
"Gadis bodoh itu..." Shendi menatap langit yang sepertinya mau hujan, terbayang wajah polos Aubery saat tersenyum padanya." Lebay gak sih kalau aku baca puisi disaat seperti ini??"
Wahai Mutiara hati ...
Ketika kumenatap jutaan burung beterbangan ,
diatas dilangit yang kelam,
Tiba tiba dadaku bergetar ...
sebab disana juga ada selerat senyum,
senyum termanismu.
kini Tiara, ijinkan aku berucap...
aku merindukanmu ...
cieee...😌
Shendi beristirahat disebuah taman dipinggiran jalan raya. Ia sangat kelelahan setelah menyusuri sepanjang jalan ini. Terlebih lagi sepatu yang dipakainya kekecilan, membuat Shendi harus menahan sakit pada ujung jari kakinya.
Lengkap pokoknya penderitaan hari ini. Berkali kali penjaganya menelfon menyuruh untuk segera kembali ke rumah sakit. Tapi Shendi masih keras kepala walau badannya sudah semakin lemah.
Sekarang kalau bukan cinta , apalagi Shendi... ?
Cinta sama bodoh ternyata cuma beda tipis.
lihat dirimu sekarang !!
Bawa badan sendiri saja sudah kesusahan masih menghawatirkan Tiara.
Shendi membuang nafas kesal sambil mengacak rambutnya.
Stop! Rambut adalah hal terpenting bagi Shendi. Dalam situasi apapun harus tetap dengan gayanya. Segera merapikan rambutnya kembali.
Hp di saku jaketnya berbunyi kembali.
Pasti penjaga tadi , tidak capek apa menelponku terus...
Shendi melihat layar yang ternyata nama Samy disana. Buru buru ia mengangkatnya.
"Halo"
"Anda berada dimana Tuan muda Wiradana!!" suara Samy ketus dari seberang sana.
Samy ini kenapa masih memanggilku Tuan muda. Mengejekku atau Sengaja meluapkan emosinya yang belum reda.
"Tolong berhenti memanggilku Tuan muda!" Shendi setengah menggerutu. Dirinya tidak suka panggilan itu. Penjaganya tadi juga pasti sudah diberi wejangan oleh Arif untuk memanggilnya cukup 'Mas' saja.
Dulu sampai sekarang . Tidak ada dilingkungan keluarga Wiradana yang dipanggil dengan sebutan 'Mas' selain dirinya. Itu sebuah panggilan hormat selain Tuan muda.
Tahu kenapa ?? Ya karakter Shendi yang sederhana. Lebih suka barang antik dibanding barang barang mewah modern keluaran terbaru. Lebih suka lagu lagu nostalgia dibanding lagu lagu yang populer saat ini.
Jadi jangan heran kalau ditanya tentang jenis jenis mobil sport seperti milik Aubery. Shendi pasti tidak tertarik.
Panggilan Tuan muda akan lebih menonjolkan statusnya. Orang akan mengenalinya sebagai orang kaya yang memiliki segalanya.
Sedangkan yang Shendi ingin. Orang mengenalnya apa adanya bukan ada apanya.
__ADS_1
"Anda belum pulih kenapa nekat ikut mencari nona?, tolong kembalilah ke kamar anda. Kami akan mengatasinya sendiri"
Shendi melihat sekeliling. Jalanan siang menjelang sore sangat ramai. Hujan sudah mulai rintik rintik . Kendaraan hilir mudik. Mustahil dirinya bisa menemukan Tiara.
Hampir enam jam dirinya berada diluar. Rasa lelah , lapar, dan nyeri menjadi satu. Hanya sebotol air mineral yang dia beli di warung untuk menghilangkan lelahnya.
Haruskah dia kembali dengan tangan kosong.
"Sebentar lagi aku kembali, aku ingin mencoba mencari Tiara di gedung kosong sana" Pandangan Shendi tertuju ke sebuah bangunan mangkrak tidak jauh dari tempatnya berdiri. Kemudian pandangannya beralih pada kerumunan orang diseberang sana. Apa yang mereka tonton ...
Shendi penasaran lalu dirinya menyeberang jalan. Entahlah seperti ada feeling yang memaksanya kesana. Kemudian Shendi berusaha menyibak kerumunan orang orang itu.
"Anda jangan keras kepala, Jika anda menambah masalah. Tuan besar pasti akan tambah marah" Sambil menambahkan.
Shendi seakan tak percaya ketika tahu apa yang sedang mereka tonton. Gadis yang setengah hari ini dia cari. Tergolek lemas tak berdaya dipinggir trotoar. Bekas luka dikepalanya berdarah lagi. Bercampur dengan tetesan air dari langit.
"Tiara!!" serunya.
Tanpa memutus sambungan. Shendi memasukkan hpnya ke saku jaketnya. Ia segera meraih Aubery yang pingsan. Orang orang yang berkerumun hanya berkomentar sampah. Dan tidak mengambil tindakan malah membiarkan orang pingsan begitu saja dipinggir jalan.
"Panggil ambulans, Tolong!!" Teriak Shendi.
Namun orang orang hanya berbisik dengan tatapan heran. Mereka hanya segerombolan masyarakat tanpa berperikemanusiaan. Sumpah serapah terucap dari mulutnya.
Bahkan Taksi pun tidak ada yang lewat . Shendi sudah putus asa.
Dilihatnya gedung rumah sakit tempat dia dirawat berjarak sekitar 200 meter. Tanpa berpikir panjang, segera dirinya membopong tubuh Aubery. Ia tak mempedulikan dirinya yang masih lemah.
