
10:55
Sebuah truk barang memasuki halaman rumah Shendi. Kemudian dua orang kuli menurunkan beberapa kardus berukuran besar dan kecil. Supir turun dari truk itu , menghampiri Shendi yang nampak kebingungan.
Kenapa tiba tiba datang Truk menurunkan barang barang yang begitu banyak.
"Mas, silahkan tanda tangan disini sebagai bukti terima barang ," kata sang supir sambil menunjukkan layar Hp.
"Pak , anda salah alamat , kapan saya memesan barang barang ini??" Tanya Shendi.
Si supir terlihat tidak sabar, lalu menunjukkan sebuah copy nota lengkap dengan alamat tujuan. Shendi meraih nota itu memeriksa dengan teliti setiap huruf.
Bagai disambar petir ketika Shendi melihat kertas berstempel LUNAS itu. Lebih terkejut lagi ketika melihat angka yang tertera di bagian paling bawah kertas . Dan atas nama siapa yang tertulis dikolom costumer.
"Tiaraaaaaaaa......!!!!"
Lutut Shendi terasa lemas, tiba tiba saja tidak kuat menyangga tubuhnya sendiri.
"Tanda tangan dulu mas , setelah itu silahkan kalau mau pinsan" si sopir geleng geleng kepala. Shendi terduduk lemas di kursi teras.
Tiara datang dari belakang dengan wajah cerianya. Toko itu benar benar amanah. Barang pesanannya datang tepat waktu Tidak molor satu hari pun.
"Sini .. sini... aku tanda tangan !" Tiara lalu menanda tangani layar hp yang disodorkan Sisopir.
"Tiaraaaa...... buat apa kamu beli barang barang seperti ini." Tanya Shendi lemas. " Aku pikir kemarin kamu sudah cukup beli barang aneh aneh, sekarang apa ini , tv flat 42 in ??"
Justru Tiara yang merasa aneh dengan pertanyaan Shendi.
"Sayang aku sudah tanya padamu kita harus ganti tv kan , tv kita sudah ketinggalan jaman, dan kamu juga menyetujuinya!"
"Kapan kamu tanya padaku dan kapan aku bilang setuju??!"Shendi sengit merasa tidak pernah menyetujui usul Tiara.
"Silahkan cek episode 15, kamu jangan pelit jelas jelas kartumu tanpa batas ,tv aja masih tv tabung !"
Shendi kembali mengingat kejadian satu minggu yang lalu. Tidak lama kemudian ia geram karena Tiara sudah mencari kesempatan.
"Tiara, bukan aku pelit. Aku sengaja tidak membeli tv agar mereka tidak kebanyakan nonton tv. Agar mereka fokus belajar, biar besar jadi orang sukses , tidak seperti aku.!!"
Tiara terdiam.
"Lalu ini apa? ,buat apa kamu beli kulkas lagi. kulkas kita masih bagus , dan...... ini AC buat apa?? dibukit Y udaranya selalu sejuk. Diang hari juga sejuk. Malam hari apa lagi" Shendi emosi.
"Tapi aku merasa kepanasan. kita tidur terpisah dan kamu mana peduli aku diatas bisa tidur apa tidak.!!" ucap Tiara tidak kalah galak.
"Eep!!" Shendi tidak bisa meneruskan kata katanya. Tangannya mengepal didepan wajah Tiara. Geram.
mana berani aku mengecekmu dikamar atas...
Tidur !! satu kata itu , tapi kita mengartikannya berbeda.
Ya, kamu nona besar kaya raya tidak bisa tidur tanpa AC...
Shendi memeriksa kembali nota itu. meneliti apa lagi yang dibeli Tiara.
"Game Virtual Reality. kalau ini apa, !" Shendi menunjuk kasar kertas itu dengan telunjuknya.
"Sembilan juta kenapa mahal sekali!!"
Mimik Tiara seketika berubah manis . Berjalan mendekat, lalu memeluk lengan Shendi.
"Sayang, katanya game ini lagi booming looo.. , seorang pengusaha muda yang viralkan game ini. Gak mahal kok, anak anak juga suka banget... " Tiara bergelanyut manja dilengan Shendi. Shendi jengah dengan sikap Tiara.
"Nanti , aku ajari cara mainnya ya??" Lanjutnya lagi. Shendi menepis rangkulan Tiara.
"Kembalikan barang barang tidak berguna ini , kita tidak memerlukannya".
Shendi menunjuk barang barang yang masih didalam kardus itu.
"Em tak ( tidak bisa ) !!" Tiara merentangkan tangan lebar lebar menghalangi Shendi yang akan mengangkat kardus kardus itu keluar.
