
Setelah emosi Samy mereda. Shendi menyiapkan makan malam. Ia membuat dua ekor ayam bakar . Samy terus memperhatikan Shendi Dari bagaimana Shendi memotong ayam sampai membuat bumbu untuk ayam bakar.
Mereka sambil mengobrol walau sedikit kaku. Shendi menceritakan bagaimana pertama kali dirinya dan Aubery bertemu.
Lalu kejadian di teras depan rumah kepala desa. Bagaimana Aubery memberi pelajaran kepada kepala desa mesum itu hanya dengan tangan kosong. Tidak aneh bagi Samy. Karena Aubery sudah mecapai tingkat tertinggi untuk beladiri karate. Umur 14 tahun ia sudah berhasil memegang sabuk hitam. Bahkan pernah memenangkan kejuaraan tingkat Asia mewakili Negara kita tercinta.
Nasi putih masih mrngepulkan asap dan dua ekor ayam bakar sudah terhidang dimeja makan. Lengkap dengan sambal dan lalapan . Semua hasil kebun Shendi sendiri. Aromanya sangat membuat perut Samy meronta. Sungguh ia mengagumi keahlian memasak pemuda yang baru dikenalnya dua jam lalu.
Menu ini sangat sederhana. Namun banyak dicari di daerah perkotaan. Jujur Samy rindu masakan sederhana seperti ini. Ia lupa kapan terakhir menikmati menu ini.
"cepat panggil ibu turun untuk makan malam " Ucap Shendi kepada sikembar.
Ya , dari tadi Yas dan Ramanda menemani Shendi memasak. Tingkah lucu mereka kadang membuat Samy tersenyum. Walaupun sesekali sikembar menatap Samy dengan tatapan tidak suka.
Yas dan Ramanda menurut. Mereka berlari menaiki tangga.
"Kenapa anda dengan seenaknya menjadikan Nona sebagai ibu mereka ?"
Shendi tersenyum menatap Samy, sambil mengelap tangannya setelah mencuci tangan.
"awalnya aku ingin memberi Tiara pelajaran. Pertama kali bertemu , dia begitu sombong"
" Aubery. bukan Tiara" Samy memotong.
"ahh, maaf aku sudah terbiasa memanggilnya Tiara. Tapi aku akan mencoba memanggil namanya " Shendi mencoba lebih santai menghadapi Samy. Agar suasana tidak terlalu kaku.
"Aku hanya memberi dia gelar ibu. Itu untuk dia supaya lebih dewasa. Aku tidak menyuruh Tiara menyusui adik adikku"
Samy memperlihatkan wajah tidak senangnya mendengar kalimat terakhir Shendi.
"Aku bercanda , haha ... " Shendi menangkap arti pandangan itu.
Samy membuang nafas kesal. kembali pada sikap datarnya.
"Jadi mereka adik adikmu?"
"iya. itu hanya sebuah skenario untuk Tiara. Tapi percayalah aku menyesal telah membohonginya. Karena Tiara ternyata memiliki sisi yang berbeda"
"Dia sangat menyayangi adik adikku seperti mereka benar benar mempunyai hubungan darah. Dan mereka berdua justru menghianatiku dengan selalu memihak Tiara " Shendi ingat kemarin ketika Tiara kukuh pada keyakinan bahwa sikembar adalah anaknya. Shendi tertawa getir.
"Maaf , aku sudah menimbulkan masalah yang sangat besar". lanjut Shendi.
"Apa anda begitu dendam kepada nona?" Tanya Samy serius. Shendi diam sesaat.
"aku hanya ingat ketika dia melempar uang kemukaku ... "
Sifat buruk nona telah menimbulkan dendam kepada sebagian orang. Salah satunya adalah pemuda dihadapanku ini. Lalu seseorang yang memotong selang minyak rem mobil nona. dan entah berapa banyak lagi diluar sana.
__ADS_1
Sikembar kembali keruang belakang tanpa Aubery. Wajah mereka tampak sangat kecewa.
"Ibu mengabaikan kami... " Ramanda cemberut.
Mereka sungguh manis, Tak kusangka nona menyukai anak kecil ... _ Samy.
"Ya sudah kita sisihkan untuk ibu kalian nanti makan" Shendi memecah ayam hanya dengan tangannya , menjadikan beberapa bagian.
"Ayam bakar akan kurang nikmat jika dipotong menggunakan pisau" Shendi mencoba menjawab tatapan terkejut Samy.
ini sangat higienis , percayalah aku mencuci tangan tadi. Netizen saksinya... _Shendi.
Karena sudah hampir jam sepuluh. Akhirnya mereka makan tanpa Aubery. Samy melahap tanpa sungkan sama sekali. Ia tak mempedulikan tatapan aneh sikembar. Samy hanya sedang lapar dan ini rasanya sangat enak.
persetan dengan jaim...
