Istriku Tapi Bohong

Istriku Tapi Bohong
Asal Nona Senang


__ADS_3

Aubery sengaja membanting tumpukan berkas ke atas meja. Shela dan Shendi kaget dengan ulah Aubery yang tiba tiba. Shendi menyadari kesalahannya. Baru saja mulutnya keceplosan. Dan Shela ... otaknya cukup encer untuk mengolah kalimat yang baru saja keluar dari mulut Shendi.


"Nona, ini sudah lewat jam kerjanya. Bagaimana kalau saya suruh yang lain membelikan untuk anda?" usul Shela mencoba mencairkan suasana.


Raut muka Aubery sudah menampakkan tanda tanda ingin murka.


"Tidak perlu . Aku ingin dia yang menyelesaikan tugasnya. Dan kamu, bawa ini ke ruang desain. Dan suruh mereka untuk membuat sampelnya" ucapnya sambil menyerahkan beberapa lembar kertas.


Shela undur diri setelah sesaat mencuri pandang kearah Shendi. Cowok itu gak ada takut takutnya dihadapan Aubery. Dan ucapannya barusan. Sepertinya ia cukup memahami kebiasaan Aubery.


Sepeninggal Shela. Aubery bangkit dari duduknya. Berjalan mendekati Shendi yang masih berdiri.


"Bisakah jangan omong kosong didepan para pegawaiku??" ucap Aubery tajam sambil melipat tangannya di depan. "Aku tidak peduli seberapa dekat hubungan kita dulu. Asal kamu tahu , sekarang kamu adalah bawahanku!!"


"Maaf keceplosan. Nona jangan kuatir , aku pastikan kejadian barusan tidak akan terulang lagi" jawab Shendi sambil mengancing mulutnya. Ia mundur beberapa langkah sambil mengucap, " Aku akan kembali dengan bubble tea panas." ucapnya plus satu senyum manis dan satu kedipan mata untuk Aubery .


Banyak banyaklah tersenyum Shen ... Dan senyum ini yang akan selalu di ingat dan menjadi kenangan untuk Tiara jika kelak dirimu sudah menjauh pergi. _Shendi bicara dengan dirinya sendiri.


Cepat keluar!!_ Aubery.


Shendi kembali turun ke lantai dasar mall. Kembali mengantre panjang untuk satu gelas bubble tea panas permintaan Aubery. Satu jam kemudian Shendi tiba kembali di lantai 42. Namun ruangan Aubery kosong. Kemana Aubery...


Shela menghampiri Shendi yang bengong didepan pintu.


"Nona sudah meninggalkan kantor..." ucapnya.


"Hah...??!" Shendi tidak percaya.


"Kemana??"


"Ke lapangan tembak A" jawab Shela singkat.


"Jadwalnya pada hari kamis adalah latihan menembak jam 3 sampai jam 4. Setelah itu kursus bahasa Perancis jam 5 sampai jam 7 malam." Shela menjelaskan sambil mengecek jadwal Aubery di hp .


"Jangan kamu pikir nona punya banyak waktu untuk menunggumu. Kamu sangat lamban..."pungkasnya.


Shendi tertawa kecil sambil memandang kantong plastik berisi segelas bubble tea. Kini dirinya sadar , Aubery sedang balas mengerjainya. Ia mendapat pesan dari Shela sebelum turun , bahwa Aubery hanya menyukai bubble tea di lantai 3. Bubble tea di kedai itu terkenal sangat enak. Rasanya real taste negeri Formosa Taiwan. Bukan bubble tea abal abal.


Dan susu tumpah. Alat rautan tumpah. Itu juga akal akalan Aubery untuk mengerjainya.


Tidak apa apa sayank... Aku nikmati permainanmu. Asal kamu senang ...


Aku anggap hari ini kamu ingin melepas rindu dan ingin berlama lama berada didekat ku.


"Kalau gitu untukmu saja."Shendi meletakkan kantong plastik itu dimeja Shela.


"Aahhh... capek sekali..." meregangkan ototnya Shendi kemudian berlalu pergi. Sudah jam 3. Ia harus segera pulang ke puncak bukit nun jauh disana.


Shela menatap punggung Shendi.


Tunggu !! , postur cowok ini benar mirip dengan cowok yang belakangan heboh di dunia maya yang tengah dekat dengan Aubery. Shela langsung menuju komputernya. Memeriksa kembali berita berita beberapa pekan ini tentang skandal bosnya.


