
H -7
Imbas dari rumor yang beredar 4 hari ini. Shendi jadi tidak bebas menjalani hidup di lingkungan sekitarnya. Sejak memasuki kantor WD , banyak karyawannya memandang aneh padanya. Mereka tersenyum sambil berbisik entah apa yang mereka bicarakan tentangnya.
"Semua karyawan disini tahu tentang gosip itu. Dan mereka juga tahu semua itu tidak benar. Tapi masalahnya apa anda akan terus diam." Arif dengan hati hati bertanya.
"Aku harus gimana paman, semua kan harus dibicarakan dengan Aubery. Masalahnya dia tidak mau mengangkat telfonku." Shendi seperti biasa mencoba bersikap santai. Memainkan pulpennya untuk menutupi kegundahan dalam hatinya.
Dua hari sudah berlalu. Aubery tidak membalas sms ataupun mengangkat telfon dari Shendi. Dua hari, sudah membuat Shendi menderita kangen dan lelah berprasangka . Hingga ia harus membuat alasan untuk datang ke kota A. Yaitu belanja .
Membeli beberapa pakaian tebal karena kebetulan di Beijing sana sedang musim dingin . Visa-nya sudah turun dari imigrasi China. Shendi juga sudah menyiapkan segala keperluan termasuk tiket pesawat. Tinggal menghitung hari. Ia akan segera berangkat menggapai cita cita yang tertunda.
"Tapi masalah terletak pada anda. Kenapa anda tidak memahami kekasihmu sendiri. Dia bukan orang yang suka dikasihani." ucapan Arif membuat Shendi harus merenung.
"Dia gadis yang tegar dan keras kepala . Dia tidak mungkin memohon pada orang lain termasuk padaku. Dia tidak suka orang lain memandang kasihan padanya" Shendi menggumam.
"Itu tahu..." balas Arif setengah mengejek.
"2 hari , itu sudah melewati batas kesabaranku Tiara... " Shendi menahan gejolak hatinya. Hp androidnya berbunyi. Ternyata dari Samy. Shendi langsung mengangkatnya.
"Halo... Halo Sam... ?" Shendi menyapa. Apa Samy salah sambung , Samy mengobrol tapi tidak dengannya . Diturunkan kakinya dari atas meja lalu menajamkan pendengarannya.
Shendi pun akhirnya hanya menyimak suara yang sampai di telinganya. Terlihat raut wajahnya berubah setelah beberapa saat. Arif jadi ikut penasaran.
" Emh... aku dengar." Shendi menutup hpnya.
" Gadis bodoh !!" merasa apa yang didengarnya sangat konyol.
Baiklah sayang... Jika itu maumu .
Keputusan ada padaku. Maka jangan salahkan aku jika mengambil keputusan tanpa persetujuanmu. Salah sendiri tidak angkat telfonku.
"Kenapa mas," tanya Arif. Namun Shendi hanya menjawab dengan tawa hambar. Ia lalu bangkit dari kursinya.
" Aku ke Megabox sekarang paman... Aku harus membeli beberapa pakaian tebal dan jaket musim dingin. Aku tidak ingin jadi daging beku setelah turun dari pesawat."
"Kenapa tidak menunggu Sigi. mungkin sebentar lagi sampai." ucap Arif .
"Sigi mau kesini ??"
"Tadi dia datang bersamaku. Dia turun di restoran depan untuk sarapan."
"Papa... aku membeli segelas kopi untukmu !" Bersamaan seorang gadis berlesung pipit masuk dengan senyumnya yang ceria. Tangannya membawa segelas kopi Starbucks .
"Shen... kau disini ?" senyum itu mendadak lenyap saat tahu ada Shendi di ruangan itu. Kenapa pas banget Shendi datang ke kantor. Mendadak suasana menjadi canggung.
***
"Sig..." Shendi memanggil Sigi yang berjalan mendahului. Gadis itu tidak dapat menutupi kecanggunganya. Malah Papanya sengaja mendorongnya untuk menemani Shendi belanja.
Sigi menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Shendi. Mereka masih di halaman gedung WD.
"Ucapanmu 2 hari yang lalu... membuatku terus berpikir." ucap Shendi . Ia telah memutuskan untuk mengakhiri kecanggungan diantara mereka secepatnya.
__ADS_1
" Aku tidak bisa menjanjikan cintaku padamu...Tapi aku juga tidak ingin memutus persahabatan kita." menatap Sigi. Mengamati tiap inci wajah gadis itu.
