
***
Pelan pelan Tiara membuka pintu kamar Ramanda , ditengoknya wajah bocah laki laki itu yang nampak tertidur pulas.
Ia membetulkan selimut dan membelai pipi Raman sebelum kembali menutup pintu kamar.
Tiara berpindah kekamar Yashinta. Tiara berjongkok mengamati kembali wajah Anak itu . Sempat ada perasaan bangga menghampirinya.
Mereka terlihat sangat manis...
Tersenyum tipis .
Tiara melangkah pelan pelan keluar dan menutup kembali pintu kamar , lalu menuruni anak tangga.
"Dimana dia?" melihat ke lantai bawah mencari keberadaan Shendi.
"Ahh... nanti saja."
"Kichen, I am coming !"
Tiara memilih untuk sementara tidak mempedulikan dimana Shendi berada. Panggilan dari dalam perutnya sudah terlalu lama menyiksanya.
Tiara melangkah pelan pelan ke ruang belakang. Ruangan itu sama luasnya dengan ruangan depan. Jadi satu dengan dapur yang didesain sendiri oleh Shendi , model bar minimalis tapi tetap bernuansa klasik. Dua kamar mandi bersebelahan dengan pintu menuju halaman belakang. Ada satu set meja kursi jati yang berukuran besar dengan enam kursi.
Ada dua pintu lagi yang dalam keadaan tertutup. Tapi Tiara tidak tertarik.
Ia menghampiri kulkas, mencari sesuatu yang bisa untuk mengganjal perutnya. Ia sedikit kecewa karena didalamnya hanya sayur sayuran. Namun akhirnya ia tetap mengambil sesuatu.
Tomat , timun dan segelas susu .
Tiara segera membawanya ke meja makan lalu melahapnya.
C**tak**!!
Tiba tiba lampu menyala. Tiara terkejut bukan main ,seperti pencuri yang tertangkap basah. Ia mati gaya ketika dilihatnya Shendi sudah berdiri dipintu dengan tatapan heran. Tiara sengaja tidak menyalakan lampu tadi ketika masuk .
"Kamu ngapain gelap gelap begini?" Shendi menghampiri Tiara.
"A... ,aku lapar, " suara Tiara hampir tidak terdengar karena mulutnya penuh dan mengunyah saja susah apalagi untuk menjawab pertanyaan Shendi.
Shendi tertawa melihat cara makan Tiara. Ia menggeleng lalu menghampiri Tiara.
"Apa kamu gak sadar , kamu kalau makan jelek banget?" Shendi mengulurkan tangannya hendak mengusap garis susu yang melengkung di atas bibir tiara, namun tiba tiba tertahan. Tiara tersadar lalu buru buru mengusapnya sendiri.
"Kamu kan udah kurus, gak perlu makan kayak gini buat diet," tangan Shendi beralih meraih timun yang ada ditangan Tiara.
Shendi berjalan ke dapur. Dibukanya rak kabinet di bagian atas kompor lalu diambilnya satu bungkus mie instan.
"Aku buatin mie ya?"
Tiara tidak menjawab, ia hanya memperhatikan Shendi dari meja makan.
Tiara kembali mengunyah timun yang tadi masih didalam mulut, lalu masuk ke perut dalam sekali telan. Shendi hanya mengangkat satu sudut bibirnya ketika tatapan mereka bertemu.
"Suamimu sedang buat mie, kamu sampai terharu begitu ?" Shendi menggoda. Sedangkan Tiara hanya membalas dengan senyum tipis yang hampir tak terlihat.
Gadis , siapa kamu sebenarnya ...
Shendi sedikit mencuri pandang pada Tiara. Ia ingat waktu pertama bertemu dilampu merah . Dilihat dari gayanya waktu itu sudah mirip artis atau bintang iklan.
__ADS_1
Tapi memang dasar Shendi, ia tidak suka nonton acara gosip para artis. Jadi dipastikan dia tidak tau nama nama publik figur. Ada beberapa Film lokal yang pernah dia tonton. Tapi Shendi ragu, mustahil kan dia hafal wajah wajah pemerannya satu satu.
Bahkan dia melarang adik adiknya menonton acara tv yang menurut dia tidak mendidik. Shendi hanya membolehkan main game dijam jam dan hari tertentu saja.
***
Akhirnya malam ini Tiara bisa tidur dengan perut kenyang. Satu mangkok mie kuah ditambah satu telur , beberapa sayur dan irisan cabai sudah berpindah ke dalam perut Tiara.
Tiara tak menyangka bahwa rasa mie instan bisa seenak ini. Bahkan tanpa sisa kuah satu tetes pun. Apa ini pertama kali ia makan mie instan, entahlah Tiara tidak mau memikirkan.
Tiara berjalan menaiki tangga kayu, sedangkan Shendi berjalan menuju kamar bawah yang tadi terkunci.
Tiara merasa heran. Bukankah mereka suami istri. Kenapa kamarnya terpisah. Ia kembali menuruni anak tangga lalu berjalan menuju kamar yang tadi dimasuki Shendi.
T**ok,tok**!
Mengetuk pintu pelan. Tidak lama pintu terbuka, Shendi terkejut ketika tahu siapa yang mengetuk . Dengan ragu ragu Tiara melangkah masuk kedalam kamar. Sedangkan Shendi terlihat salah tingkah . Kenapa gadis ini kemari, ini baru pertama kali berada satu ruangan dengan seorang gadis. Ia mundur beberapa langkah,
"Aa, ada apa?"
