
Rima tersenyum simpul ketika menangkap ada api kecemburuan dimata nona muda itu. Akhirnya Rima tahu maksud Arif . Siapa gadis yang bernama Tiara.
Siapa yang tidak kenal dia coba. Percuma menyamar menjadi Tiara pun. Orang akan tetap tahu bahwa dia adalah Aubery Tsang.
"Pfft..." Dengan jemari lentiknya menutupi tawa kecilnya . Hingga tak sadar sikembar dari tadi juga memperhatikannya.
Berita hilangnya dia begitu heboh diluar sana. Siapa sangka dia ternyata tinggal serumah dengan CE.
Apa hubungan CE dengan Aubery Tsang. Mereka tidak menikah diam diam kan ?
Kehidupan orang kaya . Mencari ketenangan saja bikin heboh satu negara.
Tawanya terhenti ketika pandangannya jatuh pada dua bocah yang masih memakai seragam sekolah. Berdiri mematung sambil memperhatikannya. Rima ber dehem .
"Oh, anda pasti tuan dan nona muda kecil ?" Rima sedikit membungkuk setelah menyadari sikembar tengah menatapnya. Sambil menempelkan telunjuknya di bibir , "Kakak adalah sekretaris paman Arif. Tadi nona kecil yang menelfon paman Arif kan?" Pandangan Rima tertuju pada Yas. Yas mengangguk.
"Panggil aku Yas saja, dan ini Ramanda," ucap Yas memperkenalkan saudaranya.
"Baiklah kalau begitu terima kasih," Rima tersenyum semanis mungkin ," Paman Arif sedang berada diluar negeri , jadi kakak yang datang."
Tak jauh dari mereka, Aubery melepaskan tangannya dari tarikan Samy.
"Nona, kenapa masih saja menggunakan identitas Tiara. Semua juga tahu nona adalah Aubery Tsang!" Suara Samy lirih namun tegas.
Beberapa orang yang melintas mengamati Aubery. Sebagian berbisik dengan orang disebelahnya. Aubery tidak mempedulikan. Ia lebih kawatir dengan si gadis biola.
Bodinya sangat indah seperti biola dengan warna kulit eksotis memancarkan kecantikan alami. "Kau lihat gadis itu? Kau yakin dia sepupunya??" Tanya Aubery .
"Nona, sebentar lagi akan ada berita heboh tentang Anda. tapi kenapa anda malah menghawatirkan orang lain?"
"Tentu saja, dia ancaman bagiku. Bau baunya seperti pelakor!"
Samy membuang nafas kesal , "Siapa yang pelakor dan siapa yang di pelakori. Nona bahkan bukan istri Shendi yang sesungguhnya!" sungut Samy kesal. Tingkah bodoh Aubery bikin Samy hilang kesabaran.
Lihat dirimu Nona. Apa anda tidak sadar anda begitu kacau. Baju penuh darah dan acak acakan.
Aubery menatap tajam Samy. Samy menyadari kata katanya membuat Aubery tidak senang . Buru buru menyerahkan tas berisi baju ganti.
"Sebaiknya Nona ganti baju dan rapikan diri anda. Jika Shendi bangun dan melihat anda kacau begini. Saya pastikan Shendi akan benar benar melirik pelakor ..." ucap Samy. Terputus karena menahan rasa sakit berasal dari ujung sepatunya yang diinjak oleh Aubery.
Aubery lantas meraih tas itu lalu menghampiri sikembar dan mengajak pergi ke kamar kecil.
Flashback On
Entah berapa lama Rima menatap layar hpnya. Dilayar hp itu, foto Shendi tengah serius dengan folder ditangannya..Kelihatannya foto ini diambil tanpa sepengetahuannya.
Tiga tahun dia bekerja di kantor pusat WD. Dan baru hari ini bertemu dengan Shendi. Jika sebelumnya hanya mendengar namanya saja.
Rima tak menyangka bahwa CE orangnya sangat sederhana. Dengan gaya kasual mendadak datang kekantor. Bahkan datang dengan mobil pick up yang sangat jelek.
Kedatanganya membuat heboh seluruh karyawan WD. Antara penasaran dan ingin terlihat menonjol dimata atasan.
Iseng Rima mencoba mencari Instagram dengan nama Shendiaga. Tidak ditemukan. Lalu beralih dipencarian Goo*le.
Pasti ada , dia kan termasuk orang kaya . Batin Rima.
Tetap tidak ada. Hasil yang keluar hanya komentar komentar yang menyinggung nama Shendiaga.
mustahil ...
__ADS_1
Rima beralih ke sosial media facebook. Di sana status terakhir diupdate Shendi dua tahun yang lalu. Status itu berbunyi.
"cewek jutek , paling cocok dijadikan istri"
Ini akun apa kuburan kok sepi banget.
Tidak ada info apapun dalam akun facebook milik Shendi. Hanya kota asal dan tanggal lahir.