"Minggir!!"
"Em yu. ( tidak mau ) !!" Tiara tegas.
Shendi Heran dengan bahasa Tiara, ia sering mendengar Tiara menggunakan bahasa yang tidak ia pahami.
"kamu ngomong apa sih.??"
__ADS_1
Tanpa mempedulikan pertanyaan Shendi.Tiara merebut nota itu dari tangan Shendi. Mengancam Seolah olah hendak merobeknya.
"Hei!! kalau ada yang rusak gimana bisa tukar kalau tanpa nota itu!?" Shendi kembali dibuat Tiara geram.
"Aku yang simpan." tersenyum manis kepada Shendi yang wajahnya sudah berubah seperti Gorila yang akan memakannya.
"Terima kasih sayang" Ucap Tiara berlalu menuju ke kamar atas.
Pertengkaran ini belum selesai. Shendi benar benar dibuat geram oleh tingkah Tiara.
"Dia bilang murah , haha... untuk game virtual seharga hampir sepuluh juta"
Shendi masuk kedalam kamar utama. membuka loker yang berada dibawah meja komputer. Ia mengeluarkan Smartphone yang selalu dia simpan disana. Jarang dia bawa keluar.
Shendi membuka pesan laporan dari Bank yang kemarin masuk . Beberapa transaksi menggunakan kartu kredit.
Jumlah total transaksi hari sekian tanggal sekian : Rp. 56.350.000,_
Shendi lemas.
"Tiara kau benar benar , sudah merubah tatanan hidupku....."
"Aku pikir kamu hanya beli barang yang kemarin saja. ternyata....."
Setelah menyimpan kembali smartphone kedalam loker dan menguncinya. Ia mulai menyalakan komputer. Ia akan sibuk dikamar dan keluar ketika waktunya masak siang. Raja sudah pulang kerumahnya sejak jam sembilan tadi. Karena subuh ia sudah memulai membersihkan kandang .
Dilain tempat tepatnya dirumah besar, Lara dan Elaine duduk dihadapan asisten Samy. Menunggu pria tigapuluh lima tahun itu untuk menjelaskan kepada mereka. Samy masih memperhatikan video yang ditunjukkan oleh dua sahabat Aubery.
Lara adalah putri dari seorang menteri dalam negeri dan Orang tua Elaine adalah pemilik beberapa pabrik tekstil yang mengekspor kain berkualitas tinggi keseluruh dunia. Mereka sahabat terdekat Aubery. Masih ada satu lagi yaitu Fiona putri duta besar luar negeri , tapi minggu kemarin dia berangkat keluar negeri ikut dinas orang tuanya .
Mereka berempat tumbuh sejak masih remaja. Bersama sama mengikuti berbagai les private .Jika keempatnya berkumpul sangat mirip seperti girlband . Terlebih Lara dan Elaine , diusia 22tahun gaya mereka masih seperti anak muda.
Berbeda dengan Aubery, yang bisa menyesuaikan tempat dan usianya. Kapan waktunya berdandan modis ala anak muda dan kapan ia harus menunjukkan dirinya sebagai wanita karir. Maklum Aubery sudah berbisnis sejak usianya masih belia.
Mereka berdua berkunjung karena berita kemarin siang. Asisten Samy membenarkan bahwa Aubery Tsang menghilang di siaran persnya. sekaligus jawaban atas rumor yang beredar.
Publik makin heboh. Lalu dimana Aubery Tsang, Masih hidup atau sudah mati.
Ditengah ketegangan berita menghilangnya Aubery . Senin kemarin muncul Video Aubery yang sedang bermain game VR , tersebar di berbagai sosial media Facebook , twiter , instagram ,bahkan lewat pesan whatsapp. Banyak yang membagikan unggahan dari situs pribadi Auloveyou 4ever.
Hari ini kembali viral sebuah video seorang gadis yang mirip Aubery yang sedang mencoba game VR disebuah toko . Ketangkasannya sebelas duabelas dengan yang di unggah Auloveyou 4ever. Akun Facebook yang mengunggah video itu diduga milik seseorang warga lokal yang tinggal di kota B.
Caption dalam foto itu,
'Jangan jangan yang kutemui kemarin beneran dia, bahagianya bisa foto bareng idola😍😍. berada di Food Street. Jalan Baru Kota B'.
Unggahan itu telah dikomentari lebih dari 200k.
Kabar tentang Aubery begitu tumpang tindih. Namun Samy justru merasa lega. Setidaknya ia tahu bahwa video yang diunggah seseorang itu benar nona mudanya. Siapa yang paling mengenal Aubery dari ujung rambut sampai ujung kaki.
ini memang benar nona Aubery , nona masih hidup, nona masih hidup.
