
"Sam... !! Samy... !!" Shendi berteriak sambil menggedor pintu itu.
Apa maksudnya menguncinya seperti itu. Ini sudah lewat tengah malam. Lingga dan adik adiknya pasti kawatir karena ia belum pulang jam segini.
Shendi meraba saku jaket Coatnya. Cuma ada hp N70 yang mati kehabisan baterai. Dan hp androidnya masih di dalam mobil.
"Sam, setidaknya biarkan aku menghubungi adik adikku..." Shendi mencoba membuka pintu, tapi tetap tidak bisa dibuka.
"Inikah balasanmu ?? Aku menyelamatkan nonamu , tapi kamu justru menjadikan aku seperti umpan."
Shendi putus asa karena tidak ada jawaban. Menyelamatkan Aubery dari mulut serigala. Sekarang Aubery dilempar bersama Rubah dalam satu kandang.
Mengingat lagi kejadian beberapa jam yang lalu . Membuat darah Shendi kembali mendidih. Selama ini meskipun Shendi selalu diam saat Riki mengganggunya. Karena Riki menganggap dirinya adalah penghalang. Tapi tidak untuk kali ini. Riki sudah mengusiknya. Bahkan berani mengancam kekasihnya.
Flashback on
Shendi lantas membisikkan sesuatu kepada pelayan itu.
"Pacarku ada didalam. Bisakah kamu bantu aku mengawasi dia . Aku menghawatirkannya. "
" Kalau boleh tahu , pacar anda yang mana Tuan?"
"Yang pakai kaos putih dan memakai topi itu" Shendi menunjuk lewat celah kaca. Si pelayan mengamati sosok wajah gadis itu dan sedikit berfikir.
"Bukankah dia Aubery Tsang? mereka sering datang kemari minimal sebulan sekali" Tiba tiba pelayan itu memekik sambil menutup mulutnya tak percaya.
"Anda Shendi, Shendiaga Wiradana??"
Pelayan itu ingat nama yang tercantum di kartu visa milik Shendi. Dan siapa yang tidak tahu gosip yang sedang ramai saat ini . Semua acara gosip mengulas tentang mereka.
"Yah... ketahuan deh..." Shendi memasang muka menyesal.
"Aku tidak percaya bisa bertemu dengan anda yang misterius... " Pelayan itu terharu. Tak disangka Shendiaga Wiradana ternyata masih sangat muda. Ganteng lagi.
" Anda ingin saya membantu bagaimana." pelayan itu bersemangat. Bukan hal baru di antara para pelayan The Win , tentang bagaimana tingkah putra walikota yang sangat menjengkelkan. Sering buat ulah dan sombongnya minta ampun. Kalau Shendi memberi pelajaran pada Riki. Dia dan teman temannya akan sangat mendukungnya.
"Aku hanya ingin tahu apa saja yang mereka lakukan dan mereka bicarakan"
"Ohh.. itu hal sangat mudah Tuan. Saya akan ambil alih tanggung jawab room ini. Bagaimana?"
"Bagus , kalau gitu aku sewa room sebelah itu. Laporkan padaku apapun yang kamu lihat dan dengar" Shendi menunjuk room sebelah yang kosong.Pelayan itu setuju.
Begitulah, setiap 15 menit Shendi mendapat laporan yang bikin dia jengkel karena cemburu. Terlebih saat mendapat laporan bahwa salah satu teman Aubery yang bernama Satria begitu sangat perhatian kepada Aubery.
Shendi tambah panas saat ada laporan bahwa Aubery semakin tidak terkendali. Kecurigaannya semakin kuat saat hanya Riki saja yang masih sadar di room itu. Shendi sudah tidak sabar. Tidak ingin membiarkan Aubery berdua saja dengan bajingan itu. Ia pun keluar tepat saat Aubery juga keluar room diikuti Riki.
Shendi buru buru masuk kembali dan mematikan lampu roomnya. Menajamkan pendengarannya.
