
"Tuan Tsang , kalau boleh tahu. Apa yang terjadi dengan Siuche ?" Salah satu asisten Anthony.
"Putriku dilamar orang Hong !! . Tentu saja harus dirayakan." Anthony tak dapat menahan kegembiraannya. Inilah jawaban dari rasa penasarannya beberapa menit yang lalu. Tiba tiba Shendi menghubunginya. Memohon melakukan sesuatu tanpa banyak tanya. Dituruti juga permohonan Anak itu. Meskipun bingung dan penasaran.
Paman, tolong perintahkan semua sekuriti Megabox untuk berkumpul di lantai 10 dan mendengarkan apapun perintah saya. Sekarang juga. Kumohon...
Shendi saat menghubunginya beberapa menit yang lalu. Suaranya terdengar terengah-engah . Sepertinya sambil berlari. Rasa penasaran terjawab begitu Samy menghubungi lewat videocall.
***
Aubery hanya mampu memejamkan mata karena tak kuat menahan beratnya pukulan. Dipermalukan di tempat umum seperti ini sungguh seperti mimpi baginya.
"Ternyata anda disini... " nada Samy terdengar begitu lega. Aubery sadar, selain Samy , ada orang lain yang datang melindunginya.
"Siapa dia!" bisik bisik terdengar diantara orang orang yang membullynya . Sesaat situasi mereda. Kasak kusuk semakin santer terdengar ditelinganya. Semua penasaran siapa yang datang melindungi Aubery.
Aroma tubuh ini...
Berlahan Aubery membuka mata . Dan pandangannya jatuh pada sepasang mata teduh yang juga sedang menatapnya .Dadanya mendadak sesak. Ingin menangis mengadu saat itu juga pada sosok yang tengah menaunginya.
Beberapa sekuriti datang . 2 orang memagari Aubery dan sebagian lagi menangkap orang orang yang tadi gencar melakukan perundungan. Ada yang berusaha lari tapi sekuriti tidak membiarkan mereka lolos begitu saja.
Para wartawan nampak terkejut dengan kemunculan sosok pria tinggi yang tiba tiba datang dan melindungi Aubery. Seperti di komando . Mereka mendekat mengarahkan kamera dan memberondong dengan pertanyaan.
"Anda siapanya Aubery ?"
" Apakah anda juga kekasih Aubery?" Mereka terus menyerang dengan bermacam pertanyaan.
Tanpa mempedulikan wartawan dan ramainya pengunjung mall yang ikut menyaksikan. Sosok tinggi itu terus menatap Aubery seolah berkata.
Jangan takut sayang...
aku sudah datang...
Berlahan menurunkan tangannya hingga mereka yang penasaran dapat melihat jelas seperti apa wajahnya . Kilatan lampu Blitz dan suara cekrek yang berasal dari kamera wartawan sudah tak dia pedulikan lagi. Digenggamnya erat tangan Aubery. Seolah dari situlah sumber kekuatannya.
Pandangannya beralih menyapu kepada seluruh manusia yang sedang mengelilinginya . Mereka yang wajahnya dipenuhi rasa penasaran siapa dirinya.
Ia terlihat menarik nafas dalam sebelum membuka suara . "Kepada seluruh teman wartawan, terima kasih atas kerja keras kalian..."
"Untuk mengklarifikasi gosip mengenai nona Aubery. Mengakhiri tuduhan yang tidak benar.. Sekaligus meluruskan tentang siapa sebenarnya mereka yang dikabarkan dekat dengan nona Aubery." tenang dia berbicara sesekali menoleh ke Aubery yang terus menatapnya.
Samy berlahan mundur . Memberi ruang frame untuk mereka berdua saja. Menyaksikan dari jauh pemuda itu berbicara dihadapan pers. Seperti biasa pemuda itu berusaha tetap tenang walaupun ini pertama kalinya . Dirogohnya ponsel disaku jasnya. Tak ingin momen langka itu berlalu tanpa tuan besar tahu.
Mereka semua diam menunggu dengan was was kalimat selanjutnya.
" Saya adalah Shendi , Orang yang diperkenalkan oleh tuan Anthony Tsang beberapa waktu yang lalu... " tanpa sadar meremas tangan Aubery.
"Saya adalah Gery , yang bekerja di kantor Aubery sebagai cleaning service ..." menoleh kearah Aubery yang menatapnya semakin dalam.
"Wah... " semua kaget dan terperanjat.