"Hubungan kita yang terjalin 20 tahun lebih, itu bukan waktu yang singkat. Dari dulu sampai sekarang , aku tetap menganggapmu adalah saudaraku. Sampai kapanpun kamu adalah adikku yang tumbuh besar bersama, bermain bersama , dan saling bekerja sama."
Sigi menunduk. Ia tidak mampu membalas tatapan tajam Shendi. Atau Sigi hanya menyembunyikan genangan air yang tiba tiba muncul di pelupuk matanya.
"Tapi jika situasi pertemanan kita yang sekarang membuatmu canggung dan merasa terbebani..." sesaat Shendi menangguhkan ucapannya. Sigi memberanikan diri menatap Shendi , menunggu Shendi melanjutkan kalimatnya.
"Kamu boleh tidak menemaniku. Asalkan kamu nyaman."
Sigi mengangguk pasti. Ada senyum sinis di sudut bibirnya.
"Tapi kamu selalu payah dalam hal memilih pakaian. Lihat ! , kamu seorang bos besar tapi pakaianmu lebih buruk dari tukang parkir didepan..." memandang Shendi dari atas ke bawah.
Shendi tertawa dengan sindiran Sigi. Dari dulu gaya fashionnya memang seperti ini. Tidak berubah. Casual is the best !!
"Jangan seolah olah hanya aku yang bergantung padamu. Ingat, kamu yang selalu menggangguku setiap hari. Hanya untuk bertanya tentang model terbaru yang cocok dengan posturmu yang jangkung itu" imbuh Sigi. Suasana mulai sedikit mencair.
"Aku harus menerima takdirku menjadi adik seorang kakak yang sangat cerewet." Sigi tertawa getir. Shendi mengusap lembut kepala Sigi.
"Sigi... kamu memang gadis yang pintar, dan ceria."
"Benar... aku putri tunggal Arif budiman direktur perusahaan perhiasan terkemuka. Aku juga calon sarjana dengan masa depan yang gemilang. Umurku juga masih 22 tahun. Muda cantik." Sigi menggebu gebu.
"Tapi kamu tidak menyukainya..." wajahnya kembali muram.
"Sigi..." lirih Shendi memanggil.
"Aku yakin kamu akan segera menemukan orang yang benar benar kamu cintai. Tidak sebatas kamu kagumi..."Shendi berusaha menghibur.
"Baiklah... Aku tidak keberatan menjadi juru fashionmu. Jika kamu masih membutuhkanku. Pacarmu kan juga ahli dalam bidang ini..."Sigi dengan mimik wajah imutnya. Shendi tertawa lalu direntangkan kedua tangannya.
Kemarilah, adikku...
Sigi pun ikut tertawa dan menghambur dalam pelukan Shendi.
Jeep Wrangler warna putih melesat menuju mall terbesar di kota A. Megabox Mall. Dimana toko toko brand terkenal dunia ada disana. Tidak ada barang yang tidak dijual di mall itu.
***
Megabox Mall.
Banyak wartawan masih standby depan gerbang rumah besar dan di lantai dasar Megabox. Mereka memburu Aubery untuk mengkonfirmasi tentang kedekatannya dengan beberapa pria sekaligus.
Publik masih dibuat penasaran . Siapa pria yang diperkenalkan Anthony sebagai calon menantunya. Shendiaga Wiradana yang masih adem ayem , padahal namanya gencar disebut sebut juga dekat dengan Aubery. Dan terbaru , siapa cleaning service yang mampu merebut hati Aubery sampai berujung pemecatan salah satu karyawan.
4 hari ini semua staf dan karyawan A.T termasuk cleaning service, terlihat lebih tekun dan teratur. Mereka bekerja di bagiannya masing masing , duduk serius seolah mereka adalah karyawan yang teladan.
Eits ... tunggu dulu , aneh nggak sih yang biasanya mereka bergerombol menggosipkan bosnya tiba tiba patuh gitu ? coba lebih dekat ke meja mereka.
Disela sela urusan pekerjaan ternyata mereka sedang aktif membaca dan mengirim pesan di group chating. Rupanya mereka juga punya strategi baru dalam mempersatukan staf dan karyawan A.T.
Sementara diruangannya. Aubery tengah membahas rumor yang beredar dengan asistennya Samy.