Tiara diam tidak menjawab, diamatinya ruangan itu. Ranjang berukuran king size, dengan lampu tidur dikiri kanannya. Ada beberapa foto orang yang sama diruang depan.
Satu buah lemari kayu berukuran lumayan lebar , dan satu lukisan sepasang nenek dan kakek, tampak menghiasi dinding kamar itu. Sementara Shendi yang bersandar pada meja komputer buru buru meraih mouse lalu menggesernya .
Tiara menatap Shendi lalu bertanya , "apa ini kamar ayah ibu?"
Shendi merasa lega, Tiara tadi tidak melihat layar komputernya , "Bukan , ini kamar nenek dan kakek."
"Lalu apa yang kamu lakukan disini?" tanya Tiara lagi.
"Aku sedang nonton youtube," ucap shendi sedikit menggeser tubuhnya dan memperlihatkan layar komputernya.
Tiara hanya melirik sebentar ke layar komputer lalu berjalan hendak meninggalkan kamar.
"Sudah malam cepatlah kembali ke atas."
"Ap... , apa !?"
Shendi syok dengan kata kata tiara barusan.
Tiara justru heran dengan sikap Shendi. Ia menghentikan langkahnya tepat didepan Shendi, "Kenapa tegang gitu?" tanya Tiara penuh selidik.
Aku yang seharusnya bertanya, kenapa kamu bisa bicara sesantai itu.
"Kita tidak sedang pisah ranjang kan ?!" melangkah mendekati Shendi.
Kini Shendi yang merasa kikuk , dia makin menempel erat pada meja komputer.
Shendi sendiri yang tadi siang mengatakan bahwa gadis ini adalah istrinya.
"Sudah seharusnya kan suami istri tidur satu kamar ?" Tiara makin mendekatkan wajahnya yang masih tanpa ekspresi.
*T*api kan cuma bohong !
Shendi mengumpat dalam hati , apa ini yang namanya senjata makan tuan. Segala penghuni kebun binatang tak luput terucap dalam hatinya.
Ya Tuhan , jauhkan hamba dari godaan setan yang terkutuk.
"Sa, sayang apa kau lupa, aku kalau tidur seperti baling baling bambu lo, berputar terus. Kau tidak suka jadi menyuruhku tidur disini, " Shendi menjelaskan.
__ADS_1
"Lagi pula lukamu belum sembuh bagaimana kalau nanti aku khilaf ," berhenti sejenak.
"Haha... , bagaimana kalau khilaf?!" Shendi menertawai dirinya sendiri.
Haha ,Ya Tuhan. Shendi bergidik ngeri.
Tiara sedikit terkejut,
"Terserah kamu deh!" Tiara melangkah meninggalkan Shendi . Shendipun bernafas lega.
Selamat... Selamat...
Shendi kembali sibuk dengan komputernya, ia mencari berita tentang orang hilang ,artis sinetron hilang, bintang film menghilang, pengusaha muda menghilang. Namun nihil.
"Aacchh..!" Shendi mengacak rambutnya.
"Apa dia turun dari langit , atau muncul gitu aja dari dalam bumi?"
" Mobil putihnya kemana ,apa dia kena rampok trus dia dilempar ke jurang?" Shendi mencoba mengingat ingat nomer plat mobil sport itu. Tapi gagal karena Shendi tidak mengingatnya sama sekali.
Ia menyerah untuk hari ini, tubuhnya sudah terasa lelah. Direbahkannya tubuhnya ke kasur , tak perlu waktu lama Shendipun terlelap dalam mimpi.
Sementara Tiara yang berada dikamar atas belum juga bisa memejamkan mata. Kejadian baru saja yang dialaminya ketika diruang belakang.
Saat makan Shendi membantu Tiara mengikat rambutnya dibelakang , agar rambut yang jatuh ke depan tidak terkena kuah mie. Mungkin karena terlalu lapar , hingga ia tak mempedulikan masalah rambutnya.
Hanya itu. Walaupun sepele, namun entah mengapa begitu membekas dalam ingatan seorang Tiara. Jiwa asli pemilik raga ini sedang tersesat dibawah jurang yang dalam.
Sedangkan jiwa baru yang sekarang bersemayam diraga ini adalah jiwa yang murni. Otaknya masih belum begitu terisi.
Muka Tiara bersemu merah ketika mengingat saat pandangan mereka bertemu. Mata Shendi yang teduh dan menenangkan.
Lalu ketika Shendi sedang memasak mie untuknya tadi.
"Ch, memasak mie apa kerennya?" Tiara tersungut , tanpa sadar ia sudah mengigit bantal yang dari tadi dipeluknya.
"Apa dia sering memasak untukku ya?"
Tiara menutup mukanya dengan bantal. Ia ingin segera tertidur.
Malam sudah semakin larut, keadaan diluar rumah sangat gelap. Hanya suara suara burung hantu dan lolongan anjing dari kejauhan. Akhirnya semua penghuni rumah pun terlelap dalam mimpi masing masing .
***
.
.
.
.
.
.
.
☝️Trims udah baca ,jangan lupa kasih suport biar tetep semangat melanjutkan cerita ini.
__ADS_1
☝️Sampai jumpa di part berikutnya .😍😍😍