***
.
.
.
.
"Nona, anda belum makan malam "
Tak ada jawaban. Lima menit berlalu.
"Tuan sangat bahagia anda sudah ditemukan. Beliau sangat merindukan anda... " Diam sejenak. Samy berharap Aubery mendengarkannya meskipun berada diruang terpisah.
"Mari pulang ... Papa anda menunggu "
Hening , tetap tidak ada jawaban dari dalam. Entah apa yang dilakukan Aubery didalam.
Samy menyentuh engsel pintu, namun ia tidak berani menarik kebawah. Sedekat apapun dirinya dengan Aubery dulu. Samy tidak sembarangan masuk ke kamar Aubery sebelum Aubery memberi ijin.
Samy menarik nafas panjang. Nona , ini lebih sulit dari pada membujukmu untuk sarapan pagi. Aku bisa mengancammu dengan kelemahanmu jika anda menolak sarapan pagi. Tapi sekarang kami sudah menjadi orang lain bagimu. Anda tidak akan peduli lagi jika aku dipecat atau dipensiunkan dini.
Shendi menyentuh pundak Samy pelan. Memberi kode pada Samy untuk untuk mengikutinya. Samy mengerti, ia mengikuti langkah Shendi menuruni tangga lalu ke halaman samping .
Shendi membuat api unggun disamping bangku kayu . Ini biasa dilakukan Shendi ketika menikmati bulan purnama bersama sikembar . Membakar jagung atau singkong hasil dari kebun kecilnya.
Meskipun malam ini hanya bulan sabit yang nampak. Tak apa sekedar mengusir hawa dingin dibukit Y.
Samy memperhatikan Shendi . Pemuda ini terlihat sangat supel dan orangnya santai . Style nya dan gaya bicaranya juga tidak seperti orang kampung pada umumnya. Siapa dia sebenarnya .
__ADS_1
Dua pria terpaut sekitar sepuluh tahun itu hanya saling diam untuk beberapa saat . Api unggun menyala dengan sangat baik. Sesekali Shendi menambah kayu bakar.
" Tolong bujuk nona agar mau pulang bersama saya" Samy memulai membuka percakapan kembali.
Shendi hanya menarik nafas pendek . Ia dalam situasi yang sulit. Memaksa Tiara bukan hal yang mudah , terlebih tidak ada ingatan sama sekali tentang masa lalunya.
"Nona tidak pantas berada ditempat seperti ini , aku harus membawanya pulang malam ini juga" Imbuh Samy.
"Benar, seorang nona besar tidak harus berada di sini. Tapi memaksanya bukan satu satunya jalan keluar yang bagus " Jawab Shendi getir.
" Anda lihat tadi bagaimana reaksinya. Dia akan membenci anda jika anda terus memaksa . Setidaknya sekarang dia baik baik saja . Bukankah itu yang lebih penting".
Samy diam memikirkan ucapan Shendi. Aubery memang terlihat lebih bahagia. Tubuhnya lebih menggemuk dari sebelumnya. Shendi mengatakan bahwa disini Aubery teratur makan 3 kali.
Samy tersenyum pahit. Dulu setiap hari Samy harus memaksa Aubery sarapan walau sekedar sehelai roti untuk mengganjal perut . Dapur selalu menyiapkan menu sarapan lengkap namun Aubery hanya melirik hidangan yang disiapkan untuknya .
Makan siang Aubery lebih sering kelupaan. kadang jam tiga baru turun ke restoran di lantai dasar mall untuk makan siang. Dan malam hari bahkan Samy bisa menghitung berapa suap yang masuk ke mulut Aubery .
Memaksanya belum tentu akan cepat mengembalikan ingatannya.
"Kenapa anda tidak menginap disini beberapa hari. Sambil belajar mengenal dirinya yang sekarang . atau... mengembalikan dia seperti Aubery yang dulu lagi. Lagi pula Sangat sulit mengendarai mobil sedan dijalan menurun. terlebih di malam hari . " Shendi mencoba menawarkan sebuah solusi.
Ah... Andai saja tidak ada pekerjaan lain. mungkin ini solusi yang bagus sambil pelan pelan mulai pendekatan kembali dengan Nona dan mengembalikan ingatannya...
Samy melirik jam dipergelangan tangannya. Sudah jam sebelas malam.
Membiarkan Aubery menjadi dirinya yang sekarang. Atau mengembalikan dia seperti Aubery yang dulu lagi. Ahhhh....
.
.
.
.
.Bersambung🤗
.
.
.👍Maaf ya update malam malam😴😴😴
👍Trims dah setia sampai episode ini 🙏🙏
👍jangan lupa like jika kalian suka cerita ini.
__ADS_1
👍sayang semuanya❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️