Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Aubery dan Raja


__ADS_3

Pagi ini meja makan berubah menjadi tempat adu opini sekaligus gelanggang 'pertempuran' antara Sigi dan Aubery. Pertempuran itu akan menjadi pertarungan yang panjang. Setelah sarapan yang menegangkan. Shendi memilih kembali ke kamar daripada membela salah satu.


Yang ingin dilakukan Shendi adalah Menelfon Romy . Ucapan asistennya semalam tentang ulah Sigi. Ditambah lagi ternyata Sigi sengaja mengangkat dan menghapus riwayat panggilan hpnya. Kenapa Sigi melakukannya ?? Kini otaknya muncul berbagai bermacam dugaan.


Mengingat kembali kejadian ketika Aubery masuk ke kamarnya dengan gaun tidur itu. Saat dirinya hampir hilang kendali jika saja Aubery tidak menghentikannya . Walaupun hanya lewat pantulan kaca jendela , namun bayangan Aubery mampu membuatnya seolah terkena sengatan listrik ribuan volt. Aubery sangat menggairahkan.


Tapi kenapa Sigi terlihat lucu padahal memakai gaun yang sama. Potongan dada yang rendah tidak membuatnya tergoda malah membuatnya risih.


"Tidak mungkin dia menyukaiku... kami tumbuh besar bersama. Dia sudah aku anggap adikku sendiri." Shendi menggumam lirih. Takut kedengaran sampai luar.


"Kalau gitu rubahlah sikap anda mulai sekarang. Selama ini anda terlalu perhatian. Tanpa anda sadari Sigi menjadi terbiasa dan tergantung pada anda." Romy diam sesaat.


"Cepat atau lambat. Sigi pasti akan mengungkapkan perasaannya. Lebih baik anda bersiap siap dengan sebuah jawaban. Aku tahu anda tidak ingin Sigi terluka. Tapi ini tentang perasaan , tidak boleh ambigu. Terluka mungkin akan membuatnya dewasa." Romy mengambil nafas , kemudian melanjutkan.


"Satu lagi, jangan berkeliaran dengan pesona anda seperti itu. Kontrol sedikit !! anda tidak sadar sudah bikin banyak gadis salah paham !"


"Ch..." keluar begitu saja dari mulut Shendi. Apa yang perlu dikontrol. Sudah dari sononya kali. Kalau aslinya mempesona. Diam pun pesonanya sudah menebar kemana mana.


"Jika bukan laki laki , mungkin aku yang polos ini pasti sudah salah paham juga."


"Kalau gitu maap ye sudah bikin kamu salah paham." dalam hati Shendi janji bakal pasang muka jutek aja kalau keluar rumah.


"Tidak perlu sungkan . Anda , tidak akan menunda gaji kami kan??" tanya Romy setengah bercanda. Ia tahu bosnya sangat baik hati tidak akan melakukan itu.


"Lihat saja nanti ." Shendi bangkit dari ranjangnya. Ia ingin melihat situasi diluar. Sudah rata dengan tanah atau belum.


"Setelah sampai di kantor , aku akan memberi laporan hasil penyelidikan Jimin . Yang pasti akan membuat anda sangat terkejut. Dan... sekedar saran, kasih Jimin liburan setelah kelar urusan putra walikota. Dia kayaknya butuh refreshing deh." terdengar Romy menyalakan mobil.


"Em... " Shendi menutup panggilan.


Jimin dan Romy sudah mengabdi padanya lebih dari setengah umur mereka . Ini adalah hubungan timbal balik . Tanpa Shendi , mungkin mereka tetap menjadi anak yatim lemah yang selalu ditindas . Dan tanpa mereka Shendi tidak mungkin jadi seperti sekarang . Bonus yang mereka minta bahkan tidak sepadan dengan kerja keras mereka. Mereka pantas menerima segala fasilitas yang diberikan Shendi. Apartemen, mobil, liburan , dan bonus tahunan.


Apa kira kira hasil penyelidikan mereka ??


Ahh... bikin penasaran saja. Apakah sesuai dugaanku?


Shendi menarik engsel pintu. Begitu terbuka ia terkejut saat seseorang berdiri didepan kamarnya.


"Sejak kapan kamu berdiri disini . Bikin kaget saja??"


***


.


.


.


.


Aubery sedang menumpahkan kekesalannya di kebun kecil milik Shendi . Ia baru selesai perang argumen dengan Sigi di meja makan . Tambah jengkel karena Shendi malah pergi bukannya membelanya.


Ia mencabut beberapa batang sawi tanpa mempedulikan Raja yang berusaha menghalangi.


"Tumbuh bersama dari kecil ? Haha... lihat cara dia memandang Shendi !! , itu bukan cara memandang kepada teman atau saudara."Aubery ngomel sendiri.


