Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Pecundang Pengecut


__ADS_3

Satu hari berlalu.


Shendi belum bersedia mengikuti saran Arif untuk klarifikasi dengan konferensi pers . Shendi yakin pasti ada cara lain selain mengadakan konferensi pers. Alasan lainnya bisa ditebak, Shendi tidak mau mengekspos dirinya.


Jimin dan Romy sudah mengikuti perintah Shendi untuk bicara di media dan juga secara langsung dengan mereka yang ngamuk diluar pagar. Bahkan sudah menjawab pertanyaan beberapa wartawan yang sengaja datang didepan kantor M&M.


Dimana Oscar yang sebenarnya berada. Rumah lamanya sudah di jual. Tempat tinggalnya yang sekarang belum diketahui. Oscar hilang bagai ditelan bumi.


Shendi sangat pusing dengan keadaan M&M sekarang. Ada beberapa peretas mengacak acak akun M&M. Mengubah kata sandi dan mengendalikan akun.


Jimin dan Romy sempat kerepotan mendapat serangan para hacker. Namun mereka masih bisa mengatasi dengan meminimalisasi konsekuensi. Melindungi uang dan data. Melindungi klien dari scammer . Dan merebut kembali atas kendali akun M&M.


"Sebaiknya anda klarifikasi secara langsung mas. Kalau tidak M&M pasti benar benar diboikot." Romy menyarankan.


"Lagipula, sampai kapan anda akan sembunyi. Santai saja menghadapi takdir anda. Biarkan dunia luar mengenal anda sebagai pengusaha muda yang sukses." Arif ikut mendorong semangat Shendi.


"Dan saat itu akan ada seribu gadis seperti nona Aubery datang menghampiri anda." kali ini Jimin yang berbicara. Sontak Shendi melempar sedotan yang dari tadi dimainkannya ke arah jimin .


"Itu bonus mas!" Jimin terkekeh.


"Aku tidak mau... " Shendi lemas mengucap.


Siapa yang mau kebebasannya dirampas. Lihat saja Tiara. Setiap hari dikejar kejar paparazi. Fotonya bisa didapatkan dengan mudah di internet. Kabar kecil saja bisa bertahan sampai sekarang. Bahkan merambat kemana mana. Untung saja Jimin dan Romy bisa diandalkan. Hingga sampai sekarang dirinya belum terekspos.


Shendi mendesah. Meletakkan kepalanya diatas meja restoran. Siang itu mereka berempat makan siang bersama disebuah restoran di kota A. Sambil mendiskusikan situasi M&M sekarang.


Tapi sepertinya tetap saja tidak menemukan jalan keluar. Saran terbaik namun Shendi tidak bersedia melakukan.


Para pemegang saham sisa juga mendesak agar Shendi segera bertindak. Kalau tidak M&M bisa mengalami mati suri ke dua kali.


"Haihh... dasar pecundang pengecut!" gumam Arif lirih. Putus asa kadang dirasakan Arif menghadapi Shendi yang takut dunia mengenalnya. Ada ribuan orang sukses di dunia. Tapi mereka bangga dengan pencapaiannya. Tidak seperti tuan muda Wiradana ini. Dia tidak lebih seorang pecundang sekaligus pengecut.


Hp disaku jaket Shendi berbunyi. Nada dering nokia mengalun merdu membuat mereka yang duduk dimeja meja sebelah menoleh ke arah Shendi. Tahu kan nada khas yang melegenda itu ?.


( Pasti reader langsung "ting ting ting ting , ting ting ting ...ting ting ... " ye kan ?)


Arif menutupi mukanya.


"Halo!" Sapa Shendi cuek ditambah malas.


"...!!!!"


Raut wajah Shendi tiba tiba berubah tegang , ia lalu berdiri dari duduknya membuat Arif, Jimin dan Romy penasaran apa yang terjadi.


" Kok bisa sih!! apa kata gurunya ??!" Shendi mulai panik. Sesaat mendengar penjelasan orang diseberang.


Shendi lemas lalu kembali duduk lunglai. Arif merebut hp jadul ditangan Shendi , mendengarkan orang diseberang yang sedang berbicara.


"Halo mas?? anda mendengarkan saya??" suara panik itu ternyata adalah milik Lingga.


"Apa yang terjadi??" Arif bertanya.


"Pak, Yash dan Ramanda tidak ada disekolah. Guru mereka bilang seseorang memakai jas menjemput mereka."


