Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Siapa Kamu!


__ADS_3

Dokter melepas stetoskop, lalu mengalungkan kembali ke lehernya. sambil tersenyum dokter itu berkata pada Aubery.


" Semua sangat normal . Mengenai luka di kepala anda ini hanya benturan pada luka sebelumnya. Beruntung anda merawat luka ini dengan baik. sering dibersihkan dan diganti perbannya maka tidak perlu kawatir akan terkena infeksi."


Aubery mengangguk pelan. Ia sedang memikirkan ucapan dokter. Sepertinya ada yang salah.


"Dokter!"


"Luka sebelumnya ada di pundak, bukan dikepala"


Dokter itu mengernyit. Lalu dengan ragu memeriksa bekas luka di pundak. Lalu kembali tersenyum.


" Nona ini hanya luka kecil, tidak ada hubungannya dengan syaraf otak. Jika dilihat luka ini sebulan yang lalu sama dengan luka dikepala anda"


Sebulan yang lalu? ini luka baru seminggu.


Aubery ingat betul kejadian di lampu merah itu baru seminggu yang lalu.


Aubery memperhatikan lukanya yang sudah hampir menghilang. Aneh, Kemarin saja masih di plester. Ia ingin bertanya lagi. Namun buru buru Samy menyela.


"Terima kasih dokter, Kami akan menjaga nona dengan baik" Sambil membungkuk hormat pada sang dokter.


Setelah Dokter selesai memeriksa Aubery. Dokter itu keluar diantar oleh Anthony.


"Dokter, lalu bagaimana dengan ingatannya??" Tanya Anthony penasaran.


" Ingatannya akan kembali secara bertahap. Biarkan pelan pelan , jangan memaksanya untuk segera mengingat semuanya."


"Hanya saja, kalian harus siap. Mungkin ada efek yang tidak terduga akibat kecelakaan yang ke dua ini. Efeknya bermacam macam. Ingatan yang hanya sepotong potong akan membuat pasien jadi sensitif."


***


.


.


.


.


.


Empat jam kemudian. Dikamar lain Lantai 17 Rumah sakit Ibu dan Anak. Shendi membuka mata pelan pelan. Kembali menatap atap berwarna putih , ia memejamkan mata lagi.


"Ahh... , atap putih lagi. Aku seperti mengalami dejavu" gumamnya lirih. Jarum infus menancap ditangannya.


"Selamat siang mas!"


Sebuah sapaan yang sontak membuat Shendi menoleh. Seorang pria paruh baya yang amat dikenalinya , dengan gaya rambut khas disisir ke belakang. Pria itu tersenyum mengejek memandang kearah Shendi.


"Kenapa, lupa sama saya ? , jatuh cinta sampai ikutan amnesia ?"


"Paman !" Shendi mencoba bangun namun dicegah oleh Arif.


"Jangan buru buru bangun, anda masih harus diinfus!" ucapnya sambil membetulkan selimut Shendi.


Arif geleng geleng kepala melihat keadaan Shendi." Anda ini baru dioperasi, Tubuh juga belum pulih benar. Kok udah nekat pingin jadi pahlawan."


"Paman ini ngomong apa, kan seharusnya sesama manusia saling menolong."


"Tapi tidak bodoh seperti anda ini Mas!" Arif menyela. Anak ini masih saja beralasan mengatas namakan manusia. Manusia punya akal untuk tidak melakukan hal bodoh seperti yang dilakukan Shendi ini. Lagi pula asisten Samy punya banyak anak buah.


"Lihat!" Arif menyodorkan iPad miliknya. "Berita heboh kemarin saja belum reda, hari ini sudah meledak lagi berita tentang anda."


Mata Shendi membelalak lebar. Ia segera meraih iPad milik Arif. Namun hanya sesaat , dirinya lalu bernafas lega. Untunglah Shendi memakai masker waktu itu.


Shendi hanya membaca judulnya saja. Terlalu malas dirinya untuk membaca keseluruhan.


Intinya , publik masih penasaran dengan sosoknya. Kejadian kemarin dirinya menggendong Aubery sambil berlari telah menghiasi halaman utama situs situs pergosipan. Media cetak dan elektronik.


Dan satu lagi berita yang tak kalah heboh. Anthony Tsang mengumumkan bahwa dirinya adalah calon menantu alias calon suami Aubery Tsang.


" Media terlalu melebih lebihkan berita" ucapnya sambil mengembalikan iPad kepada Arif.


