Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Siapa yang menikah ,siapa yang bulan madu


__ADS_3

05:00


Akhirnya diangkat juga panggilannya . Samy menggerutu dan berdecak kesal.


Ya... ya... ya... yang baru menghabiskan malam pertama . Suaranya di lebai lebai'in . Biar yang jomblo ini makin ngiri ! iya kan ? heh!


Samy kesal karena Shendi baru mengangkat panggilannya yang ke 3. Sigi menarik ujung lengan Samy. Seolah bertanya lewat tatapan. Mereka sudah sampai mana.


"Anda berdua sudah sampai mana?" Samy bertanya pada Shendi.


"Sudah sampai lemas , aku butuh tiga piring nasi untuk mengembalikan energi... "


Tiga piring nasi ?


"Haihh... anda sudah bekerja keras semalam. Tapi kan masih ada hari esok . Anda tidak akan menghabiskan dalam semalam kan ?? Pelan pelas saja." sindir Samy.


"Apa?" tanya Sigi tanpa suara. Ia penasaran dengan jawaban Shendi.


"Kenapa aku harus memberitahumu..." santai Shendi menanggapi sindirian Samy.


Siapa juga yang pengen tahu?


"Terserah deh. Tapi beritahu aku anda sudah sampai mana. Kurang 2 jam kapal sudah harus berlayar meninggalkan pelabuhan." Samy malas meladeni Shendi yang kumat bikin orang jengkel.


"Ok selamat bersenang senang."


"Hei Mas ! tunggu tunggu !!" Samy mencegah Shendi menutup telfon. Akhirnya masih sempat keburu.


"Apa Sam? ini masih jam 5 pagi. Kamu ganggu orang tidur aja !" Shendi sewot.


"Apa maksud anda bilang selamat bersenang senang. Ini bulan madu yang disiapkan tuan besar untuk kalian. Bukan untukku !!" Samy tak kalah sewot.


"Anda tidak lupa pesanku tadi malam kan ?"


"Pesan?" Shendi tak mengerti.


Ya Tuhan ...


"Haizz... !" Samy mengusap keningnya kasar. Ia menyadari kebodohannya telah menyampaikan pesan kepada Shendi yang semalam mabuk arak bersama Anthony dan keluarga lainnya . Pesan itu hanya akan masuk telinga kanan dan keluar dari telinga kiri.


"Aku semalam sudah berpesan kepada anda untuk datang ke pelabuhan bersama nona sebelum jam 6. Karena kapal akan berlayar pukul 7. Tuan menyiapkan bulan madu anda berdua di kapal pesiar selama sembilan hari. Apa anda sudah ingat ??"


Hening. Yang disana apa mendengar ?


"Halo?"


"Aahh... ya aku baru ingat sekarang. Tapi ngomong ngomong kamu ada dimana Sam ?"


"Saya sudah sampai di kapal sejak semalam . Membawa barang barang anda dan nona . Juga menyiapkan kamar untuk kalian tinggal."


"Sendirian?"


"Eemmm, Sigi membantuku..." Samy menjawab. Sigi menepuk jidatnya. Dari tadi berusaha tak bersuara agar tidak ketahuan malah Samy membongkar keberadaannya.


"Sudah jangan buang waktu , segera bangunkan nona dan cepat kemari." Samy tak sabar. Shendi masih santai sedangkan dirinya panik karena waktu terus berjalan.


"Iya iya... kalian tunggu dikamar. Jangan kemana mana kami akan segera meluncur ." Shendi menutup panggilan.


"Dasar !" umpat Samy lirih. Mereka asik menikmati malam pertama. Sedangkan dirinya rela semalaman tidak tidur untuk mempersiapkan kamar pengantin di kapal pesiar.


Padahal pihak kapal pesiar bisa mempersiapkan paket bulan madu. Tapi Samy ingin semuanya dia tangani sendiri. Sebagai hadiah pernikahan mereka.


Bersyukur Sigi bersedia membantu menghias kamar pengantin. Hingga pekerjaan ini menjadi lebih ringan.


"Apa yang dikatakan Shendi ?" Sigi duduk dikursi sebelah ranjang bundar yang berhiaskan penuh kelopak bunga mawar merah.


Kamar VVIP itu sudah selesai dihias. Dengan rangkaian bunga dan balon berwarna putih dan pink. Membuat kamar mewah itu lebih indah dan dipenuhi aroma bunga mawar.


