
Biar gak bingung. Baca ulang mulai episode 124. Cz author baru revisi. yang baru baca lanjut aja...♥️ love u.
___________________________
.
.
.
.
.
.
Hari ini sabtu, 21 Desember. Pukul 23:10 waktu Beijing.
Beijing Capital International Airport. Suhu dibawah 0°celcius tak menyurutkan semangat seorang pemuda jangkung menyambut kedatangan kekasihnya.
Dengan jaket bulu angsa yang dikenakan. Dan syal yang ia siapkan untuk Aubery . Shendi menunggu dengan sabar di depan pintu kedatangan. Malam ini , orang yang paling dia rindukan akan datang mengunjunginya. Setelah 20 hari berpisah.
Satu ikat bunga mawar putih pun sudah ia persiapkan. Harap harap cemas ketika orang orang mulai keluar dengan menarik bagasi masing masing.
Dimana istrinya ? Shendi celingukan.
Sudah sepi namun sosok yang ditunggunya tidak kunjung muncul. Apa salah jadwal , atau salah naik pesawat.
Kayaknya gak mungkin...
Shendi mulai gelisah. Dicarinya bagian informasi untuk memastikan apakah semua penumpang sudah turun dari pesawat.
Namun baru beberapa langkah. Seseorang berteriak memanggil namanya.
"SHENDIAGA!!"
Akhirnya. Gadis yang ditunggunya muncul juga. Shendi berbalik dan melihat Aubery berlari kearahnya. Meninggalkan kopernya begitu saja dibelakang.
Hafal dengan kebiasaan Aubery. Istrinya ini pasti akan meloncat dalam gendongannya. Shendi segera mempersiapkan kekuatan punggung , paha dan lengannya.
"OOOUGH!!" benar dugaannya. Dengan sigap menangkap tubuh Aubery.
" Aku merindukanmu !! sangat merindukanmu !!" pekik Aubery setelah bertengger dalam gendongan Shendi. Tak ia hiraukan tatapan jengah orang orang . Dirangkulnya dan diciuminya pipi suaminya bertubi tubi.
"Aku juga merindukanmu sayang. Kenapa kamu lama sekali. Aku hampir buat panggilan pengumuman . Jangan jangan kamu hilang."
"Mana mungkin aku hilang. Aku ke Beijing sudah lebih dari 30 kali."
"Sombong..." Shendi mendekap erat tubuh Aubery agar jangan sampai melorot.
"Cabang A.T terbesar di luar negeri ada di Beijing setelah Hongkong. Apa kamu lupa?"
"Ia sekarang baru ingat. Tapi ngomong ngomong kamu kok tambah berat . Apa kamu hamil sayang??" tanya Shendi penuh harap.
Pukulan ringan mendarat di pundaknya. Aubery cemberut lalu menurunkan kakinya ke lantai. "Aku merindukanmu sampai kerja gak fokus. Makan pun gak selera. Tambah berat darimana...?" menarik kerah jaket tebal itu.
"Dan... sepertinya kamu harus kecewa. Aku sudah mengecek tapi hasilnya negatif." menenggelamkan tubuhnya dalam dekapan Shendi. Shendi pasti kecewa dirinya belum hamil.
Setelah menikah , mereka menikmati 10 hari berhubungan tanpa pengaman. Keputusan mereka untuk tidak menunda mendapatkan momongan. Jika Tuhan memberi . Maka mereka akan menerima dan menjaga kepercayaan yang Tuhan berikan.
"Kalau gitu , kita harus bekerja lebih giat lagi." sambil mengalungkan syal dileher Aubery.
"Kita masih punya banyak waktu. Nikmati kebersamaan kita tanpa menjadikan ini sebuah tekanan untukmu. Ok?"
Aubery mengangguk. Wangi semerbak bunga mawar yang ada digenggaman Shendi menarik perhatiannya. "Apa ini untukku?"
Astaga hampir lupa. Shendi segera menyerahkan seikat bunga itu pada istrinya. "Tentu saja sayang. Untuk 'REAL WIFE' . bukan lagi ISTRI tapi bohong..."