"Orang orang yang dikabarkan dekat dengannya akhir akhir ini sebenarnya adalah orang yang sama. Yaitu saya... Shendiaga Wiradana." pemuda itu melanjutkan.
Seluruh orang yang berada disitu seketika ramai mendengar ucapan Shendi. Suara riuh rendah dengan opini masing masing. Sebagian tak percaya dan sebagian lagi bahkan ada mencibir.
"Mana mungkin Shendiaga Wiradana berpenampilan biasa seperti itu. Bukankah dia seorang eksekutif ?" celetuk mereka.
__ADS_1
Wartawan tidak ingin ketinggalan. Mengclose_up wajah Shendi dan merekam momen tak terduga itu.
"Saya !! dan Aubery memang sudah bertunangan ." Shendi lalu menunjukkan cincin yang tersemat di jari manisnya.
Apa yang kamu katakan... Aubery kaget.
"Tiara... , cincinmu... ?" ucapnya lembut pada Aubery. Sebuah kode dari Shendi agar Aubery menunjukkan cincin Blue Angel .Shendi tahu Aubery tidak pernah melepas cincin itu.
Momen mesra itu tertangkap kamera. Suara Shendi lembut memanggil Aubery dengan panggilan khusus.
Apa apaan Shendiaga !!!
Shendi mengedipkan mata membalas tatapan Aubery yang mengandung pertanyaan.Aubery melepas genggaman Shendi dan ragu mengangkat tangannya. Maka terlihatlah cincin yang ada di jari manisnya. Semuanya kembali berdecak tak percaya. Cincin mereka adalah cincin pasangan.
Para wartawan saling pandang. Belum hilang rasa terkejut karena Shendi mengungkapkan dirinya adalah Shendiaga Wiradana. Seseorang yang misterius dan dermawan. Kini dikejutkan lagi pengakuannya telah bertunangan dengan Aubery. Jadi Shendi yang diakui Anthony sebagai calon menantunya ternyata adalah Shendiaga Wiradana.
Aubery dan Shendi menunjukkan cincin couple dihadapan semua orang . Suara riuh rendah mereka yang masih terkejut dengan kejutan hari ini.
"Shendiaga, apa yang sedang kamu rencanakan... " tanya Aubery nyaris tanpa menggerakkan mulutnya.
Shendi hanya menjawab dengan senyumnya yang mematikan. Aubery berpaling dan memaksa tersenyum kepada semua wartawan. Kejutan ini tidak hanya untuk wartawan. Tapi juga ditujukan padanya.
Shendiaga Sialan...
***
Wartawan langsung menyerbu dengan pertanyaan yang selama ini menjadi misteri . Tentang siapa sosok Shendiaga sebenarnya. Bagaimana awal mula perkenalan mereka. Sudah berapa lama berpacaran . Dan kapan menikah. Tapi Shendi memilih untuk tidak merespon pertanyaan itu.
Dengan menggenggam tangan Aubery. Dihadapan pers. Shendi kembali ke tujuan awal hari ini dirinya memutuskan untuk memberikan klarifikasinya.
"Awalnya saya ingin menahan untuk tidak mengekspos hubungan ini kepada publik. Tapi melihat tunangan saya terus disudutkan dengan berita yang menyimpang. Beberapa bahkan menuduh karakter calon istri saya dengan sangat keterlaluan. Memberikan Tiara pukulan yang sangat berat. Hingga meninggalkan luka yang mengguncang jiwanya." dengan berkharisma Shendi berbicara didepan wartawan.
Kemudian Shendi melanjutkan,
"Saya sudah tidak bisa menahannya lagi. Jika... Kedepannya masih ada yang menghujat Tiara tanpa bukti. Melukai perasaannya... Saya Shendiaga dengan senang hati akan menempuh jalur hukum."
"Terima kasih... " tutup Shendi dengan tegas. Ia lalu menunduk dan membawa pergi Aubery.
Samy tersenyum haru. Disimpannya lagi ponselnya ke dalam saku jas.
"Mas Shendi , kamu beruntung telah mendapatkan hati seorang Aubery Tsang... " gumamnya.
"Apa??" seorang gadis tiba tiba menyahut. Tidak terima mendengar gumaman Samy.
"Aubery yang beruntung mendapatkan Shendi... Aubery dingin dan sombong mendapatkan Shendi yang baik hati dan sederhana. Menurutmu siapa yang beruntung ?"
