Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Menolak Pulang (+ visual Y&R )


__ADS_3

" ayo pulang dengan saya" Samy meraih tangan Aubery dan menariknya. Namun Aubery menahan tangan Samy , lalu pelan melepaskan tangan itu .


Samy berbalik menatap mata Aubery. Lalu berpindah menatap tangan hampanya. Seolah tak percaya.


Aubery menolaknya. Aubery menolak pulang kembali ke tempat dimana seharusnya dia berada. Menolak pulang dan memilih tetap tinggal di sini melakukan pekerjaan yang menurut Samy sangat tidak pantas dilakukan seorang Aubery. Seribu pertanyaan muncul dikepala Samy.


Shendi hanya memperhatikan dari jauh berdiri didekat pintu. Sikembar yang semula sembunyi di kamar utama. Berlari keluar memeluk Shendi.


"aku tidak mengerti apa yang anda katakan. apa anda bersekongkol dengan Suamiku dan ingin bermain main denganku??"


Aubery beralih menatap Shendi dan sikembar. Raut muka Tiara mulai berubah. Ia kembali menatap Samy yang masih berdiri tegang dihadapannya.


"Paman, jika aku memang benar Aubery. Tapi aku sudah tidak memiliki ingatan apapun tentang kehidupanku dulu. dan aku tidak ingin mengingatnya . aku sudah berkeluarga. Biarkan aku hidup bahagia bersama suami dan anak anakku" Ucap Tiara pelan.


Shendi terperanjat tak percaya. Ia bahkan sampai membetulkan posisi berdirinya. Aubery tetap memilih menjadi Tiara , sebagai istrinya dan ibu dari adik adiknya. daripada percaya dengan kata kata Samy yang bertahun tahun telah membesarkannya.


Mendengar penjelasan Aubery. Mulut Samy tanpa sadar menganga.


"Nona, bagaimana bisa dalam waktu kurang dari tiga minggu, anda sudah memiliki suami dan anak ". Samy menatap dalam dalam mata Aubery. mencari sebuah jawaban disana.


Namun dimata itu hanya ada sebuah ketulusan .


"Nona anda ini kenapa sih. tidak mengenali diri sendiri , tidak mengenali saya dan bahkan menelantarkan A.T !! Anda tidak tahu betapa bingungnya saya dan Tuan besar selama anda menghilang !! "


Samy berteriak teriak dihadapan Tiara. Ia tidak dapat lagi menahan emosinya. Ia beralih menatap Shendi yang masih tampak terkejut dengan ucapan Aubery tadi .


Aubery diam mematung. Ia mencerna setiap ucapan orang yang didepannya. Namun semua masih sama. Tidak ada kesan apapun melintas di ingatannya.


" Tolong jelaskan, ada apa ini ??" Samy meminta penjelasan.


Shendi maju beberapa langkah hingga jarak mereka hanya


tinggal beberapa langkah.


"Dia hilang ingatan!"


" aku menyelamatkannya dari tangan seorang kepala desa mesum. karena aku pernah bertemu dengannya sekali jadi aku membawanya pulang " Shendi pelan menjelaskan.


Samy merasakan tenaganya hilang seketika setelah mendengarnya.


"hilang ingatan"


"benar , mobil nona bahkan tidak berbentuk didasar jurang , " Samy menggumam bahkan Tiara dan Shendi tak mendengar.


"ini salahku. aku tidak mengenalnya. siapa dia dan dimana rumahnya.. aku mencoba mencari berita tentangnya tapi tidak berhasil, dan ... "


"dan anda mengambil kesempatan menjadikan dia istri sekaligus pembantumu!!" Samy geram.


"apa yang sudah anda lakukan pada nona !! apa anda tahu bahwa anda telah menimbulkan masalah yang sangat besar !!"


Samy kembali berteriak , tangannya mengepal siap meninju Shendi.


"cukup!" Aubery menutup kedua telinganya. Samy menghenti. Mengurungkan niatnya memberi satu tonjokan untuk Shendi. Pelan menoleh kearah Aubery.


"nona, kita pulang sekarang. Tuan besar sebdntar lagi pulang dari Hongkong, setelah itu kita sama sama cari dokter terbaik untuk mengobati amnesiamu"


"pulang ! pulang ! pulang !" Aubery kini yang berteriak. Ia mulai menahan tangisnya.


" Ini rumahku , aku harus pulang kemana lagi ! , Tidak ada tempat yang aku ingat selain tempat ini !"


Akhirnya air mata Aubery menetes dari pelupuk matanya. Mengusapnya dengan kasar lalu berlari menaiki anak tangga dan masuk kekamarnya . Meninggalkan Samy yang berdiri terpaku dengan reaksi Tiara.

__ADS_1


"Tidak ada kenangan tentang masa lalunya, biarkan dia sendiri dulu. dia butuh ketenangan untuk menerima kenyataan siapa sebenarnya dia" Ucap Shendi.


Samy menoleh kearah Shendi. Sorot matanya penuh amarah. Menghampiri Shendi lalu mencekik leher Shendi. Sikembar panik dan berusaha melepaskan kakaknya dari cengkeraman Samy.


" lepaskan kakakku. dia tidak bersalah...!!" Yas menarik lengan Samy.


"apa yang sudah anda lakukan padanya?" Samy tidak mempedulikan sikembar. Emosinya meledak ledak dan Shendi hanya pasrah.


Shendi tetap diam menahan lehernya tercekik . Ini memang kesalahannya. Dia pantas menerimanya.


