Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Lost Control #3 (Shendi)


__ADS_3

"Ayo, hari ini kita pertama kali bertemu. Aku menghormati kalian semua !!" seru Shendi sambil meneguk brandi langsung dari botolnya.


Shen , kamu benar benar sudah gila...


Semuanya bersorak gembira menyambut . Hanya Aubery yang mulai khawatir dengan Shendi. Tingkahnya sudah bukan Shendi lagi. Dia lebih posesif dari biasanya. Atau karena pengaruh alkohol...


"Pokoknya malam ini jangan ada yang tersisa. Habiskan semua minumannya!"seru salah satu dan diaminkan oleh yang lainnya. Suasana tambah panas. Musik berganti dengan irama yang ngebeat. Membuat mereka gak tahan untuk segera turun ke lantai dansa.


Shendi merasa sangat cemburu melihat Aubery berdansa di kelilingi teman temannya. Sampai disini Shendi lupa kejadian berikutnya.


***


Shendi berdiri tegang , matanya menatap dua mata Aubery bergantian . Semakin erat memegangi selimut yang melilit tubuhnya. Ekspresi Aubery yang datar , justru membuat Shendi makin curiga.


Sepertinya Shendi benar benar lupa kejadian semalam. Jadi begitu ya rasanya kehilangan kendali karena alkohol. Aubery Membayangkan dirinya lost control waktu itu. Jadi nyesel plus malu . Bisa bisanya dia dikerjai Riki.


Aubery melangkah lebih mendekat lagi. Tingginya yang hanya sebatas pundak Shendi . Mengharuskannya berjinjit untuk sampai ke telinga cowoknya yang jangkung .


Kemudian berbisik, "Sayang ... , semalam kamu... ( jeda) , aku malu mengatakan ini. Tapi pokoknya , terima kasih ... I love you." di akhiri dengan kecupan di pipi.


Wajah Shendi langsung memucat . Aubery tersenyum simpul menatap wajah pucat kekasihnya.


"Sekarang mandilah , lihatlah udah jam berapa. Kamu bau sekali." Aubery pura pura menutup hidung dengan telunjuk , mendorong Shendi agar segera masuk ke kamar mandi.


Shendi melirik jam yang ternyata sudah jam 12 siang. Menoleh ke arah Aubery sebelum masuk ke kamar mandi. Pikirannya semakin tidak tenang.


Versi Aubery


"Ayo Be turun yuk... " Fiona menarik tangan Aubery menyusul yang lainnya. Aubery ingin menolak karena tidak ingin meninggalkan Shendi , pacarnya terlihat tidak baik baik saja. Muka gantengnya dilipat lipat sampai kucel banget kaya cucian kotor.


Shen... sebenarnya kamu kenapa sih... Kamu gak suka ya kalau aku kumpul sama mereka...


Fiona terus menarik tangan Aubery . Mau tidak mau Aubery berdiri dan menuruti Fiona kemana akan membawanya. Sempat menoleh ke belakang. Shendi kembali menuang satu gelas lagi dan lagi.


Aubery makin kawatir. Berdansa pun dia tidak tenang.


Semua bersenang senang menyanyi dan menari. Kecuali satu orang yang duduk di sudut sana. Wajah Shendi mulai terlihat gelisah. Mencoba untuk bangkit , meskipun sempoyongan karena alkohol yang mulai mengurangi kesadarannya.


Saat sedang menari , Aubery melihat sekelebat sosok Shendi keluar dari tempat pesta. Kursi dimana Shendi duduk juga sudah kosong.


"Jadi beneran Shendi keluar. Shendi mau kemana... ?"


Tanpa mempedulikan panggilan Fiona dan Elaine. Aubery bergegas keluar dari lantai dansa yang penuh sesak. Ia tidak ingin ketinggalan jejak Shendi.


Aubery mencari Shendi ke toilet pria. Tapi toilet itu kosong. Lalu mencari di taman hotel sambil memanggil nama Shendi. Tapi tidak ada sahutan. Taman itu sepi karena malam yang semakin larut.


"Shendi !!" panggilnya putus asa. Aubery telah berjalan keluar area hotel. Menelusuri pinggir pantai yang berpasir putih . Perasaanya tidak karuan . Shendi sudah minum banyak alkohol tadi. Bagaimana jika terjadi sesuatu. Panggilannya selalu di reject.


"Shendiaga !!!, kalau kamu tidak muncul sekarang aku sumpahi kamu jadi babi gendut dan jelek!! hingga kupastikan tidak ada yang mau lagi denganmu!!" teriaknya putus asa.