Sesuatu yang biasa bagi seorang Aubery Tsang bisa jadi hal yang sangat menarik untuk mereka para fans. Jadi itu bisa menjadi sumber rejeki para wartawan mengulas apapun tentang Aubery. Bahkan Aubery kentut pun bisa jadi berita utama.


Tapi Shendi tak suka itu. Sekali publik mengenali dirinya ada hubungan dengan Aubery. Terlebih sebagai calon suaminya. Mereka pasti akan menjadikan dia santapan . Dan siapa dirinya akan terekspos. Saat itulah dia akan kehilangan kebebasan.

__ADS_1


"O ya paman , bagaimana dengan Tiara. Apa dia baik baik saja"


"Yang anda maksud nona Aubery??" Arif balik bertanya. Shendi mendesah. Apalah arti sebuah nama. Yang jelas lidahnya lebih suka mengucapkan Tiara dari pada Aubery. Shendi mengangguk malas.


"Saya dengar dia sudah sadar beberapa jam yang lalu"


"Dia dikamar berapa , aku mau melihatnya "


"Perhatikan diri anda dulu mas. Anda masih butuh perawatan. Sudah cukup anda membuat kami kawatir, " Arif mencegah Shendi yang ingin kembali turun dari ranjang.


" Kemarin dia pingsan dipinggir jalan . Wajahnya pucat sekali. Tidak paman ... , aku mau melihatnya."


Arif pun tidak bisa mencegah Shendi. Pemuda ini terlalu keras kepala. Mau tidak mau Arif akhirnya menuntun Shendi turun dari ranjang .


Tanpa mempedulikan Arif yang sedang mengomel. Shendi menghubungi Aubery.


" Halo !"


"Samy?"


***


"Emh ?" Aubery menadahkan tangan pada Samy. Awalnya Samy bingung. Namun ia segera sadar apa yang di mau nonanya. iPad.


Kebiasaan nonanya sepertinya sudah kembali. Memantau setiap kabar berita tentangnya di media. Meskipun acuh. Namun Aubery mengikuti tiap kabar yang beredar.


Tapi berita beberapa hari ini terlalu heboh. Tidak bagus jika Aubery mengetahui. Apalagi ingatannya sudah mulai pulih.


"Sam!" Aubery setengah membentak. Menyadarkan Samy yang diam memikirkan sesuatu.


"Maaf non, alangkah baiknya nona banyak beristirahat. Agar cepat pulih dan segera pulang."


"Benar kata Samy." Anthony yang duduk disofa ikut nimbrung.


" Berita berita diluar tidak bagus untuk proses pemulihanmu."


Aubery mendengus kesal, melempar pandangannya keluar jendela. Ia terlalu bosan. 20 jam pingsan. Beberapa jam setelah sadar hanya boleh terbaring di ranjang.


Diraihnya remote tv yang ada disebelahnya. Ia ingin menonton sesuatu agar suasananya tidak membosankan. Namun lagi lagi , Samy merebut remote secara halus dari tangannya.


"Nona, berita di tv sedang menyiarkan tentang kecelakaan anda. Saya kawatir anda akan trauma setelah menontonnya."


Ni nun a pe wat ja na


ne ga yo gi it ja na


no ye ip sul lo


ma rul he jwo


say yes... say yes...


Semua menoleh kearah Samy. Termasuk Aubery , ia bahkan heran sejak kapan Samy suka lagu K-Pop. Samy segera mengangkat hp milik Aubery dengan gugup. Ia mundur beberapa langkah menjauh dari Aubery.


" Ya halo, ... "


" Nona di lantai 30 kamar 3012"


" Nona baik baik saja jadi anda tidak perlu kuatir ... " Samy terhenti karena yang diseberang sudah memutus sambungan. Samy salah tingkah menyadari Aubery sedang memperhatikannya.


"Ganti nada deringmu Sam. itu terlalu kampungan!" Aubery ketus. Samy hanya melotot tak percaya.


Non, ini hp anda. Anda sendiri yang memasang nada dering ini. kenapa mengkambing hitamkan saya ??


"Telfon dari siapa sampai harus sembunyi dariku?" tanya Aubery tanpa ekspresi. Samy terdiam sambil melirik Anthony.


"Ee..."


"Sayang, bagaimana kalau Papa pesankan bubur abalon untuk makan malammu" Anthony mengalihkan pembicaraan. Ia tahu itu hp baru milik Aubery. Dan yang baru saja menelpon pastinya Shendi .