Samy ternyata tipe pria romantis ya. Ia bisa mempunyai ide untuk membuat kamar pengantin seindah ini.


"Mereka baru saja bangun tidur. Semoga datang tepat waktu. Kalau tidak , akan sia sia kerja keras kita pagi ini." jawab Samy sambil menata meja . Satu botol sampanye dan dua gelas.


Satu setengah jam berlalu. Samy dan Sigi terus menunggu dengan gelisah kedatangan pengantin. Berkali kali Samy melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Kamu percaya mereka akan datang?" Sigi yang terdengar pesimis. "Waktu setengah jam itu cukup untuk mereka bersiap siap . Minimal cuci muka gosok gigi dan ganti baju."

__ADS_1


Waktu yang mepet gak memungkinkan untuk ribet mandi. dan Sedangkan untuk menuju ke pelabuhan juga butuh waktu. Pelabuhan hanya satu jam perjalanan. Seharusnya mereka sudah sampai.


"Sebentar aku telfon nona lagi." perasaan Samy mulai tidak enak. Setengah jam lagi kapal akan berlayar.


"Non, udah sampai mana?" Samy langsung bertanya begitu Aubery mengangkat.


"Sebentar lagi. Kamu tenanglah... " jawaban Aubery yang tidak memuaskan Samy.


"Bagaimana aku tenang non. Waktunya sudah mepet. Halo... halo... non ! Samy memanggil manggil Aubery. Ditatapnya layar ponselnya.


"Ditutup??!" Samy tak percaya.


"Apa yang terjadi ?" Sigi menangkap ada kepanikan diraut wajah Samy. Sedangkan Samy mulai berpikir yang macam macam. Jangan jangan...


"Tunggu , kamu merasa kapal ini mulai berjalan tidak?" Sigi menoleh keluar jendela. Pulau diseberang sana tampak berjalan. Kapal ini yang berjalan atau pulau itu yang berjalan.


"Gak mungkin, jadwalnya jam 7 pagi."


Sigi tidak mempedulikan jawaban Samy. Ia berlari keluar jendela dan memastikannya sendiri.


Samy terdiam merasakan ada gerakan yang sangat halus. Sepertinya memang kapal ini bergerak. "Sial !!"


Samy segera berlari keluar kamar diikuti Sigi.


***


Samy berlari menuju starboard atau sisi kanan kapal. Dilihatnya jembatan penyeberangan sudah disimpan. Kapal ini sudah menjauh dari bibir pelabuhan sekitar limapuluh meter. Syok Samy menatap daratan yang semakin menjauh. Haruskah dia meloncat dan berenang untuk kembali ke daratan.


"Kenapa !!, kenapa begini??" nafasnya terengah engah sambil menatap sedih pelabuhan. Nonanya dan Shendi belum naik kapal dan dirinya terjebak disini bersama Sigi .


"Tidak mungkin, bukankah jadwalnya jam 7 pagi.?!"Samy masih tidak percaya.


Sigi erat berpegangan pagar besi disamping Samy. Tak habis pikir kenapa jadwal bisa berubah tanpa pemberitahuan terlebih dulu.


"Kita cari kapten kapal. Kenapa jadwal berubah dan kita tidak tahu.!"


Samy mengangguk lemah dan mengikuti Sigi yang bergegas mencari ruang Bridge , tempat kapten kapal mengendalikan kapal. Melewati muster station yang disana banyak sekali orang orang yang juga ribut karena jadwal yang mendadak berubah. Beberapa Cruise staff juga tampak sibuk menenangkan penumpang.


"Maaf, tapi kami hanya mengikuti jadwal yang yang sudah tercantum." Kapten berusaha menjelaskan kepada Samy.


"Kapten tolong. bisa kembali ke pelabuhan. Nona saya belum naik kapal." Samy panik terus memohon kepada kapten.


"Tapi mereka mau bulan madu di kapal ini kapten. Kenapa jadwalnya bisa berubah.!"


"Saya juga tidak tahu. Saya hanya mengikuti jadwal yang tercantum." Kapten itu juga terlihat tidak yakin.


