
Flashback on.
Dari jauh , Riki terus memperhatikan dengan tatapan penuh kebencian kearah Shendi dan Aubery . Satu adalah saingannya. Dan satu adalah gadis yang tidak pernah bisa dia miliki.
Sungguh Riki tak habis pikir kenapa keduanya bisa bertemu. Gery cuma seorang cleaning service. Apa yang dia miliki sampai seorang Aubery yang dia kenal dingin dan cuek bisa jatuh ke dalam pelukannya.
Kenapa...
Riki terus bertanya dalam hati. Tatapannya masih tertuju pada Shendi dan Aubery.
Ketika MC menyebut nama seorang donatur untuk maju ke podium. Riki menyadari perubahan wajah Shendi. Bahkan ketika Mc mengulang menyebut nama Shendiaga Wiradana. Wajah Gery semakin terlihat gelisah.
Sebagai putra walikota , siapa Shendiaga Wiradana tentu Riki tahu. Namun hanya tahu namanya saja. Dia adalah salah satu Executive muda yang berasal dari kota A. Yang selalu disebut sebagai malaikat tak bersayap. Nama yang harum hampir di semua panti asuhan dan panti jompo.
Riki semakin curiga dengan raut wajah Shendi yang berubah 180°, saat seseorang naik ke podium dengan memperkenalkan sebagai wakil Shendiaga. Shendi terlihat sangat lega.
Ketika Shendi menarik Aubery dengan terburu buru. Segera ia mengikuti ke arah mana mereka pergi . Namun sayang , Riki kesulitan membelah tamu tamu yang lumayan banyak.
"Ah... sial... " gerutunya. Riki sudah tidak melihat sosok Shendi dan Aubery. Riki bermaksud mengejar ke parkiran. Namun obrolan dua penerima tamu menarik perhatiannya.
"Aku ingat siapa yang bersama Aubery Tsang tadi. Dia yang datang terburu buru tanpa membawa undangan."
Riki menghentikan langkah dan menyimak obrolan mereka.
"Tidak ada undangan , kenapa kamu mengijinkannya masuk !!" jawab rekannya.
"Dia bilang namanya Shendi. Setelah aku periksa , ada satu nama yang berawalan Shendi didaftar tamu. Jadi aku mengijinkannya masuk"
Mendengar itu. Riki langsung menghampiri mereka dan mengambil buku tamu. Dua penerima tamu itu sempat kaget tiba tiba putra walikota menghampiri. Mereka tidak bisa mencegah ketika Riki merebut daftar tamu undangan.
Dengan tak sabar. Riki memeriksa nama nama undangan. Mata Riki melebar setelah menemukan satu nama berawalan Shendi. Shendiaga Wiradana , dan terdapat tanda centang pertanda hadir.
Riki tertawa garing menyadari ada hal besar yang disembunyikan Gery selama ini. Untuk memastikan dugaannya, ia pun menghubungi salah satu teman SMA yang dulu satu kelas dengan Shendi. Sejenak Riki berbasa basi sebelum ke intinya.
"enggak ... aku mau tanya sesuatu. Kau ingat Gery teman sekelasmu dulu??... iya Gerald... Kamu ingat nama lengkapnya,??" diam sesaat.
"Shendiaga Gerald Putra W. Ohh.. ok ok trims bro." Riki menutup telfon.
Inisual W apalagi kalau bukan Wiradana. Riki memukul meja dengan kasar. Giginya gemeretak menahan emosi. Bodohnya selama ini tidak mengenal siapa Gery yang sebenarnya.
Gery si cleaning service...
Shendi yang membawa lari Aubery Tsang...
dan Shendiaga Wiradana Executive muda misterius . Ternyata mereka adalah orang yang sama...
Haha...
Benar , dulu siapa yang tertarik dengan kehidupan pribadi Gery. Paling dia anak seorang karyawan pabrik. Atau anak seorang buruh cuci. Anak kelas 3A yang ke sekolah cuma bawa vespa butut. Setiap hari nongkrong dengan geng vespa atau kalau tidak berlatih dengan teman bandnya.