__ADS_1
"Aku tidak pernah menyesal memecat Vir. Keputusanku memecat dia adalah benar. Aku tidak membutuhkan karyawan yang rendahan seperti dia. Tidak setia dan membuka aib mantan bosnya pada publik." Aubery sambil melihat wawancara Vir tempo hari dengan iPad nya. Tayangan itu masih berseliweran di berbagai media.
"Untung aku belum membatalkan pemecatan . Andai nona memberiku tugas dengan jelas waktu itu. Mungkin dia masih menjadi karyawan A.T." Samy diam diam menghubungi nomor Shendi.
"Kenapa nona tidak menyuruh mas Shendi untuk memberikan konfirmasi." melirik ponsel yang digenggamnya. Sudah diangkat belum.
Diangkat !! Samy bernafas lega.
"Berita sudah semakin ngawur non. Image anda semakin jatuh. Apa anda tidak kawatir akan berpengaruh pada A.T ?"
"Mereka yang pintar akan melihat prestasiku, bukan kepribadianku." jawab Aubery sambil menutup iPad.
"Sampai kapan anda akan mendiamkan mas Shendi... "
Aubery menoleh pada Samy. Tatapannya mendadak berubah sedih . Ya , Aubery sedang galau. Beberapa menit sudah berhasil melupakan Shendi. Kini diingatkan lagi.
"Bagaimana jika tiba tiba , kamu merasa kamulah yang menjadi orang ke 3 Sam?" tanya Aubery . Samy tidak mengerti.
"Aku tiba tiba sadar , akulah yang hadir ditengah tengah persahabatan mereka."
"Hubungan persahabatan mereka melebihi nyawa mereka sendiri. Shen , apa aku harus memberikan Shendi pada Sigi ?" Aubery bingung.
"Nona kenapa anda sangat naif . Persahabatan mereka seperti persahabatan anda dengan Satria . Mungkin Sigi mencintai mas Shen. Tapi bagaimana dengan mas Shen?? , apakah juga sama mencintai Sigi ??" Samy membuat Aubery makin bingung.
"Tapi Sigi begitu mencintai Shendi. Bayangkan... mencintai seseorang dari kecil. Aku melihat sendiri bagaimana dia menangis." Aubery mulai tak terkendali.
"Lalu bagaimana dengan nona... apa anda tidak mencintai mas Shendi... ? apa anda tidak menangis 2 hari ini ?"
"Aku... " bibir Aubery terasa kelu. 2 hari ini entah berapa air matanya yang terkuras. Mendiamkan sama menyakitkan dengan didiamkan.
"Mas Shendi mungkin terlambat menyadari. Tapi saya tahu dia mencintai nona. Dia rela kehilangan nyawa demi anda."
"Ah...Sudahlah... Jika anda mencintainya , anda tidak mungkin menyerahkan kepada orang lain."
Samy mencoba memancing emosi Aubery.
"Aku mencintainya... hanya saja." menjawab cepat namun kembali ragu ragu.
"Kenapa anda ragu non ?? Mencintai seseorang tidak perlu syarat. Anda cukup memiliki kekuatan untuk mencintai. Terlepas dirinya yang memiliki kisah masa kecil..." menghampiri Aubery. Diusapnya rambut gadis kecilnya yang kini telah dewasa.
"Sungguh memilukan jika cinta bertepuk sebelah tangan. Kedua belah pihak akan sama sama tersakiti. Tapi kalian berbeda. Kalian saling mencintai, buatlah cinta kalian tanpa syarat agar ikatan hubungan lebih kuat."
Aubery mengangguk pelan . "Tapi sekarang bagaimana, aku sudah mendiamkannya..."
"Jadilah anda seperti biasanya . Anda adalah Aubery yang tidak pernah menyerah. Dan minta maaflah karena sudah membuat dia kawatir 2 hari ini..."
Aubery membuang nafas kesal." Dia yang tidak datang mencariku." dengan egoisnya . Apa susahnya meminta maaf non.
"Kalau dia mencintaiku dia pasti juga akan mencariku tanpa lelah kan??"
Samy menarik nafas dalam. "Anda dengar sendiri kan ?" tanya Samy pada seseorang yang masih tersambung di telfon.
๐ Sampai jumpa next episode.
__ADS_1
๐Terima kasih yang udah like, rate, komentar , favorite , hadiah dan vote. Sangat berarti untuk Author.
๐ Lope yu๐