Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Kejarlah Daku Kau Ditendang #1


__ADS_3

Apakah kalian percaya ?


Orang yang ditakdirkan untuk menemanimu disisa hidupmu,


Bahkan jika harus hilang ingatan 100x ,dan waktu berganti tanpa kamu sadari,


Dia akan tetap menjagamu.


Dan muncul pada waktu yang tepat.


Aubery Tsang


.


.


.


.


Jasat yang ditemukan terkubur dilantai gedung mangkrak di kota B. Ternyata benar adalah Oscar.


Polisi terus menyelidiki kasus ini. Oscar yang telah merencanakan untuk menyingkirkan Aubery. Namun sekarang ditemukan sudah menjadi kerangka. Dikubur begitu saja seperti mengubur bangkai ayam.


Hasil otopsi ditemukan peluru ditulang belakang setelah menembus perut. Sepertinya Oscar ditembak jarak dekat oleh si pembunuh.


Polisi melakukan pemeriksaan di kantor M&M. Dan menemukan fakta bahwa Oscar sudah tidak ada sangkut pautnya dengan M&M. Perusahaan itu sudah menjadi anak buah perusahaan perhiasan WD.


Akhirnya polisi bertindak tegas . Menangkap para hacker dan pelaku perusakan terhadap gerai gerai M&M. Menginterogasi mereka dan memaksa mereka untuk mengatakan siapa yang telah membayar mereka untuk menyabotase M&M dengan mengatas namakan fans Aubery .


Namun sayangnya. Mereka ternyata hanya berkomunikasi dan bertransaksi lewat pesan singkat sms. Dan nomer itu sekarang sudah tidak aktif lagi.


Beberapa artikel baru memuat foto foto Aubery dan Shendi . Namun caption tidak ditulis sesuai kenyataan. Bahkan berbelok dari jalur aslinya. Rata rata artikel itu menyudutkan Shendi .


Shendi dianggap hanya mencari sensasi. Pansos dengan ketenaran Aubery. Dan mendekati Aubery hanya karena kekayaannya.


Jadi tidak mungkin Shendi adalah Shendiaga . Karena selama ini image Shendiaga yang selalu misterius


Senin pagi.


Semua staf A.T sibuk bergosip dan bergerombol. Mereka seperti murid sedang mengerjakan tugas kelompok dikelas. Apa lagi yang mereka gosipkan selain bos mereka, Aubery.


"Jadi siapa kira kira yang sedang berpacaran dengan bos kita? Shendi atau Shendiaga Wiradana?"


"Atau mereka adalah orang yang sama?"


"Dilihat dari postur tubuhnya sih kayaknya mirip ya?" Mereka menyamakan foto Aubery dan Shendi yang pernah viral saat didepan rumah sakit dengan foto dipinggir laut yang baru viral kemarin. Mereka tampak serius, seolah olah jika menemukan jawaban yang benar akan mendapatkan hadiah besar.


"Kalau menurutku sih mereka orang yang sama. Shendi itu sampai sekarang belum terkuak siapa sebenarnya dia .Dan image Shendiaga Wiradana yang juga misterius."salah seorang menimpali.


Sebagian dari mereka mengangguk mengiyakan.


"Benar benar , Shendiaga Wiradana sengaja membatasi informasi tentang dirinya. Menjadi orang biasa sebagai Shendi, agar bisa menjalani kehidupan normal tanpa sorot camera wartawan."mereka akhirnya menduga duga sendiri.


"Aaahhh... kenapa bos serakah sekali. Ia menghabiskan stok cowok idamanku , hiks... Bahkan Gery juga di stempel nona" wajah sedih Dina memandang Shendi yang sedang mengepel lantai dikejauhan. Tipe seperti Shendi inilah yang menjadi idamannya. Memiliki tinggi diatas 180 dengan berat badan ideal.


Dina mengamati Shendi yang tampak lesu tanpa semangat.


"Gery pasti sedih, ia sudah distempel nona , tapi kenyataannya nona sudah menjalin hubungan dengan pria lain" gumam Dina lirih.

__ADS_1


Sementara, Shendi beberapa kali menarik nafas panjang. Ia tidak menyangka akan masuk perangkap Arif. Datang ke acara tahunan yang disiarkan di salah satu stasiun tv.


