya.


Tidak Shendi, ini salah !!


Jika kamu mencintai Tiara.


Sudah seharusnya kamu menjaganya.


Jika kamu merusaknya,


lalu apa bedanya dirimu dengan Riki??


kamu bukan buaya.


Nafas Shendi tertahan, Aubery masih bergeliat diatas tubuhnya. Disela sela Aubery yang sedang cumbuinya liar. Shendi berusaha mencari dimana letak jam. Reaksi obat itu entah beberapa lama lagi. Bagaimana caranya menghabiskan jangka waktu yang tersisa untuk meredam hasrat Aubery. Ia juga harus terpaksa meredam gairahnya sendiri yang membara.


Shendi berpikir keras.


Dengan susah payah Shendi bangun hingga posisinya kini memangku Aubery. Mengerti maksud Shendi ingin merubah posisi. Aubery merangkul dan menyatukan kening mereka. Mengatur nafas sebelum melanjutkan ke tahap selanjutnya.


Ketika Shendi mengangkat tubuhnya ia tak menolak. Ketika Shendi membawanya ke kamar mandi ia diam.


Ketika Shendi tiba tiba menjatuhkan pelan tubuhnya ke dalam bathub yang penuh air , Aubery mengejang , ia gelagapan. matanya membelalak seolah bertanya kenapa. Tangannya mencengkeram erat pundak Shendi.

__ADS_1


"Maaf sayang , ini belum tiba waktunya. Kita akan lakukan ketika kamu benar benar dalam keadaan sadar " Shendi mengecup lembut kening Aubery .


"Aku mencintaimu... "


Shendi kembali menekan kepala gadis itu masuk ke dalam air dingin. Aubery meronta.


Sepuluh detik berlalu , memberi waktu Aubery untuk mengambil nafas . Aubery nampak tersengal karena tidak ada aba aba sebelumnya. Dan Shendi sudah mulai menekannya lagi ke dalam air.


Aubery lemas, menggigil dan kelelahan. Tubuhnya mati rasa. Ini pertama baginya berendam air dingin di pagi buta.


"Maaf... " melihat Aubery menderita hati Shendi terasa perih. Ia hampir tak dapat membendung air matanya.


"Riki akan membayar atas apa yang kamu alami sekarang Tiara... Aku bersumpah akan melemparnya ke penjara jika dirinya terbukti pernah mencelakaimu sebelumnya"


Shendi bangkit, merasa sudah cukup menekan pengaruh obat yang menjalar ke seluruh aliran darah ditubuh Aubery. Saatnya kini membersihkan tubuh Aubery dari aroma alkohol yang sudah bercampur aroma bercinta barusan.


Ini tidak sulit. Anggap saja memandikan Yas dan Ramanda. Tapi ini Aubery, Shendi kembali bimbang. Kawatir imannya kembali goyah melihat tubuh polos Tiara.


Shendi tidak kurang ide. Ia mencari sesuatu untuk menutupi matanya. Ketemu !!, tali piyama mandi milik Aubery yang tergantung di dinding.


Shendi segera menutup matanya kencang dengan tali piyama. Lalu mulai melepas kain yang tersisa ditubuh Aubery. Menggosok dan mencuci rambut gadis itu dengan indera peraba.


"Ini memang tidak sulit, Haha..." Shendi terus menggosok dengan spon mandi. Selesai memandikan, Shendi Membantu Aubery berdiri dan mengeringkan tubuh . Lalu membungkusnya dengan handuk kering berlapis lapis.


Shendi bernafas lega. Hal terberat sudah dilewatinya. Ia pun melepas tali yang menutup matanya. Menatap wajah gadisnya yang masih setengah sadar , dengan rambut yang basah sungguh membuat Shendi gemas. Image nona besar yang arogan menghilang entah kemana.


Hari sudah hampir pagi. Shendi harus segera mengeringkan rambut kekasihnya ,dan terakhir menggendong Aubery kembali ke ranjang dan menyelimutinya untuk mengembalikan ke suhu normal.


Flashback off


.


.


.


.


.Bersambung☠️


.


.


👍Aku sudah mengeluarkan semua kekuatan dan kemampuanku. Bagiku praktek itu lebih mudah daripada teori 🤒🤒🤕.


👎Bukan ahli 18+ jangan dibuli ( aku gampang nangis)


🙏Terima kasih yang udah Like, favorite , kasih hadiah n vote. Sangat berarti bagi author.


🤣yang belum jangan pelit 😆

__ADS_1


👋Sampai jumpa di episode 100. Untuk menguatkan cinta mereka, dengan terpaksa aku menghadirkan orang ke 3. Semoga mas Shendi kuat. dan...


💝 sayang semuanya💝


__ADS_2