"Terima kasih..." Aubery menyesapi wangi bunga itu. Shendi mengambil koper Aubery dan menggandeng tangan istrinya keluar dari bandara.
"Ngomong ngomong soal hamil. Sebentar lagi kamu akan mendapatkan seorang keponakan lo..." tangan Aubery melingkar di pinggang Shendi.
__ADS_1
"Oh ya... siapa ??" balas merangkul pundak istrinya.
"Kamu gak tahu ?, ini kan gara gara keusilan kamu ...!"
Gara gara keusilanku ?
sampai menyebabkan hamil ?
siapa yang hamil ?
siapa yang menghamili ?
***
07:30
Shendi dan Aubery telah berkomitmen untuk menjalani hubungan jarak jauh selama empat tahun kedepannya.
Nantinya, Aubery yang sering sering mengalah untuk bolak balik Beijing dan tanah air minimal sebulan sekali . Karena Shendi harus fokus pada kuliahnya.
Membayangkan saja pasti capek. Capek badan dan capek nahan kangen. Tapi demi orang yang dicintai. Jangankan Beijing , kutub utara pun Aubery akan datangi.
Shendi sedang menata rambutnya di depan cermin. Dengan kemeja abu abu yang dipadukan dengan celana warna hitam . Ada yang menonjol tapi bukan bakat. Ayo apa...
Hehe... maksud Author , kemeja yang dipakai Shendi model press bodi. Jadi kelihatan menonjol itu dadanya . Dengan penampilan seperti ini dia terlihat seksi dan maskulin. Auranya sebagai tuan muda begitu terpancar kuat.
Hari ini ia akan mencoba live untuk pertama kali di akun medsosnya. Setelah itu menemani istrinya mengunjungi toko cabang A.T di Beijing. Sorenya Aubery akan mengajak Shendi jalan jalan dan belanja di tempat favoritnya yaitu fashion street. Sebuah kawasan untuk masyarakat kelas atas yang ada di Beijing . Juga dikenal sebagai surga bagi pecinta fashion seperti Aubery.
Disana bisa kita lihat orang lalu lalang bebas dengan gaya fashion unik mereka. Keluar masuk toko atau sekedar mencari inspirasi.
Sekilas tersenyum puas menatap dirinya di cermin. Dari depan , samping kanan , dan samping kiri.
"Lumayan... " penyakit narsisnya kambuh.
Dari pantulan cermin , terlihat Aubery duduk ditepi ranjang , masih sibuk memilih baju. Shendi mengambil nafas pendek. Dia sudah selesai tapi istrinya itu masih bingung milih baju. Rambutnya bahkan belum dikeringkan.
Shendi berjalan ke kamar mandi mengambil hair dryer. Lalu dibantunya istrinya mengeringkan rambut.
"Terima kasih , sayang ..." Aubery mendongak ke atas. Dijawab Shendi dengan senyum maut dan satu kecupan lembut dibibir istrinya.
Wanita sangat ribet...
Batin Shendi . Shendi tidak tahu bahwa ini sudah mendingan dibandingkan dulu sebelum menjadi Tiara.
"Bantu aku putuskan yang mana !!" kembali mendongak sambil memeluk erat Shendi.
"Kalau gitu yang pink salem itu aja" bisik Shendi akhirnya. Berharap Aubery segera memutuskan pilihannya.
"Baiklah... aku akan mendengarkanmu." Aubery ganti memilih kaos kaki. Bahkan untuk barang yang gak terlihat Aubery harus memilih mana yang sesuai.
Astaga... Wanita...
"Ini aja !" Shendi mematikan hair dryer dan meraih satu pasang kaos kaki warna kuning. Ia jongkok dan langsung membantu memakaikan . Aubery terpesona.
"Kenapa , bengong gitu. Terpesona dengan suamimu yang tampan ini?"goda Shendi setelah selesai memasangkan dikaki kiri Aubery.
"Penyakit narsis kamu itu sepertinya tambah akut setelah menikah." Tanpa diduga Aubery menaruh kaki kanannya di pundak Shendi.
