
"Stop Sam!" seru Aubery.
Samy menghentikan langkahnya.
"Jangan buang waktu, bawa mobil kemari, CEPATTT!!" Aubery menjerit histeris. Diusapnya wajah Shendi yang menahan sakit. Aubery semakin panik ketika wajah Shendi penuh darah karena usapan tangannya. Sikembar menangis sejadi jadinya memeluk Shendi.
"Bodoh !, Mas akan baik baik saja," ucap Shendi disela sela menahan sakit.
Samy berlari menuju mobil dan membawanya mendekat dimana mereka berada.
Aubery menuntun Shendi masuk ke mobil. Shendi semakin lemas karena banyak darah yang keluar. Namun Shendi mencoba tetap kuat. Ia tidak ingin adik adiknya kawatir.
"Kamu harus bertahan" bisik Aubery. Suaranya bergetar karena rasa takut yang begitu besar. Tangannya menekan luka dipunggung Shendi menggunakan kaos yang dikenakan Shendi.
Samy dengan gugup menyetir mobil menuruni bukit. Dari kaca spion terlihat Shendi semakin pucat sambil menahan sakit. Ramanda menangis memeluk tubuh Shendi . Sedang Yas duduk disampingnya memeluk jaket Shendi yang tadi dia pungut ditanah.
Gadis kecil ini lebih terlihat tenang dari pada saudara laki lakinya. Ia meraba kantong jaket Shendi, mencari cari sesuatu.
"Sayang tekan angka 118 untuk memanggil Ambulans!" Seru Aubery sambil menyerahkan hpnya pada Yas.
Yas mengikuti perintah Aubery untuk menghubungi nomor gawat darurat.
"Halo. Kakak kami sedang kritis , kami butuh mobil ambulan segera" diam sejenak.
"Bisakah menunggu di pintu masuk bukit Y , kami sedang menuruni bukit sekarang"
"Ya . Kira kira dua puluh menit lagi kita sampai"
"Tolong jangan terlambat , kakak benar benar kritis" Yas menengok ke belakang.
Wow! Samy
Yas menutup panggilan. Samy dalam hati kagum terhadap gadis kecil ini. Usianya mungkin masih tujuh atau delapan tahun. Tapi bisa mengatasi situasi dengan tenang. Dan ia bahkan menghubungi gawat darurat tanpa dituntun.
Shendi mulai merasakan tubuhnya semakin lemas. Diremasnya sandaran jok depan. Lalu berpindah ke pundak Samy. Merasa dia sudah tidak sanggup lagi.
Samy kembali melirik ke kaca spion. Apakah ada yang ingin diucapkan Shendi.
"Aku menyimpan sesuatu di brangkas dikamar utama. paswordnya tanggal hari kemerdekaan , bulan natal dan tahun tenggelamnya kapal Titanic, Hanya itu yang aku dapatkan , mungkin bisa membantumu mencari seseorang dalang dibalik serangan hari ini ... " ucap Shendi lirih.
Samy menunggu Shendi melanjutkan. Namun Shendi tak kunjung juga melanjutkan . Melirik kembali yang ternyata Shendi sudah memejamkan mata.
Aubery menepuk pipi Shendi keras. Ia kawatir kalau kalau Shendi sudah lewat. Ditatapnya wajah Shendi tak percaya.
"Shendiaga, bangun bodoh!!" Aubery menepuk lebih keras. Ramanda ikutan tambah panik.
__ADS_1
"Siapa yang bodoh !!, semalaman aku tidak bisa tidur. Bolehkah aku tidur sekarang??" Shendi membuka mata sebelah kiri saja.
Aubery cemberut kesal. Disaat kritis masih sempat mengerjai orang. Shendi mengusap pipinya yang basah oleh air mata. Sebelum tangan itu akhirnya jatuh dipangkuan Aubery.
Mata Shendi akhirnya terpejam sampai mobil mercedez hitam itu sampai kedepan gapura pintu masuk bukit Y. Bertepatan dengan mobil Ambulan yang baru tiba. Para ahli segera melakukan tugasnya. Memindahkan Shendi ke mobil ambulan. Memeriksa detak jantung ,denyut nadi dan memasangkan selang oksigen.
Mobil Ambulan itu segera melaju menuju rumah sakit terdekat . Aubery dan sikembar ikut bersama didalam ambulan.
"Pasien tidak sadarkan diri karena pendarahan yang cukup banyak. Segera hubungi RS untuk menyiapkan operasi segera!" lapor salah satu petugas pada rekannya yang disebelah .
Aubery dan sikembar terkejut mendengar kalimat itu.
"Pingsan, tadi dia bilang ingin tidur!" Ucap Aubery protes.
Namun petugas itu tidak menghiraukan Aubery. Ia melanjutkan memeriksa kondisi Shendi.
