Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Add Oil


__ADS_3

Flashback on


Kembali ke waktu saat Shendi pertama memimpin rapat bulanan.


"kapan kau pulang?" Suara merdu Tiara dari seberang.


Shendi membuka pintu ruangan CEO. "Sebentar lagi, aku masih rapat".


"rapat ?" Tiara heran.


"Ah, aku masih rapat sama teman temanku membahas reoni".


"Oohh... "


"Cepat pulang, asisten gila itu terus menggangguku, melarangku mengerjakan apapun dan menyentuh apapun. Aku sedang bosan dikamar" . Rengek Aubery.


"Dia asistenmu kamu pasti bisa mengatasinya"


"aku akan pulang setelah menjemput anak anak."


"Baiklah". Tiara menutup sambungan. Shendi memandang layar hpnya. "Dia mematikan duluan?". Shendi tertawa pendek. Nona besar memang selalu bersikap suka suka gue...


Baru saja Shendi menyimpan hpnya ke kantong jaket. Ada pesan sms masuk. Kemudian Shendi memeriksanya lagi.


Ternyata dari Tiara lagi.


πŸ‘°: Cepat pulang, aku menunggumu. Add oil πŸ’ͺ.


Shendi tersenyum membaca pesan sms itu.


Ia langsung mengetik untuk membalas sms Tiara.


🀡: Tiara , apa kamu masih marah ? apa kamu ingin menyiram aku dengan minyak lalu membakarku hidup hidup??


Hanya beberapa menit , pesan balasan kembali masuk ke hpnya. Shendi tidak sabar untuk membukanya.


πŸ‘° : Aku sedang menyemangati kamu. ingat satu kata itu. Semangat sayank , Add oil πŸ’ͺ.


🀡: πŸ˜…πŸ˜… jangan selalu menggunakan istilah yang aku tidak paham.


Shendi menggigit bibirnya menahan tawa. Hatinya berbunga bunga. Namun sekejap wajahnya kembali berubah murung. Kebahagiaan ini mungkin sudah sampai di penghujung. Sekarang Anthony pasti sedang mencari dokter yang paling hebat untuk mengobatinya.Tiara akan mendapatkan ingatannya kembali. Dan saat itu , dirinya bukan apa apa lagi bagi nona besar.


Shendi berdiri dari duduknya. Memandang jalan raya dari jendela kaca. Kemudian berbalik memandangi setiap sudut ruangan. Delapan tahun yang lalu terakhir dia memasuki ruang CEO ini.


Ketika Ayahnya masih hidup. Persis dimana dia berdiri sekarang. Ayahnya memarahinya habis habisan.


Flashback off


.


.


.


.


Ka Yao !!


Add Oil !!


Semangat !!


Mendengar laporan Shela bahwa Gery tidak bisa dipecat kecuali perintah itu datang dari kantor pusat papanya. Aubery memastikan bahwa ini pasti perbuatan papanya.


Aubery segera menghubungi Anthony yang beberapa hari yang lalu sudah kembali ke Hongkong.


Shela menunduk ketika Aubery meluapkan emosinya saat bicara ditelfon dengan Anthony. Ia masih belum paham dan menerka nerka sendiri apa yang terjadi.


Sayang, bukankah kamu sendiri yang mengatakan kepada Samy bahwa sekarang kamu bahagia bersamanya. Kamu lebih memilih keluarga barumu daripada papamu ini.


Jangan bertanya pada papa kapan kamu mengatakan itu. Setelah ingatanmu pulih. Maka kamu akan paham.

__ADS_1


Papa tidak akan memaksamu lagi untuk bertunangan ataupun menikah dengan laki laki pilihan papa. Sekarang papa menghormati pilihanmu. Siapapun itu.


Shendi , dia pemuda yang baik. Meskipun cara dia salah dalam membalaskan dendamnya. Tapi papa tahu kini dia menyukaimu. Dan dia terlalu payah untuk menutupi perasaan itu.


Sayang , Shendi hanya ingin memperjuangkamu kembali.


jadi ... kamu juga harus berjuang mencari potongan memorimu yang belum lengkap itu.


Sayang , Add oil lah...!!


Ternyata benar ini ulah papanya . Percuma menelfon Papanya. Dia dalang dibalik semua ini. Dan dia tidak akan memecat Shendi. Jalan satu satunya adalah memaksa Shendi mengundurkan diri. Lebih baik kurangi bertemu atau jangan bertemu lagi untuk selama lamanya. Agar luka tidak semakin dalam.