"Mirip sih... gaya rambutnya ... " Shela berfikir sambil mengamati layar komputernya.


***


Hari ke 5 bayar hutang.


"Nona , hari ini apakah make up seperti kemarin ??" tanya Aura.


Aubery mengabaikan pertanyaan Aura. Ia hanya diam lalu pelan mendekatkan wajahnya di cermin. Mengamati wajahnya sendiri. Seolah sedang mencari sesuatu diwajah itu.


"Aura , apa ada sesuatu yang aneh diwajahku??" tanya Aubery lirih.


Aura ikutan mengamati wajah nonanya lalu sedikit berfikir . "emmmm... tidak ada yang aneh Non , kulit anda halus tanpa noda, mata anda bening dan bibir anda juga terlihat lembab " Aura kembali berdiri tegak.

__ADS_1


Aubery menghela nafas panjang. Jika tidak ada yang aneh , lalu apa maksud pertanyaan Shendi kemarin ??


Tiara, ada apa dengan wajahmu??


Sangat jelas dari tatapan Shendi penuh keheranan saat memandangi wajahnya. Tanpa sadar Aubery menekan kedua pipinya. Matanya mengerjap beberapa kali.


Aura tertawa kecil melihat tingkah Aubery yang lucu. Sangat berbanding dengan image dia selama ini.


"Tapi tunggu... kenapa aku harus memikirkan kata kata si brengsek itu!! , emang siapa dia ??"


"Siapa dia non??"


Aubery terkejut. Kenapa emosinya tak terkendali jika itu menyangkut Shendi. Emosi yang sulit dijelaskan. Bercampur antara marah ,senang , benci , suka , penasaran menjadi satu.


"Make up seperti yang kemarin saja" Aubery mengabaikan pertanyaan Aura. Lalu ia mengatur posisi siap di rias. Aura pun mulai melakukan pekerjaannya. Merias wajah yang selama ini hanya dia lihat di layar hp dan komputernya.


"Nona, sebenarnya saya pernah bertemu anda satu kali ketika anda berada di kampus Sejahtera." ucap Aura disela sela aktifitasnya. Aubery yang semula memejamkan mata , pelan pelan membuka matanya.


"Kapan??"


"Tiga hari sebelum berita kecelakaan anda resmi dipublikasikan ..., Saya benar benar tidak menyangka itu adalah anda. Bahkan asisten Samy awalnya juga tidak mempercayai laporan saya."


"Tapi akhirnya Samy meminta maaf kepada saya karena tidak mempercayai saya. Sebagai permintaan maaf Samy menepati janji mempertemukan saya dengan nona. Dan menawarkan pekerjaan paruh waktu ini"


Satu bunyi pesan whatsapp masuk di hp Aubery. Aubery memeriksanya yang ternyata pesan dari sekretarisnya. Aura berhenti sejenak menunggu Aubery selesai membaca pesan itu. Bunyi pesan itu,


Semua sudah diatur sesuai perintah anda.


Aubery lalu tersenyum penuh misteri. Hari ini dapat dipastikan , Shendi akan menyerahkan surat pengunduran diri. Atau malah langsung melarikan diri tanpa surat pengunduran diri.


"Lanjutkan" perintahnya kepada Aura.


Aura lantas melanjutkan tugasnya merias wajah nona. Ia menahan sebuah pertanyaan yang selama ini membuatnya penasaran. Cowok yang bersamanya waktu itu.


"Nona tahu tidak apa yang membuat Samy tidak percaya dengan laporan saya??" akhirnya Aura memberanikan diri memancing ingatan Aubery.


"Samy bilang saya mengada ada. Bagaimana mungkin nona bersama seorang cowok berada di kampus kota B. Bahkan nona dan cowok itu begitu mesra selama di sana!!" gadis 18 tahun itu berkata dengan nada berapi api. Aubery mulai terpancing. Kukunya kuat menekan sandaran kursi.


"Nona berlari lalu meloncat dalam gendongan cowok itu... sangat romantis. Nona sudah membuat iri seluruh mahasiswa yang ada disana"


"CUKUP AURA !!!" Aubery tiba tiba bangkit dan menghardik Aura dengan nada tinggi.


"Aku harap kamu tahu batasanmu !!!"


Aura terkejut dengan reaksi Aubery. Ia tak menyangka ucapannya telah menyinggung Aubery. Ia menyesali sifatnya yang kadang banyak bicara.


"Maafkan saya yang sudah lancang..." Aura membungkuk dihadapan Aubery. "Maaf jika nona tidak suka saya menyinggungnya."


