Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
I Know You Love Me


__ADS_3

Kembali ke Handphone.


"Hp apa sebaiknya kita beli??"


Tanya Tiara pada sikembar.


"Semakin mahal semakin bagus!!"


Ramanda memberi solusi.


Tiara berpikir sesaat.


"Tidak , tidak , Ayah akan marah kalau beli terlalu mahal". Ucap Tiara ragu.


"ibu, kalau Ayah mencintaimu, Semahal apapun ia tidak akan memarahimu" . Yas mencoba meyakinkan Tiara.


Benar juga, ini saatnya untuk mencari tahu. Sebesar apa cintanya padaku. _Tiara tersenyum penuh arti. Lalu menyentil ringan hidung Yas.


" Lek Loi " Ucap Tiara.


Yas tidak mengerti dengan ucapan Tiara


" Ibu , barusan bilang apa??"


Tiara mencoba mengingat apa yang baru saja diucapkan.


Lek Loi artinya anak pintar, bahasa kantonis. Kenapa aku bisa bicara bahasa kantonis ??


lei ho artinya apa kabar....


Rasa sakit dikepala tiba tiba menyerang Tiara. Sebuah potongan peristiwa dari sebuah kejadian dan dialog melintas diotaknya.


Siuce, fun ying (nona selamat datang)


Siuce , lei ho.... (nona apa kabar )


Siuce , tu em ji.... ( nona maaf )


Tiara memegangi kepalanya, rasa sakit semakin terasa. Bayangan orang orang yang memakai seragam pelayan menunduk sopan melintas dimatanya. Yas kawatir menyadari wajah Tiara yang tiba tiba berubah pucat. Segera memanggil Raman mendekat untuk membantu Tiara duduk dikursi yang disediakan toko.


Setelah beberapa saat Tiara sudah membaik. Ia mencoba mengambil nafas dalam dalam.


"Ibu apa kita sebaiknya pulang..." Ramanda merasa kawatir.


Tiara menggeleng pelan sambil membelai kepala Ramanda.


" Setelah membeli Hp , kita pergi makan ya?? mungkin ibu tadi lupa makan jadi merasa pusing ". Tiara hendak melepas topinya, tapi dicegah Ramanda. Tiara heran.


"Ibu lampu disini sangat terang. itu akan membuat matamu silau dan kepalamu akan pusing lagi. tetaplah memakainya sampai kita pulang nanti".


Shendi sudah berpesan kepada Ramanda ketika tadi ditelfon.


Ingat !! , jangan ijinkan ibu untuk melepas topinya, seseorang mungkin ingin mencelakai ibu.


Tiara tersentuh melihat Ramanda begitu menghawatirkannya.


"Baiklah sayang, terima kasih sudah kawatir dengan ibu."


Mereka segera memilih Hp yang harganya lumayan mahal. Setelah itu mereka menuju bagian elektronik.


Membeli dan membeli. Tiara tersenyum menatap kartu kredit ditangannya.


Sayang , kamu boleh juga. tak kusangka pendapatanmu perbulan diatas rata rata....


Mencium kartu kredit itu. Kartu Visa Platinum Bank ternama berwarna hitam. Tiara tahu bahwa pemegang kartu itu harus orang orang yang memiliki penghasilan diatas 28 juta per bulan.

__ADS_1


Tiara mengesampingkan rasa penasarannya . Rasa hausnya akan belanja lebih besar daripada rasa penasarannya.


Ia lupa profesi Suaminya yang hanya sibuk dikandang dan mengasok telur ayam kampung ke toko toko, namun bisa memiliki penghasilan sebesar itu.


Mereka meninggalkan Plaza sekitar jam 5 lebih.


Seseorang berada dibalik dinding mengamati mereka, Lalu terlihat sedang menelfon seseorang.


"Halo, mas , mereka sekarang meninggalkan plasa. sepertinya langsung pulang kebukit Y"



Sementara anak anak mandi bola, Emaknya boleh nunggu sambil baca baca diruang tunggu. Topi dan kacamatanya disimpen dulu. Tuh kan ada aja yang jepret jepret. Aku hanya rakyat jelata. pliis... jangan foto saya.._Tiara.


_________________❤️__________________


***


Hari sudah gelap. Shendi menunggu diteras dengan gelisah . Hampir dua jam sejak Sobari melapor bahwa mereka sudah meninggalkan plaza. Normal membutuhkan waktu hanya 40 menit untuk sampai kerumah. Ia sangat kawatir , akan sangat susah melewati jalan menanjak ke bukit Y jika hari sudah gelap begini. kecuali mereka yang sudah hafal dengan medannya.


"Mampir kemana sih" gumam Shendi. Diseruputnya kopi hitam yang sudah dingin.


Tak berapa lama terlihat sorot lampu dikejauhan, Shendi yakin itu mereka. Dilihatnya jam diruang depan , sudah hampir jam 7.


Shendi memasang muka sebal ketika Tiara dan kedua adiknya sudah berada didepannya. Mengamati mereka satu persatu. Kedua adiknya masing masing memeluk boneka dan masih memakai seragam sekolah . Dan Tiara yang tampak sumringah dengan beberapa paper bag ditangannya.


