
Tidak seperti biasanya. Dua hari ini Kota B lebih ramai dari sebelumnya. Banyak Polisi lalu lalang tersebar dari pusat sampai kepinggiran kota . Dijalan jalan desapun banyak orang tak dikenal berseliweran. Termasuk di daerah sekitar desa Z. Desa Dimana Tiara ditemukan .
Mereka adalah orang orang suruhan Samy dan sebagian lagi orang orang suruhan Oscar.
Penduduk desa yang hidupnya bermasyarakat ,tentu sangat mengenal warga yang berasal dari daerahnya. Mereka curiga bahwa ada sesuatu yang tidak beres . Apa yang mereka cari didesa kecil ini .
Sobari menurunkan penumpang langganannya didepan sebuah ruko daerah pinggiran kota . Ia heran kenapa beberapa hari ini banyak polisi patroli.
"Mbak, ada apa ya kok dari kemarin banyak banget polisi patroli?? " Tanya Sobari kepada langganannya yang bernama Vita. Sobari memang cukup akrap dengan Vita. karena sudah berlangganan sejak tiga tahun yang lalu.
"Ooh itu Bang, ada anak Miliuner mengalami kecelakaan dibukit SS. mobinya jatuh kedasar jurang . Dan mayatnya belum ditemukan , ada yang pernah lihat mirip dia ada disekitar kota B" Jawab Vita sambil menyerahkan helm kepada Sobari.
"oohh.... Kirain Presiden mau kunjungan ke kota B mbk. haha" Sobari tertawa sembari manggut manggut.
"Bang Sobari mungkin pernah lihat anak miliuner itu ?? Siapa tahu pernah jadi penumpangmu"
"Ah, mana mungkin Abang kenal orang orang penting kaya gitu mbak, Abang mah pokoknya ada penumpang ya ambil aja. Gak peduli mau anak miliuner atau anak menteri ...."
"Ya siapa tau aja Bang, ini nih foto anak miliuner itu" Vita menunjukkan layar hpnya kepada Sobari. Sobari melihat sekilas saja .
"Namanya Aubery Tsang, anak tunggal Anthony Tsang. Salah satu orang terkaya dinegeri ini" Vita menjelaskan.
Tunggu!!
seperti pernah lihat!!_Sobari.
"Mbak ,boleh coba lihat sekali lagi?? Ucap Sobari tak sabar.
Vita yang sudah menyimpan hpnya terpaksa mengeluarkan kembali dan membuka layar kunci untuk diperlihatkan foto tadi kepada Sobari.
"Kenapa Bang, jangan jangan beneran pernah ngojek sama kamu" Vita sedikit curiga.
" ahaha... Mana mungkin seorang anak miliuner naik ojek saya mbak" Ucap sobari sambil mengamati wajah di layar hp itu.
"di,di,di,dia beneran anak konglomerat ??" Sobari gagap. Vita mengangguk.
Sobari kembali melototi layar Hp. Wajah dilayar hp itu sama sekali tidak asing. Sobari bahkan pernah beberapa kali bertemu.
Pertama ketika mengantar Yas dan Raman pulang ke puncak bukit Y. Gadis yang 99% sama dengan foto dilayar hp itu. Sedang sibuk menyiram bunga dihalaman rumah kayu. Waktu itu dia memang tidak terlihat seperti gadis lokal biasa. Tubuhnya terlihat terawat dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Kedua ketika diSekolah Dasar , bahkan selama empat jam lebih Sobari mengikuti Gadis difoto ini bersama sikembar.
"Bang kok malah ngelamun sih"
Suara Vita mengagetkan Sobari.
"Ya sudah, ni bang ongkosnya"
Sambil menyerahkan uang dua puluh ribu kepada Sobari. Sobari menerimanya dengan sopan.
"Terimakasih mbak"
Vita mengangguk , memandang aneh raut muka Sobari yang berubah . Tapi akhirnya Vita tak menghiraukan karena sudah tiba waktunya bekerja . Ia beranjak pergi meninggalkan Sobari.
__ADS_1
"Bahaya ini bahaya !! , Kok bisa mas Shendi berurusan dengan kakak ipar"
" ah , Aubery si anak miliuner" Sobari meralat perkataannya.
Sobari berusaha menghubungi Shendi, tapi entah mengapa hp Shendi selalu sibuk.
"Jarang jarang hp mas Shendi berada dipanggilan lain"
Sobari tidak sabar , setelah beberapa kali mencoba namun tetap tak tersambung, ia memutuskan untuk mendatangi Shendi saja. segera melaju kencang montornya menuju puncak bukit Y. Menyalip kendaraan lain, bahkan beberapa kali sempat nge trail ketika melewati jalanan pedesaan yang naik turun .
Dia tidak sabar untuk segera menyampaikan berita besar kepada mantan anak majikannya.
Dua puluh menit Sobari telah sampai dipuncak dibukit Y. Nafasnya terengah engah dan seluruh tubuhnya masih bergetar karena habis melewati jalanan bukit Y yang berbatu.
Memarkir begitu saja motornya disamping pagar bambu.
"Mas Shen...." Suaranya terdengar tak bertenaga karena nafasnya belum benar benar teratur. Shendi yang sedang mencuci simanis , keheranan melihat Sobari seperti melihat langit runtuh.
Menaruh selang lalu menutup kran air , kemudian menghampiri Sobari.
"Kenapa bang , apa langit runtuh ?? apa matahari terbit dari barat ?? "
Tangan Sobari melambai lambai. Ia masih belum bisa berkata kata.
