Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Semua Tentang Kita #2


__ADS_3

flashback on


Tiara menarik lengan Shendi dengan tangan kanannya. Shendi reflek menoleh memandang wajah Tiara, namun secepat kedipan mata, bibir Tiara sudah mendarat dibibir Shendi.


Shendi terkejut bukan main. Matanya mengerjap sedangkan bibir mereka masih menyatu. Tiara mendominasi ciuman itu,sedangkan Shendi masih belum percaya dengan apa yang terjadi sekarang. Shendi menahan nafas merasakan aliran darahnya tiba tiba naik ke atas kepala.


Kemudian matanya mulai terpejam menikmati sensasi ciuman yang belum Pernah Shendi rasakan.


Tiara melepas ciumannya,


"Jangan pernah memalingkan wajahmu. Kalau sudah memandang ya pandang saja ,


seperti belum pernah melihat dadaku saja."


Gleg!


Shendi menelan ludahnya, wajahnya masih tegang.


"Kenapa wajahmu memerah sayang??" Tiara menahan tawa.


Tentu saja karena kamu mengambil paksa ciuman pertamaku , apa sekarang kamu merasa menang.


"Ya sudah... , sekarang katakan kamu mencintaiku atau tidak, dan kenapa tidak ada tato di dadamu??" Tiara memainkan ujung jarinya didada Shendi. Shendi menepis halus.


"Karena, dulu kamu, ingin aku , menjadi tentara, jadi.... kita, sepakat hanya kamu , yang punya, tato ." Shendi menjelaskan dengan putus putus.


" Sudah ada sikembar , kenapa masih tanya aku mencintaimu atau tidak."


Diam diam Shendi menyentuh bibirnya sendiri. Sepertinya dia masih memikirkan tentang ciuman tadi.


B**ibir yang terasa sangat lembut, dan nafas yang begitu harum.


apa nafasku juga seharum nafasnya ?


A**pa dia pakai odol yang sama dikamar mandi ??


ya Tuhan..., ternyata begini rasanya berciuman ??


Sesaat Tiara diam memikirkan ucapan Shendi, lalu.


"Lalu kenapa telingamu memakai anting , ini bukan magnet kan??"


Tiara menarik telinga Shendi membuyarkan lamunannya tentang ciuman pertama. Seketika Shendi menjerit kesakitan.


"Aaaaaaau .. sa.. sakit sakit !!"


"Bukankah Tentara selain tidak boleh bertato juga tidak boleh telinganya ditindik??" Tiara berpikir.


"Karena kamu hamil sikembar dan setiap hari merengek tidak mau aku tinggal berperang. Gagal deh gak jadi Tentara!" Shendi kesal, diusapnya telinganya yang masih terasa sakit.


"Ceritakan semua tentang kita."


"Cerita apa lagi ... ," Shendi merasa sangat lelah.


A**ku harus mengarang cerita apa lagi.


"Semuanya dari awal bertemu."


Ya Tuhanku ...


"Aku lelah besok saja ."


Shendi beranjak pergi menuju kamar utama, kamar mendiang kakek dan nenek . Namun Tiara mendahului dan menghadang langkah Shendi.


"Sekarang, kalau tidak aku akan tidur disini sampai kamu selesai bercerita."


Tiara berlari masuk kedalam kamar utama, dan langsung naik keranjang berukuran king size itu.


"Apa apaan, kamu mau aku tendang di tengah malam , cepat naik ke kamar atas sana , aku sudah capek mau tidur!" Shendi juga naik ke ranjang bermaksud mengusir Tiara.


"Tidak mau, cerita dulu!" Tiara tidak mau kalah. Yang terjadi mereka malah semakin berhimpitan diatas ranjang.


Shendi akhirnya mengalah. Berlama lama berada dikamar dengan seorang wanita akan sangat berbahaya.


"Kalau gitu aku yang tidur di kamar atas," bergegas turun dari ranjang.