"Melihat anak anak akrab dengan orang itu . Maka guru tidak menaruh curiga." suara Lingga terdengar gugup .


Arif ikutan pucat. Siapa yang menjemput Sikembar. Situasi sekarang amat kacau . Arif kawatir jika itu adalah penculik. Bisa saja seseorang memanfaatkan situasi A.T , M&M yang sekarang berkaitan dengan WD. Tapi kenapa menjadikan Yash dan Ramanda sasaran.


Shendi bangkit dan berjalan kesana kemari bingung harus ngapain. Belum beres masalah satu . Sekarang adik adiknya diculik orang.


"Kamu tenang dulu, kamu tanya guru , cari informasi orang yang menjemput anak anak. Laki laki atau perempuan, mobilnya apa , dan pergi kearah mana. Sukur sukur kalau guru itu ingat berapa plat nomornya!"


"Oh ya, aktifkan terus hpmu siapa tahu ada telfon penting !!" sambung Arif.


***

__ADS_1


Arif menyuruh Lingga untuk mencari sikembar ke tempat tempat ramai. Seperti taman bermain, pusat permainan dan pusat perbelanjaan . Menyuruh melapor ke polisi tentang penculikan.


Sayangnya Lingga sudah melapor tapi polisi tidak akan bergerak jika belum ada 24 jam.


" Aku ga boleh tinggal diam. Menunggu 24 jam!! menunggu terjadi sesuatu pada mereka baru bergerak !!! yang benar saja !!" Shendi meraih tas genggam dan hp jadulnya. Namun Arif menahan Shendi yang akan meninggalkan kantor CEO.


"Mas tenangkan dirimu. Aku sudah menyuruh Lingga dan Sobari mencari ke segala penjuru kota B. Aku juga sudah menyuruh beberapa orang membantu mencari."


"Aku berhasil bobol akun SD itu. Apa mas mengenal sosok ini??" Romy memutar memperlihatkan layar laptopnya pada Shendi. Rekaman cctv SD tempat sikembar bersekolah. Terhubung dengan komputer SD yang sekarang sedang dibobol Romy.


Shendi langsung mendekat ke layar mengamati sosok yang tertangkap CCTV.


"Ini seperti..."


***


.


.


.


Pagi tadi,


Suara seseorang membuka pintu ruangan Aubery. Lalu terdengar pintu kembali ditutup. Langkah kaki mendekat ke arah Aubery yang sibuk memasukkan barang barang kedalam tasnya.


"Sejak kapan kamu mulai tidak sopan Shela?? masuk ke ruanganku tanpa ijin!!" tegur Aubery tanpa melihat siapa yang datang.


"Maaf Nona, aku sangat tidak sabar mendengar penjelasan dari anda..." suara lirih laki laki yang amat dikenal Aubery. Langkah itu semakin dekat dan berhenti di belakang kursinya.


Deg!


"Anda belum menjelaskan kenapa kemarin tiba tiba memeluk saya??" bisikan itu dekat ditelinga Aubery. Aubery sesaat mematung berusaha mengumpulkan kesadaran diri.


Shendi memutar kursi Aubery hingga mereka kini berhadapan.


Shendi tajam menatap dua mata indah yang kini hanya disapu eyeshadow warna lembut hingga tampak natural. Bibir tipis itu kini juga dipoles warna pink blossom. Gaya make up Aubery dua hari ini sudah ganti lebih natural.


"Tiara, apa ingatanmu sudah pulih total??" tanya Shendi tidak lepas menatap kedua mata Aubery bergantian.


Aubery menelan ludah, gugup dengan tatapan Shendi yang seperti ingin menelanjanginya.


Tak kuat dengan sorot mata Shendi. Aubery pun berusaha menghindari dengan memberesi file file dan segera bangkit dari duduknya.


"Aku tak ada waktu meladenimu,"


Shendi menyusul langkah Aubery dan menarik tubuh nona besar. Tubuh Aubery pun terhempas ke dinding ketika Shendi menghalangi langkahnya yang ingin berusaha kabur. Ia terkunci diantara dua lengan kekar Shendi.


"Tiara, aku suka kamu yang begini..." Shendi mengamati wajah Aubery dalam dalam.


"Minggir , aku buru buru !" Aubery berusaha lepas dari cengkeraman Shendi. Namun Shendi semakin menekan.


"Kamu... apa maumu... !"Aubery putus asa , usahanya sia sia. Semakin ia berusaha kabur, semakin Shendi menekan .


