Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Mobil Baru


__ADS_3

Hari senin yang penuh semangat.


Arif menepati janjinya. Pagi pagi sopir Arif sudah tiba dirumah Lingga. Satu koper besar sudah siap didepan rumah. Ditambah satu tas jinjing berisi oleh oleh.


"Nak, jaga diri dan jaga sikapmu. Jika sesuatu terjadi jangan lupa telpon ibu." Ibu Lingga memegang erat tangan putranya. Lingga merasa jengah, malu dengan ibunya yang masih menganggap dirinya seperti anak kecil.


" Ibu, sudahlah. Jangan terlalu kawatir ,lagipula dekat kok," Lingga menenangkan Ibunya. Arif mengatakan bahwa rumah Shendi masih disekitaran kota B. Namun lokasinya masih dirahasiakan.


Akhirnya ibunya melepaskan Lingga dengan berat hati. Ah.. seorang ibu memang seperti itu. Tumbuh sampai sebesar apapun , setinggi apapun anak anaknya. Tetaplah bayi kecil bagi mereka.


Mobil BMW dengan plat kota A segera meluncur menuju kota A. Kenapa ke kota A. Bukankah Arif bilang rumah Shendi berada di pinggiran kota B.


"Kamu harus ke kantor dulu untuk menanda tangani kontrak kerja. Apapun jabatanmu , kamu tetap karyawan perusahaan. Jadi tetap harus menggunakan kontrak kerja," sopir Arif menjawab keraguan Lingga.


Lingga manggut manggut. Iya lah, ia akan menjadi asisten orang nomer satu di WD. Masa gak pakai formalitas apa apa.


Setibanya di kantor WD. Lingga masih harus menunggu beberapa saat ,karena Arif masih tidak ditempat.


Setengah jam kemudian . Arif memasuki kantornya. Lingga berdiri lalu memberi salam . Tanpa basa basi lebih lama , Arif menyodorkan kontrak kerja yang sudah disiapkan.


"Setelah kamu menandatanganinya. Maka kamu sudah sah menjadi bagian dari keluarga kami. Menjadi tangan kanan Chief Executive WD jewellry."


Lingga menarik kertas itu lalu membacanya dengan teliti. Kontrak kerja selama 3 tahun, libur satu minggu satu kali. Artinya dia akan tinggal dirumah Shendi dan pulang kerumahnya sendiri seminggu sekali.


Tidak ada pasal pasal yang merugikannya. Syarat yang diberikan tidak ada yang membebani . Dan gaji yang ditulis juga sangat menggiurkan.


Seakan tak percaya dengan angka yang tertera. Tangan Lingga gemetar memegang pulpen. Pelan ia mulai menyematkan tanda tangan diatas namanya. Lingga Wahyu Syahputra.


"Mas Shendi sudah memilihmu. Aku yakin dia tidak salah orang. Bekerjalah dengan sepenuh hati. Jangan mengecewakannya." pesan Arif.


" Baiklah , kita langsung saja. Mas Shendi sudah menunggu kita di suatu tempat." ucap Arif sambil menyimpan kontrak kerja itu.


Kami langsung menuju tempat dimana katanya Shendi sudah menunggu. Tibalah kami disebuah showroom mobil terbesar dikota A. Showroom yang hanya menyediakan mobil berkelas dengan harga yang fantastis.


Tapi dimana mas Shendi ? Parkiran masih sepi. Hanya beberapa mobil perusahaan . Satu satunya mobil yang berbeda adalah mobil pick up berkarat yang sepertinya milik tukang pengangkut sampah.


"Kamu bisa pindahkan kopermu ke mobil pick up yang disana" Arif menunjuk simanis sambil celingukan mencari seseorang.


Apa maksudnya Lingga tidak paham. Didalam koper adalah baju baju terbaik yang dia miliki. Ia ragu untuk melaksanakan perintah Arif.


"Halo Mas kami sudah sampai , Anda ada dimana?" Arif terlihat menghubungi seseorang tang sepertinya adalah Shendi


Diam sesaat.


" Ok, pelan pelan jangan sampai tersedak..." Arif menutup hpnya. Dipandangnya Lingga yang masih ragu ragu memindahkan kopernya. Menggeleng sebentar lalu pandangannya beralih ke seberang jalan.


Ada sebuah warung kopi kecil bongkar pasang dipinggir jalan. Dengan hanya ditutupi kain terpal berwarna oranye. Shendi keluar dari warung itu sambil melambai kearah Arif dan Lingga.


"Biasakan matamu untuk melihat hal kecil seperti ini" pelan Arif berkata pada Lingga yang tampak melongo memandang ke arah Shendi.