Wajah mereka yang ceria tak tampak sedikitpun terlihat lelah meskipun sudah bermain hampir setengah hari.


kalian bersenang senang dan melupakanku,


Tiara tersenyum semanis mungkin lalu memperlihatkan sesuatu di tangan kanannya. Paper bag yang tertulis Kebab Turky Spesial Tuan Kenan.


masih ingat denganku rupanya...


Bagaimana mereka tahu makanan kesukaanku??


Senyum tersungging disudut bibir Shendi.


Shendi mengamati barang barang belanjaan yang dibawa Tiara . Mengamati satu satu paper bag , membaca brand yang tercantum disitu. Beberapa merk Pakaian wanita dan anak anak. Beberapa tas Toko mainan langganan dikembar.


toko mainan langganan dua setan kecil ini,


hah....


mencari kesempatan, dasar setan kecil. _ menatap tajam kepada dikembar .


merk pakaian dalam wanita, hmmm.... sudah ingat ukuranmu sendiri ?? Shendi tersenyum sebentar memandang wajah Tiara yang tersipu malu.


Shendi kembali memeriksa Paper bag terakhir yang tercantum merk hp terkenal. Melongok kedalam isi tas itu. Shendi ingin tahu tipe hp apa yang dibeli Tiara. Jantung Tiara berdebar sambil melirik dikembar.


I Phone 8 plus 256 gb??? Memandang kembali wajah Tiara.


Tiara, boleh juga kau....


sudah amnesia tapi seleramu tidak berubah...


Tau aja barang bagus.


Senyum Shendi berubah menjadi senyum mengejek kepada Tiara. Lalu merebut paper bag yang bertuliskan Kebab Turky Spesial Tuan Kenan.


Jika dihitung berdasarkan hitung cepat ala Shendi mungkin semua belanjaan Tiara dan anak anak tidak sampai 15 juta.


Tanpa mempedulikan wajah Tiara yang tegang , Shendi berjalan masuk begitu saja meninggalkan mereka. Ia tak sabar untuk segera menikmati kebab kesukaannya.


"cepat masuk, apa kalian mau berdiri diteras sampai besok pagi??" ucap Shendi.

__ADS_1


Tiara tak dapat menahan rasa bahagiannya, begitu juga sikembar. Mereka bertiga otomatis menari nari berputar berangkulan merayakan kegembiraan mereka.


Shendiaga tidak marah, berarti dia mencintaimu Tiara!!! Aahhhh senangnya...!!! _Tiara.


Kita akan benar benar mempunyai kakak ipar, Mas Shendi sudah jatuh cinta...!!!_Yashinta dan Ramanda.


"yeyeye... lalala...." Suara mereka terdengar sangat berisik. Untung rumah tetangga jauh dibawah sana. kalau tidak pasti sudah mendapat komplin.


Dan Tentu saja , Shendi yang ingin menikmati kebab favoritnya merasa heran dan terganggu dengan kehebohan mereka.


"Heiii.... cepat kalian mandi keramas yang bersih..!!!" Teriak Shendi menghentikan kehebohan mereka.


"Mereka benar benar.., Entah apa yang merasuki kalian".


gerutu Shendi sambil membuka kemasan kebabnya. menghirup aroma yang sangat dirindukannya.


Flashback on


Sekitar jam 5 sore Tiara dan sikembar meninggalkan Plasa. Yas menarik tangan Tiara menyuruh untuk memelankan langkah.


"Ibu, kita akan dimarahi ayah karena pulang kesorean" Ucap Yas.


Tiara mengerucutkan bibirnya ikut kawatir. "yahh... gimana dong"


"ibu aku ada ide". Yas menyuruh Tiara membungkuk menyamai tingginya, Ramanda ikut nimbrung penasaran. Lalu yas mulai membisikkan sesuatu.


"Dibelakang kita ada bang Sobari, aku tahu dari tadi mengikuti kita , pasti disuruh ayah untuk mengawasi. Bagaimana kalau kita tangkap basah".


Tiara dan Raman mengangguk setuju.


Tiara menunggu didekat simanis. dan sikembar berbalik arah mengepung keberadaan Sobari.


Sobari akhirnya tertangkap, ia begitu terkejut tiba tiba sikembar ada dibelakangnya.


" aduh non Yas. den Raman mengagetkan Bang Sobari saja" Sobari mengelus dadanya, jantungnya terasa mau copot. "cepat pulang non , den, nanti dimarahi Mas Shendi lo kalau telat" Sobari melanjutkan.


" Bang kita udah terlambat, gimana caranya agar Mas Shen tidak marah??" Tanya Raman pada Sobari.


sikembar tahu bahwa Sobari dulu pernah bekerja pada keluarganya . Pasti tahu gimana menghadapi Shendi kalau marah.


Sobari berpikir sejenak. "Ahh, belikan Kebab Turki . itu kesukaan Mas Shen. Sepertinya dijalan baru ada yang jual den, dekat alon alon kota".


Sikembar tersenyum senang. boleh juga idenya.


"Bang terima kasih ya, kamu pulanglah , setelah membeli kebab kami akan langsung pulang. dan jangan kasih tahu Mas Shendi, kami mau kasih kejutan" Yas Melambai begitu juga Raman setelah itu meninggalkan Sobari yang hanya bisa menghela nafas.


Misi rahasianya ketahuan.


Flashback off


.


.


.


.


.Bersambung😍😍


👍 jangan lupa tinggalkan jejak like yaa😘


👍kasih ide dikolom komentar


👍Sayang kalian semua❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2