Sepi, hanya deburan ombak yang saling berkejaran. Aubery berdiri menghadap laut yang gelap . Kemana dia pergi , Aubery bertanya tanya. Bayangan seseorang sempoyongan berjalan mendekatinya. Aubery sudah siap dengan jurus .


Tercium aroma alkohol yang sangat kuat. Bayangan itu makin mendekat dan memeluknya . Aubery kaget , tapi segera mengenali pemilik bayangan itu. Tangan yang melingkar di dada, dan sosok yang berbadan tinggi ini . Siapa lagi kalau bukan Shendi pacarnya. Aubery lega.


"Hari ini sangat menyenangkan , tiba tiba semuanya baik padaku. Kelihatan kan kalau orang orang semuanya itu munafik. Heh..."


Shendi tertawa sinis di akhir kalimat. Entah apa yang dilaluinya hari ini. Hingga Shendi meracau sampai kemana mana. Bahkan ia menyinggung pegawai rumah makan cepat saji. Tukang bakso , penjaga tol sampai tukang sapu jalan pun dia sebut. Aubery tahu , Shendi sudah mabuk.


" Teman temanmu itu juga sama. Jadi kamu jangan terlalu percaya..." Shendi berbisik , suaranya menggelitik di telinga Aubery.

__ADS_1


"Kamu sudah mabuk , dimana mobilmu , kita pulang sekarang." sudah gak kuat menahan berat tubuh Shendi.


Shendi mendengus sambil menunjuk asal ke jalan setapak yang memisahkan deretan hotel dengan pantai. Aubery celingukan, lalu terlihatlah sebuah Jeep putih di kejauhan. Terparkir dipinggir jalan.


Dengan susah payah, Aubery membawa Shendi menuju jeep itu. Tapi gadis itu tidak mengeluh , ia hanya geleng geleng kepala mendengar Shendi yang terus meracau gak jelas.


"Berikan kuncinya?" tangannya menengadah setelah perjuangan berat berakhir. Mereka akhirnya sampai.


Entah mengerti atau tidak maksud Aubery, Shendi malah tertawa melihat tangan Aubery yang menengadah. Lalu membungkuk , meletakkan dagunya diatas telapak tangan itu. Tersenyum dengan puppy eyes.


Aubery ikutan tertawa melihat tingkah Shendi. Ia ingat dulu waktu meminta kunci simanis pada Shendi. Shendi juga bertingkah sama seperti sekarang ini.


" Kamu memang anjing kecil yang lucu." Gadis itu menggeleng gemas. Lebih baik mencarinya sendiri . Aubery merogoh kantong kiri celana jeans Shendi. Mencari benda yang diinginkannya. Kunci mobil.


"Tiara...," suara Shendi berubah berat.


Tangan Aubery berpindah ke kantong sebelah kanan. Sepertinya juga tidak ada. Dengan polos dia tetap gigih mencari.


"Sebentar kunci mobilmu dimana sih... "


"Sudah jangan mencarinya lagi!!" Shendi menahan geram saat tangan Aubery tidak berhenti bergerak dikantong celananya. Aubery sengaja atau benar benar tidak tahu kalau di sana juga ada senjata pemusnah milik Shendi.


Shendi menarik paksa tangan Aubery dan mendorongnya hingga menempel di mobil. Shendi menguasai Aubery , memandang wajah cantik pacarnya yang terkena sorot lampu penerangan hotel dibelakang sana.


Seolah ada bara api yang menutupi cahaya mata Shendi. Tatapan yang biasanya teduh kini berubah nyalang penuh gejolak . Nafasnya berat didekat telinga Aubery , seperti ada sebongkah batu yang menekan dadanya. Dia butuh sesuatu untuk meredam nyeri gara gara Aubery yang polos.


Diaturnya nafas lalu meraba kantong jaket jeansnya. Dengan kasar menyerahkan kunci itu pada Aubery. Aubery masih ga paham. Habis ketawa dan mengoceh langsung berubah 38°. Benar benar gila.


Setelah berhasil menaikkan Shendi kedalam mobil.


"Kau lihat... Aku selalu berhasil menemukanmu ."masih dengan suara berat . Aubery mengiyakan begitu saja sambil menyangga Shendi yang duduk pun tidak bisa tegak . Membelai pipi Shendi yang bersandar di pundaknya.


"Kemanapun kamu berada, aku pasti bisa menemukanmu..." tiap hembusan nafas Shendi membelai leher Aubery. Membuat gadis itu merinding geli.


"Jangan menghilang agar kucari... Jangan lari agar ku kejar..." diam sesaat.


"Tiara... cinta tidak sebercanda itu." lanjutnya dengan nafas yang semakin berat.


Aubery menoleh ke arah Shendi hingga wajah mereka sangat dekat. Jantung keduanya berdegup kencang.