Shendi terus berlari menerobos lalu lalang pejalan kaki. Bahkan ia melepas sepatu hasil rampasannya untuk mengurangi sakit diujung kakinya.
Alam pun seoalah sedang murung. Langit mendung terus menitikkan air walau tidak begitu deras.
***
.
.
.
.
Samy menutup hpnya. Ia telah mendengar semua yang diucapkan Shendi ditelpon. Merinding seluruh tubuhnya membayangkan aksi heroik Shendi di sana. Bahkan matanya mulai berkaca kaca.
"Siapkan dua tandu di gerbang rumah sakit sekarang . Shendi dan Nona Aubery sedang dalam perjalanan kemari." Perintahnya kepada tiga suster yang juga berada dikamar Shendi.
Tiga penjaga Shendi yang ditugaskan Arif pun. Bergegas menjemput Shendi di gerbang rumah sakit.
Samy segera melapor kepada Anthony. Bahwa Aubery sudah ditemukan. Dan memerintahkan orang orangnya untuk menghentikan pencarian.
Beberapa jam yang lalu. Lantai 17 rumah sakit heboh. Karena salah satu pasien menghilang dan belum juga kembali. Para penjaga tidak bisa berbuat apa apa. Karena pasien hanya menjawab sebentar lagi ketika ditelpon.
Sepuluh menit kemudian. Tiga penjaga Shendi dan empat perawat dengan dua tandu ambulans yang dilengkapi roda di bagian kaki kaki tandu. Sudah standby di gerbang rumah sakit. Mereka menengok kiri kanan dengan gelisah. Mencari sosok Shendi .
Benar saja, dari arah kanan . Dari kejauhan diantara rintik hujan . Terlihat sosok jangkung tengah berlari terseok seok dengan menggendong seorang gadis yang sepertinya dia adalah Aubery . Sosok jangkung itu berlari tanpa alas kaki ,keadaannya terlihat tidak bagus. Mereka pun segera berlari menyusul.
Setelah tubuh Aubery berpindah ke para perawat . Shendi terjatuh lemas. Penjaganya menangkap sebelum dirinya menyentuh aspal jalan.
Aubery dan Shendi yang sedang pingsan langsung dinaikkan ke tandu . Bergegas membawa mereka berdua memasuki area rumah sakit.
__ADS_1
cekrek! cekrek !
Beberapa wartawan berhasil mengambil momen dipinggir jalan raya itu. Perawat terus mendorong tandu menuju ke ruang gawat darurat tanpa menghiraukan mereka. Dan sepertinya tidak ada guna ketika penjaga Shendi mencoba menghalangi mereka. Keadaan memang sedang kritis. Sulit untuk menghalangi dan mencegah mereka .
Besok pasti jadi trending topik lagi...
***
.
.
.
"Kamu **** apa gimana, kerjaan aja nggak beres dan sekarang kamu minta aku menyiapkan tempat tinggal di Singapore!!"
Riki tak bisa menahan emosinya. Lagi lagi Oscar memberi kabar yang membuatnya naik pitam.
Bagaimana bisa , membereskan seorang Aubery saja bisa gagal berkali kali. Sudah tidak sedikit uang yang dia keluarkan. Ga ada hasil malah sekarang si tak tahu malu ini kembali memerasnya dengan memintanya menyiapkan tiket pesawat sekalian tempat tinggal disana.
"Ga apa apa Broo, kalau gitu aku akan tetap disini. Paling dalam 24 jam idiot itu bakalan tertangkap. Dan dia pasti akan mengatakan siapa yang menyuruhnya." ucap Oscar dengan santai, namun sangat memuakkan bagi Riki.
"Aku bro, dan aku juga akan memberi tahu siapa yang menyiapkan semua dana untuk misiku menghabisi Aubery ... ?? , kau ... " telunjuknya menyentuh dada Riki yang terbakar emosi.
"Kita akan membusuk bersama sama di penjara " mengeluarkan hpnya dan menunjukkan sebuah rekaman percakapannya dengan Riki tempo hari.
Darah Riki mendidih. Sudah cukup dia dipermainkan oleh manusia busuk seperti Oscar. Dikeluarkannya sebuah pistol dari balik bajunya.
Oscar terpana. Ia tak menduga Riki memiliki senjata api. Di negara ini harus memiliki ijin khusus kepemilikan senjata api. Tidak sembarang orang boleh memilikinya. Riki adalah anak seorang walikota. Darimana ia mendapatkan senjata itu?
"Pergilah kau ke neraka dasar sampah tak berguna!!" tatapan Riki nanar.
"Hei , tenang Rik!" Oscar panik. Ia tak berani bergerak. Kedua tangannya diangkat disamping telinga, " kau mau hapus bukti ini ?? nah... " menyerahkan hpnya pada Riki, namun tetap dengan sikap waspada.
"Siapa yang peduli dengan bukti itu broo , aku hanya muak dengan orang sepertimu. Sekalian tambah hukumanku dengan membunuhmu. Aku tak akan menyesal!!" Riki mulai mengisi peluru dengan menarik penutup geser ke belakang dan melepaskan.
Oscar menahan nafas tegang. Dirinya mulai berkeringat dingin. Ketika Riki mengarahkan moncong senjata kearah dadanya dan tinggal menekan pelatuknya. Maka selesai sudah.
"Rik ... ,aku minta maaf . Tolong turunkan senjatamu ." ucapnya bergetar.
"Dor!!"
.
.
.
.Bersambung😱
.
.
.
👋Sampai jumpa di next episode hari selasa ya ...
👍Jangan lupa Like👍
__ADS_1
😘Dan sayang semuanya❤️❤️