Samy menangis dalam hati.
tok! tok !
Elaine mengetuk meja mencoba menyadarkan Samy. "gadis divideo itu 99% aku yakin adalah Au. dan unggahan ABG itu, Kenapa dia berdandan gembel seperti itu dan kenapa dia berada disana??"
"tidak mungkin Au tidak tahu jalan pulang kan, ??" Sambung Lara.
"Kota B tidak sampai dua jam dari kota A. kenapa dia tidak pulang??" Elaine merasa heran. Ia lalu bersandar disofa.
"mungkin dia merasa nyaman jadi rakyat jelata". Lara menimpali.
Benar, nona bisa pesan taksi pulang kerumah. Menghubungiku atau tuan besar.
apa yang terjadi sebenarnya. Ia selamat dari kecelakaan maut
sebuah keajaiban...
Ya tuhan , terima kasih. _Samy
"Pantas saja Hpnya nonaktif hampir dua minggu. Ternyata dia kabur kekota B".
"oh ya Sam, kenapa kamu tidak bilang pada kami kalau Aubery menghilang. Aku tanya kamu di whatsapp tentang rumor itu cuma kamu read doang??". Tanya Lara.
"Apa kau sebenarnya sudah tahu, telah terjadi sesuatu dengan Au??".
__ADS_1
Samy yang dari tadi hanya diam, akhirnya berdiri dari duduknya. mereka berdua hanya memandang.
"nona Lara, nona Elaine , saya harus segera melapor ke polisi jika nona Aubery ada disekitar kota B. Dan saya tidak bisa hanya diam menunggu polisi bekerja".
"Maaf , saya sangat sibuk. terima kasih telah memberi info yang sangat penting ini". Samy membungkuk. lalu bergegas keluar dari rumah besar. Menuju mobil.
Lara memandang Elaine , sedangkan Elaine hanya mengangkat kedua bahunya. Asisten Samy memang selalu begitu. Bicara hanya yang penting penting saja. Pantas jika Aubery
Dingin dan cuek, karena dibesarkan seorang Samy.
Samy menghubungi polisi, ia melaporkan kemungkinan keberadaan Aubery. Dan dia juga menghubungi orang suruhannya untuk menambah personil. menyebar keseluruh kota B sampai kedesa desa terpencil.
Jadi benar yang dikatakan Aura, bahwa yang ditemuinya adalah nona Aubery. Ciri ciri yang dikatakannya sama persis dengan unggahan anak ABG itu.
aku harus minta maaf pada Aura...
Hp berbunyi. Samy melirik pada Hp yang terpasang di sebelah kanan kemudi.
Tuan besar, kebetulan sekali
Samy memasang bluetooth earphone pada telinganya kemudian menggeser layar Hp.
"Tuan selamat siang"
"siang". Suara Anthony dari seberang.
"kau punya kabar untukku??"
"Tuan , nona masih hidup, nona masih hidup" ucap Samy dengan yakin.
"Kau sangat yakin dengan video seorang gadis yang mencoba permainan anak anak itu. wajahnya saja tidak begitu jelas" Anthony Ragu ragu.
"Tapi saya lebih hafal gerakannya nona , Tuan. Saya selalu menemani nona setiap bermain game ini dirumah. dan lagi , postur gadis itu juga sama persis dengan nona",
Anthony diam. Samy lebih mengenal putrinya daripada dia Papanya.
"ada satu lagi yang membuat saya yakin Nona masih hidup".
"apa.."
Anthony penasaran.
"saya akan mengirim sebuah foto untuk anda"
"Baiklah, apa kau sudah bertindak??"
"Saya sudah menambah orang dua kali lipat. menyebar di seluruh kota B. baik dipusat kota ataupun pelosok desa". jawab Samy menjelaskan.
"bagus, Tiga hari lagi aku akan pulang. Aku berharap putriku sudah berada dirumah".
Anthony menutup panggilan. Samy membuka akun facebook milik seorang ABG. Mengshare foto yang viral itu ke nomer Anthony.
Setelah centang dua berwarna biru. Langsung mendapat balasan emoji menangis. Samy tersenyum kecut. Ternyata Tuan besar juga biasa menggunakan emoji.
.
.
.
.
.
.Bersambung😘
..
.
.
.
.🙏 sekedar mengingatkan, tinggalkan jejak like jika kalian menyukai cerita ini😍😍
🙏Terima kasih udah baca sampai episode ini.
__ADS_1
🙏Sayang kalian semua❤️😘❤️
______________❤️_______________