
Ting!
Shendi langsung membuka hpnya. Senyumnya mengembang dengan software yang dikirim Jimin. "Cepet banget bocah itu..."
Shendi langsung menginstal dan memasukkan nomor hp Aubery.
"Lapangan tembak kota B." Shendi memastikan lokasi keberadaan Aubery.
"Pantas saja sudah keliling kota A tidak ketemu , ternyata masih di kota B." Tanpa buang waktu lagi. Shendi langsung bergegas kembali ke kota B.
Tiara, tunggu aku...
***
Lapangan tembak kota B.
Seorang gadis tengah berdiri dalam jarak tembak yang tepat dengan posisi siap melepaskan pelatuk. Angin semilir menerpa rambut dan rok hitam mekarnya . Sepatu boot dan jaket kulit yang juga berwarna hitam . Seolah mampu menegaskan bahwa dia adalah wanita berkelas.
Beberapa detik Aubery mempertahankan posisi itu. Relaks , sikap tegak, dan juga lengan . Setelah menarik nafas ia pun siap menembak.
DOR !!
Peluru tembaga melesat tepat mengenai jantung orang orangan yang terbuat dari papan. Aubery bernafas lega. Seolah berkurang beban yang menekan dadanya. Ia lalu melepas headphone , penyumbat telinga dan kacamata pelindungnya. Menaruh pistol begitu saja di meja.
"Kamu berada di lapangan ini untuk menjadi lebih baik kan ?? Bukan cuma mengubah uang menjadi sesuatu yang berisik..." Satria meraih pistol yang terasa hangat. Memastikan bahwa pistol itu sudah benar benar kosong tanpa peluru.
Satria tidak sengaja bertemu Aubery di lapangan tembak. Gadis itu terlihat sedang tertekan. Orang orangan itu bahkan sudah penuh dengan lubang lubang bekas peluru. Entah berapa lama Aubery menghabiskan waktu ditempat itu.
"Apa kamu merasa sudah lebih baik ??" tanya Satria sambil menyerahkan sebotol air mineral. Aubery menerima botol itu dan langsung meneguknya.
"Terima kasih... " sambil menyeka mulutnya.
"Apa gosip gosip itu yang membuatmu tidak senang hari ini??" tanya Satria.
"Aku tidak pernah ambil pusing dengan namanya gosip. Biarlah mereka sesuka hati menilaiku. Yang penting aku tidak pernah merugikan mereka." jawab Aubery datar.
Satria memperhatikan mimik raut wajah Aubery. Sepertinya Au belum tahu gosip dua hari ini. Lalu apa yang membuatnya kesal ??
Aubery bangkit, meraih tas mungilnya lalu menggantungnya dipundak. "Sudah mau sore, aku mau pulang."
"Aku antar Be... " Satria meraih tasnya. Ia terhenti ketika Aubery hanya diam terpaku . Dihadapan Aubery berjarak sepuluh langkah berdiri seorang cowok jangkung dan berwajah lumayan tampan. Satria memperhatikan mereka yang saling bertatapan.
"Akhirnya aku menemukanmu... !" ucap cowok jangkung itu sambil berjalan mendekat.
Aubery menatap Shendi aneh. Bagaimana mungkin Shendi bisa menemukannya. Bahkan Aubery tidak memberitahu Samy.
"Kenapa kamu pergi begitu saja. Ngebut begitu , kamu tahu tidak sudah bikin aku kawatir." Shendi menumpahkan kekesalannya.
"Kenapa ponselmu tidak kamu angkat ?"
"Tidak ada apa apa." jawab Aubery datar.
"Satria, kamu tadi mau mengantarku kan?" menoleh kearah Satria.
"Oh, ayo" Satria agak canggung.
"Tiara, kamu kenapa sih. Jika Ada sesuatu yang mengganjal kenapa tidak kita bicarakan."Shendi mencegah Aubery yang akan beranjak pergi.
"Sudahlah Shen... " Menatap tajam Shendi.
Aku muncul di tengah persahabatan kalian. Persahabatan yang sudah terjalin bahkan sejak kalian masih kecil.
__ADS_1
"Satria, ayo?"menoleh lagi ke arah Satria.
"Tiara, aku tahu kamu sedang salah paham. Tapi tolong dengarkan aku. Tadi itu tidak seperti yang kamu lihat." Shendi menggenggam tangan Aubery.
"Tolong dengarkan penjelasan aku dulu ya... "
"Tidak ada yang perlu dijelaskan Shen." Aubery menarik tangannya. Shendi tidak mengerti kenapa Aubery tiba tiba ngambek tanpa mendengar dulu penjelasannya.
Shendi menarik tangan Aubery yang baru selangkah meninggalkannya.
"Tidak !! Kamu harus mendengarkan aku. Aku hanya menganggap Sigi seperti saudaraku sendiri , tidak lebih."
"Maaf mas, Aubery bilang tidak perlu penjelasanmu." Satria tiba tiba menengahi. Tangannya memegang pergelangan Aubery. Shendi menoleh ke arah Satria.
"Kamu siapa, ini urusanku dengan pacarku!!" Shendi dengan nada tidak suka.
Pacar??
Aubery sudah jadian dengan cowok ini ??
Siapa dia ?
Satria menatap Aubery dan Shendi bergantian.
"Kamu kenapa kasar sih!! dia Satria , sahabatku dari kecil." Aubery setengah berteriak.
Satria...
Shendi ingat nama itu . Laporan waiters The Win menyebut nama Satria diantara teman teman Aubery. Shendi tertawa singkat begitu ingat laporan waiters itu , bahwa Aubery tersenyum bahagia disamping seseorang bernama Satria. Cemburu , marah , tiba tiba muncul menjadi satu.
"Aku ingat siapa kamu.!!"