Berita negatif tentang dirinya membuat Shendi sedikit terpukul. Tentu saja , Shendi tidak seperti Aubery yang sudah terbiasa menjadi bahan gosip. Jimin dan Romy sudah kewalahan karena semakin banyak yang share. Yang membuat Shendi sedikit lega. Fotonya tidak terlalu jelas karena suasana malam hari dan diambil dari jarak yang cukup jauh dan diperbesar.


"Aku ga nyangka akan menjadi seperti ini. Belum belum namaku sudah tercoreng" Shendi menyandarkan pel sodok nya Lalu larut dalam pikirannya sendiri. Ia tidak peduli ketika para staf A.T heboh . Toh mereka tidak menyadari bahwa yang sedang mereka bicarakan sebenarnya sedang ngepel dibelakang mereka.


"Gery... " Dina tiba tiba berdiri disebelahnya. Shendi menoleh dan memperbaiki sikap berdirinya. Lalu tersenyum ramah kepada Dina seperti biasa.


"Apa yang kamu pikirkan?" Dina penasaran karena sejak lama ia terus memperhatikan Shendi yang tampak murung.


"Apa kamu benar benar patah hati karena skandal bos dua hari ini?"


Shendi melongo sesaat. Lalu tertawa singkat sambil menggaruk kepalanya yang tiba tiba gatal.


"Mana mungkin mbak Din? aku mah apa dibanding nona Aubery"


"Baguslah, aku kawatir kamu terlalu mengambil hati setelah kejadian bos memelukmu. Tapi aneh sih yah, kenapa tiba tiba memelukmu??" Dina tidak habis pikir.


"Ah! Bagaimana kalau kita nanti makan siang bersama?? aku tahu dimana kedai Mie Gentong yang terkenal sangat enak. Kamu pasti menyukainya!!" Dina menawarkan.


"Emm... , makan siang ya" Shendi menimbang nimbang. Ia punya waktu setengah jam sampai tiba waktunya harus ke kota B untuk menjemput adik adiknya. Shendi sudah sangat kangen dengan celoteh Yas dan Ramanda.


"Bos tiba!! Bos datang!!" salah satu staf yang siaga berjaga didekat pintu , lari tergopoh-gopoh menuju mejanya. Staf yang lain pun buru buru kembali ke meja masing masing.


Dina pun kembali ke mejanya setelah berpamitan pada Shendi.


"Aku tunggu konfirmasimu."


Suasana mendadak hening. Disusul Aubery yang muncul seorang diri dari pintu masuk kantor. Ia berjalan penuh percaya diri seperti seorang ratu. Semua staf menyapa selamat pagi pada Aubery. Aturan tak tertulis yang harus mereka lakukan setiap pagi. Entah Aubery membalas sapaan atau tidak.


Langkah Aubery berhenti di meja Vir. Dengan tatapan seolah ingin menelanjangi Vir yang seketika langsung berdiri kikuk.


"Datang ke kantorku sekarang dan bawa laporan keuangan selama satu tahun terakhir!" ucapnya datar namun mampu membuat Vir merinding.


Aubery kembali melangkah setelah Vir mengangguk gugup. Ia hanya melirik saat melewati Shendi yang berdiri dengan pel sodok.


"Wah, aura cemburunya sangat kuat..." gumam Shendi ketika bayangan Aubery menghilang.


***


Aubery melempar folder warna biru itu ke atas meja. Tepat dihadapan Vir, staf A.T bagian keuangan.


"Salah!! salah !! salah semuanya !!" teriak Aubery.


Vir menunduk menghadapi bosnya yang marah. Vir berfikir Aubery sudah berubah dan mulai menjadi bos yang lebih toleransi terhadap stafnya. Namun ternyata.


Aku melakukan kesalahan dalam menulis pembukuan. Ada selisih 0,01%. Aku juga tidak sengaja . Bos tak perlu semarah ini kan? batin Vir.


"Selisih 0,01% tetaplah selisih 0,01%. Bagaimana kamu bilang hanya selisih 0,01%??kamu tahu 0,01% itu berapa nilainya?" Aubery tajam menatap stafnya.


