Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Tak Terpisahkan #1


__ADS_3

Mereka berdua melewati lobi hotel. Diikuti tatapan mata pegawai dan resepsionis hotel. Ada juga beberapa tamu yang entah baru check in atau mau check out.


"Itu kan Aubery Tsang dan Shendiaga. Mereka menginap disini tadi malam??" seorang tamu perempuan berkata pada temannya.


"Ada masalah ? mereka kan sudah bertunangan!" jawab si temannya.


"Beruntungnya Aubery... Shendiaga begitu tampan dan setia. Perjuangannya mengejar cinta kekasihnya bahkan sampai rela menjadi cleaning service." menatap haru Shendi dan Aubery yang keluar menuju halaman depan hotel & resort mewah itu.


Disudut lain pegawai hotel juga bergosip. "Semalam aku mendengar dari kamarnya. Aubery sangat telaten menjaga dan menenangkan Shendiaga yang mabuk. Bahkan kata Paijo dan Paidi yang dimintai tolong mengganti seprei. Aubery tidak mengijinkan mereka menyentuh Shendiaga yang kotor kena muntahan. Aubery sendiri yang merawat Shendiaga. Mereka benar benar saling mencintai."


"Beruntungnya Shendiaga..." jawab rekannya.


Shendi mulai membiasakan diri dengan situasi seperti ini. Dia memiliki hak untuk menjalani hidupnya seperti sebelumnya. Tanpa memikirkan pandangan orang. Atau orang orang yang ingin tahu bagaimana kehidupannya. Biarkan saja, santai saja.


Seperti kata Aubery , kenapa harus takut orang mengenalimu ?? Kamu hanya cukup menjadi dirimu sendiri. Mendekatlah jika kamu merasa aman dan nyaman. Abaikan jika kamu tidak suka.


Aubery begitu nyaman dalam gendongan Shendi , dipeluknya erat seolah tidak ingin jika dirinya lengah, maka Shendi akan terbang menghilang dari hadapannya.


"Tiara... Apa kamu senang bersamaku??" Shendi bertanya. Ia merasa Aubery sedang menahan sesuatu.


"Senang, tentu saja ... !" Aubery tanpa ragu. Menghujani Shendi dengan ciuman ciumannya.


"Muach... muach... muach...!!!" Pipi , telinga , pipi , rambut , pipi , sekenanya. Shendi tertawa geli . Aubery akhirnya ikutan tertawa. Tawa yang ditahannya sejak keluar kamar. Tatapan iri dan bisikan bisikan mereka , entah mengapa bikin Aubery senang. Tambah erat lilitan kaki dan tangannya.


"Kamu lihat. Bukankah sunset itu sangat indah." Shendi menunjuk langit yang berwarna oranye . Aubery mengikuti arah Shendi menunjuk.


"Yaa... indah." jawab Aubery.


"Tapi tidak ada apa apanya jika dibanding wajahmu , senyummu , pelukmu , ciummu..." tuturnya kemudian .Jarinya menyusuri rahang Shendi yang kokoh. Aubery tidak sadar tingkahnya itu bisa bikin gerah Shendi.


Langkah Shendi yang hampir menyentuh aspal jalan mendadak berhenti. " Sayang kamu tahu nggak yang kamu ucapkan itu termasuk gombalan??" Aubery hanya terkekeh sambil menempelkan pipinya ke pipi Shendi.


"Kamu pinter gombal rupanya. Aku kira otakmu hanya dipenuhi kain dan gunting..." Goda Shendi sambil melanjutkan langkah.


"Ada kok yang lain...!"


"Apa?" Shendi penasaran.


"Kamu..."


"Uasheeek..." Shendi sontak meleleh Aubery mendadak pintar merayu. Wajahnya merona dan bibirnya menggigit. Aubery berhasil membuatnya melambung tinggi.


"Sayang menurutku mobil disana melaju ke arah kita kan??" pandangan Aubery tertuju arah kanan jalan. Dimana sebuah mobil Pajero melaju kencang.


"Mobil itu ada yang mengemudi. Pengemudinya gak mungkin gak punya mata..." Shendi masih santai berjalan.


"Nggak kok mobil itu ke arah kita!!!" Aubery panik. Shendi merasakan tubuh Aubery menegang. Mereka telah melewati tengah tengah jalan. Sedikit lagi akan mencapai seberang. Mobil itu bisa lewat belakang mereka yang lebih lenggang.


Shendi baru menyadari mobil itu memang melaju ke arahnya. Jarak yang kurang sepersekian detik mustahil dirinya dapat menghindari.


