Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Misi Rahasia #2


__ADS_3

Hari ke dua menjalankan misi rahasia.


Selesai mengantar dagangan ke toko toko. Shendi langsung menuju hutan didesa sebelah.


Siang hari mungkin lebih baik. Ia tidak ingin seperti kemarin. Misi hari pertama gagal . Tak satupun petunjuk yang ia dapatkan. Hutan terlalu gelap, senter yang dia bawa tidak terlalu menolong. Belum lagi ketika sampai rumah kemalaman dan masih harus menghadapi Tiara.


Ia sudah berpesan kepada Tiara, bahwa ia akan survei harga kambing dikota. Mungkin pulang sekalian menjemput sikembar pulang sekolah , Kemudian menyuruh Raja membantu Tiara memasak makan siang.


flashback on


Suara mesin simanis terdengar memasuki halaman. Kemudian berhenti tepat diteras depan.


Tiara yang berada dikamar atas untuk mengecek sikembar segera berlari keluar . Sedangkan Raja sudah terlelap disofa . Tiara menghampiri Shendi dan langsung memeluknya.


"Kenapa belum tidur, apa kamu menungguku??" Tanya Shendi. Tiara mengangguk tanpa melepaskan pelukannya.


"Kau pembohong, tadi bilang sebelum jam sepuluh , ini hampir jam dua belas ," ucap Tiara.


Shendi merasa bersalah telah membuat Tiara menunggu sampai selarut ini.


"Maaf , tadi terlalu asik jadi...!"


Kalimat Shendi terhenti karena jari telunjuk tiara menekan bibirnya. Tiara menggelengkan kepala. "Jangan bilang maaf, aku tidak suka," menatap wajah Shendi.


Diperhatikan wajah yang menurut Tiara sangat tampan itu dengan seksama, ia mundur satu langkah memindai tubuh Shendi dari atas sampai bawah. Shendi grogi.


"Sayang kenapa kotor sekali?" Tiara memungut satu lembar daun kering dirambut Shendi.


"Kamu dari mana saja?" Tanya Tiara penuh selidik.


Shendi mengutuk dirinya sendiri. Ia baru sadar dirinya begitu kacau. Baju dan sepatunya sangat kotor dengan tanah.


"Sayang, kamu dari mana saja?" Tiara mengulangi pertanyaannya.


"Tiara kita masuk dulu ya , diluar sangat gelap," Shendi melihat sekitar. Lalu berjalan masuk kedalam rumah.


"Dari mana" Tiara kembali mengulang pertanyaannya. Ia terus mengikuti kemana Shendi melangkah. Seperti siang tadi.


"Boleh tidak aku mandi dulu?"


"tidak boleh !, kamu tidak habis membunuh orang kan , dan mengubur mayat itu sendiri?"


Shendi menghentikan langkahnya. Lalu berbalik menghadap Tiara. Tiara balas menatap Shendi.


"Tiara , bisa tidak kamu jangan terlalu imaginatif?" ucap Shendi.


"Apa aku terlihat seperti pembunuh??" Shendi kesal. Suaranya naik tiga oktav. Tuduhan Tiara sudah kelewatan.


*kK**kruukkkkk*....


Suara dari perut Tiara , meraba perutnya. Tadi ia memang belum makan malam . Shendi tidak dirumah membuat dia tidak tenang , makan juga tidak selera.


Suara itu sampai ketelinga Shendi , membuat Perasaan dia tidak enak.


*A*pa dia menungguku sampai lupa makan??


"Terus darimana, menemui wanita centil tadi siang??" Tiara maju satu langkah.


"Ayolah Tiara, aku ga ada hubungan apa apa dengan mbak Sari , dia hanya pelangganku " mundur satu langkah.


"Ooo ya , trus kenapa kamu tadi dekat dekat , kenapa tadi menciumnya , pegangan seperti itu, nempel nempel seperti itu, kamu kelihatan seneng banget, menikmati banget, kamu pasti kesenangan kan dia tergila gila sama kamu !!?" tanya Tiara cepat tanpa jeda Ia maju beberapa langkah hingga berada tepat didepan Shendi.