"Kamu tinggal mengakui kalau suamimu ini beneran tampan. Dan nanti malam bersiaplah mendapat hadiah terdahsyat dariku." Shendi meraih kaki itu namun Aubery terus menghindari tiap Shendi akan memakaikan kaos kaki di kaki kanannya.
"Tiara... main mainnya nanti malam aja OK ?" Shendi mulai tak sabar. Ujung kaki itu terus menghindari lubang kaos kaki. aubery tersenyum mengejek.
Benar benar menguji kesabaran. Tingkah Aubery bikin Shendi gemas. Ditangkapnya pergelangan kaki itu dan mengangkatnya tinggi. Membuat tubuh Aubery jatuh terbaring kebelakang.
"Kamu sudah melakukan kesalahan menggodaku sayang... " dengan posisi siap tembak. Menunduk , mendekatkan bibirnya di bibir Aubery. Aubery menelan ludah melihat tatapan suaminya yang mulai 'on' lagi.
Oh tidak !! Dia mau lagi !!
Aubery telah membangunkan Rubah yang kelaparan. Shendi mengecup bibir istrinya penuh gairah.
"Sayang , aku salah... "Aubery memohon. Shendi terus ******* bibirnya. Bahkan Shendi kembali membuka kancing kemejanya satu per satu.
__ADS_1
Dua pahanya masih terasa kram karena bercinta hampir semalaman . Setiba dari bandara tadi malam. Suaminya tidak melepaskannya sebentar saja. Dan sekarang kembali harus melayani gairah suaminya yang seakan tak pernah habis.
Aubery menyesal menggoda Shendi . Ini adalah kesalahannya.
Aubery merintih karena Shendi menghimpit tubuhnya kuat. Tangan suaminya mulai liar menjelajah dibalik piyama mandinya. Sekejap saja , piyama itu sudah terkoyak kesana kemari.
"Sayang bukannya kamu mau siaran langsung pertamamu?"
"Itu bisa kulakukan kapan saja. Yang sekarang harus aku lakukan adalah menghukummu..." ucapnya dengan gairah yang sudah tak terbendung.
"Sayang bukannya kita mau ke toko cabang A.T? mereka menungguku" Aubery berusaha mencari alasan lain. Namun tak digubris Shendi.
Shendi mencari dimana ponsel Aubery. Membuka aplikasi Wechat dan menyerahkan pada Aubery.
"Undur pertemuanmu hari ini dengan stafmu..."
"Kamu yakin? kamu kan sudah rapi ?"
Shendi tidak menjawab. Malah menghujani Aubery dengan ciuman hotnya. Mau gimana lagi ,Shendi sudah tidak bisa diganggu gugat. Ciuman itu mulai turun diarea bawah leher.
"Halo..., undur pertemuannya selama dua jam. Ah tidak tiga jam." ucap Aubery dengan bahasa Putonghua. Ia lalu melempar sembarangan ponselnya karena nafasnya mulai tersengal gara gara Shendi yang terus mendesaknya dengan ciuman yang semakin turun kebawah.
Butuh waktu sekitar dua jam untuk memadamkan api gairah itu agar benar benar padam . Karena setelah itu Shendi masih mengajak Aubery mandi bersama. Dan di kamar mandi sana ia juga sempat menjahili istrinya.
Kemeja abu abu itu sudah sangat kusut. Mau tidak mau Shendi harus memakai baju berpasangan dengan Aubery. Setelan jas pink salem , warna yang sama dengan yang dikenakan Aubery .
***
.
.
.
.
Dari semua kisah yang kita lalui disini...
Kata terbaik adalah ' Happy Ending'
Kisah yang selalu diharapkan berakhir bahagia . Tapi , harapan dan putus asa yang disuguhkan adalah...
Bahwa waktu tak pernah berhenti. Setiap moment berlalu tidak ada yang tahu.
Apa yang terjadi kepada kita setelah moment singkat ini ?
Kebahagiaan...
.
.
.
.
.
_________T A M A T_________
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
( masih penasaran kayak Shendi nggak? siapa yang hamil kira kira. Kejadian di kapal pesiar di skip dulu ya. 😉. jadi jangan buru2 move on dari novel ini. tunggu extra partnya)
Sayang semuanya...