Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Tiara selamanya


__ADS_3

" mulutmu manis juga "


Shendi tertawa mendengar ejekan Aubery.


Kedua insan tanpa ikatan pernikahan itu berbaring bersama diatas ranjang. Keduanya menatap langit dari jendela kaca. Diluar masih gelap , bintang bintang juga masih terlihat terang dilangit itu. Saling diam , entah apa yang dipikiran mereka .


"apa yang kamu pikirkan?" Aubery bertanya , pandangannya belum berpindah.


"aku hanya tidak menyangka , ternyata kamu adalah Aubery Tsang. Gadis populer dengan sejuta prestasi. yang menjadi idola banyak remaja". Jawab Shendi.


Aubery menoleh kearah Shendi. Ada semacam rasa tidak percaya bahwa dirinya seperti yang diucapkan Shendi.


"Tapi aku tidak memiliki sedikitpun memori tentang Aubery yang memiliki status sosial yang tinggi. Aku hanya tahu bahwa aku adalah Tiara"


"Tapi kamu tetaplah Aubery Tsang" Potong Shendi.


"Tapi aku ingin tetap menjadi Tiara ! , Istrimu !, ibu dari Yas dan Ramanda" Cepat Aubery menjawab kata kata Shendi.


Shendi tak menyangka Aubery dengan sangat yakin ketika mengatakannya.


"Bagaimana kalau kita menikah beneran!"


Dengan cepat Shendi bangkit. Masih syok dengan kata kata tadi. Shendi kini tambah syok mendengar kata kata terakhir Aubery .


Apa ini masih efek dari benturan dikepalanya. Otaknya jadi sedikit koplak.


"Tiara, apa kamu baik baik saja?. Aku sudah membohongimu , tidak melapor polisi atau membawamu ke dokter, malah menahanmu disini dan memberimu identitas palsu ".


"Kenapa kamu dengan tenang ingin menikah dengan orang yang menghancurkan hidupmu?"


Aubery ikut bangun lalu berdiri dihadapan Shendi. Pelan ia meraih tangan Shendi.


"Aku tidak peduli tentang balas dendammu . Yang penting sekarang aku baik baik saja, selama aku disini kamu memperlakukanku dengan baik, Aku merasa ... kamu juga menyukaiku"


"Shendiaga, Aku juga mencintaimu. Itu sudah cukup bagiku"


Aubery memeluk tubuh Shendi yang tertegun dengan kalimat Aubery . Seolah tidak ingin berpisah , Aubery semakin mempererat pelukannya.


Beberapa saat mereka masih saling memeluk. Aubery merasakan kedamaian berada dipelukan Shendi. Namun Shendi pikirannya terus bergejolak.


Sampai detik ini sangat sulit lidah Shendi memanggil Aubery dengan namanya. Baginya Gadis didalam pelukannya tetaplah Tiara, gadis polos yang belakangan ini membuat hari harinya lebih berwarna.


Shendi melihat jam disamping ranjang. Sudah hampir jam lima. Sebentar lagi Raja akan datang. Shendi harus segera memilih beberapa ekor kambing untuk dijual. Karena kemarin tidak sempat.


"Hari ini aku harus kepasar. Setelah itu aku ada bertemu dengan temanku. mungkin agak siang pulang" Shendi melepaskan pelukan Aubery.


Aubery cemberut. Hanya sebentar lalu memperbaiki raut wajahnya. Menyadari bahwa hari sudah mulai pagi. Ia harus menjalankan aktifitas rutin dipagi hari . Menyiapkan sikembar untuk kesekolah. Ia mencoba tersenyum.


"Baiklah, tapi berjanjilah untuk tidak berpikir yang macam macam. Kita ikuti saja kemana takdir membawa kita". Aubery menengadah menatap wajah Shendi.


Shendi tersenyum . " OK!"


Shendi berjalan menuju pintu diikuti Aubery. Namun, betapa terkejutnya mereka. Dengan sorot lampu dari kamar. Berdiri sosok tinggi besar didepan pintu. Menatap dengan pandangan curiga kepada Shendi dan Aubery.


Shendi hampir melempar sosok itu dengan pajangan gajah. Untung saja Aubery cepat menyadari siapa sosok itu. Ia mencegah tangan Shendi yang hendak meraih pajangan.

__ADS_1


"Asisten gila !! ngapain berdiri didepan pintu ??" Umpat Aubery.


"bikin kaget saja!" mendengus kesal.


Samy tidak mempedulikan umpatan Nona mudanya. Itu sudah biasa dia dengar dulu , bahkan lebih parah dari sekedar kata gila. Justru Samy meminta penjelasan kepada Shendi.


"Kenapa anda dikamar Nona , apa yang kalian lakukan?".


Shendi mengusap dadanya. Belum hilang rasa terkejutnya karena kemunculan Samy.


"Memang apa yang kami lakukan, lagipula ini kamarku".


Berlalu dari hadapan Samy. Shendi pergi kekamar mandi untuk mencuci muka. Aubery masih terlihat jengkel. Lalu dengan kasar menutup kembali pintu kamar.


Tinggal Samy seorang diri, berdiri mematung menghadap pintu kamar.


***


.


.


.


.


Setelah mengantar sikembar kesekolah. Shendi langsung menuju pasar hewan. Tadi subuh dia sudah memilih sepuluh ekor kambingnya untuk dijual. Setelah Shendi menemukan pembeli yang cocok, dia langsung melaju simanis menuju pinggiran kota A.