"Hah... , katakan ... , kenapa kamu tadi menciumnya ??" ulang Tiara. Shendi terpojok didinding.


Nafas keduanya memburu.

__ADS_1


*D*asar wanita paling pintar bicara,


Ini lebih rumit dari yang kukira. Berumah tangga apa serumit ini... . Shendi.


Shendi meraih kedua bahu Tiara , dengan cepat mengubah posisi , kini giliran Tiara yang terpojok didinding, terkejut dengan apa yang dilakukan Shendi. Kedua lengan Shendi bersandar pada dinding, mengunci Tiara.


Shendi membungkuk dan mendekatkan wajahnya kewajah Tiara . Karena tinggi Tiara hanya rata rata wanita Asia. Hanya sebatas pundak Shendi. Semakin dekat hingga ia merasakan hembusan nafas Tiara. Mengamati kedua mata indah itu , lalu tatapannya turun pada bibir merah delima milik Tiara.


Tiara memejamkan mata. menunggu Shendi untuk melanjutkan adegan selanjutnya. Namun Tiara sepertinya harus kecewa , karena bibir Shendi bukan menghampiri bibir Tiara.


Ah, sudahlah... , hentikan kesalah pahaman ini , kamu sudah menungguku sampai selarut ini. Shendi.


" Tadi hanya begini, namanya manipulasi posisi ... " membisikkan ke telinga Tiara. Shendi tersenyum puas , kembali berdiri tegak.


Tiara membuka mata setelah mendengar bisikan Shendi. Ia paham apa yang disebut manipulasi posisi . Berarti tadi hanya Rekayasa Shendi supaya Tiara melihat dari sudut pandangannya seolah olah mencium wanita genit itu.


*A*ahh... , malunya.


Tiara tersipu malu, ia telah salah sangka dengan apa yang dilihatnya.


"Apa sekarang aku boleh mandi??" tanya Shendi setengah menggoda. Tiara mengangguk.


"Aku juga lapar, Habis aku selesai mandi kita buat mie ya??" ucap Shendi.


Tiara kembali mengangguk . Shendi tersenyum sambil mengigit bibirnya, lalu berjalan masuk kekamar mandi. Sesaat kemudian terdengar siulan merdu diiringi suara gemericik air jatuh kelantai kamar mandi.


Senangnya kalau dicemburui. Tapi susah kalau yang cemburu Seorang Tiara. Dulu aku hanya mengarang cerita kalau dirinya seorang istri posesif dan pencemburu. Tidak kusangka. Dia sungguh menjadi posesif dan pencemburu. Shendi.


"Kenapa tidak kamu lanjutkan" gumam Tiara lirih sambil meraba bibirnya.


Manyun.


flashback off


Shendi melihat sekitar sebelum berjalan masuk kehutan. Membawa peralatan keamanan seadanya didalam ranselnya. Menyusuri jalan setapak yang biasa dilalui orang pencari kayu bakar. Atau mereka yang mencari rejeki didalam hutan. Semakin masuk kedalam semakin hilang jalan setapak itu. Berubah menjadi semak semak dan rumput setinggi pinggang orang dewasa.


Shendi terus menyibak dan memukul mukul semak semak menggunakan ranting kayu. Mengusir hewan yang barangkali berada dibawah.


Hutan begitu sepi. Hanya suara serangga dan gesekan ranting pohon yang tertiup angin. Untuk mengusir rasa takutnya. Shendi bersiul sesekali diselingi nyanyian kecil dari mulutnya.


Mendaki gunung lewati lembah


Sungai mengalir indah ke Samudra


Bersama teman bertualang.


Shendi terus bersenandung, tidak peduli ketika burung burung terbang mendengar suara nyanyiannya.


Gozaru Gozaru itulah asalnya


Pembela kebenaran dan keadilan


Hai Ninja Gozaru... !!!


Shendi tetap waspada mengamati sekitarnya. Kompas erat digenggaman tangan , untuk memastikan ia berada di posisi yang tepat.