"Aku kekasihmu... " mendengar suara Riki. tangan Shendi mengepal menahan marah . Semakin lama semakin jelas suara Riki ditelingannya.
"Ayolah Be... jangan jual mahal. Aku yakin kamu sudah tidur dengan Gery ... ah salah. Shendi... waktu kalian tinggal bersama. " suara Riki terdengar jelas dari dalam.
Sudah cukup...
Tangan Shendi sudah gatal ingin menghajar Riki. Maka dengan cepat membuka pintu dan menarik kerah Riki . Tepat ketika Riki berusaha ingin mencium paksa Aubery.
"Hei... " Jerit Riki. Shendi langsung membekap mulut Riki tanpa memberi kesempatan berteriak dan menariknya masuk kedalam room yang gelap. Dilampiaskan dendam yang selama ini menumpuk selama bertahun tahun
Beberapa pukulan sekaligus mendarat ke bagian wajah dan tubuh Riki. Hingga tubuh itu terjungkal menabrak meja yang terdapat gelas dan piring. Suara gaduh pun dimulai.
ini untuk semua penghinaan yang kamu tujukan padaku selama ini.
Shendi kembali mendaratkan beberapa pukulan. Tanpa peduli Riki yang berteriak kesetanan karena ia tak bisa melihat apa apa.
Ini untuk apa yang telah kamu lakukan pada Tiara hari ini. Beraninya kamu menyentuh pacarku...
Puas melampiaskan emosinya. Shendi segera keluar room dan menarik Aubery yang hampir mau telanjang di koridor itu.
Flashback off
"Ah Tiara... " Shendi ingat kembali pada Aubery.
Saat dia berbalik. Aubery sudah dihadapannya. Dengan tatapan penuh gairah, gadis itu berjalan mendekat kearahnya. Shendi mundur hingga menabrak pintu kamar.
Aubery mengusap kedua pipinya lalu berlahan menariknya kebawah. Mendekatkan ke wajah Aubery.
"Jangan pergi... " desah Aubery.
__ADS_1
Wajah mereka berhadapan. Aubery menelan ludah sedangkan pandangannya tertuju pada bibir Shendi yang basah.
Suara ganjil mulai terdengar dari dalam kamar Aubery. Samy pun menjauh dan menyuruh dua pelayan tadi untuk kembali beristirahat.
Haruskah Samy bersyukur. Laki laki itu adalah Shendi bukan Riki. Samy tidak bisa membayangkan masa depan nona jika Riki berhasil menodainya.
***
Pukul 06:00 , Shendi mendengar seseorang pelan membuka kunci.
"Akhirnya kamu membuka pintu." Shendi bangkit dari ranjang , mengambil sepatu dan jaket Coatnya yang tergeletak dilantai. Menguap lebar dan berjalan menuju arah pintu yang semalaman terkunci.
Pintu terbuka sedikit. Maka dari balik pintu itu munculah wajah penuh bersalah Samy.
"Maaf mas, saya terpaksa mengunci anda dikamar bersama nona. Karena dalam keadaan seperti itu. Hanya anda yang boleh mengatasinya" ucap Samy memberi jalan Shendi melewati pintu.
"Aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan. Menjadikanku umpan untuk Tiara yang hilang kendali. Kamu pikir aku laki laki gampangan ?? " Shendi menggeleng tak percaya menatap Samy . Lalu berjalan menuju arah tangga.
"Anda yang sudah pernah satu kamar dengan nona waktu dibukit Y. Jadi siapa lagi , berhubung anda disini" sekilas melihat nonanya yang masih lelap dibalik selimut. Samy menutup kembali pintu kamar Aubery dan buru buru menyusul Shendi.
"Aku memang pernah satu kamar dengan Tiara. Tapi kami gak ngapa ngapain..." Shendi mengelak.
"Maksudnya mas??" Samy tak mengerti.