Samy stress dibuatnya. Trus yang bulan madu siapa dong sekarang. Shendi dan Aubery belum naik kapal. Tinggal dirinya dan Sigi. Samy menoleh kearah Sigi yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Kayaknya ada yang gak beres disini."gumam Sigi.


Gadis kecil. Kita berdua terjebak dikapal. Apa yang sedang kamu pikirkan??


Sigi menarik tangan Samy kembali ke kabin yang mereka hias untuk bulan madu Shendi dan Aubery.


"Aku tahu siapa yang bisa mengacau jadwal kapal ini berlayar..." ucap Sigi setelah mereka sampai ke kabin.


"Jimin...." Sigi lirih berucap. Samy yang wajahnya sudah seperti hantu penasaran. Seketika menerka nerka siapa Jimin.


"Jimin?"Samy akhirnya ingat salah satu asisten Shendi. Diakah yang berperan besar menjadikan Shendi sebagai pengusaha yang super misterius.Sehebat itukah kemampuannya hingga sanggup mengacau jadwal kapal pesiar ?


Sigi mengangguk. Sigi lalu menceritakan siapa Jimin dan Romy dalam kehidupan Shendi. Mereka adalah anak penghuni panti asuhan. Shendi remaja menyelamatkan mereka yang hampir mati saat mengalami tindakan bullying. Ketika usia 2 bocah itu sepuluh tahun .


Sebagai balas budi mereka siap mengabdi pada Shendi suatu hari nanti. Bakat mereka dibidang IT tanpa sengaja diketahui Shendi saat mereka memprogram komputernya. Hingga diam diam dengan uang jajannya Shendi membiayai mereka berbagai les komputer.


Setelah Jimin dan Romy lulus SMA. Mereka mulai mengabdi pada Shendi. Tepatnya 6 tahun yang lalu. Ketika Shendi mulai belajar meneruskan bisnis orang tuanya.


Dari panti asuhan, mereka dipindahkan Shendi ke sebuah apartemen . Sampai tiba Shendi berhasil membeli M&M. Jimin dan Romy mendapat tugas baru menjadi kaki tangan Shendi mengendalikan M&M.


Insting Shendi memang tepat. Mereka yang usianya 4 tahun lebih muda dari Shendi. Dari bocah yatim yang dungu dan miskin. Berubah menjadi dua ahli IT , ensiklopedia , dan pecinta data.


"Jangankan mengacau jadwal kapal pesiar ini. Gedung putih pun dia bisa membobol jika mau." Sigi mengakhiri penjelasannya.


Samy diam mencerna. Trus kira kira apa tujuan mereka menjebaknya dalam sebuah kapal pesiar bersama Sigi.Inisiatif Jimin sendiri kah ? Tapi apa motifnya. Atau ini perintah Shendi ?


Samy mulai mengerti. Sadar Shendi adalah orang dibalik semua ini. Geram ia menghubungi Shendi. Gak peduli pengantin baru itu lagi ngapain pagi pagi begini.

__ADS_1


Mas, lagi lagi kamu mengerjaiku...


***


.


.


.


Setelah menutup panggilan dari Samy. Shendi menghubungi Jimin yang sebenarnya juga menginap dirumah kediaman keluarga Tsang.


"Pokoknya lakukan perintahku!! kamu ini hacker bukan sih ??!mengacau jadwal aja gak bisa." Shendi pelan berbisik namun nadanya menekan.


"Bukan gak bisa... ,tapi ini jam lima mas!!. Anda enak semalam habis e*a e*a , aku nih masih pusing." terdengar suara jimin setengah mengigau.


Dasar bocil... Minum dua gelas arak aja udah ambruk.


"Libur tiga hari." Shendi melancarkan jurus andalan.


"Setuju!" cepat Jimin menjawab. Shendi tahu Jimin selain pecinta data Jimin juga pecinta game online. Ia akan menghabiskan masa libur untuk bermain game tanpa gangguan darinya soal pekerjaan.


Senyum puas Shendi sambil menutup ponselnya. "Moodnya gampang berubah kaya cewek."


"Sayang , apa yang kamu rencanakan?" Aubery yang rupanya mendengar semua pembicaraannya tadi dengan Jimin.


Shendi pura pura memejamkan mata. "Tidak ada yank, hanya memberi instruksi pada Jimin soal M&M." ucapnya sambil menarik tubuh polos Aubery kedalam pelukannya.


