
Pedro tersenyum puas dengan hasil kerjanya. Tepuk tangan riuh membahana. Beberapa orang sampai terharu dan beberapa orang lagi saling berbisik . Apakah ini kisah nyata yang diambil dari pengalaman Aubery baru baru ini.
Samy menghela nafas memandang Aubery yang tersenyum kepada para hadirin.
"Kakak..." Ramanda dan Yash memandang sendu Aubery . Iklan yang tayang barusan apakah... Mereka kemudian saling pandang.
Sebagian undangan menikmati kue dan minuman sambil mengobrol. Sebagian lagi mencoba keharuman parfum musim ke 6.
"Parfum ini benar benar harum. Aromanya segar seperti habis mandi"
"Aku jadi seperti kembali ke saat dimana aku dipeluk ibu. Ini aroma ibuku "
"Benar, parfum kali ini lebih menonjolkan pada kesegaran. Meskipun berjam jam aroma tubuh kita akan tetap segar seperti habis mandi" Aubery menjelaskan secara singkat kelebihan parfumnya. Aubery lantas tersenyum manis mengingat darimana inspirasi parfum ini datang.
Dari kejauhan Samy memperhatikan Aubery yang tersenyum pada para tamunya. Hal yang belum pernah Aubery lakukan. Bahkan para tamu undangan juga tampak canggung berhadapan dengan Aubery yang biasanya dingin dan ketus.
"Paman, apa kakak ipar sudah mengingat semuanya ?" Yash penasaran. Begitu juga Ramanda. Latar belakang cerita dalam iklan barusan sebagian mereka mengenali. Sebagian mereka tidak tahu karena hanya melibatkan dua tokoh utama.
Samy diam tak menjawab pertanyaan Yashinta. Ternyata anak anak juga menyadari. Konsep cerita visual dalam iklan itu. Aubery tidak mendiskusikan dengannya. Aubery menangani sendiri. Sejak dua hari kemarin. Aubery jarang berbicara. Ia terus sibuk dengan pekerjaannya.
Hp Samy berbunyi. Samy segera melihat siapa yang menghubungi. Wajahnya tegang ketika membaca nama di layar hpnya. Ragu ragu ia menekan tombol hijau.
"Hei Sam!! Kamu mau main main denganku kah?? Hah ??, dimana adik adikku??" Serang suara dari seberang tanpa memberi Samy kesempatan berbicara.
kurang dari 3 jam Shendi akhirnya menemukan siapa yang membawa pergi adik adiknya. Hebat!
"Maaf mas, ini kemauan nona. Kami ada di... ehh !" tiba tiba Aubery merebut hp ditangan Samy. Samy tentu saja terkejut saat Aubery langsung menutup panggilan.
"Non?" Samy bingung. Aubery dengan santai mengembalikan hp padanya.
"Jangan menghubunginya dulu" ucap Aubery tajam.
"Apa semua sudah siap ??" tanya Aubery.
"Sudah non, Satu jam lagi akan ada yang menjemput kita."
"Baiklah... , awas kalau berani mengangkat telfon ya??!" ancam Aubery lalu pergi lagi sambil mengajak sikembar menemui tamu tamunya.
Samy melihat Aubery sesaat menatap layar hp ditangannya dengan senyuman. Sepertinya Shendi juga menghubunginya. Namun nona mengabaikan. Lalu mematikan hpnya dari atas. Tidak masalah bagi Aubery mematikan hpnya. Itu nomor pribadi nona, hanya beberapa orang yang tahu nomor itu.
"Hahh, anda bisa mematikan hp anda sesuka hati. Tapi aku... ,telfon penting semua mampir di hpku." gumam Samy lirih sambil menatap hpnya sedih. Hp itu hampir tidak pernah beristirahat.
Hampir saja hp itu terbang ketika ada panggilan lagi dari Shendi. Samy kaget . Namun Aubery sudah mengisyaratkan dari jauh agar jangan diangkat. Samy merasa serba salah. Shendi pasti kawatir dengan adik adiknya .
Berkali kali Shendi menghubunginya. Namun ia tidak berani mengangkat. Ingin mematikan dari atas. Bagaimana jika ada telfon lain yang penting.
"Merepotkan!"
***
"Asisten gila !! dia mengabaikan telfonku!!" Shendi stres karena hampir 20 kali panggilannya tidak dihiraukan. Hp Aubery juga mati. Ingin sekali membanting hpnya ke lantai.
"Mereka mau apa sih bawa adik adikku??"