Hingga akhirnya Aubery sendiri turun tangan melabrak dan memaksa Shendi mengundurkan diri dari A.T.


Ditemani Shela akhirnya Aubery menemukan Shendi tengah mengobrol didapur dengan karyawan lain. Mendengar obrolan mereka menyurutkan langkah Aubery untuk masuk ke dapur. Ia lebih memilih berdiri dibalik dinding. Shela dapat jelas melihat raut muka bosnya ketika mendengar obrolan itu.


Shela memperhatikan tingkah laku Aubery yang tidak biasanya. Emosi bosnya selalu meledak ledak. Namun kali ini berbeda. Saat mendengar obrolan Gery dengan para karyawan wanita. Emosinya seperti rasa ketika kita memergoki suami tengah bercanda ria dengan wanita lain.


Cemburu ah !! susah amat ...


Dan bosnya tidak jadi melabrak Cleaning service itu malah kembali ke kantornya dengan urung uringan gak jelas.


" Baiklah ... ,kamu berani datang kemari dan berusaha menyiram minyak pada kobaran api. Berarti kamu sudah siap menerima konsekwensinya . Aku turuti kemauanmu." Aubery dengan tatapan membara.


Satu gelas susu yang biasa disiapkan Shela setiap pagi untuk Aubery. Senyum licik Aubery memandang gelas itu . Lalu dengan tangannya sendiri, sengaja menumpahkan susu itu.


Cairan putih itupun tumpah membasahi meja dan menetes ke karpet lantai. Shela terkejut dan mundur beberapa langkah. Sikap apa lagi ini ...


"Panggil dia , dan suruh membereskan ini sekarang !!" perintahnya kepada Shela.


Shela segera melaksanakan perintah bosnya. Mencari keberadaan Shendi yang ternyata masih di dapur. Beberapa karyawan juga masih ada disana. Shendi menanggapi ringan tiap gadis gadis itu menggodanya. Suara tawa cekikikan terdengar sampai diluar dapur.


Penasaran banget sama Gery ini. Apa dia cowok yang akhir akhir ini dikabarkan telah tinggal satu rumah dengan nona. Tapi bukankah nama cowok itu Shendi. _Shela.


"Ehhemm..." Shela berusaha menghentikan aktifitas mereka. Melihat sekretaris bos tiba tiba muncul. Perasaan para gadis gadis langsung tidak enak.


"Apa kalian digaji untuk mengobrol disini??"


sindir Shela.


"Kamu yang bernama Gery??"


Shendi mengangguk sekali. Dari dekat Shela bisa melihat dengan jelas. Cowok didepannya memang tidak terlalu buruk. Posturnya tinggi dan wajahnya bisa dibilang imut. Pantas jika dirinya menjadi pusat perhatian pegawai A.T yang rata rata adalah wanita.


Yang menjadi pertanyaan. Siapakah dia !! Dia punya nyali besar berani menggoda bos A.T. Bahkan dihari pertama dia bekerja.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Shendi penasaran. Shela tergagap , segera kembali bersikap normal.


"Nona Aubery mencarimu. Datanglah ke ruangannya sekarang..." Shela lalu beranjak pergi tanpa menghiraukan Shendi.


"Bos dan sekretarisnya sama saja. Sama sama jutek", Shendi menggumam lirih.


"Baiklah Shendi ... , kita lihat apa mau nona besar sekarang??" Shendi menghabiskan kopinya lalu bergegas menuju ruang Aubery.


***


"Maaf, aku tidak sengaja menumpahkan susu. Bisa tolong bersihkan??"


Ucap Aubery dengan mimik wajah menyesal. Shendi hanya menghela nafas panjang melihat genangan susu di meja kerja Aubery. Tetesannya mengenai karpet lantai yang pastinya repot untuk membersihkan aroma susu.


"Tidak apa apa nona, saya akan membersihkan dengan senang hati." akhirnya. Sekali lagi Shendi menjawab dengan senyuman. Jalani saja, anggap ini cara untuk berlama lama didekat Tiara.


Shendi harus membersihkan meja terlebih dahulu. Kemudian membersihkan karpet yang memakan banyak waktu. Shendi juga harus mencari hair dryer untuk mengeringkan karpet itu kembali.


Beres...


Shendi merenggangkan tubuhnya. Lalu memberesi alat perangnya.


Aubery masih diruangan itu. Disudut ruangan kantornya terdapat meja yang lebih lebar . Biasa Aubery gunakan juga untuk bekerja. Selama Shendi sibuk membersihkan karpet , Aubery juga berhasil menggambar beberapa baju rancangannya dimeja itu. Sesekali dirinya mencuri pandang kearah Shendi.


