
Ditempat lain. Arif masih terlelap ketika hpnya berbunyi. Ia meraba hpnya yang berada diatas meja. Siapa menelfon sepagi ini.
"Hmmmm... Siapa ni ... ?? " Arif menyapa si penelfon dengan mata masih terpejam.
"Paman, ada berapa cleaning servis di WD. Aahh... dan ada berapa yang ada di M&M ??" Suara panik dari seberang.
"Kenapa..., anda ingin membuka persatuan Cleaning Servise sedunia??" Arif setelah mengenali suara diseberang sana.
"Bukan waktunya bercanda paman. Ini darurat !! , ada berapa jumlah mereka Tolong suruh mereka ke Megabox lantai 42 sekarang !!" Suara Shendi terdengar sangat mendesak. Arif mulai membuka mata.
"Apa yang terjadi Mas??" Arif bertanya tanya.
"Pokoknya suruh mereka kemari sekarang juga. Kalau paman tidak ingin aku masuk UGD lagi!"
"Haiizz ... dasar bocah sialan !!" Arif menggerutu merasa diancam. Apa apaan pagi pagi begini ribut masalah cleaning servise. Ini masih jam tujuh lebih 7 menit.
"Aku akan memberi bonus satu bulan gaji bagi mereka yang tiba di lantai 42 sebelum jam setengah delapan. Kalau perlu semua satpam dan security suruh kemari. Lebih banyak lebih bagus asal secepatnya!!"
tut tut tut...
Yang disana menutup duluan. Arif yang nyawanya belum genap 9. Ingin sekali membanting hpnya ke lantai. Apa lagi ulah Tuan muda Wiradana ini.
Dilihatnya jam sudah diangka 7:07 menit. Arif harus menyelamatkan dia dulu. Apapun yang terjadi disana , urusan dengan bocah tengik itu bisa belakangan setelah semua beres.
Arif segera menelfon kantor WD Memberi instruksi . Lalu beralih ke kantor M&M.
Di WD Ada 8 cleaning servis , 3 satpam dan 4 security yang ada. Lalu di M&M ada 10 cleaning service , 3 satpam dan 4 security.
"Kurasa cukup deh 32 orang " Arif kembali menelfon Shendi setelah selesai memberi instruksi. "Mas anda berhutang penjelasan padaku. Dan anda harus membayar karena membangunkan aku sepagi ini !!"
Ia mulai faham kepanikan Shendi. Nona besar itu pasti sedang mempersulit Shendi.
"Ok... Paman tenang aja .Aku pasti mampir. Aku tahu paman juga merindukan aku . Jangan lupa suruh mereka nanti menungguku di WD. Aku akan memenuhi janjiku."
" Semoga mereka tiba tepat waktu. Kalau tidak , perjuanganku akan sia sia... " Shendi bernafas lega. Jarak Megabox dengan kantor WD tidak terlalu jauh. paling lama 20 menit. dan untuk naik ke lantai 42 juga tidak perlu memakan banyak waktu karena mall dibuka untuk pengunjung jam 10 pagi.
Sedangkan kantor M&M mungkin butuh waktu 10 menit berlari karena letaknya berada satu jalur dengan Megabox.
Shendi menutup hpnya . Berkali kali menatap jam ditangannya dengan gelisah. Tiap menit berjalan seperti berlalu begitu saja. Dan pintu lift tidak kunjung terbuka.
07:28
ting!
Lift barang yang terletak dibelakang terbuka. Segerombolan cleaning service , security dan satpam dari kantor M&M tiba.Wajah Shendi berbinar binar bahagia. Bahkan ia sampai gugup. Hari ini selamat dari Tiara.
"Apa yang harus kami lakukan!!" tanya mereka serentak . Masing masing sudah sial dengan alat perang. Sapu , pel lantai , kain lap . Wah sungguh formasi yang kompak.
"Membersihkan seluruh kantor ini. Dan harus selesai tepat jarum panjang diangka 11. Lalu segera tinggalkan gedung ini. "
"Oh beres itu pekerjaan mudah!!" jawab mereka manggut manggut. Mereka segera berbagi tugas.
