
"Hah??" Shendi terkejut mendengar Jimin , Romy dan Lingga serentak mengucapkan kata.
"Ber... bertunangan??" Shendi gagap.
"Ayolah mas... gausah grogi gitu?" Romy merangkul Shendi.
"Tuan Anthony mengatur semua untuk acara pertunanganmu . Bagaimanapun seorang ayah pasti sangat bahagia . Putri satu satunya dilamar seorang Shendiaga Wiradana didepan semua orang." Romy melanjutkan.
Shendi agak syok , gak nyangka jika sifat gegabah yang dimilikinya mengantarkannya lagi pada situasi sulit. Tiba tiba saja dia ditunangkan.
Shendi bingung harus gimana. Bersedia atau tidak ?!
Shendi memang mencintai putri tunggal Anthony Tsang. Bahkan ia tidak ingin kehilangan gadis itu . Tapi menuju ke arah sana . Bahkan ia belum memiliki rencana sedikitpun. Jika sekarang mendadak dia diikat menjadi tunangan Aubery...
Bertunangan...
Shendi terus merapal satu kata itu dalam hati. Memejamkan mata , konsentrasi berharap ia mendengar suara hatinya.
"Mas, apa lagi yang kamu pikirkan?? Bukankah kalian sudah tak terpisahkan ?" suara Jimin memecah konsentrasi Shendi.
"Mas yakin iklas... Pergi ke Beijing tanpa membawa Aubery bersamamu? Kamu tidak khawatir dengan Satria atau yang lainnya." Lingga yang kali ini berbicara. Menambah kebimbangan Shendi.
"Kalau aku sih yakin gak kuat nahan iman jika hanya berpacaran. Cepat segel aja mas... " bisik Romy memprofokasi.
"Bisa tidak kalian diam?" Shendi menatap satu satu asistennya yang ganteng ganteng itu. Ia sudah cukup pusing dengan suara hatinya sendiri ditambah lagi suara mereka yang berisik.
Bertunangan ?? heh ...
Shendi tersenyum sinis. Lalu mengambil nafas dalam dalam. " Gak ada waktu untuk bertunangan... "
Shendi kembali masuk ke dalam rumah untuk memastikan apakah benar rencana Anthony . Seperti ucapan para asistennya.
Tiga asistennya saling pandang. Apa gak salah dengar dengan perkataan Shendi barusan.
***
"Lei hai... Pipi ko lam bangyau?" Seorang wanita tua bertanya pada Shendi. Shendi diam karena gak paham. Logat bahasanya lebih kasar dibandingkan Putonghua.
"Ma, dia mana bisa kong tungwa ?" Wanita yang memapahnya mengingatkan bahwa Shendi bukan orang Hongkong yang paham bahasa mereka.
"Sory , I am Aubery's aunty. Grandma mean , are you Aubery's boyfriend ?" ramah ia mengulangi pertanyaan Popo.
"Ah yes, I am a boyfriend of Aubery. Popo , E ma ni hao .. " Shendi menunduk hormat. Kesempatan untuk mengasah kemampuan bahasa Putonghua yang baru dipelajarinya.
Sekedar kasih tahu. Tidak semua orang China bisa berbahasa Hongkong. Tapi orang Hongkong pasti bisa berbahasa China atau Putonghua. Karena Hongkong bagian dari China.
E ma terpana begitu juga Popo. Shendi menggunakan bahasa putonghua.
"Hou... hou... hou..." mereka sangat senang. Shendi tersenyum lega.
"Aku suka dia , dia sangat tampan dan berkharisma." lagi lagi Popo berbicara pada E ma menggunakan bahasa cantonis yang Shendi tidak paham.
"Popo, hen xihuan ni... ni hou shuai you you meili " E ma menerjemahkan untuk Shendi. Shendi pun mengangguk salah tingkah.
Mati deh gak paham semuanya. Kalau E ma mengacungkan jempol anggep aja Popo lagi puji 'kamu ganteng'.
__ADS_1
Terima kasih .
"Xie xie..."
Mereka bertiga lalu terlibat percakapan basa basi dengan menggunakan bahasa Putonghua. Ditambah bergabungnya A yi. Meskipun Shendi masih belepotan ngomongnya. Tapi lumayan bisa menghibur Popo dan E ma.
Dari belakang muncullah Anthony , Aubery dan Arif. Mereka berjalan mendekat kearah Shendi. Suara Popo dan E ma yang keras khas orang Hongkong membuat mereka yang ada dilantai atas pun ikut turun bergabung.
Semuanya berkumpul diruang tengah. Kecuali Raja yang masih kerasan bermain di kolam bersama sikembar.
"Paman, apa kabar." salam Shendi pada Anthony.
Anthony menepuk pundak Shendi. "Aku baik , terima kasih."
"Kamu sudah lihat kan ? kamu pasti sudah paham . Pesta apa yang aku adakan hari ini?" Anthony menunjukkan setiap sudut ruangan pada Shendi. Lalu kue tart yang ada dua boneka karakter di ujung kue. Karakter mirip dirinya dan Aubery .
"Maaf paman , saya ga berani mengatakan apa yang ada di pikiran saya . Takut salah... Bisakah anda memberitahu saya ?"
Aubery memeluk lengan Anthony. Tersenyum tipis kearah Shendi yang nampak tegang.