"Tenanglah mas, setidaknya anak anak aman ditangan orang yang tepat" Arif menenangkan Shendi yang sebelumnya hampir gila karena tiga jam tidak mendapat kabar apapun.
"Trus kenapa tidak menjawab telfonku ?? Tiara juga sengaja mematikan hpnya??" Shendi mengusir Jimin yang dari tadi duduk di kursi putarnya. Dengan kesal dirinya menjatuhkan tubuhnya ke kursi itu. Meskipun ada perasaan lega setelah tahu adik adiknya bersama Samy. Namun tetap saja Shendi kesal telah dibuat kawatir.
"Apa sih maunya" Shendi bergumam.
"Kalau begini kita tidak bisa berbuat apa apa selain menunggu pihak Samy menelfon sendiri." Arif kembali buka suara setelah Shendi terlihat mulai tenang.
"Jim !! cari alamat Tiara tinggal!!" perintah Shendi kepada Jimin yang baru saja meletakkan pant*tnya disamping Romy.
"Tiara?? siapa Tiara ??" Jimin bingung.
__ADS_1
"Kau mau kehilangan pekerjaan ??" Shendi geram. Otak Jimin memang encer dalam bidang komputer. Tapi dia bukan orang yang peka. Romy menyikut Jimin.
Hanya butuh waktu 5 menit , Romy berhasil mendapatkan alamat Aubery.
"Perumahan The Sky no.4 Mid Level , jalan Robinson. Wow ! itu daerah elite. Hanya ada 6 rumah di perumahan itu."
Tanpa membuang waktu Shendi meraih kunci mobilnya dan bergegas menuju pintu. Arif menghadang langkah Shendi.
Apa !!
"Dengan berpakaian seperti ini, mustahil anda bisa memasuki kawasan perumahan itu mas."
Shendi melihat dirinya sendiri. Ia masih kumal dengan seragam CS. Arif menariknya ke dekat lemari di sudut ruangan kantor itu. Lalu memperlihatkan deretan pakaian yang menggantung disana.
"Waahh... sejak kapan pakaian ini ada disini??" Shendi takjub sambil memilah milah pakaian. Ini bukan pakaian lama milik Ayahnya. Tapi pakaian ini semua masih berlabel dan sesuai dengan ukurannya.
"Sejak 5 tahun yang lalu!!"
Semua terpana. Arif meraih setelan jas kotak kotak warna coklat lalu menyerahkan pada Shendi.
"Anda tahu , sudah lama saya mengharap anda berangkat ke kantor setiap hari. Itu impian terbesar saya. "
Shendi tersenyum pahit menerima pakaian pilihan Arif . Ia tak menyangka Arif sangat perhatian padanya melebihi anaknya sendiri.
______________________________________
Comentar Yes atau No. Jika episode 89 ditambah Visual Shendi pakai baju formal.
______________________________________
***
.
.
.
ketika Shendi nekat mendatangi rumah Aubery waktu itu. Jawaban seorang asisten rumah tangga membuat Shendi pusing.
"Nona sudah bekerja keras dua minggu ini. Setelah selesai acara peluncuran parfum sore ini. Nona langsung berangkat ke Raja Ampat dari tempat acara"
Dan Shendi ketinggalan ketika sampai di tempat acara . Aubery sudah pergi dengan pesawat pribadi menuju Raja Ampat.
"Sengaja bikin aku jantungan ya?"
"Haizz...!" Shendi mengacak rambutnya. "Kenapa tiba tiba Aubery mengajak adik adikku pergi? Tanpa bilang aku lagi ? aku ini kakaknya!!" Shendi ngomel sendiri. Sudah 3 hari Aubery membawa adik adiknya berlibur. Rumah kayu terasa sepi tanpa kehebohan sikembar.
Bertanya pada Shela kapan Aubery pulang, itu sama saja mencari masalah. Shela sama juteknya dengan Aubery. Setiap berpapasan dengan sekretaris Aubery itu. Shendi selalu merinding karena tatapan Shela yang tajam menghujam.
Perbincangan para staf A.T menarik perhatian Shendi. Ia pun menajamkan pendengarannya.
"Mungkin nggak itu adalah kisah nyata bos sendiri selama amnesia??"
"Kalau iya? berarti bos sudah kembali dan bersatu dengan cowok yang bersama Shendi??"
Mendengar mereka bergosip membuat Shendi tidak fokus. Sikunya terpeleset hingga membuat tumpukan file di meja Ayu berantakan. Ayu dan rekan rekannya menoleh. Shendi salah tingkah dengan tatapan mereka .