Lingga tak menyangka Shendi akan berpakaian sesantai itu. Bukankah ini jam kantor. Shendi hanya memakai celana pendek selutut. Kaos jumbo size warna hitam dengan sepatu Adidas . Tas genggam iya selipkan di ketiak kiri. Tangan kirinya memegang gelas kopi. Dan tangan kanannya melambai memegang sesuatu yang sepertinya adalah ... , bakwan.


"Apa kalian tidak mau kesini untuk ngopi!" seru dari seberang. Arif menggeleng tidak mau.


Jadi ini maksud pak Arif. Shendi adalah pemilik perusahaan perhiasan paling terkemuka. Namun sederhana dan tidak gengsian. Dan dirinya harus bisa seperti Shendi.


Dirinya saja yang gajinya pas pasan dari yayasan minimal nongkrong di warteg kalau pas lagi kepepet belum gajian. Lah dia yang tajir melintir nggak gengsi makan di warung angkringan pinggir jalan.

__ADS_1


Shendi memberi isyarat bahwa bakwannya sangat enak. Kemarilah...


Arif menghindar dari pandangan Shendi. Menghela nafas panjang. Ia tak mengerti Shendi ini suka sekali sesuatu yang dipinggir jalan. Tidur dipinggir jalan. Makan pun di pinggir jalan.


" Kamu kesanalah , mulailah mengenal bagaimana kehidupan bossmu..."


Lingga menurut, lalu hati hati menyeberangi jalan yang lumayan ramai menuju warung itu.


Lingga mengikuti Shendi masuk ke warung. Kemudian duduk disebelahnya.


"Jangan sungkan, pesan apa yang ingin kamu pesan" ucap Shendi sambil memperlihatkan tutorial cara makan bakwan pada Lingga. Setelah menggigit bakwan ganti menggigit cabe hijau.


"Bakwannya masih panas ,sangat enak !" tambahnya dengan ekspresi tanpa canggung.


Lingga mengiyakan lalu meraih bakwan yang baru dihidangkan oleh penjualnya. Asap mengepul baunya gurih semerbak. Makanan rakyat itu memang benar benar menggoda.


"kopi satu bang!!" seru Lingga.


Shendi tersenyum kecil sambil melirik Lingga . Lalu melanjutkan acara mengunyahnya.


***


"Bagaimana dengan ini" Arif menunjuk ke sebuah mobil sedan BMW warna hitam. Shendi menggeleng , bibirnya mengerucut.


"Kalau ini, warna merah sangat cocok untuk anda yang memiliki jiwa pemberani!" ucap Arif dengan mengepalkan tangan. Lagi lagi Shendi menggeleng.


"Warna merah lebih cocok untuk wanita penggoda" gumam Shendi lirih.


"Apa?" tanya Arif memastikan.


"Tidak, hehe..." Shendi kemudian manyun. Kenapa Arif belum juga paham seleranya.


Awalnya Shendi menyerahkan semua kepada Arif . Tapi Shendi berubah pikiran. Ia juga harus ikut memilih sesuai seleranya. Kalau tidak , Arif pasti akan memilih yang wah dari yang paling wah.


Benar saja..Arif hanya membawanya ke deretan mobil mewah dan berkelas. Porche , Lamborghini , Bugatti , BMW.


"Mas, jangan bilang anda ingin mobil bekas" Arif mulai curiga. Dari sekian mobil yang dia tawarkan. Tidak ada satupun mobil yang menarik perhatian Shendi.


" Siapa yang bilang , Paman terlalu meremehkan seleraku " Shendi tersenyum sambil ngeloyor ke arah deretan mobil Jeep. Lingga mengikuti langkah majikan barunya. Ini adalah hari pertamanya bekerja . Dan tugas pertamanya adalah menemani Shendi membeli mobil.


Shendi berdecak kagum . Inilah mobil impiannya. Shendi memandang dengan takjub deretan mobil Jeep dengan segala merk. Ia menghampiri salah satu.


Jeep Wrangler Unlimited , meski dibalut kain kamuflase untuk menyamarkan detail sejumlah bagian namun bisa diidentifikasi cukup jelas. Mobil ini mulai beredar dipasaran tahun lalu . Namun sudah menjadi perbincangan cukup lama di dunia maya.


Shendi meneliti mulai bagian depan sampai kebelakang. Sampailah tangannya menyentuh pegangan pintu. Shendi mencoba kenyamanan duduk di kursi kemudi. Memegang erat kemudi. Dan dia tampak tersenyum puas.


"Aku mau yang ini!"


Lingga ikut mengangguk mantab. Mobil Jeep itu sangat cocok dengan bossnya. Dilihat dari style nya saja dapat dilihat , Shendi memiliki jiwa petualang. Ia semakin kagum dengan bos barunya.