"Aku mengadakan pesta pertunangan untuk kalian . Ku harap kalian berdua menyukai Meskipun ini kurang megah karena persiapannya mendadak." Anthony memandang Shendi dan Aubery bergantian.
Shendi menarik nafas pendek lalu menunduk menatap lantai granit yang mengkilap. Ternyata benar Anthony menyiapkan pesta untuknya dan Aubery.
Kenapa harus repot buat pesta untuk pertunangan segala sih...
Melihat reaksi Shendi yang hanya diam saja malah terkesan tidak bersemangat . Aubery mulai merasa ada firasat kurang enak. Ditatapnya Shendi dari atas ke bawah.
"Mas Shen?" Arif menghampiri Shendi.
"Paman... apa gunanya bertunangan?? Kalau aku sebentar lagi harus meninggalkan dia sendirian disini ?" Shendi menatap Arif dalam dalam.
Semua orang yang ada disitu mulai tegang dengan reaksi Shendi. Gak mungkin kan Shendi menolak semua yang sudah Anthony siapkan untuknya.
Puncak acara adalah nanti malam. Pesta ini Anthony hanya mengundang keluarga dekat dan beberapa kolega saja.
"Justru itu mas !!. Kamu bisa tenang belajar disana tanpa kawatir. Toh Aubery sudah kamu ikat dengan namanya pertunangan. Dia tidak akan macam macam disini."
"Beijing maa..." nada Anthony meremehkan.
"Bagi Au , Beijing itu seperti melompati pagar tetangga. Dia bisa bolak balik sepuluh kali dalam sebulan." imbuh Anthony.
"Itu bukan masalah besar . Kalau kamu kawatir kamu tidak bisa mengunjungi Au. Maka Au yang akan mengunjungimu ke Beijing. Tenang saja." Anthony enteng memberi solusi keraguan Shendi. Ia begitu sumringah merasa yakin dengan jawaban Shendi nantinya.
Mereka tidak tahu apa yang dipikirkan Shendi. Apa yang sesungguhnya menjadi beban pikirannya jika dirinya ditunangkan sekarang. Ditatapnya Aubery yang hanya diam disamping Anthony.
Ah Sial...
Pandangan mereka bertemu. Disusul jantungnya yang berdetak semakin kencang.
Pikiran Shendi kembali kalut.
"Tidak bisa...!!" membuang tatapan ke arah lain. "Aku tidak siap jika untuk bertunangan paman...!"
Anthony tak mengerti. Senyum sumringahnya hilang.
__ADS_1
"Apa maksudmu mas... ?" Arif kaget. Jimin Romy Lingga mendekati Shendi. Tak percaya dengan jawaban Shendi.
"Mas , kamu gak nyesel ?" bisik Romy.
Keluarga Aubery yang datang jauh jauh dari Hongkong tampak terkejut dengan reaksi Shendi.
"Apa yang dikatakan pemuda itu?" bisik bisik mereka yang tidak paham bahasa Shendi.
"Apa yang dikatakannya...?" Popo penasaran sampai menarik lengan Anthony. A yi dan E ma berusaha menenangkan Popo.
" Tuan muda Wiradana, jadi kamu ingin menolak pertunangan ini ?" raut Anthony sudah langsung tertutup awan hitam. Tak dapat dia bayangkan jika nanti tamunya datang hanya menemui pesta yang kosong.
Bukankah mereka saling mencintai. Shendi rela melakukan apa saja demi putrinya.
Bruk!!
Samy dan Sigi yang baru datang terkejut mendengar kalimat Anthony. Saking terkejutnya mereka sampai menjatuhkan boks besar yang mereka bawa.
"Anda ingin menolak pertunangan ini?? Setelah mendeklarasikan hubungan anda dengan nona didepan dunia. Sekarang kamu mempermalukan nona dengan menolak pertunangan ini??!" Samy sangat geram. Dihampirinya Shendi dan langsung mencengkeram kerah jaket Shendi.
Membayangkan bagaimana nanti Aubery dicibir seluruh dunia. Bahwa Aubery ditolak Shendi. Sudah membuat Anthony mendadak sakit perut. Ia mundur selangkah.
"Mereka ngomong apa !!" Popo panik. Terlebih Aubery yang sudah tidak dapat menahan bendungan air matanya.
"Udahlah Pa, jangan paksa dia..." melepas pelukan tangannya di lengan Anthony. Menepis tangan Viona yang berusaha menenangkannya.
"Sam , sudah lepaskan !! suruh orang beresi semuanya... !" perintah Aubery sambil menatap setiap dekorasi ruangan yang disiapkan Anthony.
"Hari ini , tidak ada pesta apapun!!"
Aubery melangkah menuju tangga. Tidak ada gunanya tetap berdiri disana. Seperti pengemis yang mengharap belas kasihan Shendi agar mau bertunangan dengannya.
Status bertunangan yang diucapkan Shendi dua hari yang lalu itu hanya omong kosong. Shendi tidak sungguh sungguh. Shendi hanya menyelamatkan harga dirinya didepan media.
Bodohnya yang begitu kesenangan merasa sangat dicintai oleh Shendi. Aubery mulai menaiki anak tangga.
.
.
.
.Bersambung π³οΈπ¨
.
.
π€Enaknya Shendi diapain ya.π€π€π€ gemes otor.
πTerima kasih untuk Like , vote , hadiah favorite , dan komentar.
π sampai jumpa next episode.
πβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈπβ₯οΈ
__ADS_1