"maaf..." hanya itu yang keluar dari mulut Shendi. Sesaat mereka diam menatap Shendi yang grogi.
"Jeuw... !!" mereka mengibaskan tangan setelah itu melanjutkan acara bergosip. Shendi larut dengan pikirannya sendiri. Kisah mana yang sedang dibicarakan mereka? Namanya juga baru saja disebut sebut. Apakah dirinya kembali ketinggalan berita.
"Kalian tahu nggak, unggahan situs pribadi bos hari ini??" salah satu dari mereka nyeletuk. Yang lain menggeleng lalu memaksa untuk melanjutkan bercerita. kembali Shendi fokus menguping gosip selanjutnya. Membelakangi mereka pura pura mengelap sesuatu sambil menajamkan indera pendengarannya.
Situs pribadi ??
__ADS_1
"Bos berangkat ke Raja Ampat bersama dua anak kecil yang di acara peluncuran . Mungkin gak, pria yang bernama Shendi itu juga ikut ? "
"Apa nama situs itu?" reflek Shendi bertanya.
Semua kembali menoleh ke arah Shendi heran. Gery ini benar benar ketinggalan berita. Hidupnya ngapain aja...
"Tunggu!!"teriak salah satu.Shendi tersentak, feeling-nya tidak enak.
"Kalau bos sudah ada Shendi , kenapa sabtu kemarin bos menandai Gery sebagai miliknya ...?"
Ah sial...
Shendi memejamkan matanya. Susah payah menguping ternyata hanya ini yang ia dengar. Pelan ia berbalik menghadap mereka.
"Sebenarnya apa yang sedang kalian bicarakan?? tentang kisah siapa??" Shendi penasaran.
"Yang benar saja masa kamu tidak tahu ?, sudah 3 hari ditayangkan di 6 stasiun tv lo !"
Aihh ini kelemahan Shendi. Menonton tv saja hampir tidak pernah. Waktu luang akan Shendi habiskan untuk bermain atau di dapur mempraktekkan resep baru bersama sikembar.
Melihat wajah Shendi yang tidak ngeh. Ayu meraih kepala Shendi dan memutarnya menghadap tv monitor yang tertempel di beberapa dinding kantor.
Tv itu hanya menampilkan naik turun saham A.T. memutar produk produk A.T . Iklan iklan yang pernah tayang di tv. Dan kebetulan sekarang sedang menayangkan iklan parfum terbaru itu.
Shendi ternganga, botol disinfektan yang dipegangnya sampai terjatuh ke lantai. Kini ia mengerti apa yang sedang digosipkan mereka. Diantara mereka langsung menghibur Shendi yang tampak syok mungkin karena patah hati.
"Ger, kan udah aku bilang. Seleramu terlalu tinggi. Turunkanlah sedikit dan terimalah aku apa adanya."
"Ihh!! kamu menghibur atau gimana??"
Shendi tidak meladeni godaan mereka. Pandangannya masih tertuju pada tv monitor. Sebuah kisah singkat di iklan itu , ceritanya sangat mirip dengan kisahnya bersama Aubery. Baik pemeran maupun seting tempat 70% sama.
Bedanya, kisah dirinya dengan Aubery belum menemukan akhir . Sedangkan di iklan itu kisah ditutup dengan sang gadis yang kembali mengingat kekasihnya setelah mencium aroma parfum A.T.
"Ya Tuhan gimana ini, Gery sepertinya patah hati" Ayu kawatir dengan ekspresi Shendi.
***
"Auloveyou 4ever..."
Shendi mengetik alamat situs Aubery pada komputer di kantornya.
"Ketemu!!"
Shendi kemudian membuka situs itu. Tiga foto baru di unggah hari ini. Aktifitas Aubery bersama dua adiknya di Raja Ampat. Shendi menatap senyum bahagia Aubery dan adiknya. Kebahagiaan yang hakiki.
"Hahhh... mereka bersenang senang tanpaku..." Shendi menggumam sedih.
Shendi mengscrol ke bawah. Tayangan acara peluncuran parfum yang diunggah 3 hari yang lalu. Shendi mengklik tayangan itu. Lalu menyimak dari awal Aubery membuka sambutan. Dadanya bergemuruh. Kata kata yang disampaikan Aubery seolah menghujam ulu hatinya.
"Tiara sudah kembali... "
.
.
.
Bersambung🏞️
.
.
🙏Trims yang masih setia.
__ADS_1
👍Jangan lupa Like
💝Love you