
"Biasanya nona tidak mau memakan sarapan buatan mas Shendi??" tanya Samy heran menatap Aubery. Seminggu yang lalu semua paket sarapan selalu berakhir ditempat sampah. Aubery membiarkannya dimeja sampai siang hingga sarapan itu tidak layak untuk dimakan lagi.
Samy merasa sayang membuang buang kerja keras Shendi. Dan kebetulan tadi pagi dirinya belum sempat sarapan karena Aubery lebih awal berangkat ke kantor.
"Siapa yang bilang??" Aubery tak kalah melotot membalas tatapan Samy. "Kamu bisa pergi ke lantai dasar untuk sarapan. Sedangkan aku ada rapat setengah jam lagi" lanjutnya sambil mengeluarkan isi paper bag. Isinya masih seperti biasa. Menu seimbang untuk sarapan pagi. Tidak berat namun cukup bergizi.
"Pergilah..." perintahnya pada Samy yang masih berdiri didepannya.
Samy mendengus kesal . Nona sekarang menjadi bucin dan tambah parah setelah kembali . Seseorang yang baru pertama jatuh cinta memang sangat naif . Dirinya yang berada disamping nona sejak kecil hingga dewasa, kini hanya dinomor duakan. "Hiks !"
Dengan berat hati Samy berbalik menuju pintu. Beberapa kali menoleh kebelakang apakah Aubery benar benar menginginkannya pergi. Aubery hanya tersenyum sambil memberi kode cepatlah pergi. "Hush hush ..."
Pintu kantor kembali tertutup. Samy akan sibuk dengan tugasnya sendiri. Dan Aubery mengeluarkan sesuatu yang dia sembunyikan dibalik punggung.
Bukan post-it melainkan kartu ucapan yang diikat dengan satu tangkai bunga mawar segar warna merah. Dan kotak perhiasan imut. Tidak sabar Aubery membuka kartu ucapan itu. Lalu membaca kalimat yang ditulis dengan tinta biru.
Sesuatu yang abadi
menembus ruang dan waktu
pada suatu masa, ia akan diuji oleh benci
dan ketika ia mampu melewatinya,
itulah cinta.
Ini adalah bunga pertama yang aku berikan kepada seseorang.
dan seseorang itu adalah
mutiara yang telah menghiasi seluruh ruang dihati.
Aubery mengamati tiap huruf yang ditulis tangan oleh Shendi. Seperti menghafal kalimat itu. Aubery membacanya berulang ulang.
Ctak!
Aubery membuka kotak perhiasan yang ternyata isinya adalah sebuah cincin. Cincin dengan ukiran berbentuk sayap yang berhias taburan batu permata biru pada tiap bentangan sayap.
Aubery mengusap permukaan cincin yang berkilau itu. Ia sangat takjub dengan detail ukiran cincin yang sangat indah dan unik . Belum pernah Aubery melihat cincin model seperti ini. Ia lalu mencoba menyematkan di jari manisnya.
Sangat pas, dan sangat cocok dengan jari lentiknya. Sesaat ia masih mengagumi keindahan cincin itu. Namun ia lalu tersadar.
"Apa maksudnya dengan memberiku cincin??"
Aubery buru buru mengembalikan cincin itu kedalam kotak. Ketika diluar tadi Shendi juga hanya diam saja tanpa reaksi saat dipeluk begitu.
"Haruskah aku memanggilnya dan menanyai maksud dia??" Aubery bimbang. Kalau bertanya langsung , mungkinkah akan dianggap gadis agresif.
"Atau bilang terima kasih saja, buat apa sih tiba tiba ngasih cincin... ??"
"Gimana kalau tanya Viona saja... " Setelah yakin Aubery lalu menelfon sahabatnya.
Flashback on
Setelah kembali dari kota B. Aubery langsung menuju kamarnya. Samy yang merasa bahwa terjadi sesuatu dengan Aubery. Lalu menghubungi Viona, salah satu sahabat terbaik Aubery. Mungkin nona butuh seseorang selain dia untuk berbagi cerita.