Shendi memasuki sebuah Caffee shop biasa ia membuat janji dengan kurir kantor WD.


Sudah satu jam Shendi menunggu. Bahkan dia sudah memesan kopi keduanya. Tidak biasanya Galih molor sampai satu jam begini. Shendi mulai gelisah.


Shendi meraih hpnya dan mencari nama Galih, lalu menekan tombol hijau. Tak berapa lama panggilan tersambung.


"Halo Lih, kau dimana?"


"ahh.. maaf mas Shen saya lupa mengabari , seminggu ini saya cuti. Istri saya melahirkan" Jawab Galih merasa tidak enak telah berbohong. Padahal masa cutinya sudah selesai , dan dia sudah mulai bekerja kemarin lusa.


Bagaimanapun Shendi adalah bosnya. Sebesar apapun kekuasaan Arif . Arif harus mendapat persetujuan Shendi terlebih dulu dalam hal apapun mengenai WD . Karena Shendi adalah putra tertua Almarhum Purwa Wiradana , pendiri WD Jewellry.


"hhhhhahh..." Shendi mendengus kesal . " Kenapa kemarin ditelpon Paman Arif tidak bilang sebelum terbang ke Myanmar . Kan bisa suruh kurir yang lain ! "


"Maaf mas, tapi Pak Arif bilang. Semua dokumen dari anda sangat penting tidak boleh sembarangan diserahkan keorang lain ... , bukankah selama ini hanya saya yang ditugaskan mengantar dan menjemput dokumen anda? ".


"Aku telfon Paman kalau gitu" Ucap Shendi malas , "oh iya, selamat ya sudah jadi bapak ".


""Terima kasih mas, Dan terima kasih atas bonus dan hadiahnya , Mas Shendi bener bener orang baik". Galih sangat sangat bersyukur. Selain mendapat cuti khusus satu minggu. Perusahaan memberikan bonus satu bulan gaji dan tunjangan bulanan untuk bayinya sampai usia sepuluh tahun.


Ia tak menyangka perusahaan memberikan kebijakan untuknya yang hanya seorang kurir perusahaan. Mungkin ini tidak lepas kedekatannya dengan CE WD Jewellry.


"jangan sungkan Lih. Aku juga terima kasih kamu adalah orang yang bisa kupercaya. selama orang itu baik kepadaku , maka aku pasti juga baik kepadanya"


Shendi menutup panggilannya dan ganti menghubungi nomer Arif. Tak berapa lama .


"Pamaaaan... Kau sengaja ya "

__ADS_1


"Jangan pura pura "


Tawa renyah terdengar dari seberang. Arif memang tidak memiliki cara lain untuk memaksa Shendi segera tampil dimuka umum sebagai pemilik sah WD. Sifat keras kepala Shendi yang membuat Arif harus pontang panting kesana kemari mengurusi WD. Usianya tidak muda lagi. Bahkan urusan keluar negeri seperti ini harus Arif yang menangani.


"mas , aku sudah tua. kau lihat ubanku dimana mana"


"Lagipula tidak ada maksud seperti dipikiran mas Shendi. Aku benar benar lupa Galih masih dalam masa cuti"


Shendi sadar Arif pasti sedang mengerjainya. Sengaja tidak menyuruh utusan lain selain galih.


"Dan kebetulan sekali mas, hari ini adalah rapat bulanan. Semua manager perwakilan dari empat cabang pabrik akan dipastikan hadir. Sekalian anda pimpin rapatnya. Tidak baik kalau rapat tidak ada yang memimpin"


Tuh... kan...


Dan entah kebetulan atau disengaja. Sudah tahu hari ini ada rapat bulanan . Malah sengaja milih terbang ke Myanmar. Kan bisa ke Myanmar setelah rapat bulanan selesai. Shendi tertawa dalam hati.


Paman ini , bener bener ...


"oh ya mas, aku ada kabar baik. Mereka bersedia menanda tangani kerja sama ini. Selanjutnya mereka akan menjadi pemasok batu rubi selama tiga tahun "


"akhirnya kita mendapatkan kwalitas batu terbaik diseluruh dunia" Suara Arif begitu bersemangat.


Shendi ikut tersenyum senang. Ia tahu kemampuan tawar menawar Arif. Ayahnya tidak pernah meragukan kemampuannya.


" Baiklah paman, karena paman sudah bekerja keras. Aku akan antar dokumen ini sekalian memimpin rapat".


Akhirnya Shendi menyetujui datang ke Kantor pusat WD jewellry. Bagaimanapun dia harus membalas kerja keras Arif.


Batu rubi kwalitas terbaik berasal dari Negara Myanmar. Tidak mudah mencari pemasok batu dengan warna unik ini.


"Aku tahu anda tidak akan mengecewakan saya" Ucap Arif begitu bahagia . "Apa anda akan berganti pakaian formal?" tanya Arif.


" kita lihat nanti ... "


.


.


.


.


.


.


.Bersambung😉😉


.


.


.


.😘Terima kasih masih setia nunggu kelanjutanya.

__ADS_1


😘 Jangan lupa like jika kalian suka cerita ini.


😘 Sayang semuanya❤️👍❤️👍❤️👍❤️👍❤️


__ADS_2