Namun hal yang tak terduga terjadi. Tiara melompat kepunggung Shendi lalu memeluk erat bahu Shendi dari belakang.


" Tidak boleh pokoknya cerita dulu." berbisik lalu menggigit telinga Shendi.


"Ok! ok! aku cerita , tapi tolong cepat turun!!" Shendi mulai merasa setres menghadapi tingkah Tiara.


Tiara menurut. Shendi mendengus kesal.


"Janji setelah aku selesai bercerita, kamu segera naik kekamar dan istirahat , besok kamu harus menyiapkan anak anak untuk berangkat sekolah!!"


Tiara mengangguk setuju.


Shendi menghela nafas.


A**yo berpikir cepat Shen ...


"Kita bertemu waktu kamu umur 15 tahun ,dan aku 17 tahun. Waktu itu sedang hujan deras sekali. Aku melihatmu yang masih pakai seragam sekolah berdiri didepan toko menunggu hujan reda. Karena kamu tidak membawa payung. Aku sedang membawa simanis lalu aku memberimu tumpangan. Lalu kita akhirnya duduk dalam satu mobil."

__ADS_1


"Jadi dimobil kita begitu??"


"Ch, kamu mikir kemana sih , mana ada baru ketemu langsung begitu!!"


"Kamu mau denger cerita dari awal nggak ??" Shendi kesal.


"Lanjutkan."


"Setelah itu kita jadi sering bertemu dan akhirnya pacaran. Kamu sangat mencintai aku. Hingga setiap hari kamu akan menunggu aku untuk menjemputmu pulang sekolah. Kamu tidak akan pulang kalau aku tidak menjemputmu."


"Bahkan kamu punya panggilan sayang buatku. Aga, kamu melarang orang lain memanggil aku Aga."


"Kalau aku marah, kamu biasanya akan menangis dan merengek seperti bayi.


Jangan marah sayang ... Jangan marah sayang." Shendi bergaya manja ala gadis.


"Kamu itu sangat posesif dan cemburuan," mengamati wajah Tiara yang diam mendengarkan cerita Shendi.


"Kamu melarangku berteman dengan cewek. kamu melarangku membawa hp."


" Dan kamu sangat agresif , seperti yang terjadi baru saja. Kamu sering seenaknya mencium dan memeluk aku tanpa aba aba."


"Aku laki laki , dan kamu adalah perempuan. Jika laki laki dan perempuan disatukan akan ada sengatan listrik."


"Hingga suatu hari dimalam yang dingin. Ditaman itu... "


"Ditaman...!" Tiara histeris.


"Maksudnya ditaman itu, kamu kedinginan. Lalu aku meminjamkan jaketku. Lalu gantian aku yang merasa kedinginan. Akhirnya jaket itu kita pakai bersama."


Shendi garuk garuk kepala. Ia bingung mau meneruskan cerita yang bagaimana, otaknya sudah mentok.


"Akhirnya kamu hamil sikembar , dan kita menikah."


"Tunggu tunggu..." Tiara ragu ragu.


"Kenapa seolah olah hanya aku yang tergila gila padamu??"


"Aaahhh... sayang sudahlah. Yang penting kan kita berempat sekarang hidup bahagia, ok?"


"Aku ngantuk sekali, Hhhooooaaammmmm..." Shendi pergi meninggalkan Tiara yang memikirkan cerita Shendi.


"Ada satu lagi".


"Apaa ," Shendi ogah ogahan.


"Kenapa beberapa hari yang lalu aku meninggalkan rumah , apa kamu ketahuan selingkuh!!" tuduh tiara.


"Kamu pergi karena ngambek minta itu tuh" asal Shendi menjawab, tangan Shendi menunjuk kearah tas minimarket yang tadi pagi ia bawa. Tas itu masih teronggok dimeja.


Shendi menutup pintu kamar.


Tiara memeriksa tas minimarket yang baru saja ditunjuk Shendi.


"Pembalut, perlengkapan make up?"