"Yang akur ya, sebentar lagi juga ada yg datang dari kantor lain!" Seru Shendi.
Satu menit kemudian Lift kembali terbuka. Kali ini gerombolan dari kantor WD.
"CE !! kami siap menerima perintah!! seru Bahri mewakili.
__ADS_1
"Cepat bereskan tempat ini, dan tinggalkan lantai ini sebelum jam 8!! cepat ya!! Shendi memerintahkan. ada waktu sekitar 25 menit. Sepertinya bisa diselesaikan oleh 32 orang.
Bahri mengerti lalu segera membagi tugas kepada pasukannya. Suara berisik berasal dari mereka.
"Berisik sekali. Bisakah kalian bekerja dengan tangan, bukan dengan mulut kalian ??" Shendi panik karena suara mereka seperti lebah keluar dari sarang.
Suasana menjadi hening dalam lima detik . Bahri segera tanggap lalu memberi instruksi dengan isyarat. Akhirnya pasukan M&M dan WD dapat bekerja sama dan menyelesaikan pekerjaan sesuai arahan Bahri. Dan syukurlah semua selesai tepat waktu . Sebelum tepat jam 8 , mereka meninggalkan kantor A.T lewat lift barang yang berada dibelakang.
"Bahri catat semua yang dari M&M lalu suruh ke kantor WD siang nanti. Sekarang cepat pergi" Shendi mendorong Bahri memasuki lift.
"Baik CE, semoga sukses !!". Bahri memberi semangat dengan mengepalkan tangan.
Shendi bernafas lega setelah setengah jam penuh kecemasan. Semua berjalan lancar. Ketika lift barang tertutup bersamaan dengan Lift depan terbuka. Beberapa pegawai A.T tiba satu persatu. Shendi lalu memasang wajah ramah seperti kemarin kemarin ketika membalas sapaan mereka.
"Pagi mbak!!" Senyum manis Shendi ketika Vir menyapa dengan genit.
Flashback off
***
Sarange ...
Wajah Shendi yang sedang tersenyum manis tiba tiba melintas didepan mata Aubery. Dengan tangan memberi simbol yang ngetren dari negeri Ginseng tersebut . Nona Aubery pun menghentikan kegiatannya. Orang itu sangat menjengkelkan namun sekarang mulai membuatnya bisa tidak fokus.
"Apa apaan bahkan aku memikirkannya sekarang..." gumam Aubery kesal . Ia meletakkan gunting kainnya. Lalu berjalan menuju baju baju yang menggantung di sisi ruangan. Mau apa Aubery tadi sekarang malah lupa mau ngapain. Aubery berdehem. Akhirnya ia hanya memilah milah baju gak jelas.
Seorang asisten masuk ke ruang desain dimana Aubery sekarang berada . Ketika pintu terbuka. Ia melihat Shendi tengah berbincang akrab dengan karyawannya di luar .
akrab banget...
"Nona, ini kancing berlian yang anda minta. Jumlahnya ada 1000 " sebuah suara mengagetkan Aubery. Asistennya menyerakan satu kantong kancing yang tadi dimintanya.
"Ia nona, saya sudah menghitung ketika mengambilnya dari gudang."
Aubery mengangguk , lalu meletakkan kantong itu ke meja. " pergilah , lanjutkan pekerjaanmu."
Dibukanya kantong itu. Lalu bermain sebentar dengan kancing kancing itu. Senyum misterinya kembali muncul di sudut bibir.
"Ups!!"
2 asistennya menoleh ke arah Aubery. Butiran butiran kancing berhamburan jatuh ke segala arah.
"Nona!!" Asistennya panik dan menghampiri Aubery. Kenapa nona sangat ceroboh sampai menjatuhkan kancing kancing itu.
"Stop!!" seru Aubery menghentikan langkah kedua asistennya. "jangan bergerak!!"
"Pelan pelan jangan sampai menginjak kancing itu!!" telunjuknya menunjuk kancing yang berserak diseluruh lantai. Asistennya menurut.