"Membiarkanmu mengantar Aubery justru membuatku tidak tenang.!!" Shendi mencoba menahan diri.
"Apa masalahmu... Daripada anda, aku yang lebih memahami Au. Jadi jangan kawatir , aku akan menjaganya..."
"Ch... " Shendi seolah tak percaya .
"Menjaga ??" Shendi melangkah lebih dekat dihadapan Satria.
"Kamu membiarkan Aubery hampir dimangsa manusia berdarah dingin seperti Riki. Apa itu disebut menjaga??!" tatapan Shendi tajam menusuk. Satria tidak mengerti.
Aubery diam terpaku . Dadanya mendadak sesak ketika kejadian tempo hari kembali melintas dalam benaknya. Dengan kasar melepas tangan Shendi dan Satria. Aubery lalu beranjak pergi.
"Kamu tidak tahu ya...??" Shendi dengan gayanya yang menyebalkan.
"Oh iya benar , kamu sendiri lagi mabuk. Sampai teler gak ingat apa apa. Mana kamu tahu jika sudah terjadi sesuatu dengan Aubery ..."
Satria semakin bingung. Tempo hari saat bangun. Dia sudah ada dikamarnya. Terakhir yang dia ingat hanya dirinya berada di The Win bersama Aubery ,Riki , Elaine juga Viona.
Namun ia baru minum satu gelas. Setelah itu tidak ingat apa apa lagi. Apa yang terjadi dengan Aubery. Lalu kenapa dengan Riki.
"Masih bingung ya... ?,sebaiknya kamu pelan pelan cari tahu apa yang terjadi di malam itu." Shendi lalu pergi dari hadapan Satria. Dengan sekuat tenaga Shendi berlari berusaha mengejar Aubery .
Apa yang terjadi di malam itu...
Satria semakin bingung. Ia pun menghubungi Samy langsung. Asisten Aubery itu tidak mungkin tidak tahu.
***
.
__ADS_1
.
.
.
"Kali ini saya benar benar kecewa denganmu Sat... Aku mempercayakan Nona padamu. Tapi lihat!" Samy nampak tidak bisa menahan emosi. Ia sedang melakukan panggilan dengan Satria , sahabat Aubery.
"Hari ini hasil tesnya akan keluar. Jika obat itu memiliki efek samping dikemudian hari. Aku tidak akan pernah memaafkanmu dan juga Riki." Samy menutup percakapan lalu memegangi kepalanya yang terserang migrain .
"Sam, aku harus gimana dengan komentar komentar ini. Semua menyudutkan nona..." Aura panik membaca satu persatu komentar ngawur itu. Semua berkomentar tidak pada faktanya. Dan terkesan mengada ada.
Situs yang dibuatnya diserang haters . Entah kenapa jumlah haters Aubery mendadak tambah banyak.
"Kenapa netizen mudah sekali di provokasi. Nona tidak seperti ini..."
Aura sudah tahu aslinya Aubery gimana. sejak dia bekerja sebagai make up stilesnya . Bagaimana kesehariannya. Kebiasaannya ,hobinya , sifatnya ,semua Aura tahu.
Dua hari ini berita tentang Idolanya tambah heboh. Foto foto Aubery tersebar seolah Aubery lekat dengan dunia malam.Rumor yang mengatakan dia gemar berpesta dan memiliki banyak pacar kembali merebak.
Belum reda seseorang bernama Shendi yang diperkenalkan sebagai calon menantu Anthony. Muncul lagi nama Shendiaga Wiradana di acara donasi. Belum nama nama lain yang sama sekali tidak ada hubungan dengan Aubery. Dan yang paling hangat , cleaning service pun Aubery pacari.
Hari ini , mantan pegawai A.T bernama samaran V . Membeberkan keburukan Aubery di depan media. Dengan terisak dia membenarkan rumor yang beredar.
Ya benar. Aubery sebelumnya dekat dengan Gery , cleaning service dikantornya. Namun Aubery juga dekat dengan Shendiaga Wiradana.
Aku pikir Aubery tidak akan berpacaran dengan Cleaning Service . Makannya aku berani mendekati cleaning service itu.
Tapi gara gara itu Aubery langsung memecatku.
Ternyata ...
"Sudah jangan di baca... " Samy setengah berteriak. Kepalanya tambah sakit melihat Aura yang panik. Image nona mudanya sudah jatuh diposisi paling bawah. Masyarakat menghujatnya tanpa tahu kenyataan yang sesungguhnya.
Samy kawatir . Takut jika gosip kali ini akan mempengaruhi psikologis Aubery. Dia baru sembuh dari amnesia belum lama ini. Dan harus menghadapi guncangan hebat lagi.
"Nona bahkan belum mengetahui berita heboh kemarin. Ditambah lagi wawancara mantan pegawai yang pasti membuat publik semakin menghujatnya." gumam Samy. Lamunannya terhenti ketika hpnya berbunyi. Shendi yang ternyata menelfon.
Ditempat lain. Riki yang dua hari ini tidak diperbolehkan keluar rumah oleh ayahnya. Tersenyum sinis membaca sebuah pesan dari seseorang.
Aku sudah melakukan apa yang kamu perintahkan. Ingat janjimu.
Ia lalu memblokir nomor itu.
"Dasar orang orang yang mudah dibodohi." Riki merebahkan tubuhnya di ranjangnya yang nyaman. Meskipun tidak boleh keluar rumah. Dirinya masih bebas menggunakan hp dan laptopnya.
.
.
.
.
Bersambung👎
.
.
👋 Sampai jumpa next episode.
__ADS_1
🙏Terima kasih yang udah like, rate, komentar , favorite , hadiah dan vote. Sangat berarti untuk Author.
😘 Lop yu😘