"Apa aku terlihat seperti orang mesum?? gadis amnesia pun aku tiduri??" Shendi sengit.
Dulu ia tidak sempat meluruskan kesalah pahaman karena saat itu Samy sangat emosi. Shendi masih ingat ketika Samy menghadiahinya bogem mentah . Dan sampai sekarang Samy masih berpikir kalau dirinya sudah mengambil keuntungan dari Aubery.
Samy terdiam. Jelas jelas waktu itu Shendi dan nona keluar dari kamar subuh subuh. Ngapain coba dua orang berlainan jenis dalam satu kamar.
"Jadi anda belum pernah menyentuh nona ketika dibukit Y??"Mulai menyadari ada kesalah pahaman disini.
"Hizz... " Shendi malas harus menjelaskan ini. Samy masih belum percaya.
Jadi nona masih suci... Samy menutup mulutnya.
"Lalu... semalam , bagaimana anda mengatasi nona??" Samy menengok ke atas dimana kamar Aubery berada.
Sesaat Shendi menghentikan langkahnya. Didapatinya raut muka Samy yang kawatir seperti waktu di teras dulu.
"Sebaiknya sekarang kamu panggil dokter gih , Kayaknya dia sangat kelelahan" sambung Shendi dengan senyum nakal diujung kalimat.
Ini balasanku Sam.
Samy lemas, dia udah kelihatan mau menangis. Samy mengira Shendi sudah tidur dengan nonanya selama tinggal di bukit Y. Makannya tadi malam sengaja mengunci Shendi dikamar nona. Toh mereka udah pernah melakukan.
Tapi ternyata Samy salah. Ia telah salah sangka. Sekarang semua sudah terlanjur. sekarang Shendi sudah benar benar merenggut kesucian nona. Atau kebalikan, nona yang merenggut kesucian Shendi. Aah... Entahlah...
Shendi lantas berbalik meninggalkan Samy yang seolah melakukan kesalahan paling fatal . Menaruh jaket Coatnya dipundak. Lalu meregangkan seluruh persendiannya yang rasanya seperti patah semua .
"Aku lelah sekali , semalaman sudah bekerja keras... " seru Shendi sambil memukuli punggungnya sendiri.
Sedangkan dalam pikiran Samy sudah muncul bermacam bayangan. Shendi sudah bekerja keras semalaman hingga perlu memanggil dokter untuk nona. Dan lihat, tuan muda itu memukuli punggungnya.
Tidaaakkk...
Samy kembali menaiki tangga menuju lantai 3. Membuka pelan pintu kamar karena Aubery masih tertidur lelap. Samy berjalan mendekat ke ranjang . Setelah memberesi pakaian milik Aubery yang berserak dilantai.
"Nona , maafkan aku... " ditatapnya dalam dalam wajah Aubery yang nampak pulas dengan selimut yang menutupi tubuhnya sampai batas leher.
Kemudian disentuhnya kening Aubery. Yang ternyata memang sedikit demam.
Lihatlah , wajahnya begitu kelelahan...
Entah apa saja yang mereka lakukan semalaman sampai nona demam begini...
Samy menggeleng pelan , dibukanya sedikit selimut itu untuk memeriksa bagian leher. Namun apa yang dilihatnya membuat Samy terkejut setengah mati. Samy dengan cepat membuka seluruh selimut. Hingga terlihat semuanya dengan jelas.
Tubuh Aubery terbungkus beberapa helai handuk. Digulung gulung seperti kue lemper, dan sepertinya Aubery masih belum memakai baju sehelai pun. Nafas Samy seketika naik turun naik menahan marah.
"MAASS... , ANDA BENAR BENAR KETERLALUAN...!!!"
***
.
.
__ADS_1
.
.
Entah mulai kapan pelayan dirumah besar ini menjadi suka bergosip. Ketika Shendi menuruni tangga. Pandangan mereka tidak lepas pada sosok jangkung yang semalam tidur sekamar dengan nona.