"Dan... panggil Gery kemari untuk memungutinya." ucap Aubery sambil berpura pura memungut beberapa kancing di lantai.
"Baik non !" dengan berjinjit salah satu dari mereka berjalan menuju pintu keluar.
Satu menit kemudian asisten itu kembali bersama Shendi . Ketika melihat seluruh lantai penuh dengan kancing yang berkilau Shendi hanya bisa bengong . Lalu ia tersenyum mengerti , apa selanjutnya yang akan diperintahkan Aubery.
Aubery mengulurkan tangan kepada Shendi, menyerahkan sesuatu dari genggamannya. Beberapa kancing berpindah ke tangan Shendi." kamu mengerti apa tugasmu sekarang?? kalau belum genap 1000 jangan berharap kamu bisa meninggalkan ruangan ini" Aubery mengakhiri kalimat dengan tatapan penuh kemenangan.
Shendi mengambil nafas dalam dalam. Aubery memang memiliki 1000 cara untuk menjadikan dirinya tahanan. Agar tetap berada disisinya tanpa bisa kesana kemari dengan bebas.
__ADS_1
Shendi menggenggam kancing itu. Lalu mendekat membisikkan sesuatu ke telinga Aubery. "Jangan kawatir sayang, asalkan kamu senang ..."
Wajah Aubery memerah. Matanya membulat . Hembusan nafas Shendi yang mengenai daun telinganya telah membuat tengkuknya meremang. Aubery buru buru berpaling kembali ke mejanya untuk menutupi kegugupannya. Namun nahas, ia lupa kancing kancing yang tersebar dilantai. Tanpa sengaja sepatunya menginjak salah satu. Hingga membuatnya terpeleset.
Seperti adegan di film film. Shendi yang berada didekatnya dengan sigap menangkap tubuh Aubery hingga tubuh itu tidak jadi menyentuh lantai.
Aroma khas dari tubuh Shendi membuat Aubery hilang kesadaran beberapa saat. Aroma itu sangat familiar. Menenangkan dan membuat perasaannya nyaman .
Dua asistennya tertegun melihat adegan itu. Gery sedang menahan tubuh Bosnya . Dua insan saling berangkulan dan bertatapan . Tidak ada yang bisa mereka lakukan selain terbatuk batuk.
Gery jangan lancang !! kamu tahu siapa yang sedang kamu sentuh ?? Aubery Tsang ??!!
Shendi memperhatikan wajah Tiara. Lagi lagi ia merasa aneh melihat wajah Tiara beberapa hari ini.
"Ada apa dengan wajahmu Tiara... " tanya Shendi lembut.
Aubery buru buru kembali berdiri tegap. Ia salah tingkah tanpa berani menatap Shendi. Lalu hati hati melangkah menuju meja kerja. Kepalanya menunduk dan tangannya meremas kain yang ada di atas meja. Shendi tahu Aubery sedang gugup. Senyum kembali tersungging di bibirnya.
Ini adalah ide Aubery agar Shendi tidak keluyuran didalam kantor. Kesana kemari dari satu meja ke meja lainnya . Melihat Shendi akrab dengan para pegawainya. Selalu membuat darah Aubery tiba tiba berdesir, hatinya menjadi gelisah gak jelas.
Aubery merasa tenang jika menahan Shendi tetap berada satu ruangan dengannya. Entah ada saja perintahnya. Yang kadang kadang tidak masuk akal. Shendi sih paham apa mau Aubery.
.
.
.
.
.
.
" Yah , sayangku sedang cemburu..."Shendi.
"Tapi, apa kamu tidak kawatir jika nanti pegawai Aubery berfikir aneh aneh ketika dirimu selalu berlama lama berada diruangan Aubery??" Author.
"Bodo amat ... itu maunya sayangku. Aku bisa apa ?!" Shendi.
"Sombong... !"
.
.
.
.
.
Bersambung🤔
🙏Terima kasih yang udah mampir dan ninggalin jejak Like 🙏
❤️❤️
__ADS_1
❤️❤️❤️sarange❤️❤️❤️❤️