" Nafasnya melemah dan detak jantungnya hilang, segera lakukan RJP !"
Petugas itu dibantu rekannya mengeluarkan alat kejut jantung. Membantu mengembalikan fungsi nafas dan sirkulasi darah di seluruh tubuh.
Aubery memeluk Yas dan Ramanda. Wajah kawatir mereka tak bisa digambarkan lagi melihat Shendi terbujur lemas didepan mata.
Sesampainya dirumah sakit . Shendi langsung dimasukkan ke ruang UGD. Keadaanya kritis. Suster keluar masuk tanpa menghiraukan Aubery dan sikembar yang ikutan panik diluar ruangan.
***
Setibanya dirumah kayu. Samy segera menuju kamar utama. Dicarinya brangkas yang ternyata berada disebelah ranjang. Mengingat ingat password yang dikatakan Shendi tadi.
"Tanggal kemerdekaan, bulan natal , tahun tenggelamnya kapal Titanic ??" Samy menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Siapa yang peduli kapan kapal Titanic tenggelam!" Samy mencari dimana ia meninggalkan hpnya.
Ketemu. Tadi ia meletakkan hpnya dimeja ruang tamu ketika membersihkan rumah. Lalu mencari informasi di internet , kapan kapal Titanic tenggelam.
Setelah ketemu. Samy menggabungkan enam angka itu. Lalu mencoba membuka brangkas.
"171212"
tak!
Terbuka. Samy menggeleng.
Disaat kritis malah bicara yang tidak penting. Bilang aja 171212 beres !!
Samy membuka lalu meraih benda yang amat dikenalinya. Hp dan dashcam mobil Porsche milik nonanya.
__ADS_1
"Ya Tuhan, Ini adalah barang bukti yang bisa mengungkap siapa yang telah mencelakai nona .Jadi Shendi yang telah mengamankan barang bukti ini?"
Samy merasa bersyukur Dashcam ini tidak sempat dijarah orang. Dan Samy terpaksa harus bersyukur barang bukti ini berada ditangan Shendi.
Pemuda yang menjadikan nonanya sebagai pembantu dirumah ini.
Seberapa besar peran pemuda ini di kehidupan Aubery kini. Shendi balas dendam tapi dia peduli terhadap nonanya. Bahkan sengaja pergi ke hutan yang katanya sulit untuk dilalui.
Samy menggenggam erat dashcam dan mengusap hp Aubery yang retak.
Pandangan Samy beralih kedalam brangkas. Beberapa tumpuk dokumen dan uang yang diyakini tabungan Shendi. Samy penasaran dengan dokumen dokumen itu ia lalu menarik beberapa map lalu mengamatinya.
Beberapa buku polis asuransi Shendi dan sikembar. Tiga buku tabungan dari Bank berbeda yang semua atas nama Shendiaga Gerald Putra Wiradana.
Samy iseng mengintip saldo terakhir yang tertera. Dua buku jumlahnya masih wajar. Namun ketika mengintip buku ke tiga , jumlah yang membuat Samy terdiam . Berapa nolnya Samy tidak bisa menghitung diluar kepala.
Satu lagi dokumen dibukanya untuk mengobati rasa penasaran. Salinan laporan nilai infestasi di negara S dan A. salinan kepemilikan rekening di Swiss dengan total saldo yang membuat mata Samy membulat tak percaya.
Kembali Samy penasaran dengan beberapa lembar surat berharga. dengan kop surat tertera nama perusahaan yang tidak asing bagi Samy. WD Jewellry.
Yang Samy tahu WD jewellry adalah toko perhiasan yang cukup terkenal karena desain dan kualitasnya yang sangat bagus. Outletnya ada disetiap kota dinegara ini. Lalu apa hubungan Shendi dengan WD jewellry?
Kenapa pemuda sederhana ini memiliki rekening gemuk didalam dan diluar negeri.
Samy segera mengembalikan dokumen dokumen itu seperti semula. Masih ada beberapa namun Samy menyudahi keponya.
Menutup kembali brangkas lalu duduk dilantai bersandar pada ranjang.
Samy mengatur kembali nafasnya. Sejak pagi ia sama sekali belum istirahat. Sekarangpun ia harus buru buru ganti baju dan kembali ke sisi Aubery.
.
.
.
.
.Bersambung🤗
.
.
.RJP : Langkah pertolongan pertama untuk mengembalikan fungsi napas dan atau sirkulasi darah di dalam tubuh yang terhenti. Resusitasi Jantung Paru bertujuan menjaga darah dan oksigen tetap beredar ke seluruh tubuh.
__ADS_1
👍 Jangan lupa tinggalin like 😉🎉🎉🎉
🙏Terima kasih dan sayang semuanya❤️❤️