
Dengan kesal Aubery membuka pintu kantornya. Mengomel gak jelas dan Samy hanya bisa mengangguk pasrah.
"Sam bikin peraturan baru Dilarang pacaran sesama karyawan!"
"Baik non!" Samy mengangguk sambil mencatat di tab yang dia bawanya.
"Dan jangan ada bunga hidup didalam kantor. Aku alergi bunga akhir akhir ini..." Aubery meletakkan tas kerjanya ke meja.
"Kamu lihat tadi ketika dia menatapku Sam?? memang ada yang aneh dengan wajahku??" nada Aubery meninggi. "Tatapan seperti itu lagi... seolah olah ada kotoran diwajahku!!" mendengus kesal mengakhiri kalimatnya.
"Siapa yang anda maksud non??" Samy kembali heran. Setelah kembali dari cuti. Penyakit Aubery sepertinya kambuh lagi. Bahkan semakin parah. Uring uringan gak jelas.
"Cleaning service itu , siapa lagi!" Aubery tersungut. Samy mulai paham. Ah ternyata ,nona uring uringan gak jelas karena melihat Shendi menyerahkan bunga untuk pegawainya.
Aubery jelas memperlihatkan ketidak sukanya. Ia terlalu bodoh untuk menutupi perasaannya.
Bilang aja anda cemburu non. Ngapain uring uringan gak jelas gitu. Samy membuang nafas kesal.
Menjengkelkan memang jika diperhatikan dengan tatapan seperti itu. Apalagi Shendi yang memperhatikan. Aubery bahkan sampai bingung ada apa dengan wajahnya. Atau mungkin karena hanya Shendi yang berani menatapnya berlama lama. Jadi dia tahu detail tiap inci wajahnya.
"Mungkin make up anda Non. Mas Shendi terbiasa melihat wajah anda yang natural. Jadi dia merasa aneh ketika melihat wajah nona yang tertutup make up . Apalagi gaya make up anda sekarang lebih tegas"Samy mengungkapkan pikirannya. Aubery diam memikirkan ucapan Samy.
"Mungkin anda bisa mencoba lagi gaya make up natural. Dan kita lihat apakah mas Shendi masih memandang aneh anda??"
Aubery mengangguk. "Ok!"
Samy tersenyum geli , nona bahkan menyetujui usulnya. Ketahuan kan kalau nona juga masih gak bisa move on dari Shendi.
Aubery lalu duduk di kursi putarnya. Diraihnya Paper bag dengan tempelan post -it. Senyum kecil muncul disudut bibirnya ketika membaca pesan itu.
Aku ga sedih kalau besok hari minggu, Tapi aku sedihnya gak akan bertemu kamu.
aku akan merindukanmu.
❤️
"Ch... dia hanya memberiku sarapan. Tapi memberi buket bunga pada yang lain!"gumam aubery sambil mendorong paper bag itu menjauh dari hadapannya.
Wajahnya kembali cemberut ketika mengingat Shendi begitu akrab dengan karyawannya. Dan semua karyawannya sepertinya terkena wabah penyakit genit sejak ada Shendi di kantor ini.
Diam sesaat, berfikir dan berfikir sambil menatap pemandangan diluar jendela .
Terdengar pintu diketuk. Sesaat kemudian Shela masuk membawa beberapa dokumen kepada Aubery.
"Materi rapat hari ini sudah siap non. Kita tinggal mendiskusikan untuk tema parfum musim ke 6." lapor Shela.
Aubery menerima dokumen itu lalu matanya menyipit membuka file pertama.
"Menurutmu apa karena kaca jendela yang kotor ?? pandanganku jadi kabur" ucapnya sambil membuka file berikutnya.
Shela dan Samy mengernyit.
"Kaca jendela ??"
Hari ini cuaca cukup cerah, matahari bersinar terang. Dan kaca jendela lebih jernih dari air. Hingga cahaya matahari masuk sangat baik menyinari ruangan Nona.
"Siapa yang membersihkan ruanganku??" tanya Aubery.
Shela dalam hati gerundel. Siapa lagi !! Paper bag sudah diatas meja sekarang pura pura bertanya. Nona mungkin anda bisa menyembunyikan skandal ini dari karyawan lain. Tapi tidak dengan saya.
"Gery non!" jawab Shela kemudian. Kemarin Shela berhasil mendapatkan informasi penting . Sebuah akun Facebook dengan nama Shendiaga G Wiradana. Meskipun tidak ada aktifitas di akun itu dan foto profil yang dipasang 3 tahun lalu. Tidak ada informasi lain dan semua komentar dikunci. Tapi masih cukup jelas itu wajah Gery si cleaning service.