"Kakak ipar... mas Shendi pasti memarahiku karena sawinya habis kau cabuti !!" Raja stres mengacak rambutnya , mengikuti langkah Aubery memasuki kandang. Ia tak tahu apa yang dipikirkan Aubery. Datang datang dengan muka masam.


"Ehh... malah dikasihkan kambing. Itu organik untuk konsumsi sendiri . Habislah aku... mas Shen pasti menghukumku !!" Raja putus asa dengan ulah Aubery.


Meski ada rasa takut Aubery nekat menyuapi kambing , "Kambing kan seharusnya makan sayuran bukan bubur . Kau lihat ??! dia menyukainya... " Dengan telunjuk Aubery menunjuk. Kambing kambing itu memang kelihatan lahap memakan sawi segar.


Sawi ditangannya sudah habis , Aubery bermaksud ingin mencabut beberapa batang lagi. Tapi Raja menghadang langkahnya.


"Kakak ipar cukup !! kenapa sih begitu datang langsung mengacau." Raja terus menghalangi kemana kaki Aubery melangkah. Raja tidak ingin menunggu kebun itu habis digunduli Aubery.


Membuang nafas kesal. Akhirnya Aubery berbalik arah lalu duduk di bangku kayu. Raja sebenarnya tahu Aubery badmood karena habis perang dingin dengan Sigi di dalam.

__ADS_1


Aubery yang dulu, bagi Raja adalah wanita yang sangat galak. Setelah menjadi Tiara , berubah menjadi wanita menjengkelkan . Tiara selalu membuat Raja emosi. Pertengkaran dan perdebatan kecil selalu terjadi setiap mereka bersama. Tapi sekarang Tiara sudah kembali menjadi Aubery. Raja tak percaya Aubery sekarang menjadi wanita galak plus menjengkelkan.


"Kakak ipar, apa kedatangan kak Sigi yang membuatmu jengkel??"


Aubery diam , cemberut.


" Kakak ipar, kemarin aku sudah memberimu informasi kan ? Mereka itu tumbuh bersama sejak kecil. Kak Sigi biasa menginap disini. Mereka sudah seperti saudara." Raja.


Aubery tertawa kosong. Saudara ?? Saudara tidak akan lancang mengangkat telfon saudara lainnya. Tidak apa apa jika sekedar mengangkat. Tapi dia sengaja menghapus riwayat panggilan di hp Shendi.


"Yaa... meskipun sikap kak Sigi kadang agak berlebihan sih." Raja mengoreksi.


"Kamu menyadari juga kan ?? Cara dia menatap Shendi itu berbeda." Aubery antusias.


Raja berfikir sejenak. Dia bisa menilai sikap seseorang. Tapi untuk membaca arti dari tatapan, Otaknya belum sampai.


Kak Sigi sikapnya kadang ganjen kalau sama Mas Shen. Tapi Mas Shen tidak menyadarinya karena dia menyayangi kak Sigi seperti kepada Yas dan Raman...


"Ahh entahlah... Yang penting Mas Shen menyayangi kak Sigi seperti sayangnya kepada kami." Raja menepis pikiran yang melintas di otaknya.


"Sekarang mana hadiah untukku ?" Raja tanpa basa basi .


" hadiah?"


"Emmm... " Raja mengangguk mantab.


" Kakak ipar tahu informasi yang kuberikan sangat penting. Kalau tidak mana mungkin subuh subuh kamu sudah disini... "


"Mau hadiah apa?"


Raja melirik mobil sport yang diparkir di luar pagar. "Hehe... Kakak ipar mobilmu sangat keren... kamu pasti sangat kaya... " sorot mata Raja penuh arti. Aubery paham.


"Kamu mau mobilku ??"


"Hehe... " Raja tersenyum malu malu.


Raja seketika langsung tersungut. Tentu saja dia tidak serius minta mobil. Aubery datang tidak bawa oleh oleh malah mengacak acak kebun.


Kakak ipar kamu pelit !


" Oh iya... Bukankah kamu seharusnya pergi ke sekolah ?" Aubery baru sadar. Usia Raja kalau tidak salah masih sekitar 14 tahunan. Tapi Aubery belum pernah melihat Raja pergi ke sekolah. Raja sudah berada di kandang ketika subuh dan pulang sekitar jam 11 siang.


"Aku ini yatim piatu kak. Siapa yang membiayaiku."


"Mas Shendi_mu !!" Aubery menunjuk ke arah rumah.


"Dia juga sangat kaya. Apa kamu juga tidak tahu bahwa dia sangat kaya??" Aubery mencoba provokasi Raja.


" Tentu saja aku tahu. Berapa keuntungan jualan kambing aku juga tahu. Dan setengahnya mas Shen selalu memberikannya padaku. Padahal mas Shendi kan harus membiayai Yas dan Ramanda." ucap Raja polos.