Dan Shendi menguasai pergerakan Aubery. Didekatkan wajahnya pada wajah Aubery yang menahan marah.


"Saya tahanan anda, siap menerima hukuman, kira kira apa hukuman hari ini??" tanya Shendi pura pura pasrah dengan menjatuhkan tatapannya pada bibir Aubery.


Samy tiba tiba menyeruak masuk tanpa mengetuk pintu.


"Nona anda baik baik saja ... !?!" Namun ia terhenti saat menyaksikan Shendi tengah menguasai nona besarnya.


Samy merasa bersalah telah masuk pada waktu yang salah. Ketika ia ingin mengetuk pintu , Samy mendengar suara gaduh dan ganjil dari dalam ruangan. Ia buru buru masuk tanpa berpikir jauh.


"Mas, anda disini...?" ucap Samy tak enak.

__ADS_1


"Ahhh , tadi nona Aubery memanggilku memberiku tugas. Aku lupa tadi disuruh apa??" Shendi berdiri tegak lalu memandang penuh tanya pada Aubery yang salah tingkah.


"Oh,!" Aubery tergagap.


"Antingku sepertinya jatuh entah dimana. Tolong cari..."


Shendi tersenyum dengan Aubery yang pintar. Gadisnya memang cepat tanggap. Samy hanya mengangguk paham.


*Mereka sedang membuat drama apalagi. Anting nona genap dua di telinga kiri dan kanan.


Ah... sudahlah*!


"Nona, anda sudah siap??" tanya Samy.


"Sudah!" Aubery mendorong tubuh Shendi menyingkir dari hadapannya . Meraih tas kerja yang masih tergeletak dimeja kerja.


"Kamu pelan pelan cari antingku! mengerti ?" perintahnya pada Shendi sebelum melangkah meninggalkan kantor. Shendi hanya memperhatikan Aubery yang tidak berani menatapnya.


Samy sedikit membungkuk pada Shendi setelah itu menyusul Aubery. Hari ini adalah peluncuran parfum musim ke 6 yang akan diadakan di salah satu toko A.T yang berada dikota A. Samy harus mengantar nona ke salon langganan untuk memperbaiki penampilan terlebih dahulu.


"Non, ada kabar bahwa tempat tinggal Oscar sudah ditemukan. Tapi sayangnya , apartemen itu sudah kosong lebih dari dua minggu" Samy mencoba mencairkan suasana. Aubery hanya diam semenjak menaiki mobil barunya.


"Lalu, ada satu lagi berita. Polisi kota B menerima laporan. Ditemukan sebuah gundukan yang sangat mencurigakan di lantai dasar sebuah gedung mangkrak.Setelah digali ternyata ada sesosok mayat laki laki tanpa identitas yang terkubur didalamnya."


Aubery mulai tertarik dengan kabar yang Samy bawa. Ia pun menoleh pada Samy.


"Lalu... ,apa hubungannya denganku??"


"Diperkirakan mayat itu sudah dikubur selama dua minggu. Mayat itu langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Hasilnya paling cepat besok."


Aubery kembali terdiam. Ia tahu maksud Samy. Melihat jangka waktu Oscar mengosongkan apartemen. Dan mayat mr.X yang terkubur. Samy mencurigai mayat itu adalah Oscar.


Jika benar , maka kasus ini tidaklah sederhana. Ada lagi orang dibelakang Oscar. Siapa kira kira...


"Ah iya, satu lagi non. Orang orang mengatas namakan penggemar anda. Melakukan penyerangan terhadap beberapa toko kelontong M&M!"


"Kenapa fansku menyerang M&M??" Aubery bingung. Beberapa hari ini ia terlalu sibuk mengurus pekerjaan dan mengejar memorinya yang hilang. Hingga tidak sempat mengikuti perkembangan berita.


"Sepertinya ada pihak yang mempengaruhi mereka. Bahkan mungkin mereka adalah bayaran. Tujuannya tentu ingin merusak nama baik anda. Fans Aubery Tsang telah bertindak anarki"


"Tapi mereka salah informasi. Mereka menargetkan M&M karena Oscar adalah putra pemilik M&M. Tapi itu dua tahun lalu. M&M sekarang tidak ada hubungannya dengan Oscar Sebastian." pungkas Samy.


.


.


.


.


.


.


.Bersambung🤓🤓


.


.


🙏 Trims yang udah mampir😘


👍 Jangan lupa Like


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2