"HAIZZH...!!"


Sementara di dalam mobil Pajero itu. "Sial !!!" Riki mengumpat. Sumpah serapah lancar terucap dari mulutnya. Dari kaca spion terlihat sepasang kekasih itu berguling dan akhirnya terkapar di pinggir trotoar.


Sepertinya mobilnya hanya menyerempet gara gara ketangkasan dan kesadaran mereka yang tinggi.


Shendi berhasil menguasai diri segera ketika mobil pajero semakin dekat. Memutar dan menjatuhkan tubuh bersama sama kebelakang. Tak apa cedera dicium trotoar daripada dicium mobil sialan itu.


***


Samy berlari menyusuri koridor rumah sakit kota D. Dua jam lalu Shendi mengabari bahwa ia dan Aubery baru mengalami musibah sewaktu menyeberang jalan.


Samy tidak ingin buang waktu lagi. Segera ia menuju kota D.


"910... 912... 914... " Samy melihat nomor kamar yang terdapat di pintu.


"916 ini dia!!"

__ADS_1


Samy mengetuk sekali dan langsung membuka pintu itu. Ia begitu tak sabar melihat keadaan nonanya. Ketika pintu terbuka , nampak wajah tegang Aubery dan Shendi yang duduk bersandar diatas ranjang rumah sakit.


Belum hilang rasa panik dan khawatirnya Samy. Masih ditambah dengan raut wajah mereka yang tegang. Apa lagi yang terjadi. Atau mereka tertangkap basah habis...


Ahh... gak mungkin kan.


Ini rumah sakit mas, mbak...


Gak sabar amat !!


eh... _Samy menutup mulutnya.


"Samy!! kenapa ke sini ?" tanya Aubery gelagapan sambil mendorong Shendi agar turun dari ranjang.


Shendi tak bergeming. Ia justru protes lewat mata.


Aku juga pasien , jangan dorong dorong...


"Hai , Sam. Selamat malam ... " sapa Shendi sambil meringis pura pura menahan sakit. Kaki kanannya dibalut perban. Dan ada beberapa goresan kecil di wajah dan siku. Sedangkan Aubery hanya tangan kanan yang di perban.


"Apa kalian tidak apa apa ??" Samy bertanya .Walau jawabannya sudah pasti. Mereka baik baik saja malah sangat terlihat sangat baik. Nyatanya masih sempat sempatnya bermesraan dan berciuman di rumah sakit.


"Aku sudah bilang padamu kita tidak apa apa. Tidak ada yang patah. Dokter mengijinkan kita pulang besok... " jelas Aubery.


"Aku tidak tenang sebelum benar benar memastikan anda baik baik saja non. Lagipula kalian sudah besar kenapa tidak bisa menyeberang jalan .Disitu kan cuma jalan setapak bukan jalan raya?" Samy gak habis pikir.


"Nah itu, marahi dia yang gak bisa nyeberang jalan!" Aubery menuding Shendi. Shendi hanya ber haha dengan candaan Aubery. Tau lah siapa sebenarnya yang tidak bisa menyeberang jalan.


***


.


.


.


.


"Aku meminta rekaman cctv hotel. Mobil Pajero itu juga sudah dilaporkan ke polisi. Dan kamu sudah bisa tebak siapa pemiliknya?"


"Riki... , ini akan menambah masa hukumannya." Samy mengembalikan ponsel itu pada pemiliknya.


"Atau malah membusuk seumur hidup didalam penjara." Shendi tersenyum sinis.


Berita menyebutkan bahwa ditemukan juga pistol di rumah walikota. Polisi memeriksa kembali peluru timah yang bersarang di jasat Oscar. Dan hasilnya , ternyata peluru itu ada nomor serinya. Dicetak dengan sangat halus. Dan nomor seri itu sama dengan nomer seri pistol yang ditemukan di rumah walikota.


Di negara kita tidak diijinkan memiliki senjata berbahaya. Walikota memiliki senjata tanpa ijin khusus. Dan ia mendapatkan senjata itu pasti dari pasar gelap.


"Tak percaya ada orang yang begitu tergila gila sama pacarku sampai menghalalkan segala cara."Shendi lalu mengecup pelipis Aubery.


"Tapi , Riki juga punya dendam masa muda denganmu kan??"


"Kamu bagaimana bisa tahu??" Shendi heran.


"Sekarang tak sulit mencari informasi tentang kamu di internet. Gimana kamu disekolah dulu , pelajaran ekstrakulikuler apa yang kamu ikuti. Dan berapa mantan yang kamu punya."