"Aku ngambek gara gara minta ini , inposible ."


flashback off


"Kamu menaruh sembarangan baju kotormu disini. Disana juga ada . Hari ini aku mencuci satu bak penuh , sekarang sudah penuh lagi!!"


Tiara berkacak pinggang.


"Ini lagi, cuci kakimu sebelum masuk rumah. Seharian aku membersihkan rumah . Bisakah kamu menghargai kerja kerasku!!" menunjuk sesuatu dilantai dengan kakinya.


"Shendiaga, tutup rapat kaleng gulanya , kamu mau rumah ini jadi sarang semut!!"


Shendi menutup kedua telinganya.


Y**a Tuhan, dalam dua hari saja dia berubah menjadi emak emak yang galak.


"Kamu berani sekali menutup telingamu, lebih baik kamu tidak usah punya telinga saja kalau tidak mau mendengar aku bicara!!" Tiara menjewer telinga Shendi.


"Aaahhh...sakit sayang , kenapa kamu suka sekali menjewer telinga, aaahhhh... " Shendi mengaduh kesakitan.


Yas dan Ramanda datang dari ruang depan.


"Dan kalian , kan sudah mandi, kenapa main lari larian. berkeringat lagi kan, ganti baju lagi kan . Kenapa kalian ayah dan anak seneng banget bikin aku susah!! " Sikembar yang tidak tahu apa apapun tak luput dari omelan Tiara.


"Apa yang terjadi?" tanya Yas tanpa suara , hanya bibirnya yang bergerak.


"Aku juga gak tahu," jawab Shendi juga tanpa suara.


***


20:45


Shendi baru selesai mandi. Sudah kebiasaan dia mandi malam malam .Dia merasa tidurnya yang hanya berdurasi 3 - 4 jam akan lebih nyenyak jika mandi dimalam hari.


Ia berjalan keluar dari kamar mandi menuju kamar depan hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya sampai sebatas lutut. Mengeringkan rambutnya menggunakan handuk yang ukurannya lebih kecil.


Ia melewati ruang depan dimana disana ada Tiara dan dua adiknya yang sedang belajar.

__ADS_1


Shendi baru ingat dirumah ini sudah tambah satu penduduk . Mana boleh dia keluyuran didalam rumah seperti biasa , membiarkan jimatnya menggantung tanpa boxer hanya mengandalkan handuk. Apalagi penduduk baru itu berjenis wanita. Bahaya !!


Jika sebelumnya ia bebas memakai apapun , walaupun telanjang kemana mana juga gak bakalan ada yang lihat. Kecuali adik adiknya.


Shendi segera mempercepat langkahnya tak lupa memegang erat handuk yang melilit pinggangnya . Kalau lepas maka hancurlah masa depannya . Shendi gak mau itu. Cowok juga harus menjaga kehormatannya.


"Kenapa bisa aku seteledor itu sih," Shendi menutup rapat pintu kamar utama. Berjalan gontai lalu membanting tubuhnya ke atas kasur. Memandang langit langit kamar yang bercat biru sebiru cintaku.


Hanya sebentar Shendi sudah melupakan kejadian barusan. Ganti memikirkan tentang sebuah misi yang rencananya akan dimulainya besok. Ia sudah menyiapkan semua alat alat yang dia perlukan untuk menjalankan misi itu. Menaruhnya dalam satu tas ransel dan menyimpannya didalam simanis.


Krek!.


Tiba tiba seseorang membuka pintu kamarnya. Rupanya Shendi lupa mengunci dari dalam.


Sejurus kemudian tanpa aba aba Tiara menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Shendi yang terlentang diatas kasur.


"Tiara !!, kau apa apa'an !!" setelah beberapa detik cuma bisa megap megap gak bisa ngomong apa apa saking terkejutnya.