Samy tersadar ketika wajah Shendi mulai terlihat kesulitan bernafas. Ia melepaskan cengkeramannya. Shendi terbatuk batuk begitu tangan itu lepas dari lehernya.


Dia benar benar ingin membunuhku....



***


Puncak bukit Y sudah sangat gelap. Pemandangan kota dengan jutaan lampu terlihat indah dilihat dari puncak. Tiara masih belum keluar dari kamar. Yas dan Ramanda tidak berani mengusik ibu palsu mereka. Apalagi setelah mendengar perdebatan orang dewasa tadi.


Tiara ternyata adalah Aubery Tsang. Meskipun sikembar tidak tahu siapa Aubery Tsang. Mereka hanya tahu. Bahwa Aubery Tsang bukanlah orang biasa. Paman diluar sana seperti mafia di tv yang memakai jas hitam.


Samy berdiri teras, memandang jauh ke kota dibawah sana. Pikirannya kemana mana. Dua minggu ini , kesulitan apa yang sudah dilalui Nona mudanya ditempat terpencil seperti ini. Jauh dari kota , jauh dari kemewahan.


Kenapa Nona begitu sembarangan hanya memakai kaos dan celana pendek. Bahkan rambutnya hanya disisir asal asalan. Itu sungguh bukan seperti nona mudanya. Meskipun didalam rumah, Aubery selalu menjaga penampilannya. Tangan Samy terkepal.


Benarkah orang yang hilang ingatan benar benar seperti terlahir kembali menjadi orang yang berbeda.


Samy kembali teringat ketika Nona mudanya tadi tersenyum sopan saat pertama menyapanya.


Bagaimana perasaan seseorang ketika bangun lalu tiba tiba tidak ingat apa apa. lalu harus menjalani kehidupan yang belum pernah dia lalui. Apalagi menjadi istri seseorang.


Istri orang ?? Mata Samy membulat.


Samy berbalik menghampiri Shendi yang duduk dikursi teras.


"apa saja yang sudah kamu lakukan pada nona , apa anda mengambil kesempatan ketika bermain rumah rumahan?"


mengambil kesempatan??


apa ketika tragedi gaun malam waktu itu juga termasuk mengambil kesempatan ?


Shendi diam, sikap ini membuat Samy geram. Ia menarik kerah Shendi dengan kasar.


" Bang**t kau!!"


Akhirnya Samy mendaratkan tinjunya kepipi Shendi. Sebuah serangan yang tiba tiba membuat Shendi tersungkur ke lantai. Mengenai kursi yang tadi didudukinya. Tetesan darah tampak keluar dari sudut bibir Shendi.


Shendi meringis kesakitan sambil menyeka darah yang keluar.


"Apa kau tahu betapa berharganya Nona bagi kami. Dia adalah perhiasan yang kami jaga dengan nyawa kami sendiri" Samy tampak syok.


"bahkan kami tidak akan membiarkan kulit nona tergores sedikit saja !"


"dan anda dengan seenaknya membohongi nona dan merampas kehormatannya!!"


Shendi memahami kemurkaan Samy. Itu ibarat Samy yang menanam dan Shendi yang memanen.


Tidak, bukan seperti itu. Malam itu aku memang sedikit melewati batas. Tapi tidak terjadi apa apa. Aku masih menghargai Tiara. Tidak mungkin aku tega merampas kehormatannya ...


Namun sayangnya mulut Shendi susah untuk mengungkapkanya. Amarah Samy begitu besar hingga tak mudah untuk menyelanya. Samy terus memojokkannya dan Shendi hanya bisa meringis merasakan nyeri di wajah.

__ADS_1


Hp Samy berdering. Ia merogoh saku jasnya dan melihat siapa nama dilayar hpnya.


Matanya membulat ketika ia tau siapa yang menghubunginya. Pelan ia mendekatkan hpnya ditelinga.


"Sam ! kau keluyuran kemana ! " Suara Anthony memekikkan telinga Samy.


Ya Tuhan aku lupa. Sekarang sudah jam delapan malam. Tuan sudah sampai dirumah.


"Tuan besar" Samy menyapa.


"Saya telah menemukan Nona"


Diam untuk beberapa saat.


"nona baik baik saja. tapi ... " Matanya memandang Shendi yang masih diam didepannya.


"nona mengalami kecelakaan dan hilang ingatan. bahkan ... dia tidak mengenali saya"


***


*selingan*


.


.


.


.


"Nardi !" Suara Parno memanggil bawahannya yang berdiri dibelakangnya.


"Besok kita kekantor polisi buat laporan , Pemuda itu harus ku lempar kepenjara karena berani mempermainkanku " Parno geram , pandangannya berapi api.


" Tapi kita tidak tau dimana pemuda itu tinggal pak"


"Bukankah dari nopol kendaraan bisa diketahui siapa pemiliknya ?" Ia membuka kertas lipatan yang terselip didompetnya . Dimana disitu ada catatan dengan nomor polisi sebuah kendaraan.


Parno merasa beruntung sempat mencatat nopol mobil pick up milik Shendi . Ia akan mendapatkan alamat lengkap pemiliknya besok.


"Beraninya bocah kemarin sore mengerjaiku mentah mentah !!"


.


.


.


.


.


.


.


.Bersambung😍


☝️like jika kalian suka.


😘terima kasih udah baca sampai di episode ini.

__ADS_1


😍 lop yu ol ❤️❤️


__ADS_2