"Ambil nafas dalam dalam bang, trus lepasin pelan...." Shendi memberi instruksi.
Sobari mengikuti arahan Shendi. Setelah agak lumayan tenang, ia mencoba kembali mengatakan maksudnya.
"kakak ipar , kakak ipar mas...."
"kakak ipar dia adalah Aubery si pewaris tunggal Tsang group ... dia orang penting..." Sobari setengah gugup.
"oh... kirain apa"
Shendi awalnya terkejut mendengar kabar yang disampaikan Sobari . Namun ia bisa menguasai diri dan kembali bersikap santai. Ia berjalan mengambil air minum dimeja teras yang tadi disediakan Tiara . Sobari bingung dengan reaksi Shendi.
"mas kok cuma oh.... ?? , kok bisa bisanya mas Shendi berurusan sama orang penting , ini nih akibatnya kalau mas Shen suka balas dendam".
Sobari kawatir kalau sifat bandelnya Shendi kambuh. Sobari mengenal Shendi sejak kecil , dia adalah anak yang pembangkang.
Dengan sifatnya yang pendendam. Beberapa kali Shendi kecil berurusan dengan tetangga sebelah. Ketika masih kelas 3 SD , saat sedang bermain bola , tanpa sengaja bolanya nyasar ke rumah sebelah dan memecahkan satu jendela kaca. Sipemilik rumah menyita bolanya dan melaporkan kepada orangtuanya. Apa yang dilakukan Shendi kecil untuk membalas dendam karena bolanya disita dan mendapat hukuman dari Tuan dan Nyonya. Shendi kecil menghancurkan seluruh kaca rumah tetangga itu menggunakan tongkat baseball, hingga waktu itu urusannya sampai ke Kepala Desa.
Pernah dilain kesempatan Shendi kecil sengaja membuka pagar orang sehingga anjing anjing peliharaan rumah tersebut lepas semua. Alasannya Shendi jengkel setiap pulang sekolah salah satu anjing selalu menggonggong mengagetkannya.
Belum ketika menginjak remaja. Tuan dan nyonya dibuat pusing dengan ulah Shendi. Dan terakhir adalah waktu itu Shendi kukuh memilih menekuni hobinya daripada fokus belajar tentang bisnis.
Tuan dan Nyonya mengalami kecelakaan ketika dalam perjalanan menuju tempat diselenggarakannya sebuah acara. Dimana Shendi tampil sebagai salah satu pengisi acara.
Shendi berjanji akan serius belajar tentang bisnis asalkan malam itu Orangtuanya bersedia menghadiri acaranya . Menyaksikan penampilannya.
Namun naas, setelah Shendi selesai tampil dengan pianonya. Tuan dan Nyonya belum juga sampai. Bahkan tidak pernah sampai.
Sejak kematian Tuan dan Nyonya, Sobari melihat perubahan Shendi. Ia jadi pendiam, dan selalu menyalahkan dirinya adalah penyebab kematian kedua orangtuanya. Shendi tidak pernah menyentuh pianonya lagi. Atau alat musik apapun.
__ADS_1
Shendi memang memiliki sifat buruk. tapi dia juga mempunyai sifat yang membuat Sobari bangga. Shendi tetaplah tuan mudanya yang rendah hati. Menyukai kesederhanaan. Bahkan Shendi tidak pernah mau dipanggil Den, apalagi Tuan muda. Shendi menganggapnya sebagai keluarganya sendiri.
Dia jarang menggunakan fasilitas yang disediakan orang tuannya seperti mobil . motor sport hadiah ulang tahun yang ke 15 pun jarang dia kendarai. Shendi memilih bersekolah menggunakan motor vespa congo hasil berburu diforum jual beli barang antik.
Sobari tahu. Tuan dan Nyonya adalah pengusaha yang kaya raya. Vilanya saja sangat besar lengkap dengan kolam renang. Taman yang sangat luas. Dua mobil Mercedes benz dan satu mobil Alphard yang disediakan khusus untuk anak anak mereka.
Dan beberapa hari yang lalu tiba tiba dikejutkan dengan cerita Shendi tentang seorang gadis amnesia yang dengan seenaknya dia beri nama Tiara .
Hanya karena sifat pendendamnya. Membawanya pada sebuah masalah yang pelik. Tiara atau Aubery bukan orang biasa. Bisa bisanya Shendi membawa pulang kerumah dan berbohong bahwa dia adalah istrinya Shendi.
Sobari syok waktu itu. Sudah lama semenjak Shendi pindah ke desa terpencil ini. Tidak melihat kebandelan Shendi. Tidak disangka ternyata ini seperti bom waktu. bikin orang tua panik saja.
"Siapa yang pendendam bang.. , aku cuma ingat " jawab Shendi dengan santainya.
"Seluruh kota dipenuhi polisi dan para preman bayaran mas, Kapan saja mereka bisa menemukanmu dan menangkapmu " Sobari masih tegang.
"minum dulu bang" Shendi menuangkan satu gelas air lalu diserahkan pada Sobari.
"lebih baik mas Shen cepat cari jalan keluar. kabur kemana gitu".
***
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.Bersambung๐
.
.
.
.
.๐ sekedar mengingatkan Jangan lupa tinggalkan jejak Like setelah membuka episode ini
__ADS_1
.๐ sampai jumpa di episode selanjutnya
.๐ Sayang kalian semua๐๐๐.