Samy keki dengan gadis tomboi disebelahnya ini. Tiba tiba nyolot dan menjelekkan nona mudanya. "Anda siapa ya... kok nyolot gitu??"
"Aku pacarnya Shendi. Sigi !!" Sigi mengangkat dagunya. Menantang.
"Oohhh... " Samy tertawa setelah Sigi menyebutkan nama. Ditambah Sigi mengaku sebagai pacar Shendi. Sigi sewot , ada yang aneh dengan namanya.
Jadi dia yang bernama Sigi. Sangat manis...
Samy memperhatikan Sigi lebih lekat. Gadis ini sepantaran dengan Aubery. Gayanya tomboi , lincah dan ceria. Senyumnya manis dengan lesung pipit di salah satu pipinya. Menambah daya tarik tersendiri di mata Samy. Samy mulai terlena. Sigi yang ditatap seseorang sedemikian rupa tentu merasa risih. Apalagi orang itu pria dewasa yang terlihat macho dengan setelan jasnya.
Sigi salah tingkah. " Tuan, apa kamu tidak tahu , menatap gadis terlalu lama itu sangat tidak sopan... "
__ADS_1
Samy tersadar. Ini pertama kalinya dia memperhatikan gadis sampai segitunya. Jantungnya mendadak berdetak lebih kencang dari menit sebelumnya. Langsung ditekan dadanya mencoba meredam detakan yang mirip genderang.
"Tuan, anda tidak apa apa ??" Sigi panik saat Samy terlihat gelisah dengan memegangi dadanya. Samy memutar otak.
"Oouugghh... !" Samy kesakitan hingga Sigi tidak tega untuk tidak memapah Samy menepi dari keramaian. Berhasil...!
Flashback on
Setelah mendapat pesan dari Samy. Shendi buru buru pamit ke toilet. Ia tidak peduli ketika Sigi ingin menghalanginya. Segera naik ke lantai atas dengan eskalator. Menunggu orang yang dicarinya keluar dari lift khusus di lantai 10.
Hanya 10 menit berselang. Orang yang ditunggunya akhirnya muncul juga. Aubery keluar dari lift bersama Samy disampingnya. Namun wartawan tiba tiba menghadang dan menghalangi langkah Aubery. Jumlah mereka terus bertambah. Aubery tampak terpojok dengan pertanyaan pertanyaan yang menyudutkan.
Hatinya ikut sakit. Tak terima dengan tuduhan mereka terhadap Aubery. Terlebih ketika pengunjung mall mulai melakukan perundungan. Shendi tidak mampu menyaksikan Aubery yang tertindas. Shendi teringat ucapan Aubery waktu itu dipinggir laut.
Kenapa harus takut orang mengenalimu ?? Kamu hanya cukup menjadi dirimu sendiri. Mendekatlah jika kamu merasa aman dan nyaman. Abaikan jika kamu tidak suka.
Berhentilah mengutuk dirimu sendiri. Terimalah ini sebagai takdir yang harus kamu jalani. Bukan kamu hindari.
Mungkin ini saatnya aku membuka jati diriku. Tiara, kamulah yang menjadi alasanku.
Shendi menghafal mereka yang menindas Aubery. Lalu menghubungi nomor Anthony sambil berlari mencari sosok yang berseragam sekuriti. Begitu tersambung Shendi segera menyampaikan maksudnya .
"Paman, tolong perintahkan semua sekuriti Megabox untuk berkumpul di lantai 10 dan mendengarkan apapun perintah saya. Sekarang juga. Kumohon..." sambil mencari sekuriti.
Ketemu. Tepat ketika handy talkie sekuriti itu mendapat pesan masuk. "Siap mengerti. Ganti.!" seru sekuriti itu.
Shendi segera menghampiri."Pak Tangkap mereka yang melakukan penindasan kepada Aubery Tsang. Putri pemilik gedung ini!" Shendi berkata tanpa jeda.
Sekuriti itu menatap Shendi lalu bertanya."Siapa nama anda??"
"Shendi !"
Securiti mengangguk paham
lalu dengan menggunakan handy talkie ia memberi arahan sesuai perintah Shendi kepada semua sekuriti megabox.Shendi menunjuk siapa saja yang gencar memaki dan melempari Aubery dengan sampah.
Flashback off
.
.
.
.
.Bersambung🕺💃
.
.
Tahan nafas, sisakan untuk besok lusa 🌪️
.Jangan lupa Likenya👍
.Terima kasih 🙏
__ADS_1
.Dan sayang semuanya❤️❤️