Hari sudah semakin siang. Jam ditanganya menujuk ke angka 12:45. Shendi semakin jauh masuk ke hutan . Menuruni jurang yang curam. Jika ia kembali mustahil untuk sampai tepat waktu di sekolahan sikembar.


Untung dia sudah berpesan kepada Bang Sobari, agar mengantar pulang sikembar jika dirinya belum sampai dalam setengah jam .


Shendi sudah mencapai titik terendah hutan itu. Dimana ada sebuah sungai selebar delapan meter. Banyak batu batu besar di sisi sungai dan airnya tidak terlalu deras. Namun karena letaknya sangat dalam sehingga sinar matahari tidak sampai kelokasi itu. Pantas saja orang enggan kemari. Selain gelap juga masih banyak hewan berbisa.


Shendi mengusap peluhnya. Tiga jam sudah ia masuk ke hutan . Sepanjang perjalanannya, ia terus mengamati sekitar . Berharap menemukan sesuatu. Tapi nihil.


Shendi mulai heran , ia masuk lewat pintu dari desa dimana Tiara ditemukan. Seharusnya dia sudah menemukan sesuatu.

__ADS_1


"Atau...... sebelum ditemukan, Tiara sudah berjalan meninggalkan TKP , terus kelelahan , kemudian pinsan." Shendi duduk dibebatuan sungai.


"hhhahhhh bernyanyi sepanjang jalan malah bikin aku haus" gumamnya. Botol air mineralnya sudah hampir kosong.


Shendi membasuh mukanya dengan air sungai yang cukup dingin. Bau lumut tercium dari air itu. Sungguh menyegarkan. Shendi jadi ingin membasahi tenggorokannya dengan air sungai.


Tidak jauh dari tempatnya berjongkok tiba tiba pandangannya menangkap sesuatu didasar sungai yang memang tidak terlalu dalam. Sebuah Handphone.


Shendi meraih Handphone itu, mengamati sebentar,


"Merk mahal seharusnya tahan air kan??"


Shendi mencoba untuk menyalakan. Namun gagal. mengibaskan beberapa kali untuk mengeluarkan air. Lalu kembali mencoba menyalakan.


Dicobanya sekali lagi, dan akhirnya Hp itu menyala. "Yeeey!!!"


Menunggu, dan menunggu karena layar Hp itu hanya berwarna putih.


Selang beberapa saat seperti Hp pada umumnya jika baru dihidupkan. Akan muncul merk Hp . Baru kemudian muncul gambar wallpaper. Wajah yang sangat dia kenal. Wajah cantik, dingin tanpa senyuman.


"Ini dia!!" Shendi melonjak senang. Shendi mengangkat tinggi tinggi Hp itu mencari sinyal. Sangat susah mencari sinyal disitu mungkin karena terhalang bukit bukit dikiri kanan sungai.


Akhirnya, lima ratus kali pemberitahuan panggilan tak terjawab. Dua ratus lebih pesan belum dibaca. Namun sayangnya hp itu terkunci. Membutuhkan verifikasi mata si pemilik .


Pt!


Hp itu mati lagi . Shendi memukul mukul dengan ujung jarinya. mengibaskan kembali untuk mengeluarkan air . Namun sia sia Hp itu mati total.


"Sialan!" maki Shendi.


Shendi melihat sekitar, menyimpan Hp itu kedalam ranselnya , ia memutuskan untuk menyusuri hulu sungai.


.


.


.


.


.


.


.Bersambung🤗


***


tips: Kalau Hpmu terendam air. jangan buru buru dinyalain. keringkan dulu minimal seminggu. kalau betah seminggu non hp ya, hehe... (gak mutu ya😅)


.


.


.


.


👍Selamat baper baper ria . 🤗🤗


👍 Jangan lupa kalau udah selesai baca tiap episode, tinggalkan like agar penulis tahu kalian mendukung cerita ini.


👍Boleh usul dikolom komentar ya.


👍Sayang kalian semua .😍😍

__ADS_1


__ADS_2