__ADS_1
Jam 8 malam Viona tiba dirumah besar. Aubery langsung mengajaknya ke kamar.
"Jadi selama tinggal disana, kamu mengerjakan pekerjaan rumah??" Viona terbelalak tak percaya. Ini adalah kunjungan pertama setelah ingatan sahabatnya pulih total.
Viona beberapa kali mengunjungi Aubery ketika sahabatnya ini kembali. Namun ia sangat prihatin ternyata Aubery amnesia selama menghilang . Meski Aubery sudah mengingat kembali. Kini ganti Aubery lupa tentang semua kejadian selama menghilang.
Penasaran juga sih apa yang dialami Aubery si nona besar. Orang yang berani memaksa tuan putri mencuci baju , menyapu , mengepel. Patut diacungi jempol
Aubery mengangguk lemah mengiyakan keraguan Viona. Viona pun menggeleng tak percaya dengan semua cerita Aubery.
"Kalau dia bilang kamu adalah istrinya , apa kamu juga diajak begituan??" Viona menepukkan kedua telapak tangannya namun ujung jari tetap menempel.
"Apaan sih ... menjijikkan " Aubery mengibaskan tangan Viona dengan kasar. Wajahnya bersemu merah.
"Jadi iya nih !!" Viona kembali terpana melihat Aubery yang tidak bisa menyembunyikan ekspresi malu malu ,lemas sekujur tubuhnya. Sahabatnya telah diperdaya laki laki breng*ek dengan menjadikan istri dan mengambil keuntungan dari sahabatnya yang manis dan berkelas ini.
"Sudah memaksamu melakukan pekerjaan rumah , masih memaksamu melayani nafsu bejatnya. Ini tidak boleh dibiarkan!!" Viona berapi api. Ia tak terima jika sahabatnya dijadikan pembantu sekaligus budak seks.
"Tenang Be... , aku akan kasih pelajaran cowok breng*ek itu. Akan kucincang tubuhnya, kupotong burungnya lalu kasih makan anjing!!"
"Em hai a !" Aubery buru buru menyelah. "Bukan seperti itu..." Aubery ketakutan sendiri membayangkan tubuh Shendi dicincang.
Kalau ciuman bibir itu tidak termasuk kan?? dan tragedi gaun malam itu...
aku yang datang ke kamarnya
dengan gaun malam dan memancing birahinya. Andai aku tidak datang bulan waktu itu, mungkin...
"Kami belum pernah melakukan..."
"Yang bener Be??!" Viona memastikan.
"Bener..., hanya, ciuman di... bi... bir... saja"
"hooohhh..." Viona bernafas lega.
" Syukurlah ternyata breng*ek itu tidak mengambil keuntungan darimu"
"Tapi Be , bukankah itu berarti dia orang baik ?? Kalau tidak kamu pasti sudah diperkosa tiap hari. Membayangkan jika itu menimpa pada sahabatku yang sangat polos ini", Viona merinding ngeri.
Aubery terdiam memikirkan ucapan Viona. Shendi memperlakukannya dengan sangat baik selama di bukit Y. Memenuhi semua kebutuhannya. Menyayanginya seperti istri sungguhan.
"Be, orangnya seperti apa Shendi itu??" Viona penasaran dengan seseorang yang berani mempermainkan Aubery. Dan mampu merubah Aubery menjadi lebih lembut.
"Emmm..." Aubery berpikir sejenak.
"Orangnya tinggi , kurus , jarang mandi, jarang cukur kumis , jarang ganti baju , bau ..."tanpa sadar Aubery mengigiti kukunya sendiri. Dirinya sedang membayangkan sosok Shendi dengan senyum yang selalu membuatnya meleleh. Mulut kadang berbeda dengan isi hati...
Viona memicingkan mata , merasa aneh dengan penggambaran Aubery. Aubery tidak suka disentuh oleh orang apalagi jorok kaya gitu. Sedangkan foto yang tersebar di medsos , sahabatnya ini nyaman berpelukan diranjang rumah sakit. Mungkin gak sih.
"Ch..." Viona menatap sebal sahabatnya.