Shendi mendelik. Sehebat itukah kekuatan netizen. Sejak akun media sosialnya aktif kembali. Banyak yang sudah terkuak . Teman teman di sekolahnya dulu muncul satu satu ikut berkomentar di laman Faceb**k , IG dan akun resmi yang baru di buat Romy.


"Sayang... ternyata dulu banyak yang naksir kamu ya? mantanmu juga banyak." Aubery berubah raut mukanya.


"Pantas kamu punya teknik berciuman yang hebat." imbuhnya lirih.


Shendi terperanjat. "Info darimana tuh ! Kamu pacar pertamaku. Kamu pikir aku belajar darimana ?? Lagian itu sudah naluri manusia . Tanpa belajar juga bakalan bisa dengan sendirinya!"


Woe... apa yang kalian bahas. Aku yang jomblo masih disini... !!


Samy.

__ADS_1


"Aku harus menyuruh Jimin menutup akun medsosku lagi.!" Shendi segera mencari nomor Jimin. Tapi Aubery merebut ponsel Shendi.


"Sudah tidak perlu, aku tahu mereka hanya mengaku ngaku. Iya aku percaya , aku adalah cinta pertamamu... " Aubery mencubit hidung Shendi yang menjulang.


"Bercanda jangan kelewatan non..." Shendi kesal. Senyumnya terlihat terpaksa saat Aubery mengangkat dua sudut bibir Shendi dengan telunjuk.


Samy hanya menggeleng melihat tingkah mereka. Shendi sekarang sudah berubah , tuan muda yang cuek kini berubah manja bahkan lebih manja daripada nonanya.


"Ehemmm... !" Samy berdehem.


"Lupa ya saya masih disini ?"


"Oh ya ngomong ngomong kenapa anda masih berada dikamar nona. Ini jam berapa ??" Samy menatap Shendi tajam.


"Ya kita habis diskusi Sam!!"


"Sudah selesai kan ?!? , kembalilah ke kamar anda , ini sudah jam sepuluh malam..." Samy menunjuk kamar sebelah.


"Aubery bilang dia phobia berada di kamar sendirian. Aku harus menemaninya..." Shendi menghindar ketika Samy menariknya keluar.


"Tidak ada seperti itu. Nona tidak memiliki trauma apapun sepanjang hidupnya !!" Samy tidak peduli. Di dorongnya Shendi agar segera keluar dari kamar itu.


Shendi pura pura kesakitan lagi. "Sam bisakah kau lebih berperasaan ?? kami baru bersatu beberapa jam yang lalu. Sekarang sudah mau kamu pisahkan lagi ?!"


"Anda ini kerasukan Drama King apa ya?? Nona harus banyak beristirahat. Besok adalah hari sibuknya."


Samy habis kesabaran. Pasti sudah diangkatnya tubuh jangkung itu jika Shendi tidak juga beranjak.


Dengan terpaksa Shendi beranjak juga tangannya menggapai ke arah Aubery.


"Bebe... ." Seakan tak rela berpisah dengan kekasihnya.


"Non, beristirahatlah saya akan menjemput anda besok pagi." ucap Samy sambil mendorong Shendi.


Samy memastikan bahwa Shendi benar benar sudah masuk ke dalam kamarnya sendiri yang bersebelahan dengan kamar Aubery. Setelah pintu tertutup rapat Samy baru pergi.


Namun lima menit berselang. Pintu itu kembali terbuka. Pelan dan pelan. Shendi mengintip dari celah pintu. Ia bernafas lega tidak ada Samy di depan pintu. Sambil mengendap ia kembali menuju kamar Aubery.


Saat dua suster tersenyum geli melihatnya mengendap seperti maling , Shendi hanya bisa membalas dengan senyum beg*nya.


"Mereka benar benar manis," ucap salah satu suster dibalas dengan tawa cekikikan.


Shendi lega setelah dua suster itu berbelok. Shendi lalu menyelinap masuk ke kamar Aubery lagi. Seseorang dibalik dinding muncul begitu kamar Aubery tertutup . Senyumnya sinis sambil menggeleng pelan.


.


.


.


.


.BersambungπŸ€΄πŸ‘Έ


.


.


πŸ™ Terima kasih untuk kamu yang selalu sabar menanti kehadiran mas Shendi dan mbak Tiara. Kalian luar biasa. πŸ‘πŸ‘πŸ‘


πŸ™ Terima kasih juga untuk vote , rate , like ,komentar & Favorite .


😘 I love you.😍


S E L A M A T. M A L A M. M I N G G U


__________________________________________

__ADS_1


__ADS_2