Jadi, fix... Gery adalah Shendi pemuda misterius yang ramai diperbincangkan 2 pekan ini.
Apakah Gery di ambil dari inisial 'G' nama tengah akun Facebook itu . Shela sangat penasaran hingga meminta resume Shendi di kantor HRD. Tapi lagi lagi bagian HRD mengatakan semua dokumen mengenai Gery ada dikantor pusat Tsang group. Walaupun ada ,tidak boleh sembarangan melihat dokumen milik karyawan .
"Sam . Panggil orang yang bernama Gery kesini !" perintah Aubery.
Samy mengangguk lalu berjalan keluar ruangan. Shela masih berdiri didekat meja Aubery. Menunjukkan poin penting untuk dibahas dirapat nanti.
"Kalau gitu suruh semua bersiap. Kita rapat sekarang" mengembalikan dokumen kepada Shela.
Shela mengangguk lalu membalikkan badan ketika Samy kembali memasuki ruangan. Disusul Shendi dibelakangnya. Shela menatap tajam ke arah Shendi ketika mereka berpapasan.
__ADS_1
"Non , Gery sudah disini... " Samy melapor.
Aubery mengangkat kepalanya. Memandang wajah Shendi dengan seksama. Ia lalu berdiri menghampiri Shendi yang berdiri santai dengan menyembunyikan tangan di saku celana.
"Hem??" Shendi menunggu perintah nona besar.
"Kenapa masih berdiri saja. Samy tidak bilang padamu??"
Samy berdehem saat Aubery menyebut namanya. Tadi nona hanya menyuruhnya memanggil Shendi. Tapi tidak menyuruhnya memberi perintah.
Shendi beralih menatap Samy.
"Itu... nona merasa pandangannya buram saat melihat karena jendelanya kotor" Samy mengangguk membalas tatapan Shendi.
Kemudian Shendi mendekat kearah jendela kaca. Diamatinya dengan seksama kaca itu dari dekat.
"Bahkan satu sidik jari pun tidak ada di kaca ini " ucapnya sambil terus berjalan di pinggir jendela.
"Aku bilang buram ya buram." Aubery melipat tangannya didepan mengamati tingkah Shendi.
"Kamu tinggal bilang tidak mau membersihkan sekali lagi. Jadi kamu boleh keluar dari kantorku sekarang... "
Shendi berhenti lalu balik menatap Aubery. "Ok, tidak masalah... akan aku lap sekali lagi. Pokoknya asal nona senang" kembali tersenyum di akhir kalimat.
Samy berdehem lagi dan Aubery mendengus kesal. Lalu berlalu menuju keluar. Langkahnya berhenti ketika menyentuh engsel pintu. Menoleh ke arah Shendi.
"Jangan beranjak sebelum kaca itu benar benar bersih."
"Baik!" Shendi kembali tersenyum manis melepas kepergian Aubery.
Ketika pintu tertutup. Shendi bernafas lega. Ia lalu meloncat ke atas sofa panjang merenggangkan tubuhnya.
"Ahhh... nyaman sekali"
Samy ikut duduk di sofa yang lebih kecil.
"Apa nona membuat anda kesulitan beberapa hari ini??" tanya Samy setelah Shendi merasa nyaman berbaring menggunakan lengan sebagai bantal.
Samy hanya menatap Shendi . Yang dikatakan Shendi memang benar. Nona Aubery belum pernah sekalipun berpacaran. Wajar jika sikapnya over kadang kekanakan.
"Nona belum pengalaman dalam menjalin hubungan . Ia mungkin hanya cemburu melihat anda dekat dengan gadis lain. Dan dia tidak bisa menyembunyikan itu. Seperti hari ini ketika nona melihat anda sedang merayu Ayu." sindir Samy.
Shendi menoleh kearah Samy.
"Aku merayu Ayu??" Shendi tak percaya ucapan Samy, lalu tertawa pendek.
" Aku bekerja keras sampai disini bukan untuk merayu Ayu atau yang lainnya !" Shendi menegaskan.
"Kamu sudah tahu aku siapa. Waktuku sangat berharga. Aku tak akan buang buang waktu menggoda cewek lain" Shendi cuek mengeluarkan hp jadulnya. Membuka game klasik biasa ia lakukan mengisi waktu kosong.
"Kalau gitu selamat berjuang. Nona adalah tipe pencemburu . Tapi dia juga tipe setia. Saya berharap anda tidak berhenti di tengah jalan" Samy bangkit. Membetulkan jasnya lalu pergi meninggalkan ruangan.
Shendi meletakkan hpnya di meja. Mencoba mencerna ucapan Samy barusan. Kenapa Aubery berfikir dirinya merayu Ayu.
Aku hanya berusaha bersikap baik pada semua karyawannya.