Aubery berusaha membohongi dirinya sendiri. Viona yakin Shendi tidak sejorok itu.
"Kok mau kamu berciuman sama orang jorok kek gitu??" tanya Viona menjebak.
__ADS_1
Flashback off
"Tandanya dia mau untuk serius dengan kamu Be... Thats Why Kenapa Dia ngasih kamu cincin coba...???" suara Viona histeris diseberang sana.
"Cincin itu tanda mengikat... dia cuma mau sebagai tanda keseriusan aja , mau jelasnya kamu tanya aja langsung ama dia deh !!"
"Gimana kalau cuma iseng aja ngasih cincin gitu. Apalagi ngasihnya tidak langsung." Aubery mengeluarkan paket sarapan dan membuka breakfast box.
"Ya, mungkin dia ga bisa romantis. Atau masih takut karena kamu masih marah sama dia"
Sambil mendengarkan Viona berbicara. Aubery menabur garam dan merica hitam pada telur mata sapi. Sesaat Aubery terbatuk batuk karena menghirup bubuk merica.
Bener tuh!! Shendi orangnya santai gitu, mana bisa romantis?? Aubery manyun, lalu mulai menyuapi mulutnya.
"Bukan berarti ngasih cincin itu pasti ngajak tunangan sih. Tapi ... Jika kamu memakai cincin itu, berarti kamu bersedia 'disegel' . Alias kamu menjadi miliknya" Viona menjelaskan panjang lebar.
"Apa yang harus aku lakukan... aku menyukai cincin ini... " Aubery menyantap sarapan paginya. Rasa yang sama dengan ketika di bukit Y. Aroma gurih dari margarin pengganti minyak goreng.
"Kalau kamu menyukainya ya pakai saja" jawab Viona enteng. " Be... kenapa tidak sekalian kamu adakan konferensi pers untuk mengklarifikasi hubunganmu dengan Shendi??"
"Konferensi pers??" Aubery tidak pernah berfikir untuk mengadakan acara seperti itu. Untuk meluruskan Berita tentangnya. Dirinya tinggal menanggapi wartawan yang masih standby di pintu masuk Megabox.
Tadi malam. Samy memberi kabar bahwa orang yang telah memotong selang rem mobilnya sudah tertangkap. Sayangnya orang itu hanyalah orang bayaran. Dalang dibalik kecelakaan dan penyerangan dibukit Y . Adalah Oscar yang dua tahun lalu dijodohkan dengannya.
" Ya ... .Sekalian untuk menghentikan berita yang terus simpang siur. Apa kamu tahu kalau gosip tentangmu jadi merambat kemana mana??"
Aubery hanya tersenyum mendengar pertanyaan Viona. Kapan ia peduli dengan gosip ?? Aubery lebih senang dikenal dengan karyanya bukan tentang skandalnya. Biasanya gosip akan menghilang dengan sendirinya. Tapi sekarang , masih ada saja berita tentangnya dan Shendi. Malah berita ngawur dan keluar dari jalur .
tok tok !!
Shela membuka pintu. Sedikit tertegun melihat Aubery sedang menikmati sarapan. Karena tidak biasanya nona memakan paket sarapan yang dibawa Gery atau Shendi.
"Nona, rapat sudah siap"
"Aku mengerti, biar aku selesaikan sarapanku..." ucapnya tanpa menoleh ke arah Shela. Shela pun kembali keluar.
"Baiklah Be... sepertinya aku juga sibuk. Aku harus mempersiapkan kedatangan klien dari Jepang" Viona yang baru saja mendengar suara Shela melapor.
"Thanks Vi... Bye !" Aubery menutup telfonnya. Ia lalu menghabiskan sarapannya dan segera menuju ruang rapat. Sampai hari sabtu kemarin. Ia masih belum menemukan tema yang pas untuk parfum yang akan diluncurkan beberapa hari lagi.
Hari ini Aubery sudah menemukan temanya. Tema parfum A.T musim ke 6 adalah, "Kenangan '.
.
.
.
.
.Bersambung🎎
.
.
__ADS_1
💝Terima kasih yang udah mampir💝