Kertas dan pensil warna nampak berserakan dimeja itu. Sesaat Aubery memikirkan cara lain untuk mengerjai Shendi. Tatapannya berhenti pada alat rautan pensil diatas mejanya. Serpihan kayu dan bubuk warna sudah penuh. Senyum kecil muncul di sudut bibir Tiara.

__ADS_1


"Ups !!"


Shendi menoleh kearah Aubery. Lagi lagi Aubery memasang wajah menyesal.


"maaf..." ucapnya menyesali kecerobohan yang dia sengaja. Yah, Aubery sengaja menjatuhkan rautan itu, hingga isinya tumpah. Serpihan kayu dan bubuk warna warni menyebar di karpet bawah meja.


"Tidak apa apa, saya akan membersihkan dengan senang hati." Shendi membalas tatapan Aubery tetap dengan senyuman.


Setidaknya kamu sudah menyukai kata MAAF sekarang...


Dikeluarkannya lagi alat penyedot debu. Lalu mulai membersihkan karpet itu kembali. Aubery kembali duduk di kursinya. Memeriksa beberapa laporan yang Shela tinggalkan di mejanya.


"Ahhh... kenapa tiba tiba ingin sekali minum bubble tea..."


Shendi mendengar ucapan Aubery. Namun ia melanjutkan menyimpan penyedot debunya ke dalam kereta dorong.


"Sudah beres nona, saya undur diri dulu. Sekalian saya sampaikan ke sekretaris anda. Bahwa anda ingin bubble tea."


"Tapi ini sudah jam makan siang ... Mereka pasti sudah turun ke lantai dasar"


"Ahh... tidak tahu siapa tadi pagi , seseorang bilang siap melayaniku jika aku membutuhkan sesuatu." pungkas Aubery.


Shendi menghentikan langkahnya. Apakah Aubery sedang menyindirnya? Ia tertawa kecil.


Baiklah sayang... hanya bubble tea kan??


Aku akan melakukan apapun ,


asalkan kamu senang...


Shendi berbalik menghadap Aubery.


"Saya akan belikan untuk anda ... Nona . Apakah ada yang lainnya??" ditambah senyum manis berharap dapat merontokkan hati nona.


"Tidak !! itu saja dan terima kasih." jawab Aubery datar sambil melanjutkan pekerjaannya tanpa menatap Shendi. Shendi harus kecewa Aubery mengabaikan senyumnya.


Shendi tidak menyangka bahwa antriannya akan sepanjang ini. Dilihatnya jam di tangannya. Jam satu lebih. Ia harus menelfon Lingga menyuruh untuk menjemput sikembar nanti . Hari ini tidak bisa pulang cepat karena ada pekerjaan tambahan.


Shendi kembali ke lantai 42 ketika para pegawai sudah kembali dari makan siang. Ia langsung menuju ruang Aubery. Shela ternyata juga ada disana. Menatapnya dengan aneh.


Kenapa dia masih ada disini, jam kerjanya kan sudah habis...??


Shendi meletakkan satu cup bubble tea didepan Aubery. Namun Aubery justru memasang wajah cemberut melihat cup itu.


"Aku lupa mengatakan padamu, aku ingin bubble tea panas. Ruangan ini cukup dingin jadi aku ingin sedikit menghangatkan tubuhku."


Shendi terpaku mendengar kalimat Aubery. Kenapa tidak bilang dari tadi. Dan menyesali kebodohannya tidak bertanya dulu , mau panas apa dingin.


"Tiara, biasanya kamu suka minum langsung dari kulkas. Kenapa sekarang tiba tiba ...!!"


Brakk!!!


Aubery sengaja membanting tumpukan berkas ke atas meja. Shela dan Shendi kaget dengan ulah Aubery yang tiba tiba. Shendi menyadari kesalahannya. Baru saja mulutnya keceplosan. Dan Shela ... otaknya cukup encer untuk mengolah kalimat yang baru saja keluar dari mulut Shendi.


.


.


.


.


.


.BersambungπŸ™„πŸ™„


.


.


😱 Gak nyangka udah masuk ep 74... Gimana nih...

__ADS_1


Kelar nggak ya ngabisin stok cerita sampai ep 100 aja. Soalnya udah capek πŸ€’ ga ada yang nyemangatin sih.


πŸ’ͺ Add oil !! untuk selesai sampai episode 100.πŸ˜‰πŸ˜‰


__ADS_2