Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Dendam Oscar #2


__ADS_3

Kami semua terpana. Terlebih Papa. Anthony pun Syok dengan ulah Putrinya.


"Jangan menyentuhku, aku tidak suka" ucap Aubery datar sambil melangkah pergi. Anthony mencoba mengejar Aubery.


Dan Papa berusaha mencegah Anthony. Tapi sayangnya , Anthony tetap melangkah tanpa mempedulikan kami, ia keluar menyusul putrinya.


Sedangkan aku lebih khawatir dengan keadaan Papa. Ia sangat kesakitan sambil meremas dada kirinya.


Aku segera membawa Papa kerumah sakit terdekat. Karena keadaannya sangat buruk .Aku bahkan tidak menyadari kapan mereka meninggalkan restoran jepang itu.


Anthony adalah harapan terakhir Papa. Dan Anthony pun juga tidak mau menolong Papa.


Papa akhirnya terpukul hingga mengalami koma .Rencana Pertunangan kami gagal dan perusahaan Papa benar benar gulung tikar.


Dua bulan koma, Papa akhirnya meninggal dunia. Ibu mengalami depresi hingga mengalami gangguan jiwa.


Aku terpaksa menjual perusahaan kecil Papa. Pada seorang pengusaha muda. Menurut yang aku dengar pengusaha itu sangat misterius. Tidak pernah muncul di publik . Semua segala urusan dipercayakan kepada utusannya. Dan transaksi jual beli perusahaan Papa inipun aku hanya berhadapan dengan utusan itu.


Tak apa, toh setelah dua tahun ini Perusahaan kecil itu mulai berkembang pesat. Aku ikut senang akhirnya Perusahaan Papa tetap berdiri , walaupun itu bukan milikku lagi.


Andaikan Aubery sedikit mau menurunkan egonya sama sepertiku. Dan menyetujui untuk saling mengenal terlebih dulu . Mungkin sekarang tidak jadi seperti ini.


Aubery , dia terlalu sombong...


***


"...128...129...130......150.".


Seperti biasa Shendi mengisi waktu luangnya untuk berolah raga . Disela sela kesibukannya dihalaman samping.


Kadang push up, sit up , crunch atau apa saja yang bisa dilakukan tanpa menggunakan alat bantu. Nafasnya tidak beraturan dan keringat membanjiri seluruh tubuhnya. Sudah setengah jam dia berolah raga ringan.


Shendi merebahkan tubuhnya dibangku kayu. Mengatur kembali nafasnya. Pandangannya jauh menatap langit yang berwarna biru.


Pikiran Shendi melayang kemana mana. Sudah satu minggu lebih Tiara berada disini. Sesuai kesepakatan dengan adik adiknya untuk menyelesaikan sandiwara ini. Namun kenyataan yang membuat Shendi berpikir ulang. Tentang mobil sport itu, siapa yang dengan sengaja memotong selang minyak rem.


Dia memang gadis yang sombong, tapi, bermain dengan nyawa. apa itu tidak kelewatan??"


"hhhhhhhhh...." Shendi menarik nafas panjang.


Dia dalam bahaya, seseorang ingin melenyapkannya ,


Ternyata didunia ini benar benar ada orang berdarah dingin.


apa yang harus aku lakukan??


membiarkan dia tetap disini atau mengembalikan pada keluarganya.


"Tapi dimana aku bahkan belum tau siapa dia. bodoh, bodoh ,bodoh..!!", . _ Shendi memukul kepalanya sendiri.


Hp milik Tiara belum menyala. ia menaruhnya ditepi jendela agar airnya mengering. Dan camera cctv itu masih belum dia sentuh. Itu adalah bukti yang sangat berharga. Shendi tahu camera itu menyimpan rekaman sebelum kejadian.


Tiba tiba muncul wajah Tiara yang terbalik di langit yang biru itu. dengan senyum termanisnya. membuyarkan lamunan Shendi.


"Siapa ,dia siapa yang kamu maksud ??"


"Tiara kau mengagetkanku" Shendi hendak bangun namun dicegah Tiara. Tiara menekan bahu Sendi dan tubuhnya semakin membungkuk . wajah Tiara berada tepat diatas wajah Shendi.

__ADS_1


"Kenapa kamu selalu muncul tiba tiba" tanya Shendi. Ia memaksa bangun lalu mengambil handuk kecil dari tangan Tiara. Mengeringkan keringatnya dengan handuk itu. Tiara sudah terbiasa melayani Shendi. Menyiapkan kopi dipagi hari. menyiapkan baju ganti ketika mandi. Atau mengantar minum ke halaman belakang ketika Shendi bekerja.


Menyiapkan handuk kecil ketika suaminya berolah raga juga sudah menjadi kebiasaannya.


Dan Shendi sudah lebih baik sekarang. Hidup dia lebih tertata. makan teratur, mengembalikan barang barang pada tempatnya. Dan yang paling patut diacungi jempol. kini tidak ada lagi baju berserakan dirumah. Tidak ada lagi lantai kotor bekas telapak kaki .


"Emh??" Tiara menadahkan tangan kanannya dihadapan Shendi. Shendi lalu menaruh handuk yang telah basah oleh keringat diatas tangan itu.


"Iihhhh..." Tiara melempar handuk itu keatas bangku. Tangannya kembali menadah. Shendi tetap tidak paham apa mau Tiara.


Pelan dan ragu ragu Shendi membungkuk, meletakkan dagunya diatas telapak tangan Tiara. Menatap Tiara seolah bertanya.