Tidak ada yang tahu dimana rumahnya. Teman temannya bingung kemana harus mencari Ketika Gery bolos selama 3 hari . Dan ketika kembali ke sekolah , semua menyadari bahwa Gery banyak berubah. Ia lebih banyak diam dan tidak pernah lagi berkumpul dengan geng vespa maupun teman bandnya. Ternyata orang tuanya meninggal dalam kecelakaan beberapa hari sebelumnya.
__ADS_1
Flashback off
Siapa yang menyangka Gery ternyata adalah Shendiaga Wiradana. Pengusaha muda misterius yang entah dari mana sumber kekayaannya. Menjamu makan malam bernilai puluhan juta. Dan donasi pertahunnya yang mencapai milyaran pada beberapa yayasan.
"Sudah cukup kalian menertawaiku. Jika dengan kekerasan tidak bisa membunuhmu. Maka aku akan membunuhmu secara halus."
Hp Riki berbunyi. Ternyata sahabatnya yang menghubungi. Riki segera mengangkatnya.
"Sat... !"sapa Riki antusias. Riki sangat senang karena sudah hampir sebulan tidak bertemu Satria. Sahabatnya ini harus sering ke luar negeri karena bisnis furniture orang tuanya semakin hari semakin maju pesat . Bahkan sampai ekspor ke Jepang dan Amerika.
"Rik, aku udah balik nih. Ngumpul yuk !" suara Satria dari seberang. Satria adalah temannya sejak kecil. Mereka dipertemukan karena orang tua mereka adalah orang terpandang di kota A. Sering bertemu dalam acara acara yang dihadiri orang tua mereka , membuat mereka dekat sampai sekarang.
Kembali ke taman kota, Kota B. Yas dan Ramanda mengendarai motor trail yang disewakan di pelataran dekat air mancur.
Terlihat jelas binar kebahagiaan dimata Yas dan Ramanda. Inikah rasanya memiliki keluarga yang seutuhnya. Ada ayah dan ibu yang memperhatikan dan mengawasi saat sedang bermain. Meskipun dua orang dewasa yang duduk disana adalah Shendi dan Aubery.
Shendi tersenyum haru dan membalas setiap Yas dan Ramanda melambaian tangan. Bahagia mereka itu sederhana, sesederhana mereka tersenyum dan bersyukur atas apa yang sudah mereka miliki sekarang.
Dan gadis yang Tuhan kirimkan untuk berada disisinya. Pasti bukan tanpa alasan. Shendi mengusap lembut rambut Aubery yang tertiup angin sore.
Suara pesan masuk di hp Aubery. Aubery membuka pesan whatsapp yang ternyata dari Viona. Sesaat wajahnya berbinar setelah membaca pesan yang tertulis.
"Aku harus kembali ke kota A!" serunya.
Shendi langsung menoleh dan bertanya tanya , pesan apa dan dari siapa hingga bisa membuat wajah Aubery berbinar senang. Shendi tak suka dan mulai berpikir kemana mana.
"Pesan dari siapa hingga bisa membuatmu senang seperti itu?" Shendi tidak bisa menahan rasa ingin tahunya.
Aubery bangkit dari duduknya.
"Apa kamu akan bersenang senang dan menelantarkan kami??"
"Kalau gitu apa kamu bersedia pergi denganku?? Sekalian aku akan memperkenalkanmu dengan mereka."
Shendi berpikir untuk beberapa saat. Menempel terus dengan Aubery itu juga tidak terlalu baik. Aubery butuh waktu dengan teman temannya. Lagipula sikembar juga pasti lelah pergi seharian. Dengan terpaksa Shendi menggeleng pelan.
"Pergilah, bersenang senanglah. Aku akan menyuruh Lingga menjemput anak anak di gapura bukit Y. Setelah itu aku akan mengantarmu kembali ke kota A." akhirnya Shendi mengesampingkan egonya.
Aubery kecewa, padahal ia ingin memperkenalkan Shendi dengan Satria, Lara, Viona, Elaine, dan ... Riki.