Rima lantas mengzoom foto profil yang tiga tahun belum diganti. Yang biasanya anak muda minimal seminggu sekali bahkan ada yang tiap hari ganti foto profil dengan foto terbaru. Akun ini malah adem ayem.
"Kalau dilihat sekilas emang sih kelihatan bandelnya. Tapi lama lama kalau diperhatiin ... , imut juga."
Rima senyum senyum memandang foto profil Shendi. Teringat siang tadi bagaimana Shendi memimpin rapat dengan santai. bahkan seolah olah tidak peduli dengan materi materi yang disampaikan peserta rapat.
Ketika mereka gugup karena pertama kali berhadapan dengan orang nomer satu di WD. Tapi dia asik dengan hp jadulnya. Mengetik dan mengetik.
Dan , siapakah Tiara yang menelfonnya ketika rapat sedang berlangsung. Shendi menghentikan rapat hanya untuk mengangkat telfon dari seseorang.
Tiara, kenapa menelfon?
Rima sempat mendengar sapa Shendi saat itu ketika akan keluar dari ruang rapat . Bikin tambah penasaran bagaimana kehidupan CEnya.
Hp ditangannya tiba tiba berbunyi. Arif kembali menelfonnya dari Myanmar.
"Kenapa menelfon lagi , apa laporanku ada yang salah?"
Rima menggeser tanda warna hijau, "iya pak, bagaimana?"
"Rim, segera datang ke rumah sakit Ibu dan Anak di kota B. Shendi mengalami kecelakaan," titah Arif dengan suara yang terdengar panik.
Rima sangat kaget. Baru saja dia sedang memikirkan CEnya lalu tiba tiba langsung mendapat kabar mengejutkan ini.
" Satu lagi. Jangan memperkenalkan dirimu adalah sekretarisku. Bilang saja kau sepupu atau sahabat Shendi atau apalah pokoknya jangan singgung apapun tentang WD, Shendi tidak menyukainya"Jelas Arif lagi.
"Baik, saya mengerti pak"
"Satu lagi!" Suara Arif menghentikan Rima yang hampir saja menutup panggilan.
"Cari kamar VIP biasa, tak perlu VVIP atau SVIP, kau sudah paham kepribadian CEmu kan?"
"Iya pak, saya sudah paham!"
"Aku akan segera kembali setelah penanda tanganan kerjasama ini selesai."
Arif menutup panggilan dari sebrang sana. Sesaat Rima berpikir tentang ucapan Arif.
"Gadis bernama Tiara yang sangat aku kenal?" Rima mengingat ingat apakah dia punya teman sekolah atau teman kantor yang bernama Tiara. Sepertinya memang tidak punya.
Rima kemudian meraih tas kerjanya dan bergegas keluar dari kantor.
"Sampai jumpa mbak Rima" sapa Bahri dan Burhan di gerbang depan. Rima sedikit aneh dengan suara serak kedua satpam WD itu. Tapi ia berlalu melaju mobilnya menuju arah kekota B.
"Bah, sepertinya CE sekalian memberi hukuman padaku" ucap Burhan dengan suara serak.
"Aku bersumpah untuk tidak menyebut lagi kata GEMBEL" seru Bahri tak kalah serak.
Tadi siang ketika hendak keluar halaman. Shendi menyuruh Burhan untuk menggantikan menghitung sampai genap seratus.
**Flashback off
__ADS_1
***
______________________________
Selingan** !
Ikutan ngintip foto profilnya syultan yuk. Author ikut pinisirin kok mbak Rima yang bahenol sampai senyum senyum melihat layar hpnya... Ini foto tiga tahun yang lalu jadi waktu mas Shen umur 21 ya
.
.
.
.
.
.
.
. Jreeng!!!!!
😘
***
Udah episode 51 nih, Gak terasa yah... Pinginnya novel ini gak lebih dari 100 episode. Stok cerita kelanjutan masih penulis susun . Tinggal menata plotnya saja.
Buat yang mengikuti cerita ini. Apa yang sudah kamu petik dari kisah Shendi dan Aubery.
Menurut kalian gimana karakter Shendi itu bagaimana?
Terima kasih yang masih setia sampai episode ini. Maaf masih acak acakan. Tapi penulis udah berusaha merevisi ulang . Agar lebih baik dan mudah dipahami dalam menyampaikan cerita.
Penulis berharap. Suatu saat, 20 tahun kedepan atau 50 tahun kedepan. Masih ada aplikasi ini. Agar penulis juga bisa mengenang. Dulu pernah bikin karya ini. 🤗🤗
Semoga kita diberi umur panjang. Amin.
.
.
.
.
.
.
.
.☝️Jangan lupa tinggalkan like setelah buka episode ini. 👍
.👋Sampai jumpa dan...
__ADS_1
.❤️Sayang semuanya❤️.