Tentu saja Shendi yang saat itu masih mengenakan handuk , terkejut bukan kepalang. Bahkan Tiara menekan dahinya ke dahi Shendi. Shendi tidak berani bergerak , ia kawatir dengan handuknya. Isinya lebih tepatnya. Ga tau kenapa sejak kehadiran Tiara si itu jadi sensitif. Maklum Shendi seorang jomblo sejati belum pernah ada yang bikin hatinya dek dekan sampai usia 24 ini.


Sial !!


Salah sendiri gak cepetan pake baju. Minimal pake boxer dulu kek. Namanya udah kebiasaan jangan disalahkan. Ini udah mending langsung sadar cepet masuk kamar. Biasanya masih keluyuran ke dapur , teras . Pernah benerin genteng juga. Mentang mentang rumah kayu jauh dari tetangga.


Kalau udah begini rasain. Bergerak salah. Tidak bergerak dikira pasrah. Mencoba bangun namun Tiara semakin menekan dahinya.


"Emmmm!!" hanya itu yang keluar dari mulut Tiara. Matanya gadis itu terpejam.


"Tiara, jangan main main , cepat bangun !!" Shendi makin putus asa. Dari mulutnya ia mengeluarkan udara yang berkumpul didada.


"Aku ga bisa bangun, aku kelelahan ga ada tenaga," Tiara masih terpejam jadi mirip orang mengigau.


"Pijit aku seperti kemarin..."


"Oohhh ..."


"Pijit kan ??"


"OK , tapi bisakah kamu bangun dulu !! Dan tunggu aku diluar !!" Shendi mencoba bangun namun tiara malah menggenggam jemari kedua tangannya.


"Emmmmmm," Tiara menolak dengan cara menggeliat diatas tubuh Shendi.


"Aku maunya disini..."


Segala penghuni kebun binatang terucap didalam hati Shendi. Bulu di sekujur tubuhnya udah meremang kayak lagunya eyang Titik puspa yang biasa Shendi putar waktu dikandang kambing.


Merinding bulu romaku... eaaa*


Tingkah Tiara sungguh membuat Shendi habis kesabaran. Apa gadis ini tidak pernah belajar biologi waktu sekolah . Tentang Anatomi tubuh manusia berjenis Laki laki. Yang memiliki tegangan listrik tersembunyi yang jika tersentuh akan menyengat siapa saja gak pandang bulu. Bulu apapun ya ! Terlebih jika Tiara menggeliat geliat begitu bukankah bisa menambah tegangannya.


"Tiaraaaa...!"


Shendi sudah tidak menghawatirkan tentang handuknya lagi. Ia lebih kawatir dengan jimat dibalik handuk yang udah mengeras mencari lawan. Shendi mendorong paksa lalu dengan susah payah mengangkat tubuh Tiara.


Ampun deh... !! Teriak Shendi dalam hati karena kaki Tiara malah melingkar erat dipinggangnya. Shendi buru buru membawanya kedepan pintu kamar dan menurunkan begitu saja.


"Duduk di sofa sana , dan tunggu aku !!" Shendi menunjuk ke arah lemari bufet. Suaranya tegas disertai emosi yang sulit dijelaskan dengan kata kata.


ditutupnya pintu kamar keras keras. Tanpa menunggu jawaban Tiara. Atau respon karena perlakuannya.


"Sial , sial !!" gerutunya.


Shendi menjatuhkan tubuhnya dengan posisi tengkurap, nafasnya memburu.


Tangannya meremas kain seprei . Ada rasa yang terasa asing menjalar disekujur tubuhnya. Inikah yang dialami pria dewasa.


Maafkan diriku yang terlambat dewasa.


"Kalau begini caranya, dia benar benar akan melahirkan anakku," membenamkan wajahnya dalam selimut tebal.


Shendi sedang berusaha meredam sebuah hasrat. Hasrat yang muncul tiba tiba karena tingkah Tiara yang masih polos.


***


.


.


.


.


.


.


.Bersambung🤗


.👉Sampai jumpa di part selanjutnya.😉


.👉Jangan lupa tinggalkan like 🙏


.👉Terima kasih dan sayang kalian semua.😘

__ADS_1


__ADS_2