Tangan Aubery menyusup dibalik selimut , membelai dada suaminya yang juga polos. "Kamu itu memang suami yang sangat licik... " bisiknya ditelinga Shendi.


Tak ada reaksi dengan kata katanya, Aubery cemberut. Shendi malah tersenyum tipis tanpa membuka mata.


Andai Aubery tahu. Sentuhan dan bisikan barusan mampu membangunkan gairah yang baru saja padam. Shendi berusaha menahan. Baru satu jam yang lalu ia selesai memacu istrinya. Kasihan tubuh ramping ini jika dipacu lagi. Dipeluknya makin erat tubuh yang sekarang pasrah dalam dekapannya.


Pelan Aubery berinisiatif mengambil kesempatan mencium mata Shendi. Berharap mata itu terbuka dan memandangnya. Ternyata masih tidak berhasil.


Bagaimana kalau bibir ini... Bibir yang tambah seksi karena akhir akhir ini lebih meningkat intensitas kerjanya...


Diusapnya bibir Shendi dengan ujung jarinya. Mata indahnya terus menikmati tiap inci bibir Shendi yang menebal karena hampir tak berhenti menciuminya semalaman. Aubery mendekat dan mengecupnya lembut. Setelah itu pura pura terlelap kembali dalam dekapan Shendi.


Masih tidak bereaksi ?


Diamati sekali lagi wajah suaminya yang seperti orang pingsan. Padahal baru saja selesai tawar menawar dengan asistennya.


Baiklah , lihat seberapa keras kamu pura pura tidur...


Tatapan Aubery berhenti pada tulang yang menonjol di leher kokoh suaminya. Entah mengapa itu terlihat sangat menggoda. Hingga tak tahan untuk tidak mengecup jakun milik Shendi.


Dikecupinya juga tulang menonjol itu. Hingga terlihat Jakun itu mulai turun naik. Hembusan nafas Aubery menyentuh dinding dinding pertahanan Shendi.


Shendi sudah tidak tahan lagi. Aubery sudah menyentuh empat dari delapan titik area sensitifnya. Belum lagi kulit mereka yang terus bersentuhan dibalik selimut . Jadi jangan salahkan jika kini Shendi langsung 'on' lagi.


Dalam sekali dorong, tubuh ramping Aubery sudah terkapar dibawah tubuh Shendi. pergelangan tangannya yang lemah terkunci . Tanpa daya kedua mata gadis itu mengerjap menatap mata teduh Shendi bergantian. Seperti seekor kelinci yang memohon pada rubah yang lapar , tolong jangan mangsa aku.


Sehebat apapun Aubery ia tetap tidak ada apa apanya dibanding tenaga Shendi. Ia hanya bisa pasrah dalam naungan tubuh kekar ini.


Ah... sial...


kenapa Shendi sangat seksi , ia terlihat kurus dan ramping saat memakai kaos atau kemeja.


Tapi telanjang gini , ...


Diakuinya, Shendi adalah tipe cowok yang peduli dengan wajah dan penampilan. Bergerak sedikit saja mampu menebarkan pesona yang luar biasa. Berada didekatnya terus menerus pasti akan memicu kesalah pahaman yang tak sengaja. Apa suaminya sadar bahwa ia memiliki daya tarik tersendiri.


Sulit bagi Aubery untuk tetap waras. Bertahan agar tidak terpengaruh wajah suaminya , garis rahang, otot dada , dan otot perut. Tapi tanpa sadar tangannya sudah membelai perut sixpack Shendi.


"Sayang , kamu yang membangunkan aku duluan. Dan sekarang kamu memohon seperti ini?" Shendi balas tatapan Aubery . Tahu barusan Aubery sedang mengagumi tubuhnya.


"Mana tatapanmu dulu yang selalu memohon padaku untuk melanjutkan ketahap berikutnya??" suara Shendi mulai berat.


Tak tahan lagi untuk kembali melu*at habis bibir istrinya yang menggoda. Memangsa kembali tubuh istrinya tak peduli semalam sudah berapa kali.


Cahaya matahari mulai tampak malu malu menyeruak dari balik korden . Mengintip pergulatan dua insan yang dimabuk kepayang.


Aroma cinta menyebar dimana mana. Suara rintihan kenikmatan kembali memenuhi sudut kamar.

__ADS_1


***


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


__ADS_2