"Nona pintar memilih pacar. Dia sangat mempesona. Dialah yang mampu merubah nona menjadi gadis yang manis "
"Lihat ada berapa bekas gigitan di bibir dan lehernya. Nona kita ternyata sangat ganas..."
"Sstt... jaga mulutmu. Kalau sampai ke telinga Samy . Maka hari ini juga kamu akan jadi pengangguran."
Tanpa menghiraukan tatapan mereka, Shendi terus berjalan keluar, menuju jeepnya yang terparkir di garasi rumah Aubery. Bersanding dengan mobil milik tuan rumah yang jumlahnya , ada lah kalau 5 biji.
"Wahh lihat istana ini. Ini luasnya 5 kali Heaven Resort " Shendi mengagumi rumah Aubery yang seperti istana itu. Pandangannya berhenti di lantai 3. Di balkon sana , terlihat Samy menatapnya dengan geram. Shendi pun melambaikan tangan , tak lupa plus senyum termanisnya.
Sampai jumpa lagi...
Shendi masuk ke mobilnya. Segera dicek hp androidnya yang dia taruh dalam tas genggam.
Benar saja. Panggilan 10 kali dari Arif. Panggilan dari Lingga 15 kali. Dan panggilan dari Jimin 13 kali.
Membuka pesan whatsapp dari mereka satu persatu. Rata rata menanyakan dirinya ada dimana.
Shendi pun menghubungi nomor Jimin.
"Halo,... mas. Semalam anda kemana saja. Pak Arif terus menelpon menyuruh saya mencari keberadaan anda!!" seru Jimin langsung memekakkan telinga.
"Jim, tolong bantu aku selidiki Riki... , ia... , dia anak walikota A sekarang" perintah Shendi sambil menyalakan mesin mobil.
"Kenapa tiba tiba menyuruh untuk menyelidiki Riki mas??" Jimin penasaran.
Shendi pun terpaksa menceritakan kejadian semalam sambil menyetir. "Jadi tolong selidiki Riki. lacak siapa saja yang dia hubungi akhir akhir ini. Dia orang yang bisa melakukan apapun . Aku curiga dia ada hubungannya dengan kecelakaan Tiara waktu itu."
"Baik mas , jangan kawatir. Aku akan menghubungimu setelah mendapat informasi. Apa anda pergi ke kantor hari ini??"
"Tidak. Aku semalaman tidak tidur , hal yang aku inginkan sekarang adalah pulang dan tidur. Jangan menghubungiku sampai nanti malam"
"Ah, benar. anda pasti sudah bekerja keras semalam" sindir Jimin.
Shendi mendesah, satu lagi orang yang salah paham.
"Aku tidak!" jawabnya sambil menutup panggilan.
Tidak berselang lama , ada panggilan lagi dari Samy. Senyum Shendi pun mengembang. Ia dapat membayangkan Samy dengan wajah murkanya melihat keadaan nona mudanya. Shendi memencet bluetooth earphone yang terpasang ditelinganya.
"Apa yang sudah anda lakukan pada nona ?? Kenapa nona sampai demam begini!!"" Samy langsung main semprot saja.
"Seharusnya kamu bersyukur aku hanya membuat nonamu demam. Atau kamu ingin nona mudamu benar benar tidak bisa jalan ??!!" Shendi menutup panggilan kemudian tertawa lepas ketika membayangkan muka dingin Samy yang pasti masih salah sangka padanya.
Rasakan...
Siapa suruh mengunciku dikamar Tiara.
Ahahaha.. Awh perih... !!
Shendi lupa dengan bibirnya yang terluka.
.
.
.
.
.Bersambung🏋️🏋️🏋️
.
.
🙏Terima kasih yang masih setia nungguin kelanjutannya.
👍 jangan lupa tinggalin jejeak Like.
💝Sayang semuanya😍
__ADS_1