Sepertinya Shendi memang seorang Borjue yang lain dari yang lain. Ia memiliki selera yang berbeda. Disaat para eksekutif muda bergaya mentereng dengan mobil dan barang barang mewah. Tidak dengan bos barunya ini. Baru beberapa jam bekerja. Shendi sudah memberi banyak kejutan untuknya.


Arif memanggil pegawai showroom untuk menjelaskan spesifikasi mobil itu. Kemudian dengan sabar pegawai showroom mulai menjelaskan.


"Ada 3 varian yang tersedia dari Wrangler Unlimited , Sport 4x4, Sahara 4x4 and Rubicon 4x4. Dan ini adalah jenis sport .Daftar fitur Wrangler Unlimited mencakup Power Door Locks, Anti Theft Device, Anti-Theft Alarm and Engine Immobilizer dalam hal keamanan bla bla dan bla ... ."


Dan ketika pegawai menyebut angka untuk harga mobil jeeb ini. Lingga sempat terpana. Ia tak menyangka ternyata harganya cukup fantastis.

__ADS_1


"Baiklah kalau Mas Shen suka ini. Jangan buang buang waktu. kita langsung lakukan pembayaran." ucap Arif sambil mengetuk mobil Jeep itu. Membuyarkan Shendi yang masih mengagumi mobil impiannya.



***


Setelah puas menjajal performa yang dimiliki kendaraan incarannya. Shendi tidak mau membuang banyak waktu.


Ia segera menyelesaikan masalah booking fee, dilanjutkan dengan mengisi data pribadi pada surat pemesanan kendaraan atau SPK pembayaran. Setelah semuanya beres , Shendi kembali menyimpan dokumennya dan juga buku ceknya ke dalam tas genggam.


Karena dibeli dengan tunai. Maka pegawai Showroom berjanji akan segera mengirimkan mobilnya tiga atau empat hari lagi.


"Apa rencanamu sekarang Mas?" tanya Arif penasaran. Shendi tiba tiba menuruti sarannya untuk membeli mobil. Dan meminta membuatkan kontrak kerja untuk Lingga sebagai asistennya . Ini kemajuan yang luar biasa.


Arif membayangkan Shendi akan rutin berangkat ke kantor mengurus sendiri perusahaannya. Dan dia bisa santai menikmati masa pensiun.


Shendi bangkit dari duduknya, begitu pula Arif. "Tentu saja kembali ke bukit Y mengurus kebun dan peternakan kecilku."


Arif membuang nafas kesal , kecewa. Bukan itu maksud dari pertanyaannya.


" Maksudku tentang rencanamu kedepan Mas. Apakah anda akan ke kantor dan menyerahkan urusan bukit Y pada Lingga?"


Arif tahu, Shendi tidak akan menutup peternakannya. Karena itu adalah hasil kerja kerasnya sendiri. Itu juga pencapaian pertama Shendi dalam mengelola sebuah usaha. Menjalankan sebuah peternakan juga butuh strategi dalam mengembangkannya. Kalau asal ya hanya capek memberi makan hewan tanpa mengukur untung dan ruginya.


" Tentu , tapi aku tidak akan setiap hari kesana. Membawa pekerjaan ke rumah seperti biasa. Akan tetap menjadi pilihanku. Berada di kantor selama 10 jam itu membosankan. " Shendi tersenyum nakal kearah Arif.


Arif membetulkan kaca matanya sambil menggelengkan kepalanya.


" Sama saja , tetap aku yang repot."


Shendi mendekat ke telinga Arif.


"Paman, ijinkan aku memperjuangkan cintaku" bisik Shendi . Arif pun langsung menoleh menatap Shendi tak mengerti.


Shendi yang ditatap mengangguk pelan. Apa maksud tuan Wiradana ini. Mengejar cinta ? Apa dia punya cinta ? haha !


" Apa maksudmu mas !"


Arif sudah curiga. Jangan jangan Shendi punya rencana gila lagi. Apa kali ini yang direncanakan. Menculik dan memaksa Aubery Tsang? Nona besar itu sudah sangat membencinya.


Ops! apa itu maksud Shendi memperjuangkan cintanya. Ia akan membuat Aubery kembali jadi bucinnya. Dengan cara apa , apa yang sedang direncanakan .


" Paman jangan berfikir terlalu keras. Aku akan menyelesaikannya sendiri. Aku berjanji tidak akan merepotkan paman kali ini. Dan... " Shendi menghentikan ucapannya. Ketika ada dua orang memasuki showroom . Jantungnya langsung berdetak kencang ketika tahu siapa yang baru datang.


Panjang umur , baru juga dibahas orangnya nongol.


***


.


.


.


.


.

__ADS_1


BersambungπŸš™πŸš™πŸš™


😘😘😘


__ADS_2