Aubery ingin tertawa melihat ekspresi Raja. Sepertinya Raja belum tahu jati diri Shendi yang sebenarnya.


Shendiaga... kamu paling hebat !


"Mas Shendi pernah menawariku, tapi aku sendiri yang tidak mau. Kalau aku pergi ke sekolah. Siapa yang akan menjaga nenek ?" Raja tampak sedih. Terlihat dari raut wajahnya. Sepertinya apa yang terucap dari bibirnya berbeda dengan isi hatinya.


Aubery menarik nafas panjang. Sayang sekali di usia yang seharusnya Raja mengekspresikan kemampuannya. Tapi Raja harus bekerja keras sekaligus menjaga neneknya. Satu satunya keluarganya.


Aubery berfikir sejenak lalu bangkit dari duduknya. "Begini saja. Mobil disana akan menjadi milikmu. Tapi dengan syarat !!"


Mata Raja mengernyit. Mustahil Aubery akan memberikan mobilnya . Itu mobil sport yang harganya milyaran. Raja ikutan berdiri menunggu syarat Aubery.


"Kamu harus berhasil masuk SMA terbaik di kota B."


Raja hilang semangat . Mustahil dengan syarat Aubery. Ijasah SMP saja tidak punya mana mungkin langsung daftar SMA.


"SMP saja aku tidak lulus . Kasih syarat yang kira kira dong . Itu namanya tidak niat ngasih." Raja kembali duduk.

__ADS_1


Aubery menatap Raja mengintimidasi, dilipatnya kedua tangannya didepan.


"Jika kamu mempunyai kemauan untuk belajar. Aku akan membantumu masuk ke sekolah informal. Kamu tidak perlu pergi ke sekolah. Kamu cukup belajar dirumah."


"Dan jika kamu lulus dengan nilai A dan berhasil masuk SMA terbaik. Maka mobilku buatmu..." senyum menantang.


Raja menatap Aubery tak percaya.


Home Schooling... Mobil...


Raja bangkit memastikan keseriusan Aubery . Aubery tidak sedang bercanda kan??


"Mau tidak ?? Kalau kamu mau aku suruh Samy mengurusnya sekarang... Kalau tidak mau ya sudah." Aubery dengan tenang melangkah pergi.


"Mau kak!!" Raja dengan yakin. Jika tidak dapat nilai A setidaknya dia harus mencoba.


"Aku mau !!" Berlari dan berhenti dihadapan Aubery. Ia begitu bersemangat. Raja yakin pasti bisa. Keinginan terpendamnya adalah menjadi mahasiswa dan bisa bekerja di kantoran memakai baju yang bagus dan keren. Jika sekarang Aubery membantu mewujudkannya.


Kenapa tidak!!


Melihat semangat Raja, Senyum muncul disudut bibir Aubery. Diambilnya hp yang berada disaku jaket kulitnya. Raja dengan tak sabar menunggu Aubery yang sedang berbincang di telfon.


"Hou... kamu atur semuanya." Aubery menutup percakapan.


"Samy akan menghubungimu untuk meminta biodatamu. Untuk buku materi dan keperluan belajar seperti laptop akan dikirimkan ke rumahmu setelah kamu lulus pendaftaran."


Raja begitu kesenangan. Ia berlari memeluk mobil sport itu.


"Ini akan menjadi milikku !! mmmmcch !!"


Aubery hanya menggeleng dengan tingkah Raja. Ia lalu masuk ke dalam rumah. Namun beberapa menit kemudian Aubery kembali keluar.


Raja yang melihat mimik wajah Aubery berbeda dengan saat sebelum masuk rumah. Langsung berhenti menciumi mobil sport itu.


"Ada apa kak??" tanya Raja setelah Aubery dekat.


Yang ditanya hanya membuang nafas kesal dan mencoba menahan air mata yang hampir jatuh . Aubery berjalan cepat menuju mobilnya. Mendorong Raja yang berdiri menghalangi.


Aubery langsung masuk ke mobil tanpa satu patah kata pun. Raja makin tak mengerti. Sikap Aubery saat menutup pintu mobil sangat kasar.


Mobil menyala, suara mobil sport yang khas menderu dan berdecit memutar dan melesat meninggalkan halaman .


Tinggallah Raja yang masih bingung. Tak berapa lama Shendi berlari dari dalam rumah. Bagi Raja, ekspresi wajah Shendi sama sama membingungkan. Ada kepanikan dan kekawatiran disana.


"Mau kemana dia??!" tanya Shendi.


Raja hanya mengangkat kedua bahunya.


***


.


.


.


.Bersambung🚨


.


.


👋 Sampai jumpa di episode "Serangan Sigi #2"


☝️ ingat Like , yang vote _nya masih nganggur boleh lah buat mas Shendi biar makin ganteng.


🤗selamat malam jumat. dan

__ADS_1


😘Sayang semuanya....😍


__ADS_2