"Bagaimana kamu bekerja selama ini... , apakah kamu sering menganggap enteng 0,01%?"lanjut Aubery.


"Kemasi barangmu , kamu tak perlu lagi bekerja disini ... " Ucap Aubery sambil membuka folder lainnya dan memeriksanya. Ia mengacuhkan Vir yang seperti bermimpi mendengar apa yang dikatakannya.


Aubery memecat Vir. Itu tidak adil, Vir merasa Itu tak sebanding dengan kesalahannya. Bos bisa memberinya peringatan atau skors . Bukan langsung memecatnya seperti ini. Apalagi, Vir sudah bekerja selama 2 tahun di A.T.


"Nona , tolong jangan pecat saya... . Tolong beri kesempatan sekali lagi. Saya berjanji akan lebih teliti" Vir mulai terisak membayangkan dirinya mendadak menjadi pengangguran. Apalagi, ia baru mengambil kredit rumah.


"Jangan kamu kira dengan wajah memelas seperti itu aku akan memberi toleransi kepadamu. Jika aku melakukan padamu, lalu bagaimana aku menghadapi jumlah pegawaiku yang mencapai ribuan??"

__ADS_1


"Keluar," ucap Aubery mengakhiri pertemuannya dengan Vir. Wajahnya datar tanpa ekspresi sedikitpun.


Vir keluar dari ruangan Aubery sambil menangis. Air matanya tetap mengalir meskipun dihapus beberapa kali.


Shela yang mendengar dengan jelas semua ucapan Aubery. Hanya bisa memandang kasihan pada Vir.


"Dia salah satu dari sekian orang bodoh di A.T . Bagaimana mereka tidak menyadari telah mengusik apa yang sudah menjadi milik Bos" gumam Shela.


Rekan kerjanya yang samar samar mendengar Vir dimarahi Aubery, menenangkan Vir yang terus menangis terisak.


Bos mereka sedang sensitif karena masalah upaya pembunuhan Oscar terhadap dirinya. Dan skandal yang tersebar sejak kemarin tentu sangat membuatnya tertekan.


Beberapa saat mereka kembali duduk dan kembali dengan pekerjaan masing masing. Mereka takut membuat kesalahan. Karena kesalahan sekecil apapun bisa dijadikan Aubery sasaran untuk menumpahkan kemarahan. Dan ujung ujungnya pasti pemecatan.


Shendi heran melihat Vir yang keluar dari kantor Aubery sambil menangis. Gadis itu terus terisak sambil memberesi barang barangnya. Apakah ini ada kaitan dengannya sampai Aubery mendadak memecat Vir.


***


.


.


.


Aubery keluar dari ruang desain hendak kembali ke ruangannya. Ketika tiba tiba sebuah tangan menariknya dari balik pintu yang terhubung ke tangga darurat.


"Whaah... !!" Aubery terkejut. Cepat sekali , untung saja kepalanya tidak menghantam gawang pintu.


"Apa kamu sudah merindukanku lagi?" ucap Aubery setelah tahu siapa yang menariknya. Kedua tangannya melingkar di bahu Shendi.


Shendi mendorongnya hingga punggung Aubery menyentuh dinding. Aubery mengerucutkan bibirnya , siap menerima ciuman kangen Shendi. Namun Shendi menjauhkan muka Aubery dengan jarinya.


"Haih... bagaimana kamu berubah menjadi sangat manis setelah beberapa menit yang lalu seperti singa kelaparan..." Shendi menggeleng melihat Aubery yang sekarang menggodanya.


"Apa yang kamu lakukan terhadap Vir dan Dina?"


"Aku memecatnya. Selanjutnya adalah Ayu... " Aubery kembali mengerucutkan bibir. Lihat dia yang sangat menggoda. Shendi hampir menyerah.


Shendi berusaha menghindar lagi. Mana boleh disaat dirinya ingin serius tapi Aubery menganggap enteng masalah ini.


"Seriuslah Tiara, aku tahu alasanmu memecat mereka."


"Emh !" Aubery mengangguk.


"Itu akibat mereka mengusik yang menjadi milikku."


.


.


.


.Bersambung💑


.


.


🙏 Terima kasih udah mampir.

__ADS_1


👍Jangan lupa Like


❤️Love you❤️


__ADS_2