Apa begini sudah benar??_Shendi.


Tiara terkesima. Bagaimana dia bisa memiliki suami yang imut dan lucu kayak gini.


Lihat alis tebal ini,


mata tajam seperti mata elang


hidung yang mancung.


Dan bibir yang terasa manis seperti gula....


_Tiara.


"Bagaimana... , sudah puas lihat suamimu yang tampan"


Shendi menggoda. Tiara tersadar lalu buru buru menarik tangannya dari dagu Shendi.


"ehemmmm.... kunci simanis" Tiara kembali menadahkan tangan. Shendi heran.


"Jemput anak anak habis itu langsung belanja"jawab Tiara.


"Belanja apa, aku bisa mampir belikan buatmu" ucap Shendi. Ia kawatir terjadi apa apa dengan Tiara. apalagi Tiara baru mengalami kecelakaan, takutnya masih trauma.


"Belanja kebutuhan wanita. pembalut yang kamu belikan salah. dan bra semua sudah kebesaran"


Bukan sudah kebesaran sayang... tapi aku salah menebak ukuranmu. Batin Shendi.


"Benarkah, mungkin kamu sekarang lebih kurus , tidak apa nanti aku belikan ukuran yang lebih kecil."


"Tidak, aku ingin beli sendiri!" Tiara kukuh ingin turun bukit , Akhirnya Shendi memberikan kunci simanis kepada Tiara. meskipun dia kawatir seseorang akan mencelakainya lagi. Mungkin lebih aman jika Tiara dirumah saja.


"emh!!" Tiara kembali menadahkan tangan.


"Apalagi"


"Uang....!" jawab Tiara singkat.


Shendi dengan malas mengeluarkan dompet disaku celananya. Dilihatnya hanya ada beberapa lembar uang seratus ribuan. Tiara merebut dompet itu. Menarik semua lembaran uang dan satu lembar kartu kredit yang terselip.


"heii... itu..!"


"Jangan pelit!" Tiara memotong sambil mengembalikan dompet kosong kepada Shendi.


Itu blackcard yang jarang kupakai...

__ADS_1


Tiara bergegas meninggalkan Shendi dengan wajah tidak iklasnya.


"Tunggu!"


Tiara menoleh, Shendi menggandeng tangan Tiara masuk kedalam rumah , menaiki tangga lalu masuk ke dalam kamarnya.


"Kamu ngapain?" Tiara heran.


Shendi tidak menjawab. Ia membuka lemari bajunya, memilah milah mana sekiranya cocok untuk Tiara.


Ketemu, Hoodie warna hitam dengan gambar logo merk ternama yang ukurannya memang kebesaran ditubuh Tiara , dan topi koleksi Shendi model bucket hat warna putih motif gucci , kaca mata hitam dengan rangka yang lebar. dan masker mulut yang warnanya juga hitam.


Tiara menatap aneh dirinya dalam cermin, "sayang ,apa ini tidak berlebihan.??


sangat berlebihan, tapi lebih baik daripada pembunuh mengenalimu.


"Tiara, kamu tidak dengar berita diradio, hari ini cuaca akan sangat panas, sinar ultraviolet tidak bagus untuk kulitmu" ucap Shendi sambil menyentuh pipi Tiara.


Shendi berubah pikiran, Memang sedikit berlebihan dengan penampilan seperti ini. Bukankah begini justru menarik perhatian orang.


"Baiklah , tanpa masker" Shendi melepas pelan masker yang terpasang di mulut Tiara. maka terlihatlah kembali bibir merah delima milik Tiara.


" Ngomong ngomong kenapa tidak kamu pakai peralatan make up yang aku belikan??" Tanya Shendi. Peralatan make up yang dia belikan waktu itu masih utuh dengan segel, hanya sunscrenn . handbody dan bedak bayi yang sudah terbuka segelnya.


"Tidak bisa pakai" jawab Tiara singkat.


Shendi menatap aneh Tiara. Dimana mana seorang wanita pasti mahir dalam merias wajahnya. Namun Gadis didepannya ini setiap hari hanya menggunakan sunscren dan pelembab wajah.


Shendi menghela nafas , lalu meraih lipstik dimeja. Memonyongkan bibirnya memberi kode Tiara agar mengikutinya . Tiara menurut, Lalu Shendi dengan pelan mengusapkan lipstik kebibir Tiara. Mengamati sebentar berpikir sebentar.


"ahhh, warna ini tidak cocok untukmu, hapus saja". Shendi meraih kapas. Namun Tiara mencegahnya.


"tidak usah....".


Tiara merangkul leher Shendi dengan kedua tangannya, hingga terpaksa Shendipun harus sedikit membungkuk . Lalu tiba tiba Tiara berjinjit menyesuaikan tingginya dengan tinggi Shendi.


cup!!


Mengusap bibirnya memutar searah jarum jam pada bibir Shendi . Kini warna lipstik itu berpindah kebibir Shendi. Tiara tertawa lebar melihat tampang Shendi lalu segera melesat keluar kamar .


Shendi tampak syok dan baru tersadar ketika suara mesin simanis dihalaman depan terdengar dihidupkan.


" Tiara, kamu tahu berapa passwordnya" gumam Shendi sambil menarik nafas panjang. Mengambil hp N70 nya , mencari nama Sobari didaftar kontak.


.


.


.


.


.Bersambung😘😘


.


., jangan lupa like setelah buka episode ini. 😘😘

__ADS_1


.kasih saran dikolom komentar🤗🤗


.sayang kalian semua😍😍


__ADS_2