"Jangan senyum didepan pria lain. Agar aku cemburu..." pungkas Shendi lirih . Ditelannya ludah yang entah kenapa terasa sulit. Seiring hatinya yang terus bergejolak. Aubery menatapnya lekat. Sikap Shendi yang aneh malam ini ternyata karena cemburu. Aubery pun terharu.


"Hatiku sakit sekali kalau melihatmu tersenyum disamping dia... Kamu Tiaraku , kamu milikku!" tangan Shendi cepat meraih kepala Aubery untuk mempersatukan bibir. Aubery terkejut namun segera menguasai diri. Menuruti kemauan Shendi yang berusaha melampiaskan rasa cemburunya . Tangan Shendi menekan hingga dia dapat menyapu seluruh bibir Aubery.


Shendi bersandar pada sandaran kursi. terus menekan dan mel*mat habis bibir merah delima itu. Seolah menegaskan dia hanya milikku. Bahkan Shendi hanya memberi satu detik Aubery mengambil nafas saat nafas gadis itu mulai tersengal.


"Bernafas sayang..."


***


.


.


.


.


Akhirnya Aubery terpaksa mengurungkan niatnya kembali ke kota A. Khawatir karena dirinya juga mengkonsumsi alkohol walaupun sedikit. 2 gelas atau 200 ml. Sedikit atau banyak tetap akan membuat mabuk, Aubery menyadari dan mengambil keputusan untuk tidak mengemudi malam hari ini.

__ADS_1


Setelah sampai di kamar hotel yang ia sewa. Aubery segera merebahkan Shendi yang sudah seperti zombie. Shendi langsung terlelap saat mencium bantal.


Peluh membasahi keningnya. Selain berat , Shendi juga sangat tinggi. Susah memapahnya. Aubery duduk kecapekan di sofa besar diruangan itu. Melemaskan pundaknya yang kaku. Baru sepuluh menit Aubery dikejutkan dengan Shendi yang tiba tiba mengigau. Berteriak seolah dia berada dirumah sendiri.


"Sayang apa yang kamu lakukan!!" Aubery panik dengan Shendi yang sudah menggila. Shendi bertingkah seolah dirinya adalah raja. Duduk dipinggir ranjang dengan mata setengah watt.


"Bebe ... my sweety... "


"My Queen... aku datang dengan membawa kemenangan...!!" teriaknya seolah sedang menaiki kuda. Aubery ingin tertawa. Shendi kalau mabuk ternyata juga lucu. Kemana dirinya yang selalu sok keren itu.


Shendi kembali terkapar setelah hampir satu jam menggila. Aubery lalu mendekat untuk mengelap kening Shendi dengan handuk basah. Ketika hal yang tidak dia duga sama sekali. Shendi tiba tiba bangun dan mencengkeram tangannya. Matanya terbuka lebar dan mulutnya tertutup rapat.


"Jangan ! jangan sekarang !!" Aubery tak bisa lari. Firasatnya tidak baik dan , benar saja.


Shendi menyemburkan isi dalam perutnya seperti ada aba aba. Aubery histeris , tentu saja itu sangat menjijikkan untuk nona besar. Semburan itu juga mengenai bajunya dan tangannya.


"AAACCHH...!!" Aubery sampai syok. Terlebih setelah semua keluar. Shendi tersenyum dengan mata terpejam.


"Nyaman sekali... " kemudian kembali terkapar dengan muntahan membasahi hampir seluruh sebagian bajunya.


"NYAMAN KEPALAMU !!!"Aubery sampai berteriak.


Bau sangat menyengat makanan yang belum diolah bercampur dengan alkohol , membuat perut Aubery seperti di aduk. Nona besarpun berlari ke kamar mandi. Jangan sampai muntah disitu juga.


________________________________________


Yang sayang & kangen Aubery cung ☝️☝️☝️


!!!



.


.


.


.


.Bersambung🍓🍒🍎🍉🍑🍊🍍🍌🍋🍈🍏🍐🥝🍇🍅🥑


(kasih yang seger seger biar gak ikutan mual kaya Aubery)😛


.


.


🙏Trims yang masih setia di sini.


🙏Trims udah vote , Like , komentar , favorite


Jadi tambah semangat .


❤️Btw , berkat dukungan dari kamu, Istriku Tapi Bohong selalu masuk ranking vote 200 besar tiap minggunya . Diantara ribuan novel yang ada di MT.


👏👏 ga nyangka kan. Kamu luar biasa😘.


😘Ayo yang lain jangan kasih kendor. Mau sampai kapan jadi silent reader. Semangatttttt!!

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


🦑Otor menerima segala kritik dan Saran. Pokok jangan menjatuhkan semangat aku aja.😜


__ADS_2