Aubery terdiam menatap Aura yang terlihat benar benar menyesal. Aubery menjadi merasa bersalah. Mungkin reaksinya terlalu berlebihan pada gadis remaja ini.


"Selesaikann tugasmu ... " Aubery kembali duduk. Nada suaranya sudah kembali normal. Dengan ragu Aura kembali melanjutkan tugasnya. Suasana kini menjadi canggung .


***


.


.


.


.


Tepat pukul 09:00 Aubery tiba di lantai 42. Tidak ada yang aneh ketika ia keluar dari lift. Para pegawainya menyapa dengan sopan. Dan Shela menyambutnya dengan wajah penuh tanda tanya.


"Apa... " Aubery terus berjalan . Shela mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


"Non, sepertinya rencana kita gagal. Gery menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan selesai tepat waktu" Shela mensejajarkan langkahnya dengan Aubery.


"Mustahil. Kamu tahu berapa luas lantai gedung ini??. Tidak mungkin bisa diselesaikan oleh satu orang saja. Kamu jangan bercanda Shel... " Aubery tak menghiraukan raut wajah Shela.


"Nona bisa cek sendiri. Setiap sudut kantor sudah sangat bersih dan rapi. Entahlah apakah Gery mempunyai ilmu memperbanyak diri seperti kera sakti??" Shela masih tak percaya.


Aubery menghentikan langkahnya. Kenapa tiba tiba sekretarisnya mendadak menjadi Oneng. Membuang nafas kesal lalu Aubery mengedarkan pandangannya ke sekeliling kantor.


Hei , kenapa tidak seperti yang dia diharapkan. Saat sampai dikantor nantinya ia berharap akan melihat kehebohan karena kantor masih berantakan. Lantai belum di pel . Dan sampah masih berserakan.


Tapi apa ini. Semua tampak rapi. Tempat sampah bersih . Dan lantai sudah mengkilap. Pandangannya berhenti pada sosok yang berdiri diujung sana. Shendi bersandar pada dinding , tersenyum dengan sangat manis kepadanya.


Satu lagi yang membuat raut muka Aubery tambah panas. Ketika Shendi memberikan simbol Saranghe . Mengecup simbol itu lalu menerbangkannya ke arah Aubery. Seketika muncul ratusan love love terbang kearah Aubery. Parahnya , hanya Aubery yang bisa melihat love love itu.


"Hiizz ... Cen hai a ... !!" gerutu Aubery menghalau love love sebelum sampai kepadanya.


Dengan sebal Aubery bergegas ke ruangannya. Sebuah paper bag dengan tempelan kertas post -it teronggok manis di meja kerjanya.


Ketika kamu marah selama 5 menit. Maka sistem imun tubuhmu akan lemah selama 5 jam. Tolong maafkan aku.


**sory 😟**


"Aaahhh... , ... menjengkelkan sekali !!" seperti anak kecil kehilangan mainannya ,


Aubery menangis tanpa mengeluarkan air mata.


Flashback on


Jam sudah diangka 07: 05 menit. Tidak biasanya cleaning service yang lain belum pada datang. Padahal biasanya jam 7 kurang seperempat udah kumpul di depan lift. Kantor A.T tampak sepi hanya Shendi seorang diri. Celingak celinguk melihat ujung timur sampai ujung barat . Perasaan Shendi tidak enak. Takut, was was , merinding ...


Kemana mereka semua ?


Shendi menghubungi nomer CS yang kebetulan kemarin dia sempat minta.


" Halo Udin , kamu kok belum tiba?"


"apa ?? ... cuti ?? ... ohh... ok kalau gitu !!... bisa kamu kirimkan nomernya Budi ?? ... makasih..."


Tak berapa lama satu pesan masuk ke hp Shendi. Shendi pun langsung menghubungi nomer itu.


"Halo bud ?? ... oohh... kamu sakit ?? ... yaudah cepat sembuh ya ??"


Shendi pun menghubungi yang lain. Dan jawaban mereka berbeda beda. Kesamaannya adalah hari ini tidak bisa masuk kerja.


Kayaknya ada yang gak beres deh. Kebetulan banget mereka cutinya bisa barengan .


.


.


.


.


.Bersambung🌞🌞🌞


.


.


.Cen hai (cantonis) :/ Benar benar


👍Yang udah mampir jangan lupa Like.


🙏Terima kasih

__ADS_1


❤️Saranghe ❤️


__ADS_2