Aubery menghela nafas berat.
"Aku sangat merindukan mereka , kecuali Riki, aku tidak suka cara dia menatap."
Riki?
Riki juga ada disana?
***
Siganteng memasuki halaman parkir the Win. Club House yang hanya bisa di datangi orang orang elit dan berkelas.
__ADS_1
"Ingat, jangan minum banyak alkohol. jangan pulang terlalu malam. Hubungi Samy , jangan pulang sendiri." pesan Shendi setelah berhenti tepat dipintu masuk dan mematikan mesin.
"Mengerti!" jawab Aubery malas sambil membuka pintu mobil Jeep. Shendi sudah kumat penyakit cerewetnya. Sepanjang perjalanan , berapa kali Shendi mengingatkan dirinya jangan ini dan jangan itu. Kenapa dirinya dikelilingi laki laki cerewet. Samy, Papa dan kini ditambah Shendi. Tapi Aubery suka.
"Aku tahu kamu sedang mengatai aku cerewet" Shendi melongok ke dekat kaca jendela setelah Aubery berjalan memutar menghampirinya.
"Tidak ada yang mengataimu. Lagipula tidak ada yang bisa mencelakaiku. Aku masih menguasai jurus jurus pertahanan."
"Heh..." Shendi hanya menggeleng. Secepat itu Aubery melupakan kejadian yang menimpanya. Siapa otak dibalik tragedi kecelakaan dirinya saja masih misteri.
"Kamu benar benar tidak mau masuk?" Aubery kembali bertanya. Ia masih berharap Shendi mau menemaninya.
"Lain kali ya. Aku pasti akan menemanimu... " Masih dibelakang kemudi, Shendi bangkit lalu mencium kening Aubery lembut.
"Hati hati..."
Aubery tersenyum membalas kecupan Shendi. Shendi kemudian memberi kode agar Aubery segera masuk.
"Bay bay...!"
Shendi terus memperhatikan langkah Aubery memasuki the Win. Sempat gadis itu kembali menoleh dan melambaian tangan. Shendi membalas dengan tatapan seolah berkata cepatlah masuk.
Setelah Aubery tidak terlihat lagi. Shendi segera mencari tempat untuk memarkir jeepnya . Setelah terparkir dengan manis , kemudian berjalan menuju pintu masuk. Sesaat Shendi menghentikan langkahnya. Kenapa kakinya akhirnya melangkah mengikuti Aubery kedalam. Shendi menertawai dirinya sendiri.
Cemburu sulit dijelaskan, susah diucapkan cuman bisa dirasakan. Siapa yang sedang dicemburui nya . Mereka yang menunggu didalam adalah teman teman Aubery sejak kecil.
Tapi jika mengingat kembali ucapan Aubery tadi sore. Riki juga ada disana. Ia memutuskan untuk diam diam mengikuti Aubery . Siapa yang tenang , terlebih jika ada Riki disana. Berdasarkan sifat Riki. Cowok itu bisa melakukan apa saja.
Saat di acara donasi Shendi bisa menyimpulkan dari percakapan singkat Aubery dan Riki. Bahwa Riki menyukai Aubery. Dan Aubery tidak menyukai Riki.
Ditatapnya pengunjung lain yang lalu lalang. Hampir semuanya memakai pakaian yang seolah memperlihatkan statusnya. Sesaat Shendi merasa tidak percaya diri. Ia melihat dirinya sendiri yang hanya memakai kaos putih celana jeans dan jaket Coat.
Shendi pelan melangkahkan kakinya kembali. Menaiki anak tangga dan mulai mencari room dimana Aubery dan teman temannya berada.
Seorang pelayan tiba tiba menghampirinya dan mengamati wajahnya lebih dekat. Shendi gelisah. Jangan jangan kali ini dirinya juga diusir seperti waktu acara reuni itu?
.
.
.
.Bersambung💃🕺
.
.
.
🙏 Terima kasih yang masih setia nungguin kelanjutannya.
__ADS_1
👍 jangan lupa Like nya.
💝dan sayang semuanya.