Kalau Tiara berfikir aku merayu Ayu...
Apakah Tiara cemburu?
Kenapa?
***
13:15
Entah kapan Shendi mulai terlelap. Bahkan dia tidak menyadari Aubery sudah kembali ke ruangan itu. Ketika lewat jam kerjanya. Ia masih belum membuka mata.
Dan Aubery membiarkan saja sampai ia menyelesaikan pekerjaannya. Ditumpuknya jadi satu berkas berkas yang ada dimejanya . Lalu menaruhnya disudut meja. Sudah hampir habis jam makan siang. Aubery bahkan belum sarapan seperti biasanya.
Sekarang ia merasa lapar. Namun untuk turun kebawah Aubery merasa sayang membuang waktu. Sepertinya lebih menyenangkan bekerja sambil melihat Shendi yang sedang terlelap.
Aubery bangkit lalu menuju sofa. Membungkuk mengamati tiap inci wajah Shendi lebih dekat. Wajah polos seperti tanpa dosa hampir 3 jam terlelap dikantornya.
__ADS_1
"Kamu anggap apa kantorku hah?" ucap Aubery lirih.
beberapa menit berlalu, Aubery masih belum puas mengamati wajah Shendi. Lalu tiba tiba, tangan Shendi bergerak memeluk pinggang Aubery dan menghempaskan tubuh itu ke sisi kiri. Shendi bergeser karena lebar sofa yang terbatas.
Aubery terkejut dengan gerakan Shendi yang tiba tiba. Ia terjepit , terkunci tanpa bisa berkutik. Dengan tubuhnya Shendi menaungi tubuh Aubery. dan jemarinya mencengkeram pergelangan tangan Aubery .
" Sampai kapan baru kamu puas menatapku ? hemm .. ??" suara Shendi bergetar lirih.
Sial , sejak kapan ia bangun dan sadar aku sedang menatapnya...
"Tidak ada , cepat menyingkirlah . Kalau tidak kamu akan menyesal berani lancang dengan atasanmu."
Aubery memalingkan wajah namun Shendi terus mengikuti arah kemana wajah itu berpaling. Keduanya saling menahan nafas, terlebih Aubery. Ia semakin kelingsutan mendapat tekanan yang begitu kuat dari Shendi.
"Tiara, kenapa kamu mengubah cinta menjadi penghinaan??"
Aubery berdecak tak percaya.
"Kamu sendiri yang datang kemari sebagai cleaning service!" berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman Shendi.
"Aku ingin bertanya padamu... " Shendi mengatur nafasnya.
"Apakah kamu masih mencintaiku ?"
"Tidak... " jawab Aubery pendek.
"Karena aku punya motif ketika membawamu pulang ke rumahku??"
"Ya" hanya itu yang keluar dari bibir Aubery. Shendi makin mempererat cengkeramannya .
"Lalu kenapa kamu menahanku seolah aku adalah tahananmu ?? kamu tidak suka jika aku dekat dengan karyawanmu ??" Aubery terdiam menatap kedua mata Shendi yang memerah menahan gejolak di dada.
Sesaat mereka diam dengan pikiran masing masing. Tangan Shendi masih mencengkeram pergelangan tangan Aubery.
"Kenapa kamu begini" Aubery merasa kesakitan.
"Kalau kamu masih mencintaiku . Kamu hanya cukup mencintaiku sekarang , sebesar apa kesalahanku. Tetaplah mencintaiku. Itu baru namanya cinta... " Shendi lebih mendekatkan wajahnya ,menatap wajah Aubery lekat. Nafasnya memburu.
"Menerimaku dengan seluruh hatimu... itu baru namanya cinta... " lirih Shendi mengucap hingga hanya Aubery yang bisa mendengar . Keduanya saling bertatapan. Aubery menelan ludah ketika di pelupuk mata Shendi muncul genangan air.
"Sekarang ijinkan aku yang bertanya padamu" ucap Aubery. Shendi tidak beralih dari tatapannya. Menunggu Aubery mengutarakan maksudnya.
"Kenapa kamu lakukan ini padaku ..." menarik nafas panjang.
"Setelah semua yang kamu lalukan . Kenapa sekarang kembali datang dan mengusikku , menyiksaku ... "
"Karena..." Shendi bergantian menatap bibir dan mata Aubery.
"Karena aku mencintaimu ... "
🐤🐤🐤
"Entah kapan aku mulai mencintaimu... "
"Kamu , berbeda dari saat awal kita bertemu " Shendi menunduk.
"Maaf..."
.
.
.
.
.
.Bersambung🌞🌞🌞
🙏🙏Makasih yang udah mampir dan ninggalin jempol 🙏🙏
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1