"Kalau tidak salah didekat sini ada restoran yang terkenal dengan bubur abalon yang sangat lezat."


Aubery diam tidak menjawab. Ia kembali menatap ke jendela. Diluar sedang hujan.


Suasana ini...


Sejak dirinya sadar , perasaanya tidak tenang. Bubur abalon adalah makan favoritnya. Namun entah mengapa bukan itu yang ingin disantapnya sekarang. Aubery memainkan kukunya.

__ADS_1


Samy dan Anthony memilih membiarkan Aubery dengan lamunannya. Sejak sadar beberapa jam yang lalu. Aubery lebih banyak diam memandang kearah jendela. Walaupun masih pelit bicara, namun nada bicaranya sudah kembali seperti Aubery yang dulu. Ketus .


Beberapa menit berlalu. Terdengar suara ketukan pintu. Kemudian masuklah seorang pemuda jangkung dipapah laki laki setengah baya. Siapa dia yang sangat tidak sopan masuk ke kamar gadis.


Setelah memberi salam pada Anthony. Shendi tak sabar segera menghampiri Aubery .


" Tiara bagaimana keadaanmu. apa kepalamu sakit??" tangannya hendak menyentuh luka perban Aubery.


Suasana tegang. Semua diam menunggu reaksi Aubery. Kecuali Shendi yang belum menyadari raut muka Aubery. Dirinya terlalu kawatir.


"Siapa kamu ?? " tanya Aubery dengan nada curiga. Mencoba mengingat apakah dirinya mengenali orang yang sok akrap ini.


" Sayang , kamu lupa padaku? , aku Shendi , Shendiaga. "


"Shendi ?"


Tiara ingat bahwa bukan Samy yang menemukannya , tapi orang bernama Shendi. Diakah ? Tapi memanggilnya dengan sayang apa itu tidak terlalu berlebihan ?


" Terima kasih sudah menolongku . anda tidak perlu kawatir" Aubery menjauh dari tangan Shendi.


Anda ...


Tangan Shendi menggantung. Tiara masih marah karena penolakannya kemarin.


" Tiara, maafkan ucapanku kemarin . Kamu benar , aku sudah jatuh cinta padamu."


" Permisi , apa anda salah mengenali orang ?? . Saya Aubery bukan Tiara !" Aubery menatap tajam kearah Shendi. Kalau tidak salah dengar pemuda dihadapannya ini sudah memanggilnya Tiara beberapa kali. Jatuh cinta, satu lagi penggemar gila yang nekat mendatanginya dengan modus.


"Samy , antar tamu ini keluar. Dan beri dia hadiah !" perintahnya pada Samy setengah berteriak.


"Tiara, aku tahu kamu masih marah. Setelah kita keluar dari rumah sakit. Kamu boleh menghukumku apa saja. Namun sebelum itu kita jemput anak anak lalu kita sama sama pulang ke rumah kayu."


"Sudah cukup !!" bentak Aubery. Semua terkejut. Terlebih Shendi dan Arif. Sejak menjadikan nona ini Tiara. Shendi tidak pernah sekalipun melihat Tiara berteriak kasar.


" Hentikan omong kosongmu!!" ucap Aubery dengan nada ketus ,


" Sam!! , kamu tidak dengar ??!"


Samy bergegas menghampiri dan menyentuh pundak Shendi.


" Mas, sebaiknya anda keluar dulu... "


Shendi mengibaskan tangan Samy. Ia memperhatikan Aubery dengan seksama. sikap gadis dihadapannya ini sama persis dengan gadis yang ditemuinya di lampu merah kala itu. Jutek dan merendahkan. Mungkinkah ...


" Apa kamu sudah sembuh dari amnesia ?? dan sekarang kamu sungguh tidak mengingatku??" tanya Shendi penuh selidik. Aubery membalas tatapan Shendi dengan emosi.


" Siapa kamu !!, beraninya kamu mengataiku amnesia !!" Aubery melotot kearah Shendi. Nafasnya mulai tak teratur menahan emosi. Samy segera menarik paksa lengan Shendi.


Shendi kembali mengibaskan tangan Samy . Ia tersenyum walau terasa pahit di tenggorokan. Tiara sudah melupakannya.


***


.


.


.


.


.


.


Bersambung🤒


.


.


.


.


👋Sampai jumpa besok lusa.😉


🙏Jangan lupa Like Like Like 👍

__ADS_1


❤️Terima kasih dan sayang semuanya😘😘😘😘😘😘


__ADS_2